
Dikamar ayah abdul dan bunda ara
“ayah kapan ingin telepon fahri?” tanya bunda ara yang sedang duduk di kursi meja rias
“baik ayah akan meneleponnya sekarang” jawab ayah abdul, dan langsung menelepon fahri
~calling on~
Assalamualaikum ~ayah abdul
Waalaikumsalam ~papa fahri
Ada apa dul? ~papa fahri
Begini ri, apakah kamu bisa menyuruh kayra agar tidak menginap dirumahku? ~ayah abdul
Memangnya kenapa dul? Kayra membuat masalah pada keluargamu? ~papa fahri
Hahahhahhah ~ayah abdul
Tidak, dia tidak sama sekali membuat masalah ~ayah abdul
Lantas? ~papa fahri
Kau tau anak pertamaku adrian, yang tadinya ingin kita jodohkan pada kayra ternyata dia mencintai kayra dan dia ingin melamar kayra malam ini. Dia sudah serius untuk mengkhibah kayra ~ayah abdul
Subhanallah, aku tak menyangka ternyata adrian mencintai kayra dan ingin melamarnya malam ini, baiklah aku akan menyuruh kayra pulang dengan alasan ada pertemuan keluarga. Aku sungguh tak menyangka ternyata perjodohan ini gagal tetapi hubungan anak kita akan ke jenjang pernikahan. Semoga hubungan kita tetap terjalin ya dul ~papa fahri
Iya ri, aku pun tak menyangka bahwa adrian mencintai anakmu, pasalnya ia hanya sibuk dengan tugas dinas dan kehidupan dinda ternyata diam-diam dia menyimpan rasa terhadap kayra, hahhahhah ~ayah abdul
Ya sudah aku tunggu kedatangan dan niat baik zuhairy family ~papa fahri
Hmmm, baiklah tunggu kedatangan kami virendra family ~ayah abdul
Assalamualaikum ~papa fahri
Waaalaikumsalam ~ayah abdul
~calling off~
“bagaimana yah?” tanya bunda ara
“virendra family menunggu kita nanti malam” jawab ayah abdul
“nanti malam jam berapa yah?” tanya bunda ara
“jam tujuh saja gimana bun?” ujar ayah abdul
“yasudah ayah beritahu fahri, adrian dan dinda” kata bunda ara
“iya bun” ucap ayah abdul
~roomchat ayah abdul dan papa fahri on~
Assalamualaikum fahri. Aku dan keluarga akan datang jam tujuh malam ba’da isya. Aku akan mengajak naila apa boleh? ~ayah abdul
Waalaikumsalam baiklah ~papa fahri
Tentu saja boleh kau ajak naila. ~papa fahri
~roomchat ayah abdul dan papa fahri off~
“sudah?” tanya bunda ara
“sudah” jawab ayah abdul
“ya sudah ayah ingin bekerja dulu, banyak laporan yang harus ayah liat” ujar ayah abdul
“ya sudah, bunda ingin ke kamar adrian dan dinda” ujar bunda ara
Dikamar adrian
Hufftt...
Adrian menghembuskan nafas dengan gusar, ia takut bila nanti keluarga kayra akan menolak lamarannya.
Positifthinking adrian! Batin Adrian
“bismillahirahmanirahim” gumam adrian
“gw telepon bagas sama akbar gak ya?” tanyanya pada diri sendiri
“ga usah deh ntar gw cerita aja sama mereka” jawabnya
Bismillah semoga nanti diterima. Ya Allah tolonglah hambamu ini, hamba hanya ingin mengkhibah kayra, hamba sudah tulus untuk mencintainya apa adanya semoga ia menerima niat baik hamba. Amin Ya Rabb. Batin Adrian
Setelah sibuk dengan pikirannya, adrian langsung ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Ia ingin berendam di bath up agar ia fresh kembali. Sekitar dua puluh menit ia sudah selesai dengan ritualnya dan sekarang ia sedang duduk di sofa kamar sambil membaca beberapa file dari beberapa pesantren.
