
Sekarang DNK sedang dalam perjalanan pulang ke villa. Didalam perjalanan hanya ada keheningan karena kayra sibuk dengan pikirannya, naila sibuk dengan ponsel, sedangkan dinda sibuk menyetir dan tak butuh lama mereka telah sampai di villa.
Ceklek...
“assalamualaikum” salam DNK saat memasuki villa
“waalaikumsalam” jawab ayah abdul, bunda ara, kak adrian dan kevin
“udah selesai acaranya din?” tanya bunda saat DNK telah duduk
“udah bun, agak terhura sedikit” jawab dinda dengan terkekeh
“terharu din” ujar adrian
“heheh” balas dinda dengan cengiran
“memangnya kenapa bisa terhura din?” tanya mami baby yang datang dari dapur dengan membawa beberapa cemilan diikuti papi devan, mama fayza dan papa fahri
“itu loh mi temen-temen kita ngasih suprise buat kita” jawab naila dengan semangatnya
“ngasih suprise apa nai?” tanya papa fahri
“album bersama kita, tiket pulang ke bandung, album kpop” jawab kayra
“loh ada tiket pulang ke bandung?” tanya ayah abdul
“iya emang kenapa yah?” tanya naila
“berarti kalian gak naik mobil dong” jawab papi devan
“gak lah pi ntar kalo kita naik mobil tiketnya di apain” balas naila
“lalu mobil kalian siapa ya bawa?” tanya mama fayza
“kak adrian atau kevin” jawab kayra
“kan kita berenam pake satu mobil, adrian pake mobil, kevin juga. Lalu kalian naik apa?” tanya bunda ara
“naik kereta bun,nih tiketnya” jawab dinda sambil mengeluarkan dan menyerahkan tiga tiket kereta yang dibeli oleh riski
“berarti nanti sampai bandung kalian naik mobil?” tanya bunda ara lagi
“ya nanti kalo udah sampai bandung mobil dinda dianterin ke stasiun ya” jawab dinda
“memangnya perjalanan kamu sama kita cepetan yang mana?” tanya adrian
“kayaknya cepetan kita bang” jawab dinda
“berarti nanti kevin nyamperin kalian aja yak” balas adrian
“iya” balas dinda
“gimana vin?” tanya adrian karena sedari tadi ia memperhatikan kevin hanya diam
“gw ok aja bang” jawab kevin
“yasudah ini udah fix kan berarti besok kita berangkat sesuai jam keberangkatan kalian bertiga ok” ujar bunda ara
“ok bun” jawab DNK dan adrian serta kevin
“kalian udah packin belum?” tanya mami baby
“naila udah kok mi” jawab naila
“dinda udah juga” seru dinda
“kayra juga udah, rebes semua” seru kayra
“yasudah udah malam tidur sana” ujar papi devan
“ya pi” jawab DNK
“selamat malam semuanya” seru DNK
“malam” balas mereka
Setelah itu DNK masuk ke kamar masing-masing.
“bang tidur sana” ujar ayah abdul
“iya yah” balas adrian dan langsung beranjak dari ruang keluarga ke kamarnya diikuti kevin karena ia sudah diperingati dengan isyarat mata oleh papa fahri.
Setelah memastikan semua anak-anak tertidur, para orangtua pun langsung menuju ke kamarnya dan tak butuh waktu lama mereka telah terlelap.
Kini mentari sudah menyinari dunia. Semua orang di villa sudah bangun dan bersiap-siap. Mereka telah berkumpul di ruang keluarga.
“udah semuanya?” tanya papa fahri
“udah pa” jawab mama fayza
“yasudah yuk berangkat” ujar ayah abdul
Setelah itu ayah abdul dan bunda ara masuk ke mobil diikuti DNK, papa fahri dan mama fayza masuk ke mobil yang dibawa oleh kevin, sedangkan mami baby dan papi devan masuk ke mobil yang di bawa oleh adrian. Ayah bunda mengatarkan DNK ke stasiun terlebih dahulu sedangkan kedua mobil itu langsung pergi menuju tol trans jawa dan mereka berniat untuk bertemu rest area terdekat dan melanjutkan perjalanan bersama. Setelah DNK sampai stasiun, ayah dan bunda langsung pergi menuju rest area terdekat di tol trans jawa.
