Tulus Mencintaimu

Tulus Mencintaimu
Belanja


__ADS_3

Kini mereka sudah memasuki toko perlengkapan wisuda disalah satu pusat perbelanjaan di yogyakarta.


“permisi mba, saya mau ketemu dengan bu dewi ada?” tanya dinda kepada pelayan toko


“mba sudah ada janji sebelumnya?” tanya pelayan toko


“sudah mba” seru naila


“baik mari saya antar” ucap pelayan toko


“permisi bu ini ada tamu” ucap pelayan toko setelah sampai diruang tamu toko


“oh,baik kamu bisa kembali bekerja” ujar bu dewi


Pelayan itu segera membungkukkan badannya setelah itu keluar dari ruangan tamu toko.


***


“assalamualaikum bude” salam mereka


“waalaikumsalam, ya ampun kalian tambah kece badai aja” gurau bu dewi


“ah bude mah bisa aja” seru kayla


“makasih bude saya memang kece kok” ucap riski


“ke pd-an lo ki” kata naila


“biarin” balas riski


“oh ya bude pesanan kita udah siap belum?” tanya dinda


“sudah din, bentar ya tadi bude sudah minta bawain sama pelayan” ujar bu dewi


“baiklah” seru riski


“bude apa kabar nih? Makin awet muda aja” kata naila


“iya bude tambah glowing loh. Ah jadi pengen nih” ucap kayra


“kalian mah bisa aja, makasih loh bude mah pake cara alami” ujar bu dewi


“cara alami apa bude?” tanya kayra


“cara alami nya itu dari hati. Kalau kita memang niat untuk merubah segala sesuatu karena allah pasti semuanya perfect. Tapi kalau kita hanya niat merubah sesuatu karena ingin tenar, famous dsb maka hasilnya setengah-setengah sayang” tutur bu dewi dengan lembut sambil membelai rambut kayra dan naila


Sedangkan dinda sedari tadi sedang sibuk dengan chat pasiennya. Riski hanya diam dan memperhatikan saja karena dia tak mengerti urusan perempuan.


“permisi bu ini pesanannya” kata pelayan sambil meletakkan beberapa paper bag di atas meja, mungkin ada sepuluh paper bag dan terus memperhatikan riski.


“ah terimakasih” kata bu dewi


“mba mohon maaf matanya dijaga” ucap dinda yang memperhatikan padangan mata pelayan


“ngaca mba liat diri” cibir naila


“ah maaf maaf” ujar pelayan


“maaf mba saya udah ada yang punya” seru riski


“ah iya sekali lagi saya minta maaf permisi” ujar pelayan


“hmm” dehem riski


“ya allah ki riski makanya kamu mundurkan ketampanan kamu klepek klepek kan pegawai bude” kata bu dewi


“cocok dong bude kek boy band korea” balas riski


“iyain kasian gw” seru naila


“bude ini jadi berapa?”tanya dinda


“kemarin bukannya kamu udah transfer din” ujar bu dewi bingung


Pasalnya kemarin dinda sudah mentransfer uang ke rekening bu dewi dan sekarang ia menanyakan harga kembali.

__ADS_1


“sultan mah bebas de” seru riski


“konglomerat” cibir naila


“habis gajian tuh” seru kayra


“hhmm, bener sih de kemarin udah transfer tapikan itu baru setengahnya de, tadi kan aku chat bude buat nambahun pesanan aku makanya aku nanya harga lagi untuk bayar setengahnya gitu” kata dinda


“oh ok total setengahnya itu 305 juta” balas bu dewi


“dinda transfer ya de” kata dinda sambil mengotak atik ponselnya dengan membuka salah satu layanan bank


“udah dinda transfer de” lanjutnya


“ok makasih din” ucap bu dewi saat melihat transferan dari dinda di ponselnya


“ini semua udah dibayar dinda berarti nai gak usah bayar kan” ujar naila


“kay juga kan” seru kayra


“iki juga kan” seru riski


“iyain dah kasian anak orang” balas dinda


“makasih dinda” kompak nai,kay,iki


“cama-cama” balas dinda sambil menirukan suara anak kecil


“yaudah yuk balik” kata riski


“ehh iya yaudah bude kita pulang dulu ya assalamualaikum” ucap dinda


“iya waalaikumsalam hati-hati riski jangan ngebut” ujar bu dewi


“iya bude” balas riski


“tuh dengerin ki” seru kayra


"tenang aja aman kok" ujar Riski


🍃🍃🍃


"Din ini cocok gak?" tanya Kay


"Lo gak bosen apa beli yang Korean mulu" seru Nai


"mmmmmm, gimana ya menurut gw sih nai gw tuh emang cocoknya pake yang Korean gitu" ujar Kay


"cocok kok udah ambil yang itu aja" kata Dinda


"ehh udah banyak nih" seru Nai


"yaudah yuk bayar" kata Dinda


"patungan apa pake ATM Lo dulu Din?" tanya Kay


"pake atm gw dulu aja" jawab Dinda


setelah itu mereka menuju ke kasir dan disana Riski sedang melakukan transaksi.


