Tuan Psikopat Kejam

Tuan Psikopat Kejam
Bab 1


__ADS_3

Arvin Ardana Abiputra, laki-laki tampan memiliki bibir tipis selalu memikat kaum hawa, tidak hanya itu dia juga bergelimang harta. Diumur nya yang masih berumur dua puluh dua tahun, dia sudah membangun perusahaannya sendiri dan menjadi perusahaan tersukses tanpa bantuan siapa pun. Memang dia tampan, kaya, tapi siapa sangka dia adalah Psikopat yang sangat kejam dan akan membunuh seseorang tanpa belas kasihan. Seperti membunuh manusia dengan cara mencincangnya.


Tubuh mungil Keysa diseret masuk ke pekarangan rumah yang sangat besar, siapa lagi kalau bukan rumah Arvin laki-laki tampan yang membeli Keysa seharga satu miliar rupiah. Marisa dengan senang hati menjual Keysa pada Arvin meskipun laki-laki yang pertama kali memebelinya akan memberikan uang tambahan, tapi Marisa tetap memilih Aksa karena uang yang diberikan Arvin secara cast.


"Maaf Tuan, dia tidak mau masuk."


Arvin yang tengah duduk sambil meminum jus jeruk, langsung menoleh ke sumber suara. Sorot mata tajam seperti elang itu diberikan kepada bodyguardnya yang menunduk takut. Jus jeruk digenggaman Arvin diminum habis, ia bangkit dan berjalan keluar.


"Tolong lepaskan aku!" Sudah berapa kali Keysa memohon pada dua laki-laki yang memegang kedua lengan Keysa kuat-kuat. Seakan tuli laki-laki berbadan besar itu sama sekali tidak mendengarkan Keysa dan terus menyeretnya untuk masuk.


"Lepaskan dia," perintah Arvin, bodyguardnya mengangguk dan meninggalkan mereka beruda. Saat cekalannya dilepask Keysa berbalik dan berlari, tapi kalah cepat saat Arvin menarik tangan Keysa dan menggendongnya.


"Turunkan aku!" Keysa memukul-muku dada Arvin terus-menerus, sedangkan sang empu tidak merasakan apapun. Ck, pisau yang menggores dilengannya saja dia tidak merasa sakit, apalagi ini hanya sebuah pukulan dan itu juga dilakukan oleh seorang gadis.


"Diamlah!"


Seketika nyali Keysa ciut mendengar bentakan Arvin, tanpa sadar dia Keysa melingkarkan kedua tangannya dileher Arvin.


"Hiks ... hiks ...." Isakan tangis Keysa pecah saat Arvin menurunkannya di ranjang milik Arvin. Arvin duduk disebelah Keysa lalu mendekapnya.


"Kenapa Tuan, membeliku?" tanya Keysa di tengah isakannya.


"Karena aku mencintaimu."

__ADS_1


Arvin juga sedikit aneh kenapa ia bisa berbicara seperti itu, apakah ia memang benar-benar mencintai gadis yang ia beli. Entah kenapa setelah mencium Keysa tadi Arvin merasa nyaman dan ingin memiliki Keysa seutuhnya.


Keysa menjauhkan tubuhnya dan menatap Arvin dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Tuan siapa? Kita gak pernah ketemu, dan juga kenapa Tuan mencintaiku?"


"Saya Arvin Ardana Abiputra, memang kita belum pernah ketemu tapi sekarang 'kan sudah. Contohnya kita sekarang tatap muka, entahlah setelah melihatmu aku langsung jatuh cinta."


Keysa meremas ujung dress nya yang minim, kenapa laki-laki ini mencintainya padahal di luar sana masih banyak wanita yang lebih cantik darinya.


"Dan yah, kamu harus mencintaiku juga," perintah Arvin.


"Gak! Aku gak akan pernah mencintaimu," tolak Keysa mentah-mentah.


"A-pa yang Tuan lakukan?"


Srett


Srett


Srett


"Awss ... sa-kit, Tu-an."

__ADS_1


Tiga sayatan mendarat mulus ditangan Keysa, Arvin membentuk huruf A yang artinya sekarang Keysa adalah miliknya. Setiap barang ataupun yang lainnya kalau Arvin sudah memberikan tanda seperti itu berarti barang tersebut menjadi milik Arvin Ardana Abiputra.


"Sakit hmm?"


Pertanyaannya yang sangat konyol. Ya tentu sakit lah, tiga sayatan dalam sekaligus. Tubuh Keysa bergetar menahan sakit disekitar lengannya disertai darah yang mengalir terus-menerus.


"Sa-kit hiks ...."


Arvin yang menyadari perbuatannya dia bangkit dan mengambil kotak P3k, lalu mengobati lengan gadisnya.


"Sungguh aku minta maaf," lirih Arvin, setelah itu dia mendekap tubuh mungil Keysa. Jalan pikir Arvin susah ditebak tadi dia menyakiti Keysa sekarang dia meminta maaf. Sungguh! Psychopat yang sangat aneh.


Arvin menangkup pipi Keysa, ditatapnya mata hitam milik Keysa dengan tatapan kasih sayang. Desiran aneh disertai degupan kencang dirasakan mereka berdua.


"Tu-an ap--"


Keysa meremas kuat-kuat sprei kasur saat merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya, Arvin ******* bibir Keysa secara lembut dia sangat menyukai bibir Keysa yang mempunyai rasa seperti stroberi. Sudah cukup lama Arvin ******* dan Keysa tetap diam ia tidak tau harus melakukan apa.


"Hmmph."


Arvin melepas lumatannya, saat Keysa memukuli lengannya meminta untuk dilepaskan.


"Tidurlah dan ganti bajumu, saya tidak suka kamu pakai baju murahan seperti itu," titah Arvin dan berlalu pergi meninggalkan Keysa yang tengah mematung.

__ADS_1


'Kenapa aku biarkan dia menciumku arghhh' batin Keysa berteriak.


__ADS_2