Di kereta
“kita barengan kan?” tanya kayra
“iya tenang aja kay” jawab dinda
Ya riski memang membelikan tiket kereta untuk mereka bertiga dan jenis kereta itu adalah kereta bisnis jadi mereka agak sedikit cepat dan untuk tempat duduk mereka dipilihkan tempat duduk untuk bertiga dan tempat duduk yang satunya lagi untuk tas bekal mereka.
“nah ini nih tempatnya” ujar dinda sambil menyamakan nomor tempat duduk yang terdapat di tiket dan di gerbong kereta.
“huft akhirnya” ucap naila
“yaudah baca doa dulu ingat pesen ortu” ujar kayra
“iya dalam hati masing-masing ok” balas naila
Setelah itu mereka berdoa masing-masing. Selesai berdoa mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, dinda sibuk menghafal ayat suci Al-Qur’an, naila sibuk dengan ponsel, sedangkan kayra sibuk dengan melihat pemandangan diluar jendela.
Sampai pada akhirnya mereka lelah dan tertidur secara bergantian agar nanti tidak ada kejadian yang tidak-tidak. Yang pertama adalah kayra, kedua dinda dan ketiga naila.
Perjalanan yang mereka tempuh kira-kira satu setengah jam. Dan kini mereka sedang menunggu pemberhentian terkahir yaitu stasiun kiara condong. Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di kota bandung.
“alhamdullilah” ujar DNK saat telah menginjakkan kaki di kota bandung
“telepon kevin gih kay bilang kalo kita udah sampe” ujar naila
“ok” balas kayra
Sebelum kayra menelepon kevin mereka mencari tempat duduk untuk menunggu kevin.
~calling on~
“assalamualaikum” salam kayra
“waalaikumsalam” jawab kevin
“kev gw udah sampe nih lo dimana?” ujar kayra
“oh onnie udah sampai bentar dikit lagi nih, ntar kevin chat” balas kevin
“iya jangan lama-lama” ucap kayra
“iya” balas kevin
Tut...tut...tutt
__ADS_1
~calling off~
“gimana?” tanya dinda
“dikit lagi” jawab kayra
Ting...
Ting..
Ponsel kayra berbunyi tertera nama kevin
Kevin
Udah sampe. Keluar gih ada di depan warung nih!
Send a lokasi
Anda
Ok!
“yuk” ajak kayra yang dimengerti oleh kedua sahabatnya dan mereka segera ke tempat kevin.
“kevin” panggil kayra
“kay-onnie” balas kevin
“yuk pulang” ujar kayra
“yaudah yuk” balas kevin
Setelah itu mereka masuk ke mobil, dan mereka pulang ke rumah dinda terlebih dahulu. Satu jam mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah keluarga dinda.
Tok...tok...tok
“assalamualaikum” salam mereka
Tak lama pintu terbuka menampilkan sosok perempuan paru baya yang tak lain adalah bi wina.
“ehh non waalaikumsalam” ucap bi wina dengan ramah
“iya bi, apa kabar?” tanya dinda kepada bi wina. Bi wina adalah salah satu art keluarganya sejak keluarganya masih sederhana hingga sekarang mungkin bi wina sudah bekerja kurang lebih 27 tahun dikeluarga dinda dan dinda menganggap bi wina seperti ibunya sendiri dan sebaliknya maka dari itu jika bisa dibilang mereka itu akrab dan dekat sekali.
“alhamdullilah baik non mari masuk sudah ditunggu tuan dan nyonya” jawab bi wina
“iya bi” balas dinda
Setelah itu dinda,naila,kayra dan kevin segera ke ruang keluarga sedangkan bi wina kembali ke dapur.