Adrian memang memegang beberapa pesantren keluarganya, ia mengelola pesantren yang berada di turki sedangkan ayah abdul mengelola yang lainnya. Adrian sebenarnya ditawari untuk menjadi CEO di zuhairy group tetapi ia menolak karena ia hanya ingin fokus pada tugas dan kewajiban dia di TNI. Adrian hanya ingin menjadi CEO apabila dia sudah menikah.
Tok...tok...tok...
“adrian” panggil bunda ara
“masuk aja bun” sahut adrian
Ceklek...
“kamu udah siapin benar semuanya?” tanya bunda ara yang sudah mendudukan dirinya di samping adrian dan mengelus punggungg adrian dengan lembut
“sudah bun” jawab adrian
“kamu sudah siap apabila nanti kamu ditolak?” tanya bunda ara
“bunda hanya takut kamu tidak siap kalau nanti kamu ditolak nak” lanjutnya
“insyaallah bun, adrian siap menerima apapun keputusan kayra” jawab adrian dengan mantap
“ya sudah kalau begitu, kamu berdoa saja semoga niat baik kamu diterima. Bunda mau ke kamar dinda” ujar bunda ara
“ya bun, makasih atas dukungannya” seru adrian dengan memeluk bunda ara
“iya sama-sama ya sudah kamu siap-siap gih, nanti jam tujuh kita udah harus sampai sana,bunda mau ke kamar dinda. Mau ngasih tau ke dinda sama naila dan mau antar kayra pulang dulu” tutur bunda ara sambil melepaskan pelukan dan keluar dari kamar adrian menuju kamar dinda
Dikamar dinda
“din, tadi kok keluarga lo kek ngomongnya serius gitu sih?” tanya kayra
“entah” seru dinda dengan mengendikkan bahunya
“lo jadi nginep kan kay?” tanya naila memastikan
“gak tau nih, tadi gw udah bilang ke kevin tapi dia belum datang juga” jawab kayra
“terus gimana?” tanya dinda
“tak tahu tempe” jawab kayra terkekeh
Ting...
Appa Park Daeshim
Kayra kamu pulang aja, jangan nginep dirumah dinda. Hari ini dirumah ada acara keluarga kamu pulang sekarang
Anda
Yah, kok dadakan sih pa?
Appa Park Daeshim
Papa lupa bilang ke kamu
Anda
Ya udah nanti kayra pulang, naik taksi kan?
Appa Park Daeshim
Ya udah hati-hati
Anda
Iya pa
“kenapa kay?” tanya naila
“gw gak jadi nginep guys, dirumah ada acara keluarga, papa lupa bilang ke gw” jawab kayra
“ya udah, gapapa lagian nanti lo bisa nginep disini kan naila semingguan di rumah gw” tutur dinda agar kayra merasa tak enak dan sedih
“hmm, iya deh yaudah gw pulang dulu” kata kayra
“lo naik apa pulangnya?” tanya naila
“taksi aja” jawab kayra
“gw anter aja” seru naila
“gak usah nai, papa bilang gw naik taksi aja. Kasian lo pasti capek” ujar kayra
“ya udah deh” kata naila pasrah
“ya udah gw mau pamit dulu sama ayah dan bunda” ucap kayra sambil berdiri ingin membuka pintu, tetapi belum dibuka, pintunya sudah terbuka dan menampilkan sosok bunda ara yang tersenyum manis ke kayra
“kay” panggil bunda ara
“iya bun” sahut kayra
“kamu mau pulang? Gak jadi nginep disinikah?” tanya bunda ara sedikit basa-basi agar tak ketahuan rencana yang sebenarnya
“maaf bun, dirumah ada acara keluarga jadi kay harus pulang deh” jawab kayra tak enak
“ya udah gapapa, oh ya tadi papa fahri bilang kamu sudah di pesankan taksi. Taksi nya juga udah sampai dibawah” tutur bunda ara
“oh ya udah bun, kayra pamit ya” kata kayra menyalimi bunda ara
“salam buat ayah dan bang adrian” lanjutnya
“ya udah, mau bunda antar ke depan?” tanya bunda ara
“gak usah bun, kay bisa sendiri. Assalamualaikum” kata kayra
__ADS_1
“waalaikumsalam” sahut bunda ara
Setelah memastikan bahwa kayra sudah masuk ke dalam taksi. Bunda ara langsung masuk ke kamar dinda dan duduk di tepi kasur memeperhatikan dinda dan naila yang sedang nonton kdrama sekolah. Untungnya tidak ada adegan yang seperti itu. Karena jika ada dan ketahuan oleh ayah abdul maka mereka akan dihukum. Walaupun umur mereka sudah 21+ tetapi ayah abdul masih melarang mereka menonton yang seperti itu katanya ‘agar kamu tidak zina mata’.
