Tuan Muda Kejam

Tuan Muda Kejam
49. Tertembak!


__ADS_3

Saat melihat Eun Woo kesulitan melawan Yoongi, J-Hope, dan Namjoon sekaligus. Paman Eun Woo akhirnya keluar dari persembunyian nya dan membantu Eun Woo. Daddy yang melihat keberadaan Paman Eun Woo sempat kaget, tapi setelah itu dia membantu anak-anaknya dan akhirnya..


Dorr..


Dorr..


Tembakan Yoongi mengenai kaki Eun Woo sehingga membuat pria itu terduduk dan merintih kesakitan, sedangkan tembakan Daddy berhasil mengenai tangan dan kaki Paman Eun Woo.


" Akhh.. " pekik keduanya.


" Dimana temanku sialan?!! " ucap Yoongi mencengkram baju Eun Woo, tapi tanya hanya diam saja. Dia tidak akan menyerahkan Humaira pada Yoongi, karna Humaira adalah cinta pertamanya.


" Yoongi, tenanglah! " ucap Daddy menahan Yoongi.


" Dad, aku sudah tidak tahan! " ucap Yoongi marah.


" Tenang dulu Bang, " ucap J-Hope memeluk Yoongi.


" Dengarkan aku Eun Woo, orang yang membun*h orang tua mu bukanlah aku, tapi orang yang ada disebelah mu! " ucap Daddy menatap paman Eun Woo tajam.


" Apa maksudmu Darren! " ucap Paman Eun Woo sedikit panik, dia takut rahasianya terbongkar.


" Jangan memfitnah orang lain!!, untuk menutupi kebusukan mu! " bentak Eun Woo menahan sakit pada kakinya dan juga hatinya.


" Aku tidak memfitnah siapapun, justru disini akulah yang difitnah!, kau tau orang tua mu juga iri padaku bahkan pada kami semua karna dia!! " ucap Daddy menunjuk Paman Eun Woo dengan rahang yang sudah mengeras.


" Darren! " bentak Paman Eun Woo.


" Darren benar Eun Woo, bukan Darren lah yang membunuh orang tua mu " ucap Mama Nadhira menangis, lalu dengan cepat Seokjin memeluk dan menenangkan Mamanya.


" Apa maksud mu! " tanya Eun Woo.


" Heii, jangan berani-beraninya kalian memfitnah ku!! " bentak paman Eun Woo lagi.


" Aku sudah bilang pada mu, orang tua mu dulu adalah sahabat kami. Kami sama-sama sukses hanya saja perusahaan orang tua mu belum sesukses perusahaan kami, orang tua mu memang iri pada kami tapi mereka tidak pernah melihatkan rasa irinya pada kami. Tapi setelah bajing*n ini datang dan menghasut orang tua mu, mereka malah bertindak gila sampai ingin mencelakai kami!! " ucap Papa Farhan menjelaskan semuanya pada Eun Woo dengan luka yang kembali terbuka dihatinya.


" Aku dulu sangat benci dengan orang tua mu hanya karna harta, mereka mampu mencelakai sahabat mereka sendiri. Tapi setelah tau kebenarannya, aku menjadi sangat benci pada orang ini! " tunjuk Papa Farhan pada Paman Eun Woo.


" Paman, apakah itu benar?! " tanya Eun Woo tidak percaya, tapi Pamannya hanya diam seribu bahasa.


" JAWAB PAMAN!! " bentak Eun Woo.


" IYA!, memang aku yang membunuh orang tua mu kenapa!! " ucap Paman Eun Woo juga meninggikan suarannya.


Eun Woo terkejut dengan pernyataan Pamannya tadi, hatinya kembali tersayat, sedih, marah, kesal semua bercampur yang membuat dada Eun Woo terasa sangat sesak. Bisa-bisanya orang yang dia percayai ternyata sudah menghianatinya.

__ADS_1


" Tapi kenapa Paman, kenapa! " ucap Eun Woo dengan mata yang berkaca-kaca.


" Karna aku iri melihat orang tua mu memiliki banyak harta, mendapatkan harta warisan yang banyak sedangkan aku!, aku hanya mendapat sebagian!! " ucap Paman Eun Woo dengan dendam yang menggebu-gebu. Ucapan Pamannya membuat Eun Woo tidak berdaya lagi, dia hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.


" Lalu kenapa kau malah menuduhku?! " tanya Daddy pada Paman Eun Woo.


Saat mereka sedang berdebat, ternyata Humaira telah sadar dibalik pintu.


" Auuhh.. kepalaku sangat pusing " ucap Humaira lemas, Humaira memegangi kepalanya yang dibalut dengan perban.


" Dimana ini?!, kenapa aku bisa pakai infus dan perban seperti ini! " ucap Humaira masih belum menyadari apa-apa.


Saat diam sejenak Humaira mendengar suara orang yang sedang berdebat, dengan rasa penasaran Humaira mengintip dari celah pintu. Betapa terkejutnya dia melihat dua orang laki-laki yang memunggunginya telah berlumuran darah dan melihat salah satu pria yang terluka itu mengambil pistol di belakangnya.


