
Saat Humaira sudah dilarikan ke rumah sakit, dia langsung ditangani oleh dokter. Yoongi dan yang lain menunggu dokter keluar dari ruangan operasi dan mendengar kabar Humaira.
Sedangkan Eun Woo dan orang tua Seokjin sudah dibawa oleh perawat yang ada disana untuk diobati.
satu jam sudah berlalu, tapi dokter belum juga keluar dari dalam ruangan itu sehingga membuat mereka semua jadi panik juga.
" Bagaimana dengan Humaira?! " tanya Seokjin baru bergabung karna tadi dia pergi mengobati luka tembaknya.
" Dia masih ada didalam " ucap J-Hope mewakili, lalu dibalas anggukan oleh Seokjin tanda mengerti.
" Kenapa mereka lama sekali?! " ucap Yoongi terus melihat kearah pintu ruang operasi tersebut.
" Sabar Bang " ucap Namjoon mengusap punggung sang Abang.
Daddy sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan anaknya, tampak begitu jelas di wajah Yoongi bahwa dia sangat khawatir saat ini. Daddy bisa menebak anaknya ini memang mencintai gadis yang ada didalam ruang operasi itu, tapi Yoongi sendiri tidak menyadari rasa itu.
" Apa kalian sudah menghubungi orang tuanya?! " tanya Daddy, lalu dibalas gelengan oleh anak-anaknya.
" Orang tuanya juga ada dirumah sakit ini Dad, kemarin disaat Humaira pergi dengan ibu, dan teman-temannya, mereka mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh bodyguard Eun Woo. Dan disaat itu juga Humaira diculik Dad " jelas Namjoon panjang lebar.
" Apa kalian bisa membawa Daddy pada orang tua nya, Daddy ingin meminta maaf! " ucap Daddy, lalu diangguki oleh mereka.
" Ayo, kami akan mengantarkan Daddy! " ucap J-Hope dan Namjoon lalu mereka pergi, menyisakan Yoongi dan Seokjin yang ada disana.
" Bang! " panggil Yoongi.
" Hm.. "
" Aku minta maaf, karna tadi sudah kurang ajar padamu "
" Tidak, itu bukan salah mu. Aku yang salah karna sudah kurang ajar pada Daddy, kau pantas memukul ku seperti tadi karna memang ini adalah salah ku " ucap Seokjin menyesali perbuatannya. " Maafkan aku, karna tidak bisa menjadi contoh yang baik! " ucap Seokjin dengan mata yang memerah menahan air mata.
" Kami sudah memaafkan mu Bang " ucap Yoongi lalu memeluk Seokjin untuk menenangkan pria itu, tapi bukannya tenang Seokjin malah ingin menangis rasanya.
" Haiss.. kau membuatku ingin menangis Yoon " ucap Seokjin lalu melepaskan pelukannya. Yoongi terkekeh mendengar ucapan Abangnya itu.
...****************...
Di ruangan Bunda Humaira.
" Ini ruangan nya Dad " ucap Namjoon lalu membuka kan pintu untuk Daddy. Saat pintu terbuka semua orang menoleh kearah pintu melihat siapa yang datang.
Daddy sempat sedikit kaget karna melihat ada Jimin, Taehyung, dan Jungkook didalam ruangan itu, dan disamping anak-anaknya itu ada beberapa gadis yang sedang tertidur. Lalu saat mata Daddy melihat ke sepasang suami istri yang sebaya dengan nya dia makin terkejut lagi.
" B-Bagas! " ucap Daddy tidak percaya.
" Darren! " ucap Ayah Humaira juga ikut terkejut
__ADS_1
" Apa Daddy kenal dengan orang tua Humaira?! " tanya Namjoon bingung.
" Tentu saja Daddy kenal, dia adalah teman Daddy waktu kecil dulu. Saat Nenek Yoongi masih memiliki villa di desa X " ucap Daddy antusias.
" Bagas bagaimana kabar mu? " ucap Daddy langsung memeluk Ayah Humaira.
" Seperti yang kau lihat, aku sehat! " ucap Ayah Humaira senang, karna bisa bertemu kembali dengan teman waktu kecilnya.
" Apa ini Bella?! " tanya Daddy
" Ternyata anda masih mengenali saya Tuan " ucap Bunda Humaira tersenyum.
" Jangan memanggil ku Tuan. Kalian teman ku, jadi santai saja " ucap Daddy lalu dianguki oleh Bunda Humaira.
" Ternyata Humaira, memang anak kalian. Pantas saja saat aku mendengar namanya terasa sedikit familiar " ucap Daddy lagi.