“bunda” panggil dinda dengan menghadap ke bunda yang sedang duduk di tepi ranjang, sedangkan dia dan naila duduk lesehan di karpet bulu
“ada apa bun? Ada yang mau disampaikankah?” tanya dinda
“jadi gini, abang kamu malam ini mau melamar kayra. Ia ingin mengkhibah kayra secepatnya dan soal tadi dia yang cemburu karena dia mencintai kayra jadi abang merasa cemburu kalau kayra dekat dengan pria lain dan abang ingin kayra menjadi istrinya” tutur bunda ara yang membuat dinda tersenyum manis sedangkan naila melongo tak percaya. Memang sebelumnya adrian sudah menceritakan kejadian tadi di cafe dan taman maka dari itu ia ingin melamar kayra malam ini juga.
“subhanallah ini berita yang sangat mengejutkan sekali, ternyata abang udah berubah ya. Udah mulai jatuh cinta sama perempuan kirain dinda abang udah gak doyan perempuan” ujar dinda yang membuat bunda ara dan naila tertawa renyah
“kamu ini din, abang kamu kan pria normal masa iya dia tidak suka perempuan” ucap bunda ara
“tau lo din, kalau ketauan bang adrian lo bisa dicincang kali” ucap naila terkekeh membayangkan apa yang ia ucapkan
“astagfirullah masa iya gw dicincang sih” seru dinda bergidik ngeri. Karena adrian dan ayah abdul paling jago main senjata.
“kali din” seru naila
“udah intinya nanti jam tujuh malam kita sudah harus sampai di rumah virendra. Kalian berdua ikut juga. Soalnya persiapan sudah disiapkan sama abang kamu din, ntar kamu satu mobil sama abang biar dia gak gugup” tutur bunda
“baju?” tanya dinda
“apa aja, yang penting sopan” jawab bunda ara
“jangan yang aneh-aneh” ancam bunda ara
“iya bun” seru dinda
“ya sudah bunda mau ke bawah lagi” ucap bunda ara
“kalian sudah harus siap kalo bunda udah kesini” ujar bunda ara
“iya bun” sahut naila
Setelah itu bunda ara pun kembali ke bawah memastikan bahwa semua persiapan sudah lengkap sedangkan adrian sedikit grogi kalau dinda dan naila masih tak menyangka.
Dikamar dinda lagi
“din kan bang adrian cemburu ke kayra, kalau kak bagas cemburu ke lo kan, kalau kak akbar cemburuin siapa?” tanya naila yang membuat dinda terdiam sejenak ia tertawa renyah
“kok lo ketawa sih” kata naila kesal
“mungkin kak akbar cemburuin lo kali” sahut dinda ngasal
“lah kok cemburuin gw sih, emang nya gw sama kak akbar ada hubungan apa coba” kata naila bingung
“ya lo kan paling dekat sama adiknya, mungkin dari situ kak akbar jatuh cinta kali sama lo” sahut dinda ngasal kembali
“lo mah ngomong ngasal mulu kek nya” geram naila
“ngawur tau” cibir naila
“gak mungkin kalau kak akbar suka sama gw” elak naila
“lah mungkin aja kan” seru dinda mulai serius
“cinta itu datang dengan seiringnya berjalan waktu” lanjutnya
“lah kan yang jatuh cinta kak akbar, bukan gw” bantah naila
“ya sekarang sih belum ada rasa entah besok lusa atau kapan pasti beda” ucap dinda
“pasti nanti lo gak pengen kehilangan dia” lanjutnya
“entah lah” kata naila
“gak usah dibahas makanya” ujar dinda
“mending sekarang kita pilih baju, udah mau jam lima an nih” seru dinda
“ya udah yuk” ajak naila
“kuy”seru dinda
Mereka pun langsung menuju ruang ganti, disana mereka memilih kira-kira yang bisa mereka couple kan sama pakaian nya kayra nanti. Dan akhirnya ketemu deh. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. Mereka segera bersiap-siap.
