Transmigrasi Menjadi Penyihir Legendaris

Transmigrasi Menjadi Penyihir Legendaris
Emosi


__ADS_3

Di tengah kerumunan jalan yang ramai, seorang gadis kecil berjalan bersama ayahnya sambil bergandengan tangan.


Matanya yang penuh keingintahuan melihat sejumlah poster dengan sketsa gambar seorang kakek penyihir berambut putih yang tersebar di mana-mana.


Tidak bisa menahan rasa penasarannya, gadis kecil itu pun bertanya kepada ayahnya dengan polos.


"Ayah, mengapa banyak gambar kakek tersebut dimana-mana? Apakah kakek itu seorang artis atau bangsawan yang sangat terkenal, ayah?" tanyanya dengan wajah yang penuh rasa ingin tahu.


Ayah gadis kecil itu terdiam sejenak, teringat akan kejadian naas yang terjadi tiga tahun lalu.


Dia merenung sejenak sebelum akhirnya sadar bahwa anaknya bertanya.


"Ayah?" seru gadis kecil itu, mencoba menarik perhatian ayahnya.


Ayah gadis itu pun tersadar dari lamunannya dan dengan penuh kasih mengelus kepala sang anak.


"Maafkan ayah, sayang," ucapnya sambil memastikan gadis kecil tersebut melihat wajahnya.


Lalu, ayahnya menjawab dengan lembut, "Cintaku, kakek yang kamu lihat itu bernama Zephyr, dan dia adalah seorang penyihir yang sangat menakutkan."


Gadis kecil itu langsung terpana dan matanya berbinar-binar.


"Wah, ayah! Itu sangat menakjubkan! Namanya keren sekali, ayah. Pasti kakek itu pahlawan yang terkenal, bukan, ayah? Aku ingin menjadi seperti dia!"


Namun, ekspresi ayah gadis itu berubah menjadi marah tiba-tiba.


Dia berteriak dengan keras sehingga banyak orang di sekitar mendengarnya.


"TIDAK! KAU TIDAK BOLEH!"


Gadis kecil itu terkejut dan takut melihat ayahnya marah.

__ADS_1


Dia pun mulai menangis dengan sedih.


"Ayah... Mengapa ayah marah padaku?" bisiknya dengan suara terisak-isak.


Kemudian, ayah gadis kecil itu mencoba mengendalikan emosinya dan berbicara dengan lembut,


"Maafkan ayah, sayang. Ayah tidak bermaksud marah padamu. Ayah hanya khawatir karena Zephyr adalah sosok yang berbahaya. Ayah tidak inginmu terkena bahaya atau terpengaruh olehnya."


Gadis kecil itu masih menangis, tetapi keadaan mulai mereda. Dia mencoba memahami alasan ayahnya, meski tetap merasa sedih.


"Huhum...," sang ayah menghela nafas dalam-dalam.


"Ayah hanya ingin melindungimu, sayang. Kau adalah segalanya bagiku, dan aku tidak ingin kehilanganmu."


ayah gadis kecil tersebut melihat betapa sedihnya anaknya yang masih menangis, dan tanpa ragu ia memeluk gadis kecil itu dengan erat.


Dengan suara yang lembut, ayahnya berkata, "Ah, sayangku, maafkan ayah." Ia mengelus lembut kepalanya, berusaha menenangkan gadis kecil yang terisak.


Dalam kebingungannya, dia bertanya kepada ayahnya dengan suara terputus-putus, "Tapi, ayah... hiks... kenapa marah kepadaku? Apa salahku, hiks..."


Ayah gadis kecil itu melepaskan pelukannya dan memandang wajah anaknya dengan penuh kasih, sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


"Sayangku, Zephyr adalah penjahat. Dialah yang menghancurkan kerajaan ini. Banyak orang kehilangan keluarganya karena penjahat itu," jelas ayah dengan nada sedih.


Gadis kecil itu mulai mereda tangisnya dan mendengarkan penjelasan ayahnya dengan seksama. Kemudian, dengan nada sedih, ia meminta maaf.


"Maafkan aku, ayah. Aku tidak tahu bahwa kakek tersebut adalah penjahat. Yakk, aku tidak akan pernah menjadi penjahat!"


Ayahnya tersenyum dan menjawab, "Seperti itulah, sayangku."


Sambil mengelus kepala gadis kecil itu, ia mencium keningnya dengan penuh kasih. "Ayo, kita lanjutkan jalan-jalan kita, sayangku."

__ADS_1


Gadis kecil tersebut mengangguk dengan wajah yang masih sedikit terisak, tetapi setidaknya ia merasa lega setelah mendapatkan penjelasan dari ayahnya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka berdua, tangan bergandengan erat, sambil melihat pemandangan sekitar.


***


Dikejauhan, terlihat seorang wanita yang mempesona dengan rambut merah panjang yang terurai.


Ia mengenakan sebuah armor yang unik dengan warna merah tua yang memperlihatkan belahan buah dadanya yang menarik serta perutnya yang langsing.


Rok pendek berwarna biru gelap yang ia kenakan menambah pesonanya. Penampilannya begitu menawan sehingga bisa membuat orang jatuh cinta padanya.


Wanita itu mendengar percakapan antara seorang pria dan seorang anak. Pria tersebut tampak menghina Zephyr, dan hal itu membuatnya sangat marah.


Emosi yang meluap-luap membuatnya ingin mendekati pria tersebut dan menghabisinya.


Namun, sebelum wanita berambut merah itu bisa menghampiri pria tersebut, seorang pria berambut hitam dengan mata biru tegas dan wajah yang tampan seperti bangsawan mencegatnya.


Tangannya memegang bahu wanita itu, sambil bertanya, "Kau mau melakukan apa?"


Wanita itu dengan geram menjawab, "Lepaskanlah aku, bodoh! Apakah kau tidak melihat bahwa dia menghina seseorang yang seharusnya tidak boleh dihina?"


Pria tersebut menatap wanita itu dengan tenang dan berkata, "Bisakah kau tenang sedikit?"


Meskipun awalnya terkesan marah dan kesal, kata-kata pria itu mengandung kebijaksanaan yang membuat wanita berambut merah itu mereda sedikit emosinya. Dia memperhatikan ekspresi tenang pria tersebut dan merasa terdorong untuk mendengarkan apa yang ingin dia katakan.


Wanita itu mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dia menyadari bahwa kemarahannya hanya akan memperburuk situasi. Dengan penuh keingintahuan, dia bertanya, "Baiklah, apa yang ingin kau katakan?"


Pria tersebut dengan lembut menjelaskan, "Kamu tidak akan mendapatkan apa pun dengan menghadapi mereka secara emosional. Mengambil tindakan berdasarkan kemarahan hanya akan memperkuat siklus kekerasan. Kita harus mencari jalan lain, sebuah solusi yang bijaksana."


Wanita itu merenung sejenak, memahami kata-kata pria tersebut. Memang, menghadapi masalah dengan kemarahan hanya akan menimbulkan lebih banyak masalah.


Ada kebijaksanaan dalam apa yang ia katakan. Dengan suara yang lebih tenang, wanita berambut merah itu menjawab, "Baiklah, aku akan mencoba menenangkan diri. Apa yang menurutmu harus kita lakukan?"

__ADS_1


__ADS_2