
Sebuah mobil berwarna hitam terparkir di sekolah SMA Pelangi. Semua murid penasaran, mereka berdesak-desakan demi melihat pengguna mobil tersebut. Keluarlah laki-laki tampan dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.
'Anjirrr ganteng banget'
'Cuci mata di pagi hari ini mah'
'Itu jodoh gue'
Arvin, mengelilingi mobilnya lalu mempersilahkan Keysa untuk keluar.
"Silahkan turun Princess." Arvin mengulurkan tangannya, dengan senang hati Keysa menerima tangan kekar milik Arvin. Semua yang membulatkan matanya tidak menyangka bahwa Keysa bersama laki-laki tampan tersebut.
"Tuan, a-ku takut." Yaiyalah takut semua murid memandang sinis ke arah Keysa, bisa-bisanya Keysa bareng sama orang ganteng.
Arvin mengedarkan pandangannya melihat seluruh siswa tengah memperhatikan dirinya.
"BUBAR SEMUA! MAU SAYA COLOK TUH MATA!"
Semua kicep dan buru-buru bubar sebelum Arvin ngamuk. Arvin menoleh ke samping lalu berkata, "Gimana Baby, kamu masih takut?" Keysa menggeleng pelan.
Arvin menggenggam tangan kecil Keysa erat. "Kamu gak usah takut Baby." Arvin menempelkan telapak tangan Keysa di dada bidangnya. "Sebelum detak jantungku berhenti, aku akan tetap menjagamu."
Oh Tuhan kenapa si Arvin romantis banget 'kan gue sedih hiks. Keysa menurunkan tangan dada Arvin, ia berlari dan menuju kelasnya. Sungguh! Keysa sangat malu. Arvin terkekeh melihat tingkah Keysa yang sangat menggemaskan.
"Sayang tunggu!" teriak Arvin.
__ADS_1
Gadis itu mengepalkan tangannya, kenapa Arvin memanggil dirinya dengan sebutan 'Sayang' untung saja di sana hanya ada mereka berdua. Keysa menghela nafas panjang perlahan membalikkan badannya.
Cup
Tiga kata itu yang selalu buat jiwa jomblo ku bergetar astagfirullah. Keysa mengerjap-ngerjapkan mata tidak percaya, Arvin mencium keningnya di area sekolahan? Ayolah, kalau aku di perlakukan seperti itu mungkin aku udah ditampol oleh emak.
"Semangat belajarnya Baby, jangan kangen sama aku ya. Nanti juga kita bertemu." Mas nya kepedean mana mungkin si Keysa kangen sama psikopat kejam, tapi bisa jadi sih sewaktu-waktu ia kangen gombalannya.
"Apaan sih, pede banget huh!" ketus Keysa dan melenggang pergi meninggalkan Arvin.
Arvin senyum-senyum sendiri memperhatikan tubuh mungil Keysa yang sedikit-sedikit sudah menghilang. "Aku berjanji selagi jantung ini berdetak aku akan tetap menjagamu Keysa."
🔪 🔪 🔪
Murid kelas Xl-Ipa berdesak-desakan mengerubuni Keysa. Menanyakan siapa laki-laki tadi, apa hubungannya dengan Keysa, kenapa dia bisa bareng. Sampai-sampai ada murid yang menanyakan nomer sepatu Arvin katanya mau dibeliin. Hey girls, emangnya si Arvin bakal nerima pemberian lu huh.
"Apaan sih lo, nyambung aja," ketus murid berkuncir satu.
Rahel menggeram marah ingin sekali ia menyumpal mulut gadis itu. "Serah gue *******! Gue gak habis pikir, yang ada di otak lo itu apaan hah! Lo semua selalu bully Keysa, tapi sekarang saat ada maunya lo minta-minta dasar anj*nk."
Semua diam, melihat kemarahan Rahel. Memang benar ucapan gadis itu, Keysa selalu dibully padahal Keysa tidak salah apa-apa Keysa pintar? Iya, Keysa cantik? Iya, tapi semua memandang Keysa dari segi harta, bukan dari segi kepintarannya maupun segi fisiknya. Seharusnya kita berteman jangan pandang ada apanya tetapi pandang lah dia apa adanya.
Keysa yang ada disamping Rahel mengelus punggung sahabatnya itu. "Sabar, aku gak papa kok."
"Tapi Key---"
__ADS_1
"Pagi Anak-anak."
Mendengar suara bariton tersebut, semua langsung duduk manis di kursinya masing-masing.
"Nah, anak-anak sekarang kita kedatangan guru baru. Silahkan Pak masuk."
Dari arah luar terdengar langkah kaki, dan masuklah seorang laki-laki berpakaian rapih tak lupa kacamata khas guru bertengger di hidung mancungnya. Keysa melongo bahwa guru tersebut adalah Arvin si Tuan psikopat kejam. Arvin tersenyum manis semua menjerit histeris padahal senyuman itu diberikan pada Keysa bukan pada mereka.
"Kalau begitu saya permisi dulu, semoga Bapak betah mengajar di sekolah ini."
"Terima kasih Pak."
🔪 🔪 🔪
Keysa tidak habis pikir kenapa si Psikopat itu menjadi guru padahal 'kan Arvin bergelimang harta. Dia harus mempertanyakan hal tersebut, Kaki kecil itu berjalan lurus ke arah gerbang sekolah. Karena terlalu memikirkan hal tersebut, Keysa tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada di sisi jalan dan dari arah berlawanan sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.
Brumm
Hap
Tangan Keysa ditarik dan kepalanya menubruk dada bidang seseorang. Orang itu bernafas lega, untung saja dia tepat waktu kalau tidak Keysa sudah ditabrak mobil. Dia melepas pelukannya dan menatap tajam Keysa.
"Kamu mau mati hah!" bentak Arvin mencengkram kedua pipi Keysa kuat.
"Le-pas." Cengkraman tangan Arvin sungguh kuat dan membuat pipi Keysa yang putih berubah menjadi merah. Arvin melepasnya dan menarik tangan Keysa kasar masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Tu-an ma--"
"Diam!" Arvin melajukan mobilnya dengan sangat kencang, ia berencana akan menghukum Keysa lebih kejam dari sebelumnya.