
Tidak beberapa lama akhirnya orang tua Humaira sampai di kontrakan Humaira. " Humaira Bunda dataaang.. " pekik Bunda dari luar.
" Wihh.. akhirnya Tante sampai juga, aku kira tadi Tante sama Om tidak akan datang " ucap Lisa menghampiri orang tua Humaira.
" Tante pasti datang dong!, jadi kapan kita jalan-jalannya?! " ucap Bunda.
" Kau ini!, istirahatlah dulu, kita baru saja sampai! " tegur Ayah.
" Ayah saja yang istirahat, Bunda mau pergi jalan-jalan sama anak-anak! " ucap Bunda tetap kekeh. Ayah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya, karna istrinya ini jika masalah jalan-jalan tidak kenal lelah.
" Ayah, Bunda masuklah dulu.. " ucap Humaira yang baru datang.
" Kita langsung pergi saja, Bunda udah siap! " ucap Bunda semangat.
" Kita tunggu Jennie sebentar Bunda, karna Jennie baru siap-siap! " ucap Humaira.
" Aku sudah siaaappp.. " pekik Jennie lalu berlari pelan kearah mereka. " Hai Tante, Om! " sapa Jennie semangat.
" Halloo.. gimana kamu udah siap?! " tanya Bunda.
" Udah dong.. Tante mau jalan-jalan kemana?! " tanya Jennie.
" Kemana saja Tante suka! " ucap Bunda antusias. Semuanya tertawa melihat tinggah Jennie dan Bunda yang tidak jauh beda.
" Yasudah ayo kita berangkat!! " ucap Humaira.
" Kalian pergilah, Ayah tunggu dirumah saja! " ucap Ayah.
" Eh, kenapa Ayah tidak ikut?! " tanya Humaira.
" Ayah ada pekerjaan yang belum diselesaikan! " ucap Ayah melihatkan tas kerja yang dibawanya.
__ADS_1
" Eh, Ayah sekarang kerja dikantoran?! " tanya Humaira bingung. Karna setaunya, Ayah berkerja menjaga toko milik mereka didesa.
" Iyaa, Ayah baru dapat pekerjaan dikantor!, kamu tau bos Ayah sangat baik. Dia memberikan Ayah laptop ini untuk bekerja dikantor dan dirumah! " ucap Ayah senang.
" Syukurlah kalo Ayah senang dengan tempat kerja Ayah sekarang, tapi toko kita siapa yang menjaganya Ayah?! " tanya Humaira lagi.
" Astagaa.. Bunda lupa memberitahu mu! " ucap Bunda baru ingat sesuatu. " Sekarang rumah kita yang ada di desa sudah Bunda jual begitupun dengan toko kita, karna-- " belum selesai Bunda berbicara sudah dipotong oleh Humaira.
" WHAAAT!!, kenapa Bunda jual?!, apa kita memiliki hutang?!, apa Ayah dan bunda punya masalah?!, atau-- " sebelum seribu pertanyaan keluar dari mulut Humaira Bunda langsung menutup mulut Humaira dengan tangannya.
" Kau ini, Bunda belum selesai ngomong kenapa harus dipotong! " ucap Bunda lalu melepaskan tangannya dari mulut Humaira.
" Humaira memang kebiasaan Tante.. selalu memotong pembicaraan orang! " adu Rose pada Bunda.
" Hehehe..sorry, kadang aku terkejut! " ucap Humaira cengengesan.
" Bunda jual rumah dan toko kita karna, Bunda sama Ayah akan pindah kesini. Soalnya minggu depan bos Ayah sudah menyuruh Ayah untuk masuk kantor! " ucap Bunda menjelaskan.
" Kalo kami boleh tau, Om kerja dimana?! " tanya Lisa.
" Di The Blue Star Line! " ucap Ayah mantap.
" HAH!! " pekik Humaira dan sahabatnya, lagi-lagi Humaira dibuat terkejut oleh orang tuanya.
" Kalian kenapa?! " tanya Bunda, tapi Humaira dan sahabatnya hanya diam dan saling melihat. " Sudahlah ayo kita pergi, Bunda sudah tidak sabar! " ucap Bunda lalu mereka pergi menggunakan mobil Rose.
" Mai.. aku rasa kamu tidak akan baik-baik saja! " bisik Rose pada Humaira.
" Kenapa sangat susah menghindar dari mereka! " rengek Humaira pelan.
" Tuan-Tuan gila kaku itu seperti menjebak kita! " ucap Jennie kesal.
__ADS_1
" Jen apa setelah ini kita akan jadi babu mereka?! " bisik Humaira pada Jennie.
" Jangan harap!, mereka pikir dengan punya saham diperusahaan orang tua kita dan orang tua mu yang bekerja di perusahaan mereka bisa membuat kita jadi babu mereka?, itu tidak akan terjadi! " ucap Jennie yakin.
" Kalian kenapa?! " tanya Bunda pada Humaira, Jennie dan Rose.
" Eh, tidak apa-apa Bun! " ucap Humaira senyum.
" Kita mau kemana?! " tanya Lisa yang sedang menyetir.
" Ketaman saja, aku ingin ice krim! " ucap Humaira lalu diangguki oleh Lisa.
Selama perjalanan menuju taman, Lisa tidak menyadari ada sebuah mobil yang mengikuti mereka sejak tadi. Saat ini mereka sudah sampai ditaman, Humaira, Bunda dan yang lain asik bercanda tawa tanpa menyadari sedang diikuti seseorang.
" Aku harus memberitahu bos! " ucap seseorang lalu pergi.
...****************...
Di Masion Eun Woo.
" Apa yang kau dapatkan?! " tanya Eun Woo saat melihat bodyguardnya datang.
" Bos, sepertinya gadis-gadis ini sedang dekat dengan anak Min Darren! " ucapnya lalu memperlihatkan foto-foto Humaira dan sahabatnya.
" Siapa ini?! " melihat satu foto wanita paruh baya.
" Itu ibu dari salah satu gadis itu! " ucap bodyguard itu memberitahu.
" Kerja bagus.. bawa mereka! " ucap Eun Woo lalu diangguki oleh bodyguardnya.
Belum ada yang follow nih.. bantu follow dong.. 💙💙Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
__ADS_1