“lo duluan yang mandi nai” titah dinda
“tau aja kalau gw pen duluan” ucap naila
“tau lah kelitan lo kan gak mau ngalah sama gw” kata dinda
“ya udah gw duluan” balas naila
“iya” sahut dinda
Tak lama naila sudah selesai mandi dan langsung menuju ke ruang ganti. Dinda yang melihat itu langsung masuk ke kamar mandi karena ia sudah merasa gerah dan ingin berendam. Setelah semuanya siap mereka sholat magrib dulu dan setelah selesai mereka langsung kebawah dan disana semua orang sudah siap.
“lama bener” cibir adrian
“gak sabaran banget jadi abang” balas dinda
“ngebet banget” seru naila yang membuat mereka semua tertawa dan adrian hanya memasang wajah dinginnya.
“ya elah bang, nai cuman bercanda kaleng” gurau naila
“tau sensian amat” cibir dinda
“yuk berangkat aja” ajak bunda ara
“dinda sama naila masuk ke mobil adrian” titah ayah abdul sebelum masuk ke mobilnya
“siap” sahut dinda dan naila
“kita dibelakang aja yuk” ajak dinda
“dinda di depan, naila dibelakang” titah adrian
“lah suka-suka kita lah bang” ucap dinda
“emangnya abang supir kalian?” tanya adrian
“lah emang iya” jawab dinda yang mebuat adrian geram
“masuk atau disini aja” geram adrian
“iya bawel” seru dinda
Diperjalanan hanya ada keheningan, sebenarnya naila dan dinda itu terlihat menyebalkan biar adrian tidak terlalu tegang ehh tapi adrian nya malah anggap serius.
Sesampainya di virendra home family.
Ting...tong....ting...tong....
Pintu terbuka menampilkan pembantu keluarga virendra
“tamunya tuan dan nyonya?” tanya maid itu
“iya bi” jawab bunda ara
“mari silahkan” seru maid
Diruang keluarga ternyata sudah ada papa fahri, mama fayza dan kevin, sedangkan kayra masih dikamar karena belum boleh keluar.
“tuan, nyonya, den, non bibi kebelakang dulu, permisi” kata maid itu
“iya bi, terimkasih” sahut papa fahri
Setelah itu maid pergi ke dapur kembali. Dan ada lah adegan salam-salaman setelah dirasa cukup mereka menyudahinya
“jadi bisa kita mulai?” tanya ayah abdul
“sudah” jawab papa fahri
“adrian” panggil bunda ara membuat adrian semakin tegang dan membuat semua orang menahan ketawa karena biasa adrian akan selalu bersikap dingin dan tegas sekarang ia gugup, grogi, takut, dan tegang.
“oh ya ma, kay kemana?” tanya dinda
“oh masih dikamar, kamu tolong panggilkan ya” titah mama fayza
“ok mi” seru dinda
“yuk nai” ajak dinda dengan menarik tangan naila menuju ke kamar kayra dilantai dua
Di depan pintu kamar tertulis ‘Park Ah Rin’. Memang di rumah virendra semua pintu kamar memakai nama korea.
Tok....tok...
“kayra” panggil dinda dan naila
Ceklek...
“loh kok ada kalian sih?” tanya kayra bingung
“udah yuk ke bawah” ajak naila sambil mengenggam tangan kayra
Sedangkan kayra masih terdiam memikirkan sesuatu yaitu ada apa sebenarnya. Sesampainya di ruang keluarga kayra dibuat bingung kembali karena ia mengira ada pertemuan keluarga besar virendra tetapi malah....
