
" Hentikan Rose.. kamu membuat ku geli " ucap Lisa lalu hanya di balas kekehan oleh Rose. " Bagaimana dengan mu Mai?! " tanya Lisa tiba-tiba.
" Hm, a-aku entahlah.. yang aku pikirkan saat ini hanya harus segera mencari pekerjaan untuk mengganti uang Tuan Yoongi! " ucap Humaira bingung.
" Eh, untuk apa?, bukannya Tuan Yoongi ikhlas membayarnya?! " ucap Rose.
" Hm, dia memang ikhlas tapi aku tidak enak menerimanya begitu saja! " ucap Humaira.
Setelah selesai makan Humaira langsung diantar oleh sahabatnya ke kontrakan, pas sampai kontrakan ternyata ada orang tua Humaira.
" Mai itu orang tua mu datang! " ucap Lisa menghentikan mobilnya di halaman kontrakan Humaira.
" Eh, kenapa Ayah Bunda tidak mengabariku?! " ucapnya lalu mereka turun dan menyalami orang tua Humaira.
" Kenapa Ayah sama Bunda tidak mengabariku dulu kalo kemari " ucap Humaira lalu mempersilahkan orang tuanya masuk.
" Kenapa harus bilang dulu Bunda kan ibu kamu! " ucap Bunda cemberut.
" Bukan begitu Bunda.. kalo Bunda sama Ayah mengabariku, aku bisa menjemput kalian di Stasiun " ucap Humaira.
" Tidak apa-apa, kamu tidak perlu menjemput Ayah sama Bunda.. nanti pelupa mu kumat malah kesasar kamunya " ucap Ayah terkekeh.
" Ihh, Ayah aku tidak pelupa.. " ucap Humaira manja.
" Kalian habis dari mana?! " tanya Bunda. Seketika Humaira dan sahabatnya diam.
" Eee, kami dari taman Tante.. iya dari tamankan! " ucap Lisa melihat sahabatnya.
__ADS_1
" Iyaa.. kami dari taman Tante " ucap Jennie senyum.
" Ouh, sayang sekali Tante tidak bisa ikutt! " ucap Bunda lesu.
" Tante tenang saja kapanpun Tante mau jalan-jalan akan kami temankan " ucap Rose semangat.
" Benarkah?! "
" Tentu saja, jadi kapan Tante mau kami temankan? " tanya Jennie.
" Hmm, sepertinya besok lusa!, apa kalian bisa?! " tanya Bunda pada sahabat-sahabat Humaira.
" Bisa Tante, yasudah kami pulang dulu ya Tante, Om! " pamit Lisa dan yang lain.
" Kalian hati-hati yaa.. " ucap Bunda lalu diangguki oleh sahabat Humaira.
" Ayah sudah lama tidak memakan masakanmu, jadi Ayah sangat rindu memakan masakan anak Ayah ini " ucap Ayah lalu mengelus kepala Humaira.
" Hehehe.. baiklah Ayah sama Bunda tunggu okee " ucap Humaira lalu pergi ke dapur.
...****************...
Di Masion Keluarga Min.
Seokjin dan yang lain, sudah siap-siap untuk menjemput orang tua mereka dan membawa ke Masion keluarga Min.
" Eh, kalian ingin kemana.. kenapa buru-buru sekali?! " tanya Momi.
__ADS_1
" Mom..kami ingin pulang dulu " ucap Seokjin mewakili yang lain.
" Sarapanlah dulu sebelum pulang! " ucap Momi.
" Kami pulang hanya untuk menjemput Mama dan Papa Mom, nanti kami akan kesini lagi! " ucap J-Hope.
" Eh, emangnya ada apa?! " tanya Momi lagi.
" Kalian pergilah cepat!, jangan dengarkan Momi kalian ini " ucap Daddy baru datang.
" Yasudah kalo gitu kami pergi dulu ya Mom, Dad! " pamit Seokjin lalu pergi dengan yang lain.
" Ouh..yasudah cepat kembali ya! " ucap Momi lalu diangguki oleh Seokjin dan yang lain. " Kau ini apa-apaan kenapa mengajari anak untuk tidak mendengarkan ucapanku " ucap Momi pada Daddy kesal.
" Mereka itu buru-buru sayang, lagian kamu juga kenapa cerewet sekali hari ini! " ucap Daddy memeluk pinggang Momi mesra.
" Emang mereka terburu-buru karna apa?! " tanya Momi.
" Nanti akan mereka jelaskan, sekarang ayo kita ke kamar! " ajak Daddy lalu tersenyum penuh arti.
" Kau saja sendiri aku ingin berenang, byee " ucap Momi mengecup pipi Daddy sekilas lalu pergi.
" Haiiss.. istriku ini sangat pandai, baru saja aku kecewa karna dia tidak mau ehh sudah dapat obat! " ucap Daddy pada diri sendiri.
Belum ada yang follow nih.. bantu follow dong.. 💙💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
__ADS_1