Tujuan Terakhirku

Tujuan Terakhirku
episode 4


__ADS_3

dikamar Zahra


Zahra pun menghempaskan dirinya ke kasur kesayangannya dan di mulai berfikir "hmmm... jika aku sudah meninggal, Abang, Abi, Umi pasti bakal rindu denganku gimana yaa, agar mereka nggak rindu sama aku" pikir Zahra, kemudian muncullah sebuah ide, kemudian Zahra merancang ide itu sedemikian rupa dan jadi lah sebuah rencana yaitu membuat sebuah diary yang berjudul "Tujuan Terakhir ku".


"hmm... Perfect ide ku sungguh brilian, pasti mereka nggak bakal sedih lagi kalau ada diary ini, aku akan buat ini dan menempelkan fotoku disana saat aku keliling dunia ketempat bersejarah Islam dan tempat indah lainnya, pasti seru deh kalau aku diijinin pergi hmmm...tapi kalau pergi sendiri pasti nggak diijinin, coba sama bang Azam pasti boleh, pokonya harus tercapai tujuan sampai berhasil...." Fikir Zahra, disaat Zahra sedang bergelut dengan pikirannya suara ketukan pintu Zahra, membuyarkan pikirannya, dan Zahra beranjak menuju pintu


"dek, ayok sholat, Abi sama Umi sudah nungguin lho!!" ucap Azam sambil mengetuk pintu Zahra


"iya, bang,.. sebentar!!" teriak Zahra, Zahra pun ambil air wudhu dan menghampiri abangnya


"ayo, bang!!" ajak Zahra


"hmmm.." jawab Azam, mereka pun menuju mushola di dalam rumahnya nya, ya rumah mereka memiliki mushola pribadi agar mudah jika ada sanak saudara yang berkunjung dan sholat di mushola tersebut.

__ADS_1


"assalamu'alaikum, Abi, Umi!! salam Azam dan Zahra


"waalaikumsalam" jawab Abi dan Umi


dan merekapun berjamaah dengan khusuk menghadap sang pencipta, setelah mereka selesai melakukan ibadahnya, merekapun beranjak menuju ke kamar masing-masing


dan di dalam dikamar, Zahra sedang berfikir kembali kapan waktu yang tepat untuk melakukan rencananya ia pun berfikir kurang berapa lama Zahra bisa bertahan dari penyakitnya.


*Flash back on*


"gimana dok, keadaan anak saya apa masih bisa diobati atau dioperasi dok? tanya Abi yang tengah frustasi karena penyakit ku


"maaf pak, saya tidak melakukan operasi lagi takutnya akan berdampak buruk bagi tubuh Zahra, dan kayaknya penyakit nya tidak bisa disembuhkan karena sudah stadium akhir dan perkiraan bisa bertahan 2 tahunan pak." terang sang dokter

__ADS_1


"apa tidak ada cara lain, dok?" tanya Abi semakin frustasi mendengar keterangan dokter tadi


"tidak ada, kita hanya bisa berdoa semoga ada mukjizat dari Allah agar penyakit Zahra agar di angkat oleh Allah" terang dokter yang sudah pasrah, mendengar hal itu aku dan keluargaku menangis dan aku pun merangkul Abang Azam agar aku dapat mendapatkan kekuatan menerima hal ini, kemudian kami pun sepakat agar tidak mengungkit tentang hal ini, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa aku akan pergi selamanya tapi keluarga ku selalu sabar menuruti keinginan ku, ya walupun takdir ada di tangan Allah aku hanya bisa berserah diri dan berikhtiar agar aku kuat menerima cobaan ini.


*Flashback off*


Zahra yang mengingat kejadian itu hanya menangis dalam diam agar tidak terdengar orang luar tak terasa adzan berkumandang menunjukkan sudah sore, Zahra pun mandi dan menuju mushola untuk jamaah bersama keluarganya, dan disana sudah berkumpul Abi, Umi, dan Azam.


"assalamu'alaikum" salam Zahra


"waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan


"hmm... yaudah yok jamaah" ajak Abi

__ADS_1


"hmm.. iya bi" jawab Zahra


dan mereka menjalankan kewajiban Meraka sebagai muslim


__ADS_2