“sini kay” titah mama fayza menyuruh kayra duduk di tengah-tengah antara papa fahri dan mama fayza
“ini sebenarnya ada apa ma?” tanya kayra yang sudah duduk
“adrian silahkan kamu bicarakan sama kayra” titah papa fahri yang membuat kayra bingung dan penasaran apa yang ingin dibicarakan oleh adrian.
Hufttt...
“kayra. Memang ini terlalu cepat bagi kamu tapi aku memang benar-benar serius. Saya sudah lama menyimpan perasaan ini, saya Adrian Shariq Zuhairy mencintai Azkayra Syahira Virendra dan ingin melamar kamu malam ini sebagai calon istriku. Saya ingin mengkhibah kamu secepatnya dengan izin dari kedua orangtua saya dan kamu dan atas izin Allah Swt.” tutur adrian mantap
Kayra yang mendengar itu menatap semua orang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh adrian tetapi setelah orangtuanya menganggukkan kepala pertanda ‘ini benar’ kayra jadi tidak ragu lagi.
“kay, papa dan mama serta ayah dan bunda memang berencana menjodohkan kalian berdua. Tetapi sebelum kami mengatakan ini ternyata adrian sudah ingin melamar kamu dengan cintanya. Papa harap kamu menerima niat baik adrian karena papa tau bahwa adrian bisa menjadi imam kamu kelak dan bisa membawa kamu menuju syurga nya Allah Swt” tutur papa fahri dengan lembut dan tegas sambil membelai rambut kayra.
Apa ini benar? Seriuskah? Bang adrian mencintaiku? Tapi aku memang merasa nyaman bila di dekatnya. Apakah aku juga mencintainya? Batin kayra
“aku tak memaksamu untuk menjawab lamaranku sekarang ini, aku tau kamu butuh waktu” tutur adrian membuat kayra semakin bingung menjawabnya
“kay” panggil dinda membuat kayra menoleh ke sahabatnya itu
“gw tau bang adrian memang gak seperti oppa-oppa yang kita dambakan, tapi gw tau banget sifat dan tingkah laku bang adrian, gw hafal banget, sebagai adik gw selalu disayang, dijaga, dilindungi, dicintai melebihi apapun. Dia selalu menjaga gw dengan sabar menghadapi gw yang menyebalkan ini. Gw tau bang adrian pasti serius sama lo. Bang adrian kalo udah cinta sama sesuatu pasti dia bakalan serius gak main-main terutama dengan ucapannya untuk melamar lo seperti ini. Gw memang sedikit sedih saat mendengar bahwa abang gw bakalan mengkhibah perempuan itu artinya gw bakalan kesepian tapi gw bahagia karena yang dicintai oleh abang gw itu adalah lo ‘Azkayra Syahira Virendra’ yaitu sahabat gw. Gw yakin bahwa abang gw akan bahagia dan dia tak salah memilih lo sebagai pendamping hidupnya. Yang gw ingin lo terima abang gw, gw tau mungkin abang gw gak masuk ke kriteria lo tapi gw mohon kasih dia kesempatan untuk bisa cocok dengan kriteria lo itu. Gw gak akan tinggal diam kalo lo disakitin sama abang gw. Walau dia abang gw kalau memang dia salah gw gak segan-segan buat baku hantam sama dia karena telah menyakiti sahabat karib gw. Gw harap lo mempertimbangkan ini dengan matang, memang tak mudah setelah apa yang terjadi sam kita dimasa lalu. Tapi ingat masa lalu itu adalah ‘masa lalu dan beda dengan masa kini dan masa depan. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kita akan tidak kembali ke jalan masa lalu itu’. “ tutur dinda hampir menangis dan membuat semua orang terbuai dan terharu dengan perkataan dinda.
__ADS_1
Sedangkan kayra yang awalnya tak percaya dan ragu kini menjadi yakin untuk menjawab lamarannya adrian.