“assalamualaikum” salam mereka
“waalaikumsalam” balas para orangtua
“abang ke mana bun?” tanya dinda
“ada tugas dadakan din” jawab bunda ara
“abang kamu lagi ada tugas dadakan di kosdrat yang ada di cianjur kalo gak salah dan pulangnya mungkin minggu depan karena nanti dia ada latihan juga” terang bunda ara
“oh gitu” balas dinda mengerti
“kay” panggil mama fayza
“iya” kata kayra
“kita pulang yuk kamu pasti lelah kan” ujar mama fayza
“iya” balas kayra
“yasudah kalo gitu kami pamit dulu ya, terimakasih atas jamuannya zuhairy family” pamit papa fahri
“assalamualaikum” salam virendra family
“waalaikumsalam” jawab zuhairy family dan marveen family
Setelah itu keluarga virendra langsung pulang ke rumahnya. Sedangkan marveen family masih dirumah zuhairy family karena ada urusan yang ingin diselesaikan oleh para orangtua sedangkan naila dan dinda nonton mv kpop terbaru.
“naila” panggil mami baby
“iya mi kenapa?” tanya naila sambil menoleh ke mami baby
“kamu mau pulang apa nginep aja disini, mami sama papi mau ke luar kota karena papi kamu lagi ada pembangunan” ujar mami baby
“nginep disini aja deh mi” balas naila
“yasudah nanti pakaian kamu dianter pak rudi” ucap papi devan
“iya pi” balas naila
“yasudah, abdul dan ara saya titip naila seminggu kurang lebih kalau naila nakal gak usah dikasih makan” ujar papi devan dengan terkekeh. Pasalnya memang naila paling suka makan bila mami dan papi pergi. Ketika papi dan mami ingin pulang pasti naila bilang kalau makanan dirumah sudah habis entah bagaimana naila menghabiskannya.
“iya tenang aja” kata ayah abdul
“tenang nanti naila dikasih makan turki aja” seru bunda ara.
“jangan dong bun” tolak naila. Memang naila tidak suka makanan turki karena dia kurang suka dan naila sudah terbiasa makan makanan eropa dan asia saja jadi kalau makan makanan yang berasal dari arab sedikit dia akan langsung sakit.
“hahahahahha bercanda naila” seru bunda ara sambil tertawa
“yah, bun dikira nai beneran kan nanti nai bakalan sakit” kata naila dengan wajah cemberutnya
“kamu ini nai ada-ada saja lagian makanan arab itu enak tau” ujar ayah abdul
“ya memang yah tapi nai kurang suka” balas naila
“yasudah gapapa” seru ayah abdul
“yasudah mami dan papi berangkat dulu jaga diri baik-baik jangan merepotkan abdul dan ara” pesan papi devan dengan memberi satu kecupan di pucuk kepala naila dengan begitu lembut.
“iya pi” balas naila
“ingat pesan papi ya nai” ancam mami baby.
“iya mami” kata naila
“good bye sayang” seru mami baby dengan memberi beberapa kecupan kepada naila
“bye mi” seru naila
Setelah itu mami dan papi pun berangkat dan sekarang naila dan dinda sudah berada dikamarnya dinda sedangkan ayah dan bunda berada di taman belakang rumah.
Dikamar DINDA
Dinda dan Naila sedang nonton drama korea sambil duduk di karpet dan memakan cemilan
“nai” panggil dinda. Membuat yang punya nama pun menoleh sambil mengerutkan dahinya yang pertanda ‘ada apa?’
“enak gak sih jadi anak tunggal?” tanya dinda seketika membuat naila bingung. Dan entah kenapa pertanyaan itu terlintas dibenak dinda karena selama ini dia menjadi anak kedua, dinda selalu dijaga ketat oleh keluarganya entah soal pergaulan,percintaan,pekerjaan,dsb. Sebenarnya dinda gak masalah tapi kadang-kadang adrian suka menyuruh orang untuk mengawasi dinda hal itu yang membuatnya risih dan tak suka dijaga ketat kembali.
“maksudnya gimana nih?” tanya naila balik karena memang dia gak mengerti arah pembicaraan sahabatnya itu.
