Tujuan Terakhirku

Tujuan Terakhirku
episode 5


__ADS_3

Zahra yang sehabis sholat bersantai bersama keluarga nya di ruang keluarga untuk nonton TV dan bercanda sambil menunggu adzan Maghrib.


"dek, kok channel nya kok yang gituan sih, nggak baik tau anak kecil nonton drama Romantis, mending lihat film action kan seru" gerutu Azam sambil merebut remote dan mengganti channel yang bergenre action


"ihh apasih, bang kok diganti sih lagi seru-serunya itu episodenya, dan aku itu udah gede umurku itu udah 19 tahun kak, dan ya emang apa yang seru dari nonton film action??" tanya Zahra yang kesal karena channel nya diganti


"loh film action bisa membuat kita dag dig dug dan ya nggak akan ada acara mewek-mewek segala nggak kaya cerita cintamu itu" jawab Azam dengan semangat, Zahra yang kesal karena nggak bisa lihat acaranya memohon pada uminya agar menyuruh Abangnya mengganti channel nya


"umi lihat Abang jahilin Zahra katanya film cinta nggak seru, kan umi juga suka film cinta, suruh bang Zam ganti channel-nya umi" mohon Zahra pada uminya, melihat kedua anaknya bertengkar uminya ingin melerai tapi karena perkataan Zahra, umi pun terpancing dan menyuruh Azam mengganti channel nya

__ADS_1


"bang Zam, ganti channel-nya umi lagi seru nonton kok diganti sih" ucap umi, Azam pun kaget melihat umi memihak pada Zahra, dan terpaksa mengganti channel nya, dan Zahra pun tertawa bangga karena karena umi memihak padanya dan Zahra mengajak tos layaknya teman yang bekerja sama


"yeyy, umi the best deh pokoknya" ucap Zahra sambil memeluk umi, melihat itu Azam kesal dan melipat tangannya ke dada, melihat pertengkaran kedua anaknya, Abi terkekeh melihat tingkah mereka


"yahh kok udah selesai episodenya, ihh.. gara-gara Abang ni acaranya udah selesai" gerutu Zahra sambil mengerucutkan bibirnya, walaupun ditutupi oleh cadar, tapi Azam dapat melihat adiknya kesal dan tertawa


"hahahaha 🤣🤣 kasihan acaranya selesai, huhuhu" celetuk Azam sambil menirukan gaya seseorang yang sedang menangis, Zahra melihat itu kesal dan mengadu pada Abi dan umi


umi melihat itupun terkekeh karena Zahra selalu mengadu jika dijahili Azam

__ADS_1


"udah-udah kok berantem mulu, udah magrib nih ayo buruan sholat" lerai Abi


dan merekapun menjalankan kewajiban mereka dan tak lupa mereka membaca Al-Qur'an bersama sambil menunggu waktu isya', setelah selesai mereka pergi ke kamar mereka masing-masing


"hmmm... dek, bang jangan langsung turun makan nanti setelah ke kamar yaa?!! suruh umi


"hmm...iya umi" jawab Zahra dan Azam bersamaan, mereka menuju kamar dan meletakkan alat sholat dan menuju ke meja makan, dan mereka pun makan hanya ada dentingan piring dan sendok karena ada peraturan di meja makan, kalau makan dilarang bicara, maka dari itu di meja makan hening, mereka pun selesai, Zahra membantu uminya mencuci piring, dan Azam ikut Abinya membahas perusahaan, setelah Zahra dan umi selesai mereka menyusul Abi dan Azam di ruang keluarga, Zahra pun merasa tertarik dengan perbincangan Abang dan Abinya, Zahra pun bertanya-tanya dengan semangat sampai tak terasa sudah larut dan Zahra mulai menguap


"Dek, tidur gih udah malem besok sekolah lho!! tutur Abi

__ADS_1


"iya bi, Zahra tidur dulu ya, bi, mi, bang, assalamu'alaikum!!" ucap Zahra sambil mengucek matanya


"waalaikumsalam!! jawab mereka serempak, Zahra pun menuju kamarnya dan berfikir sejenak tentang rencananya dan mulai terlelap dalam mimpinya.


__ADS_2