“aku tak pernah menyangka, jika ada seorang laki-laki yang mempunyai niat baik dan keberanian untuk melamarku sebagai calon istrinya di depan orangtuaku. Aku hanya berharap bahwa abang adalah jodohku dunia maupun akhirat karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Aku memang tak sedewasa abang tapi tolong jika kita sudah menikah, bimbing aku untuk bisa bersikap dewasa menyeimbangkan kedewasaan abang, bimbing aku untuk menjadi istri yang baik untuk abang, bimbing aku untuk bisa menuju ke syurga nya Ilahi.” Tutur kayra dengan mantap
“aku ‘Azkayra Syahira Virendra’ menerima lamaran kamu ‘Adrian Shariq Zuhairy’ dengan atas izin dari orangtuaku dan atas izin Allah Swt” ujar kayra yang membuat semua orang bernafas lega dan mengucapkan syukur
“terimakasih karena telah menerima lamaranku, insyaallah aku akan membimbingmu menuju jalan yang benar dengan ridhonya Ilahi” tutur adrian
“alhamdullillah makasih kay, gw tau lo gak mungkin nolak” ujar dinda
“lah emangnya kenapa kalau gw nolak?” tanya kayra
“ya kalau lo nolak, abang gw bisa atau bahkan mungkin dia bakalan stress depresi terus ‘bunuh diri’ lagi” jawab dinda dengan menekan kata ‘bunuh diri’
“sok tau lo din” elak adrian
“yeu gw mah gak sok tau, kan emang biasanya kek gitu”seru dinda
“hahahhahhah” suara ketawa semua orang
“sudah sudah” kata papa fahri
“adrian terimakasih karena telah mencintai kayra, tolong bimbing dia menjadi istri yang sholehah” tutur mama fayza
“ya maaf jika nanti dia masih banyak kekurangan” lanjutnya
“iya ma, insyaallah nanti kita saling membimbing satu sama lain agar kita menjadi keluarga yang sempurna” ujar adrian mantap
“bang” panggil dinda
“kenapa?” tanya adrian
“lo gak ngasih sesuatu gituh?” tanya dinda balik
“apa?” tanya adrian balik
“huh, jadi abang kok pikeun” geram dinda
“lo gak beli cincin apa?” tanya dinda membuat adrian inget dan langsung salting
“lo bisa salting bang?” tanya naila
“paan sih” elak adrian
“panci dibawa bawa” kata kayra
“hehehehh” balas adrian cengengesan
“pah, tolong pasangin ya buat kayra” pinta adrian yang langsung dilaksanakan oleh papa fahri
“lo gw yang pasangin ya” tawar dinda
“ok!” kata adrian
“yeay!” seru dinda
Dinda pun segera memasangkan cincin adrian, setelah itu dia balik ke sofa lagi
“kev” panggil naila
“lo tumben diam aja. Sariawan?” gurau naila
“kalau gw bertingkah disuruh diam giliran gw diam di tanyain aneh” ucap kevin
“ya gak gitu kev, maksud nai itu kok lo tumben kek gak ngomong sama sekali” ujar dinda
“galau dia” kata kayra
“napa? Keysa?” tebak naila
“iya” jawab kevin lesu
Sedangkan para orangtua hanya tersenyum melihat interaksi mereka
“sabar” ujar dinda
“lo pasti bisa” ujar naila
“iya” balas kevin
“ya sudah ini sudah malam, kita pamit saja” pamit ayah abdul
“eh iya terimakasih besan” sahut papa fahri
“hahahh” tawa renyah ayah abdul
“baiklah nanti kita bicarakan kelanjutannya” ujar ayah abdul
“baiklah” sahut papa fahri
“assalamualaikum” salam zuhairy family
“waalaikumsalam” sahut virendra family
Setelah zuhairy family pulang, semua anggota virendra family langsung masuk ke kamar masing-masing.
Dikamar kayra
Hufftt....
Kayra menghembuskan nafas dengan gusar untuk sekian kalinya, ia masih tak menyangka soal lamaran tadi, ia seolah-olah sedang memainkan drama.