“ya gimana gitu, lo kan anak tunggal, lo gak punya adik dan gak punya kakak. Gimana sih rasanya diperlakukan sebagai anak satu-satunya?” tanya dinda dengan jelas agar naila tak bingung kembali
“oh gitu” kata naila mengerti arah pembicaraan dinda
“sebenarnya itu gw kesepian kalo mami sama papi itu pergi entah ke luar kota ataupun ke luar negri entah itu lama maupun sebentar. Ada rasa yang terbesit di hati gw satu senang karena gw diperlakukan seolah-olah puteri kerajaan apapun yang gw mau pasti selalu ada tapi yang kedua ada rasa sedih karena kadang mami sama papi sibuk dengan pekerjaannya terus gw kesepian gak ada yang bisa gw ajak main bareng, nonton bareng, jalan-jalan ataupun tempat buat gw curhat. Kadang gw suka berfikir jadi lo ataupun kay itu enak karena kalian punya saudara yang bisa buat tempat saat kita merasa kesepian. Tapi kadang gw suka berfikir kembali jadi lo maupun kay itu gak enak kalian punya saudara laki-laki yang super overprotectif jadi kalian gak leluasa untuk apapun tapi gw juga ngerasa dengan itu pasti kalian ngerasa bahwa kalian punya tameng kalo sewaktu-waktu kalian jatuh dan rapuh” ujar naila sendu dan menahan airmatanya agar tidak melolos ke pipi chubbynya
“ehh-nai... gw gak bermaksud buat lo sedih....sorry” ucap dinda yang melihat naila sudah berkaca-kaca, dia merasa bersalah karena sudah mengusik kehidupan pribadinya
__ADS_1
“gak papa kok, gw emang lagi butuh tempat buat curhatan hati gw” balas naila sambil menyerka airmata yang sudah lolos ke pipi chubbynya
grepp...
Dinda memeluk naila dengan sangat erat dan penuh kasih sayang karena ia sebagai sahabat merasakan apa yang naila rasakan karena setiap naila kesepian pasti naila akan menginap ke rumahnya dan akan selalu menangis tetapi saat di depan semua orang naila akan tersenyum, senyuman naila adalah senyuman paksa itu yang dinda lihat.
Naila pun membalas pelukan dinda, memang naila lagi sedih karena ia baru saja pulang dari jogja tetapi orangtuanya sudah pergi karena urusan pekerjaan walaupun naila tau bahwa itu semua demi naila. Sebenarnya naila bukan anak broken home hanya saja ia ingin seperti sahabatnya yang mempunyai saudara jadi ia tak kesepian.
Papi dan mami pun walau sibuk mereka tetap menanyakan keadaan dan kabarnya naila meski kadang salah waktu dan mereka pun masih memeberikan kasih sayang yang cukup untuk naila. Hanya saja mereka tak tau bahwa naila kesepian karena tak mempunyai saudara.
“udah ah jangan melow kasian tuh tv jadi nonton kita kan seharusnya kita nonton tv” ucap naila becanda sambil melespakan pelukan
“hahahahah” tawa dinda
“emang bisa gitu ya” seru dinda
“bisalah kan gw pencetusnya” sahut naila
“udah yuk nonton lagi” ajak naila
“hokeh” sahut dinda
Mereka pun melanjutkan menonton kdrama hingga selesai. Dan saat ingin rebahan, bunda masuk ke kamar
Ceklek...
“udah selesai happy fun nya?” tanya bunda sambil duduk di tepi kasur king size dinda
“sudah bun” jawab dinda sambil memeluk bunda dengan erat
“ehhh-le-p-asin din” kata bunda dengan nafas yang terengah-engah
“hehehehh maaf bun” sahut dinda
“din” panggil naila yang sedari tadi memperhatikan tingkah sahabatnya
“hah? Apa?” tanya dinda
“kayak anak kecil lo” cibir naila
“wahhh udah mode on nya cibiran naila” balas dinda dengan nada mengejek
“enak aja lo” balas naila tak terima
“udah sttt diam” seru bunda yang dari tadi pusing melihat kedua gadis ini
“kalian bersih-bersih sana nanti malam ada pertemuan keluarga jadi kamu dinda siap-siap ya, naila boleh temani dinda ok” ujar bunda membuat dinda dan naila mengerutkan dahi tak mengerti
“udah intinya nanti jam 7 kalian berdua harus udah siap paham” ucap bunda
“iya bun” sahut dinda dan naila
“awasnya banyak alasan nanti” ancam bunda karena setiap ada pertemuan keluarga ada saja alasan dari anak-anak yang tak ingin menghadiri pertemuan itu.
