Tuan Muda Kejam

Tuan Muda Kejam
20. Pria Licik


__ADS_3

Di Ruang Rektor Humaira dan sahabatnya sedang bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak tau hukuman apa yang akan mereka terima, mengingat bahwa pria yang ada didepan mereka ini semuanya tidak punya hati.


" Kalian semua aku skors selama 1 minggu " ucap Jimin dingin.


" HAH.. " pekik Humaira dan sahabatnya bersamaan.


" Apa?, kalian tidak terima? " ucap Jimin kembali kesal.


" Tuan, bagaimana bisa anda menghukum kami seperti itu " protes Jennie.


" Jangan membantah ucapanku, kalau tidak hukuman kalian bertambah 1 minggu lagi " ucap Jimin.


" Tuan, berbaik hatilah pada kami.. apa yang akan kami katakan pada orang tua kami kalau kami di skors selama 1 minggu " ucap Rose memelas.


" Siapa suruh kalian membohongi ku " ucap Jimin ketus.


" Kami terpaksa berbohong, karna kalau kami jujur anda juga tetap menghukum kami " ucap Lisa pelan.


" Setidaknya kalau kalian jujur, hukuman kalian tidak seberat ini " ucap Jungkook dingin, yang membuat Lisa kesal. " Apaan sih bocah tengil ikut-ikutan saja " ucap Lisa dalam hati lalu menatap Jungkook dengan tajam.


" Jangan terus menatapku seperti itu, aku tau kalau aku ini tampan " ucap Jungkook percaya diri.


" Dih.. siapa juga yang melihat mu, dasar pria menyebalkan " ucap Lisa ketus.


" Nona jaga sikap mu " tegur J-Hope.


" Maafkan saya Tuan " ucap Lisa kembali menunduk.

__ADS_1


( Kayanya dari semuanya cuman J-Hope yang baik, yah walaupun berwajah dingin dan datar juga seperti yang lainnya 🗿 )


" Tuan, aku mohon jangan beri kami hukuman itu.. nanti aku diomeli bunda ku " ucap Humaira memohon.


" Baiklah sekarang kalian pilih.. mau hukuman atau di skors " ucap Yoongi tersenyum licik. " Melihat dari gayanya aku yakin pasti dia menyiapkan rencana yang sangat licik, dasar pria kejam " ucap Humaira dalam hati.


" Hukuman.. " ucap mereka serentak.


" Baiklah..kalau kalian ingin hukuman, kalian bersihkan toilet di Kampus ini satu orang satu lantai " ucap Yoongi tersenyum licik.


" Tap--"


" Tidak ada protes, jika kalian masih protes kalian akan diskors 2 minggu " ucap Yoongi tegas.


" Benarkan apa yang aku bilang pasti pria ini sangat licik " umpat Humaira dalam hati.


Humaira dan sahabatnya keluar dengan perasaan kesal. Setelah memastikan mereka keluar Seokjin baru membuka suara membahas masalah Irene dan Yoongi.


" Yoon.. kata Silvi sekretaris mu Irene selalu memaksa ingin masuk kantor, walaupun sudah di beri tahu bahwa kau tidak ada didalam dia tetap memaksa masuk " ucap Seokjin pada Yoongi.


" Baiklah biar aku telfon sebentar " ucap Yoongi lalu menghubungi sekretarisnya.


[ Halo selamat siang Tuan ]


[ Hm, bagaimana apa dia tetap memaksa masuk? ]


[ Iya Tuan, Nona Irene bilang kalau saya terus melarang dia masuk maka dia akan memecat saya ]

__ADS_1


[ HEI BOS MU ADALAH AKU KENAPA KAU MALAH TAKUT PADANYA ]


[ M-maaf Tuan, Nona Irene kan kekasih anda..saya takut kalau saya melarangnya masuk dia akan meminta anda memecat saya ]


[ Dimana dia sekarang? ]


[ Di ruangan para CEO Tuan ]


[ Baiklah aku akan segera kesana ]


Setelah menelfon sekretarisnya Yoongi segera beranjak dari duduknya untuk pergi ke kantor menemui Irene.


" Mau kenapa bang? " tanya J-Hope.


" Aku ke kantor dulu kalian tunggulah disini " ucap Yoongi lalu pergi. Tapi sebelum dia meninggalkan kampus Yoongi menghampiri Humaira yang ada di lantai tiga.


" Yaa begitu bagus.. yang bersih lagi gosoknya " ucap Yoongi mengejek Humaira, tapi Humaira hanya melihat Yoongi malas.


" Nanti pulang dari Kampus kau ikut dengan ku " ucap Yoongi datar.


" Untuk apa saya ikut dengan anda " ucap Humaira acuh.


" Jika kau tidak ingin orang tua mu kenapa-napa maka ikuti saja perintahku " ucap Yoongi lalu pergi.


" Haiissss... kenapa aku harus bertemu dengan pria br*ngs*k seperti dia " pekik Humaira kesal, dia sangat frustasi berhadapan dengan makhluk itu.


Dukung aku trus yahh dengan cara di like, komen, subscribe dan vote sebanyak - banyak nya hehe.. byeeee💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2