
Saat ini Eun Woo ditemui oleh dokter pribadinya, untuk memberitahukan kondisi Humaira. " Permisi bos apa saya boleh masuk?! tanya dokter itu ramah.
" Hm, ada apa? " tanya Eun Woo dingin.
" Bos, Nona yang saya rawat saat ini mengalami kekurangan darah. Saya belum tau sampai kapan dia akan bertahan jika tidak ada yang mendonorkan daranya! " ucapnya sedikit cemas.
" Lalu kenapa? "
" Masalahnya, darah Nona adalah A kita semua yang ada disini tidak ada yang memiliki golongan darah A kecuali bos sendiri! " ucapnya menunduk.
" Dimana dia sekarang?! " tanya Eun Woo berdiri dari duduknya.
" Ada diruang medis bos! "
" Berikan saja dia darah ku! " ucap Eun Woo lalu berjalan menuju ruang medis.
" Gila, dia benar-benar ingin mendonorkan darahnya demi wanita itu?! " ucap dokter itu lalu pergi mengikuti Eun Woo.
Saat Eun Woo masuk ke ruangan medis, dia melihat wajah cantik Humaira yang sudah dibersihkan dari noda merah yang keluar dari kepalanya. Eun Woo mendekati Humaira dan melihat semua inci wajah Humaira.
" Cantik! " ucap Eun Woo tersenyum, dia merasa sedang jatuh cinta melihat wajah Humaira meski sedang tertidur. Namun berbeda dengan dokter yang merawat Humaira, dia sangat tercengang karna baru kali ini dia melihat senyuman Eun Woo yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Ada rasa cemburu dihatinya melihat Eun Woo terus tersenyum pada Humaira, sedangkan dia yang sudah lama mengejar cinta Eun Woo tidak pernah mendapatkan senyuman itu.
" Anda tersenyum! " ucap dokter itu sedikit sinis, sambil menyiapkan alat-alat yang dia butuhkan.
__ADS_1
" Kau berbicara dengan siapa? " tanya Eun Woo melihat dokter itu sekilas.
" Siapa lagi, disini yang sadar hanya aku dengan mu! " ucap dokter itu masih sinis.
" Aku bos mu bukan teman ataupun saudaramu, sejak kapan kau bisa kurang ajar padaku hah! " ucap Eun Woo menatap tajam dokter itu.
" Hm, benar! kau adalah bos ku dan aku hanyalah bawahan mu yang sudah sejak lama mengejar cintamu, tapi tidak pernah kau hiraukan jangankan menghiraukan ku memberi senyuman seperti tadi saja tidak pernah. Padahal aku sudah sejak lama mengabdi pada mu, tapi lihat belum 24 jam kalian bertemu dia sudah mendapatkan senyumanmu! " ucap dokter itu melihat Humaira sekilas dengan tatapan sinis.
" Jangan lancang kau Leya! " bentak Eun Woo dengan tatapan tajam, tapi dokter yang tidak lain adalah Leya tidak menghiraukan peringatan dari Eun Woo. Karna saat ini cemburunya lebih besar dari pada rasa takutnya. " Cepat, lakukan saja tugas mu! aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan dia " ucap Eun Woo lalu Leya memulai pekerjaannya.
" Andai saja Eun Woo tidak mengancam ku agar kau selamat, mungkin saat ini aku sudah membiarkan mu mati gadis sialan!! " ucap Leya dalam hati, dia benci dengan Humaira karna bisa merebut hati Eun Woo.
...****************...
" Selamat siang Tuan besar dan Tuan muda " sapa semua bodyguard serentak.
" Siapakan semua senjata kalian sekarang, kita akan berlatih beberapa jam lalu setelah itu baru kita akan bertindak " ucap Yoongi dengan nada serius.
" Baik Tuan " ucap para bodyguard, meski mereka bingung dengan maksud Yoongi tapi mereka tetap mengikuti kemauan Tuan nya itu.
" Dad, kapan kita akan berangkat? " tanya Seokjin.
" Sekitar jam 12 malam, kita akan mengepung Masion Eun Woo. Tapi Daddy mohon jangan langsung membunuhnya karna anak itu sudah salah paham! " ucap Daddy pada anak-anaknya.
__ADS_1
" Salah paham apa Dad, setelah dia mencalakai Mama Nadhifa, Papa Farhan, dan teman ku Daddy masih memberi kesempatan agar dia hidup? " ucap Yoongi kesal.
" Dia tidak tau apa-apa Yoon!, dia sedang dipengaruhi pamannya " ucap Daddy menjelaskan pada Yoongi.
" Aku tidak bisa jamin Dad, jika dia melukai orang tua Bang Seokjin dan teman ku. Maka aku tidak akan tinggal diam! " ucap Yoongi lalu pergi kelapangan.
" Haisss.. anak itu kalau sedang emosi, sangat keras kepala! " ucap Daddy frustasi dengan sikap Yoongi.
" Aku juga sama seperti Yoongi Dad, jika terjadi sesuatu pada orang tua ku. Dia tidak akan aku lepaskan! " ucap Seokjin lalu pergi mengikuti Yoongi.
" Astagaa.. anak-anak ini kenapa keras kepala sekali, kalian jangan tiru sikap Abang-abang kalian itu.. " ucap Daddy pada J-Hope dan Namjoon.
" Yang sabar Dad, Bang Yoon dengan Bang Seokjin hanya sedang khawatir " ucap J-Hope pada Daddy.
" Kalo Daddy boleh tau, apa hubungan Yoongi dengan gadis yang diculik itu? " tanya Daddy pada Namjoon dan J-Hope.
" Kami juga tidak tahu Dad, tapi yang jelas sepertinya Bang Yoongi menyukai gadis itu, makanya dia sangat cemas ketika mengetahui bahwa gadis itu dibawa oleh Eun Woo.
" Ck, Daddy sangat penasaran seberapa cantik gadis itu sampai-sampai Yoongi suka dengannya! " ucap Daddy lalu tersenyum miring.
" Sudahlah..ayo Dad kita berlatih! " ucap Namjoon, lalu mereka pergi kelapangan.
Belum ada yang follow nih.. bantu follow dong.. 💙💙Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
__ADS_1