Dinda dan naila hanya menganggukkan kepala pertanda ‘iya’. Setelah itu bunda pun keluar dari kamar dinda
“ada apaan sih din?” tanya naila yang masih tak paham
“entah gw juga gak tau” jawab dinda dengan mengedikkan bahunya
“ya udah beresin kamar lo dulu nih udah kayak kapal pecah” kata naila
“kapal pecahnya gara-gara lo pecahin” balas dinda
“jadi beresin gak nih” seru naila
“jadi bawel amat” sahut dinda
Ya sekarang memang sudah jam 5 sore. Tadi mereka sampai di bandung sekitar jam 10 pagi setelah itu DNK jalan-jalan sebentar sama kevin sebelum sampai ke rumah zuhairy family. Jadinya mereka sampai jam 2 siang dan setelah itu dinda dan naila nonton kdrama sampai sore.
Kini mereka berdua sedang beres-beres kamar dinda
“ugh akhirnya siap juga” keluh naila
“capek” keluh dinda
“ya iyalah capek” balas naila
“lo dulu yang mandi apa gw ntar?” tanya dinda
“lo aja deh gw mau stalking sosmed dulu” jawab naila sambil memainkan ponsel kesayangannya dan chanyeol (halu :v)
“hhhmm” dehem dinda
Setelah itu dinda langsung ke kamar mandi tak butuh waktu lama untuk seorang dinda melakukan ritual mandi hanya bersekitar 20 menitan setelah itu ia keluar dan memasuki ruang ganti. Dinda memakai stylist yang simple yaitu kaos oversized dan celana panjang kantun.
Naila yang sedang asik bermain ponsel tak mengetahui bahwa dinda sudah selesai mandi dan sudah duduk disampingnya
“asik bener neng” seru dinda
“asik lah bang” sahut naila yang belum menyadari siapa yang berada disampingnya
Hap...
Dinda mengambil ponsel naila.
“ehh bang balikin” seru naila yang belum melihat orang yang mengambil ponselnya.
“ambil lah” balas dinda yang membuat naila mengetahui orang yang mengambil ponselnya.
“aaahhhhh balikin din” ucap naila dengan kesal
“mandi dulu bau asem” balas dinda dengan senyuman mengejek dan menutup hidungnya seolah naila sangat bau padahal mah ;v
“iya” kata naila dengan beranjak dari kasur dengan gontai ke kamar mandi
Sedangkan yang di dalam kamar hanya cengegesan dan menampilkan watados nya. Tak lama naila sudah rapi dan cantik.
“sebenarnya pertemuan keluarga darimana sih?” tanya naila yang sudah bersandar di sandaran kasur dinda
“entah” jawab dinda sambil memainkan ponselnya di sofa kamar
“gw males” kata naila
“sama euy” sahut dinda
“yaudah lah mo gimana lagi coba, ntar kalo ngecewain bunda kan gak mungkin” lanjut dinda
“yaudah lah mau stalking oppa aja” balas naila
“oppa lagi” cibir dinda
Pada akhirnya mereka pun sibuk dengan kegiatan masing-masing yaitu stalking para bias. Dan tak terasa sudah memasuki waktu sholat maghrib mereka pun segera menuaikan ibadah sholat maghrib. Dan segera turun untuk membantu bunda ara.
***
Kira-kira pertemuan kek gimana sih?
Penasaran kan? Yuk simak di sini
Hay guys author balik lagi nih🙌🙌🙌
Jangan lupa like komen favorit vote dukung terus authornya terimakasih readers.
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya “DENDAM YANG SALAH”, “CINTA ANAK MOTOR” dan “DEAR CALON IMAM”.
.
.
__ADS_1