Tujuan Terakhirku

Tujuan Terakhirku
episode 11


__ADS_3

"kok, bisa Zahra pingsan di sekolahan,Zam??" tanya Abi, kemudian Azam menceritakan apa yang terjadi pada Zahra tapi tidak dengan pernyataan Kevin ke Zahra, Abi mendengar itu agak kesal dan segera menindaklanjuti perkara itu pasalnya kejadian itu berada di lingkungan sekolah miliknya


_____________________________________


"tenang Bi, Azam udah ngomong sama kepala sekolah untuk menindaklanjuti perkara ini" ucap Azam menenangkan Abinya


"hmmm.."


"oh, yaa, ini siapa Zam??" tanya umi sambil melirik kearah Kevin


"oh, ini temen Azam, Kevin namanya, tadi yang nganter kami ya Kevin ini" terang Azam, setelah dikenalkan Kevin, mencium tangan Abi Azam dan tidak dengan umi, umi hanya mengatupkan tangan


"makasih, yaa udah nganter anak kami" ucap umi terimakasih kepada kevin


"iya tante, kan Azam temen Kevin, sudah sewajarnya kalau Kevin tolong" ucap Kevin


"panggil umi saja, sama kayak Azam, dan ini panggil Abi ya" tutur umi sambil menepuk bahu sang Abi


"iya, Tan. eh.. umi hehe!!" jawab Kevin canggung, Kevin merasa senang jika dia di terima oleh keluarga Zahra


beberapa saat kemudian Zahra membuka mata dan melihat sekelilingnya, dan mengingat kejadian di parkiran


"kamu sudah sadar dek?? ucap umi

__ADS_1


"iya umi, kok umi disini Abang mana?" tanya Zahra


"Abang mu sholat sama temennya dan Abi!! jawab umi


"hmm.. Abi juga kesini??" tanya Zahra


"iya, kan kamu sakit masa kami diam aja di rumah!! ucap umi


"kan Zahra gpp cuma pingsan saja kok, umi nggak usah khawatir!!" ucap Zahra menenangkan uminya agar tidak mencemaskan keadaannya


"kan kamu kan anak umi masa nggak boleh jenguk anaknya sakit" ucap umi pura-pura kesal


"iya umiku sayang boleh kok" ucap Zahra membujuk uminya, dan akhirnya mereka tertawa, dan tawa mereka berhenti ketika ada ketukan pintu, dan mereka menengok ke arah pintu, melihat Abi, Azam, Kevin masuk ruangan, Azam yang melihat Adeknya sadar langsung menghampiri Adeknya


"dek, kamu udah sadar, ada yang sakit nggak?? tanya Azam khawatir dan memeluk Zahra erat dan menangis, Zahra yang merasa Abangnya menangis melepas pelukan Abangnya, (ya Azam cengeng kalau dihadapan Adek dan keluarganya, tapi kalau diluaran sana Azam dingin dan cuek)


"diem, dek, Abang itu khawatir sama kamu, malah kamu ngejek Abang" kesal Azam sambil mengusap air matanya


"iya, ya bang maafin, Zahra udah buat Abang khawatir" ucap Zahra menenangkan Azam


"iya, kali ini Abang maafin, kalau kamu kayak gitu lagi, Abang nggak bakal maafin Adek!!" kesal Azam yang melipat tangannya ke dada


"iya, abangku, sayang" bujuk Zahra dan memeluk Azam, akhirnya mereka berpelukan

__ADS_1


melihat kedua anaknya berpelukan membuat Abi dan umi menitihkan air mata, dan segera mereka menghapus air matanya agar tidak kelihatan cengeng dihadapan anaknya


"maaf, ya nak Kevin, kelakuan mereka ya, maklum mereka dirumah selalu bertengkar, tapi kalau salah satu dari mereka sakit, mereka akan lengket, nggak bisa dipisahin" terang umi


"iya, umi gpp kok, Malahan aku seneng bisa melihat kehangatan Azam, kan secara Azam selalu dingin kalau disekolah" ucap Kevin


"kalau begini Kevin pamit pulang umi, Abi" pamit Kevin sembari menyalami Abik dan umi


"iya, Makasih ya udah bantuin Azam!! ucap umi


"iya umi, sama-sama" ucap Kevin, sang menghampiri Zahra dan Azam


"Zam, Zah gue pulang dulu ya?!! pamit Kevin


"iya, Vin makasih ya udah bantuin aku tadi" ucap Azam


"iya, santai aja bro" ucap Kevin


"Zah, cepet sembuh ya!!"


"iya kak Kevin 🙂" ucap Zahra


"assalamualaikum" salam Kevin

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab penghuni ruangan tersebut, Kevin pun pulang


setelah Kevin pulang, Abi dan Umi juga pulang, kecuali Azam karena ingin menemani Adeknya sampai Zahra boleh pulang


__ADS_2