"udah?" tanya Riski


"udah nih" jawab Nai


"ini mas silahkan datang kembali" kata kasir


"iya terimakasih" balas Riski


"yuk" kata Riski


"kita belum bayar loh ki" seru Kay


"tenang udah gw bayarin kali-kali gw traktir" balas Riski


"thanks" Ucap DNK

__ADS_1


"sama-sama. ini mau langsung pulang apa gimana nih, dua jam lagi gw ada jam ngampus" ujar Riski


"pulang aja deh" kata Dinda


"ki ntar malam lo ke kost nya ntar kita barbeque-an kan bentar lagi kita bertiga wisuda nah pasti ntar harus balik ke Bandung. anggap aja ini acara perpisahan kita" tutur Dinda


"iya bisa kan ki" seru Kay dengan sangat berharap


"tenang bisa kok" kata Riski


"yey thanks Riski" ucap Nai


"yaudah yuk pulang" ujar Riski


"kuy kuy kuy" seru Nai dan Kay


kini mereka dalam perjalanan pulang ke kost kurang lebih mereka menempuh perjalanan selama satu jam karena jalanan Yogyakarta sedang macet sebab sudah memasuki jam makan siang.


"thanks Riski" ujar Dinda


"iya sama-sama" balas Riski


"ntar malam jangan lupa loh ki" kata Nai


"iya iya bawel amat sih gw gak pikun tau" kesel Riski


"yaudah gw ngampus dulu assalamualaikum" kata Riski


"waalaikumsalam hati-hati" seru Kay


setelah mobil Riski menghilang, DNK masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan badan dan istirahat.


🍃🍃🍃


kini sudah pukul tiga sore Dinda berencana mengajak Kay dan Nai untuk belanja bahan-bahan barbeque-an. dan kini mereka sudah ada di pasar swalayan karena pasar tradisional agak jauh dari kost mereka.


"Din beli cemilannya berapa banyak?" tanya Nai


"secukupnya aja buat berempat" jawab Dinda tanpa menoleh ke Nai karena ia sedang memilih bumbu


"ntar kita di rooftop apa di halaman depan aja?" tanya Kay


"rooftop aja Kay" jawab Dinda


"ok" balas Kay


"ini bayar pake ATM gw lagi ntar pas di kost langsung ke kamar gw kita hitung-hitungan" ujar Dinda


"iya siap" seru Nai


"ok Dinda" seru Kay


setelah memilih bahan-bahannya mereka menuju ke kasir dan setelah selesai mereka langsung pulang ke kost dan memasuki kamar Dinda untuk hitung-hitungan.


setelah selesai mereka memilih untuk setia di kamar Dinda sambil menonton KPop dan Drakor.


🍃🍃🍃


Dinda, Naila, Kayra, Riski memang memanggil bu dewi dengan sebutan bude karena mereka sudah menganggap bu dewi itu ibu mereka di yogya dan karena bu dewi juga sering membantu mereka layaknya seorang ibu.


Bu Dewi sendiri sudah menganggap mereka seperti anak sendiri dan juga mereka itu termasuk pelanggan setia toko bu dewi dan karena mereka sudah membantu bu dewi menjalankan bisnis toko ini. Maka dari itu mereka dekat dan akrab sekali.


***


Hay guys author balik lagi nih 🙌🙌🙌


Jangan lupa like komen favorit vote dukung terus authornya terimakasih readers.


Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya “DENDAM YANG SALAH”, “CINTA ANAK MOTOR” dan “DEAR CALON IMAM”.


**


Maaf ya baru up karena baru selesai pts dan author baru ngisi kuota jadi baru bisa up. Asal kalian tau author sedikit kecewa karena nilai pts kurang memuaskan dan kalian belum like kome favorit dan vote nya, tadinya author kira readers pada gak suka sama karyaku tapi dibanding aku gak ada kegiatan yang lain maka nya aku lanjutin novel nya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2