
Zahra terbangun jam 2 pagi. Zahra pun beranjak dari kasurnya dan menunaikan sholat tahajud, setelah selesai Zahra membaca Al-Qur'an sambil menunggu adzan Subuh, tak terasa Adzan berkumandang dan Zahra menuju mushola rumahnya untuk berjama'ah, ya, keluarga Zahra selalu mengutamakan sholat berjamaah. mereka segera sholat dengan khusuk, setelah selesai Zahra pergi ke kamar dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, kemudian Zahra menuju ke meja makan untuk sarapan, disana sudah ada Abi, uminya
"lho, mana bang Azam kok belum turun?" tanya Zahra
"mungkin masih di kamar" jawab umi
"ihh lama banget sih Abang, kan Zahra udah laper" gerutu Zahra
"sabar dong dek.. oh ya dek jangan bolos lagi, belajar yang bener, jangan mikirin cowok aja" nasihat umi
"iya umi, kan aku anak yang cerdas pelajaran apapun bisa masuk ke otak ku, lagian Zahra nggak pernah deket sama cowok umi, kan Zahra fokus sama cita-cita Zahra" ucap Zahra sedikit kesal, mendengar itu umi mengangguk dan mengacak hijab Zahra. Zahra kemudian melihat abangnya yang menuju meja makan semakin kesal
"bang cepetan Adek udah laper tau nungguin Abang lama banget" kesal Zahra
"iya,ya adekku yang manis" bujuk Azam sambil mencubit pipi tembem Zahra
__ADS_1
"huuuhhhh..."
mereka pun sarapan dan bersiap berangkat sekolah
"Abi, Umi, kami berangkat dulu ya!!" pamit Zahra sambil mencium tangan Abi dan Umi nya kemudian disusul oleh Azam
"Iya, hati-hati dijalan ya jangan ngebut" nasihat umi
"iya umi" Jawab Azam
"waalaikumsalam" jawab Abi dan Umi
mereka segera berangkat ke sekolah
********
__ADS_1
"Zulfikar POV"
di pagi ini aku bersemangat sekali menyambut pagi karena hari ini pesantren yang aku bangun bersama Abah ku pun diresmikan dan akan beroperasi hari ini juga karena banyak orang tua di desa ku mendaftarkan anak-anak nya untuk belajar di pesantren, aku pun melihat gerbang masuk pesantren yang bernama "An-Nur" aku pun masuk dan melihat para orang tua dan anak-anak yang ingin mendaftar, aku senang sekali melihat anak-anak yang antusias untuk belajar di pesantren, di sana juga sudah para ustadz dan ustadzah yang mengurus pendaftaran, sebagian mengurus persiapan pembelajaran pertama di pesantren, ya para ustadz dan ustadzah di sana adalah teman-teman ku dan tetangga yang cukup ilmunya yang bersedia mengajar di pesantren,
dan di pesantren "An-Nur" ada 3 tingkatan yaitu : MI, MTS, dan MA, aku sungguh bersyukur bisa membangun pesantren ini ya sejujurnya aku juga pengen bangun universitas juga tapi dana dan waktunya tidak cukup, maka dari itu aku urungkan niatku, tetapi aku tetap bersyukur setidaknya mereka bisa sekolah dengan layak, banyak para warga desa yang mendukung niatku karena di desa ini belum ada namanya sekolah.
setelah pendaftaran selesai para murid menuju ke aula untuk pembukaan dan sambutan dari Abah, setelah sambutan para murid di giring ke aula untuk untuk menjalankan Mos, mereka pun diberi materi sesuai tingkatan mereka masing-masing dan di selingi dengan candaan para ustadz, adzan Dzuhur pun berkumandang, para ustadz dan ustadzah mengajak sholat berjamaah dan meneruskan kegiatan mereka setelah sholat, akhirnya Mos selesai pukul 15.30, para murid dibiarkan istirahat sebentar sebelum sholat ashar berjamaah.
Aku pun bersyukur karena acaranya berjalan lancar. Aku pun menghampiri Abah yang sedang berbincang dengan temannya
"bah, makasih ya bah udah bantuin, Fikar buat bangun pesantren ini" ucapku berterimakasih kepada Abah
"iya, nak semoga pesantren ini bisa bermanfaat bagi desa ini" ucap Abah ku
"Aminnn.."
__ADS_1