“apa benar tadi gw udah dilamar sama bang adrian?” tanyanya sambil melihat cincin yang tersematkan dijari manisnya
“apa gw udah bisa melupakan kejadian itu?” tanyanya lagi seketika semua kejadian itu terlintas di pikiran kayra dan membuat kayra menangis. Setelah bayangan semua itu hilang kini ia langsung tidur dan tak lama dia sudah terlelap. Ia lelah jika sudah menyangkut kejadian itu.
Di rumah zuhairy family
“kalian langsung tidur gih” titah ayah abdul
“iya yah selamat malam” balas adrian,dinda dan naila
Setelah itu mereka langsung masuk ke kamarnya masing-masing.
Di dalam kamar dinda
Setelah naila mengunci pintu, naila langsung duduk disamping dinda yang sudah berada diatas kasur tetapi belum tertidur hanya termenung seperti ada yang dipikirkan. Naila pun mendekatinya.
“dinda” panggil naila tapi tak ada jawaban. Hingga panggilang yang ke lima baru disahuti oleh dinda
“ada apa?” tanya naila tapi tidak di jawab oleh dinda melainkan dinda langsung memeluk naila dan menumpahkan air matanya dibahu naila dan membuat naila bingung tetapi tetap membalas pelukan sahabatnya. Saat sudah tenang, naila mencoba bertanya kembali dan dijawab oleh dinda.
“din, lo kenapa?” tanya naila
“gw bingung nai, gw harus bahagia atau sedih. Gw bahagia karena bang adrian bakal nikah dan yang jadi istrinya adalah kayra tapi di satu sisi gw takut kalau kasih sayang bang adrian ke gw bakal hilang setelah nikah nanti terus bang adrian bakal lupa sama gw gak akan lagi khawatirin gw. Gw masih mau diperhatiin sama bang adrian, nanti dan pasti bang adrian gak akan tinggal disini dia pasti udah beli rumah sendiri terus ntar gw pasti kesepian. Bang adrian tugas aja gw udah berasa kayak gak ketemu setahun apalagi ntar kalau bang adrian pindah dari sini gw udah pasti kayak gak ada abang lagi” ujar dinda dengan menangis kembali dan langsung dipeluk naila dan ditenangkan olehnya.
“lo harus yakin, lo kan bahagia kalau orang yang lo sayang bahagia iya kan?” ujar naila yang dijawab anggukan dari dinda yang masih stay dibahu naila
“nah itu artinya lo bahagia dong kalau bang adrian bahagia?’ ujar naila yang dijawab anggukan kembali
“bang adrian gak akan lupain lo, gw yakin itu. Karena bang adrian itu orangnya gak seperti itu. Kalau lo ngerasa kesepian apalagi gw din, dan nanti juga lo bakal nikah sama kak bagas dan lo bakal pindah juga kan, bunda dan ayah pasti kesepian juga. Gw juga bakal kesepian karena lo dan kay udah nikah lah gw?” tutur naila dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya agar tidak tumpah di depan dinda
“lo gak akan kesepian, gw bakalan usahain kok biar kita bisa ketemuan terus” ujar dinda melepaskan pelukan mereka
“gw janji gak akan lupain lo dan buat lo kesepian nai” ujar dinda
“hmm, gw percaya kok” ucap naila
“tidur yuk gw ngantuk nih” ajak naila
“yuk” balas dinda
Setelah acara melow-melow itu mereka pun langsung terlelap di alam barzah.
Ehh salah maksudnya di alam mimpi. Wkwkwk.
🍃🍃🍃
Style Adrian
Style Dinda dan Naila
Style Kayra
Style Kevin
Style Ayah Abdul dan Bunda Ara
Style Papa Fahri dan Mama Fayza
Mobil Adrian
Mobil Ayah dan Bunda
Cincin lamaran adyra
***
Hay guys author balik lagi nih
Jangan lupa like komen favorit vote dukung terus authornya terimakasih readers.
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya “DENDAM YANG SALAH”, “CINTA ANAK MOTOR” dan “DEAR CALON IMAM”.
__ADS_1
.
.