
"author POV"
di sekolah Zahra
Zahra dan Azam yang baru sampai dikejutkan dengan teriakkan teman-teman Zahra.
"Zahraaaaa...., pipi Lo masih sakit?" tanya Chika dengan teriak
"iya, nggak papa, tapi jangan teriak juga kali, kupingku bisa-bisa budeg kalau kamu teriak-teriak" kesal Zahra
"ya maaf kan gue khawatir sama loe" cemas Chika
Putri, Vina, dan Azam melihat tingkah mereka hanya geleng-geleng kepala
"hmm... yaudah Abang ke kelas duluan ya dek" pamit Azam
"hmmm...iya bang"
Azam pun pergi meninggalkan mereka di parkiran
"Zah, kok Abang loe khawatir banget sama loe , padahal kan cuma ditampar doang, kok kamu langsung di suruh pulang?" tanya Vina dengan curiga, Zahra mendengar pertanyaan ini kaget, bagaimana menjelaskannya, bahwa Zahra punya penyakit yang menyebabkan daya tahan tubuhnya melemah hanya karena benturan kecil
"hmmm....Abang mana sih yang nggak khawatir kalau Adeknya di gituan!!" jawab santai Zahra
"hmm.. ya bener juga sih, tapi kok segitunya sih?" tanya Vina yang masih curiga
"iya, ya ya kok posesif banget sih Abang mu?" tanya Putri, Zahra bingung bagaimana cara menjelaskannya.
__ADS_1
"hmm nggak usah dipikirin ayok masuk kelas nanti keburu masuk lho!! elak Zahra
teman-teman Zahra hanya ber- oh iya, tapi masih penasaran dengan apa yang terjadi kemarin, tapi mereka juga bisa pasrah dengan yang dikatakan Zahra
mereka pun masuk Kelas dan pelajaran dimulai, Zahra tidak memerhatikan guru yang sedang mengajar, dia bingung apa di harus memberitahu pada teman-temannya kalau dia sakit atau merahasiakannya agar mereka tidak khawatir tentang kondisi Zahra, tak terasa bel istirahat berbunyi dan membuyarkan lamunan Zahra
"Zah, kok loe ngelamun sih, nanti kesambet tau rasa loe?!!!" tutur Vina
"haaa... ,nggak papa kok, ayok ke kantin laper aku" elak Zahra dan menuju ke kantin dan di ikuti temannya
"rame banget nih, kita duduk mana nih?!!" tanya Putri bingung
"dipojok sana aja yuk disana sepi" saran Zahra
"kok kamu suka dipojokan sih, nggak takut kesambet kalau dipojokan terus" celetuk Chika
"ya, nggak bakal lah, kan dipojok sana sepi daripada nggak dapet tempat duduk" jawab Zahra
"hmm.. ya juga ya, yaudah" ucap Chika membenarkan ucapan Zahra
mereka pun menuju meja dipojokan dan memesan makanan.
"eh itu kan Adek lho, ayok gabung sana yuk?!!" tanya Kevin pada Azam
"tumben lho inisiatif duduk sama cewek, biasanya kan kamu jutek sama cewek" celetuk Niko
"ya, nggak papa kan, sekalian kan disana ada Adeknya Azam, ya kan Zam" ucap Kevin
__ADS_1
"hmmm..." dan mereka pun menghampiri meja Zahra dan duduk bersama
"hai dek..!!" sapa Kevin
"hai kak.." jawab Zahra dkk
"Bang Zam kok duduk sini sih, nanti ada fans gila kamu nyamperin aku lagi" gurau Zahra
"hahahaha 🤣🤣🤣.."
"ya suka-suka Abang dong, mau duduk dimana" Jawab Azam
"hufftt.." kesal Zahra dan melanjutkan makan makanannya
mereka melihat tingkah Azam dan Zahra hanya tertawa
"huh Adek kakak mulai deh berantemnya" ucap Niko
"hahahaha 🤣🤣"
"tapi kalau gini juga bagus bisa lihat kak Azam bercanda nggak dingin kayak es batu" celetuk Chika
"ya betul tu, padahal kita temen lamanya aja nggak pernah lihat Azam kayak gitu" celetuk Kevin
"ya, kak Kevin mah, nggak tau aja kalau bang Zam kaya setan usil kalau ada di rumah, bang Zam itu sehari aja nggak ngusilin aku paling nggak tentram hidupnya" ejek Zahra, Kevin pun terkekeh melihat tingkah Zahra yang menggemaskan saat mengejek Azam. Azam yang merasa di ejek melotot ke arah Zahra, Zahra yang dapat tatapan horor dari sang Abang mengalihkan pandangannya, mereka yang melihat itupun tertawa🤣🤣🤣🤣
dan diseberang sana ada sepasang mata yang kesal melihat candaan mereka
__ADS_1