Jadi dulu Nenek Yoongi memiliki villa di desa tempat Humaira lahir. Nenek Yoongi selalu menghabiskan waktunya disana saat sang suami sibuk bekerja di Kota, Daddy yang selalu dibawa oleh ibunya ke desa akhirnya memiliki teman yaitu Ayahnya Humaira, mereka sempat tidak bertemu beberapa tahun karna kesibukan masing-masing. Tapi disaat Ayah Humaira menikah dengan Bunda Humaira, Daddy diundang untuk hadir, makanya Daddy tau siapa Bunda Humaira.
Dan terakhir kali mereka bertemu adalah disaat Bunda Humaira melahirkan Humaira, setelah itu Daddy benar-benar sibuk dengan urusannya sampai tidak pernah lagi berkunjung ke desa X.
Dan setelah kepergian ibunda tercinta untuk selamanya, barulah Daddy menjual villa yang ada di desa X. Karna tidak akan ada lagi yang mengurus villa itu.
" Ouh iya ngomong-ngomong kau ada apa datang kemari?! " tanya Ayah Humaira, setelah mempersilahkan Daddy untuk duduk.
" Jadi begini, Anak-anak ku ini adalah teman anak mu-- "
" Iya, memangnya kenapa?! " tanya Daddy.
" Bos ku ini anak mu? " tanya Ayah lagi.
" Bos?!, maksud mu, kau bekerja diperusahaan anak ku? " ucap Daddy lalu diangguki oleh Ayah Humaira.
" Apa benar?! " tanya Daddy pada Anak-anaknya. lalu mereka mengangguk.
" Kami tidak tau Tuan Bagas adalah temen Daddy, jadi saat salah satu karyawan resign. Kami membuka lowongan kerja dan Tuan Bagas melamar kerja " jelas Taehyung pada Daddy nya.
" Hm... oke mulai besok kau jadilah Manajer diperusahaan kami, apa kau mau?! " tawar Daddy, lalu langsung diangguki oleh Ayah Humaira.
" Terimakasih, Darren " ucap Ayah Humaira senang.
" Baiklah.. jadi disini aku ingin meminta maaf pada mu dan Bella " ucap Daddy kembali pada topiknya.
" Maaf?, maaf kenapa?! " tanya Bunda Humaira.
" Disaat aku menyelamatkan sahabatku dan Humaira, aku ingin ditembak oleh penculik itu, tapi saat putri kalian menyadarinya. Dia langsung melindungi ku " jelas Daddy pada orang tua Humaira.
Deg!
__ADS_1
Seketika, wajah kedua orang tua Humaira yang tadinya berseri berubah menjadi sedih.
" A-apa aku salah dengar? " ucap Bunda Humaira berkaca-kaca.
" Tidak Bella, aku serius " ucap Daddy dengan wajah yang ikut sedih. Seketika deraian air mata orang tua Humaira keluar begitu saja.
" Dimana anak ku sekarang Darren?! " tanya Ayah Humaira yang sudah menangis.
" Humaira sedang dioperasi oleh dokter di rumah sakit ini, Paman " ucap J-Hope memberitahu.
" Nak, bisa kau antar kami kesana, aku ingin melihat anak ku " ucap Bunda Humaira menangis sesegukan.
" Tapi Bibi belum sembuh! " tahan Jungkook.
" Tidak apa-apa, aku ingin melihat anak ku " ucap Bunda Humaira tetap kekeh.
" Baiklah sebentar aku ambilkan kursi roda " ucap Jimin berinisiatif, lalu pergi.
Saat mereka semua ingin pergi ke ruangan operasi, tiba-tiba Lisa terbangun.
" Tuan, kau ingin kemana?! " tanya Lisa pada Jungkook, mendengar Lisa bangun Jungkook balik badan dan menghampiri Lisa.
" Kami ingin keruang operasi, "
" Eh, siapa yang dioperasi?, Tante Bella masuk ruang operasi? " tanya Lisa panik.
" Shhttt... bukan orang tua Humaira, tapi Humaira sedang dioperasi " ucap Jungkook menenangkan Humaira.
" Humaira?!, Humaira sudah ketemu? "
" Sudah, "
" Tapi kenapa diruang operasi, apa terjadi sesuatu padanya? "
" Hm, dia terkena tembakan, " ucap Jungkook pelan.
Deg!
" T-tem-bak! " ucap Lisa tidak percaya, seketika air matanya jatuh tanpa permisi.
" Gak mungkin, anda bercandakan " ucap Lisa berusaha berfikit positif dan menganggap ini semua adalah bohong, dengan air mata yang terus mengalir.
" Shtt.. tenanglah, kita do'a kan semoga Humaira selamat " ucap Jungkook memeluk Lisa dengan erat, sedangkan Lisa nangis sesegukan didalam pelukan Jungkook.
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
__ADS_1