" Apa yang terjadi disana?! " ucap Humaira berusaha berdiri dan mencopot infusnya.


Saat Humaira membuka pintu lebih lebar lagi dia melihat laki-laki yang mengambil pistol tadi ingin menembak Daddy. Dengan cepat Humaira keluar dan melindungi Daddy.


" Paman awass!! " pekiknya sambil berlari kearah Daddy.


Dorr..


Saat Humaira sampai didepan Daddy, peluru itu juga meluncur dengan cepat sehingga peluru itu mengenai tepat dibagian jantung Humaira.


" Astagaa.. cepat tolong dia J-Hope! " ucap Papa Farhan lalu dengan cepat J-Hope menangkap tubuh Humaira.


Saat semua orang sedang lengah, Paman Eun Woo mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri, tapi sayang Yoongi langsung mengetahuinya dan langsung menembak Paman Eun Woo tepat dibagian kepalanya.


" Humaira, bangunlah! " ucap J-Hope yang menepuk pipi Humaira pelan.


" Nak bangunlah!, Namjoon cepat hentikan perdarahannya " ucap Mama Nadhira menangis.


" Humaira bangun lah! " ucap Yoongi dengan suara yang bergetar, lalu menggenggam tangan Humaira erat.


" Kalian semua keluarlah cepat!, 10 menit lagi bom disini akan meledak! " ucap Eun Woo yang baru teringat telah memasang bom dirumah tua ini.


" Apa yang kau maksud Eun Woo?! " tanya Daddy.


" Cepatlah, tidak ada waktu lagi!! " pekik Eun Woo serius. Mendengar ucapan Eun Woo, Yoongi langsung menggendong Humaira untuk keluar dari rumah itu.


" Ayo ma, pa kita keluar dari sini! " ucap Seokjin panik. Dia membopong Mamanya sedang Namjoon membopong Papa Farhan.


" Dad, ayo!! " ucap J-Hope menarik tangan Daddy, namun ditahan oleh Daddy. " Kenapa Dad?! "


" Eun Woo, ayo keluar! " pekik Daddy pada Eun Woo karna anak itu masih saja duduk tempatnya.

__ADS_1


" Tidak Paman, aku akan tetap disini!, dan aku akan menyusul orang tua ku! " ucap Eun Woo berdiri dan tersenyum pada Daddy.


" Apa yang kau ucapkan, jangan gila Eun Woo! " pekik Daddy berkaca-kaca, meski Eun Woo sudah berbuat jahat padanya tapi tetap saja anak itu adalah anak sahabatnya, yang sudah dia anggap anak sendiri.


" Pergilah paman waktunya hanya tinggal 3 menit lagi! " ucap Eun Woo masih tersenyum.


" Dad Ayooo!! " ajak J-Hope dia sangat panik karna Daddy nya ini tidak juga ingin keluar dari sana.


" Jangan gila Eun Woo! " ucap Daddy melepaskan tangan J-Hope dan berlari ke arah Eun Woo.


" Paman pergilah! " pekik Eun Woo tidak percaya laki-laki itu ingin menyelamatkannya.


" Daddy! apa yang Daddy lakukan, jangan gila Dad!! " pekik J-Hope terkejut.


" Ayo! " ucap Daddy langsung menarik tangan Eun Woo.


" Tidak Paman, kau pergilah! " ucap Eun Woo menahan Daddy.


" J-Hope, Daddy!, cepatlah keluar!! " pekik Namjoon dari luar, karna sejak tadi dua orang itu tidak keluar-keluar juga.


" Aisshh.. tidak ada pilihan lagi " ucap J-Hope lalu berlari kearah Daddy, sampai disana dia langsung menggendong Eun Woo.


" Ayo Dad!! " ucap J-Hope lalu mereka berlari keluar.


Saat sudah keluar bom itu langsung meledak, karna jarak J-Hope, Daddy, dan Eun Woo belum terlalu jauh dari rumah itu, akibatnya mereka terpental.


Duuaar.....


Rumah tua yang bertingkat tadi kini telah rata dengan tanah, bahkan jasat Paman Eun Woo yang ada didalam rumah tua tadi tidak lagi ditemukan, jasatnya telah hancur berkeping-keping.


" Akhh.. sakit sekali " ucap J-Hope memegang bokongnya.


" Kalian tidak apa-apa?! " tanya Namjoon dan Seokjin menghampiri mereka.


" Kenapa kalian lama sekali tadi! " ucap Seokjin.


" Anak ini tidak ingin keluar dari rumah itu tadi! " ucap J-Hope kesal.


" Maafkan aku " ucap Eun Woo menunduk.


" Sudah ayo sekarang kita kerumah sakit! " ucap Daddy lalu mereka semua pergi kerumah sakit tempat dimana Bunda, dan sahabat Humaira dirawat.


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙

__ADS_1


__ADS_2