
Saat ini sudah memasuki jam delapan malam tetapi anak papi hendrik dan mami hasna belum datang juga. Ayah abdul, bunda ara, papi hendrik dan mami hasna sedang mengobrol tentang masa lalu mereka sedangkan dinda dan naila hanya menyimak sambil memainkan ponsel. Dan tak lama bi wina menghampiri mereka dengan diikuti seorang pemuda dibelakangnya.
“permisi, maaf tuan,nyonya,non dinda dan no naila, ini tamunya sudah sampai, bibi kebelakang lagi” kata bi wina
“iya bi makasih” kata dinda ramah
Bi wina hanya menanggapi dengan senyumannya setelah itu berjalan menuju dapur kembali.
“assalamualaikum, maaf saya terlambat” kata bagas
“iya gapapa” kata dinda
“ayo silahkan duduk nak” kata bunda ara
Dan sekarang posisi mereka seperti ini, ayah abdul dan bunda ara duduk berdampingan di sofa yang menghadap ke arah timur, papi hendrik, mami hasna, dan bagas duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa dinda dan naila.
“kamu sudah makan nak?” tanya bunda ara
“sudah bun” jawab bagas
Sedangkan dinda dan naila saling pandang dan mengirimkan pesan satu sama lain
~roomchat dinda dan naila on~
din, itu bukannya sahabatnya bang adrian? ~naila
iya, itu namanya bagas, dia ceo ~dinda
nai, ini tuh sebenarnya pertemuan keluarga apa pertemuan antar rekan kerja sih? ~dinda
tak tahu aku tuh ~naila
kok firasat gw mengatakan yang tidak-tidak ya ~dinda
sama euy ~naila
hareudang ~dinda
__ADS_1
panas panas ~naila
🔥🔥🔥 ~dinda
😹😹😹 ~naila
ajarannya kayra nih ~dinda
wah, masa kayra dibawa-bawa ~naila
ya diakan guru bobrok kita ~dinda
hooh ok ok ~naila
bener euy ~naila
udahan yuk ntar gak enak sama tamunya ~dinda
ok ok ~naila
😍 ~dinda
~roomchat dinda dan naila off~
“bagaimana pekerjaan kamu?” tanya ayah abdul
“alhamdullilah lancar yah” jawab bagas sambil memperhatikan dinda dan naila
Sebenarnya ini ada apa sih? Itu bukannya adiknya adrian kok dia udah ada disini bukannya adiknya adrian itu ada di yogyakarta terus sampingnya siapa lagi? Dan ini lagi mereka kok pake dress terus papi dan mami nyuruh gw ke sini sebenarnya ada acara apa sih? Nah adrian juga kemana lagi tuh bocah, gak jelas beut. Pikir bagas
Tapi adiknya adrian kok beda sama yang dulu ya, sekarang dia tambah cantik dari yang dulu. Fiks dia sekarang berubah pantes aja adrian ngejagain dia ketat banget sampe nyuruh orang buat ngawasin adiknya. Batin bagas
“alhamdullilah jika lancar ayah ikut senang” kata ayah abdul
“oh ya, adrian kemana ya?” tanya bagas. Karena sebelumnya adrian kan habis sakit terus bagas belum jengukin karena dia lagi di luar kota. Bagas berfikir bahwa adrian masih sakit, karena adrian belum ngasih kabar kalo dia udah sembuh dan sekarang lagi tugas dadakan.
“adrian ada tugas dadakan” jawab ayah abdul
__ADS_1
“loh bukannya adrian sakit?” tanya bagas kembali bingung
“iya memang benar tapi sudah sembuh sekitar dua hari yang lalu dan tadi siang sehabis dari yogya jemput dinda, adrian ada panggilan tugas diluar kota kemungkinan dia lupa ngabarin kamu dan dia mungkin pulang seminggu lagi” terang bunda ara
“oh gitu, maaf ya bagas gak jenguk adrian karena bagas lagi diluar kota” ujar bagas merasa tak enak
“gapapa kok” kata bunda ara tersenyum hangat
“oh ya, dinda boleh tanya gak?” kata dinda
“ini sebenarnya acara pertemuan keluarga apa pertemuan rekan bisnis sih?” tanya dinda
“hahahahha” tawa renyah ayah abdul
“ini itu pertemuan keluarga din” kata ayah abdul
“emangnya apa yang mau ayah dan bunda bahas?” tanya dinda kembali
“jadi gini...” kata ayah abdul menggantungkan ucapannya
Sejenak ayah abdul memandang bunda ara, papi hendrik, dan mami hasna dan mengisyaratkan mereka ‘apa boleh aku memberitahunya’ dan dibalas anggukkan kepala pelan oleh mereka bertiga. Dan tentu saja itu semua tak luput dari penglihatan dinda, naila dan bagas, itu semua membuat mereka bingung sebenarnya apa yang terjadi.
“jadi gini dinda dan bagas sebenarnya kami sudah menjalin hubungan persahabatan sejak sma dulu dan kami berniat jika mempunyai anak yang berbeda jenis kelamin akan kami jodohkan. Dulu ayah kira anak pertama adalah perempuan ternyata laki-laki dan itu membuat kami ingin membatalkan perjodohan ini tetapi selang satu tahunan bunda hamil kembali dan melahirkan anak perempuan yaitu kamu dan kami pun kembali melanjutkan perjodohan ini. Kami melakukan ini bukan hanya mementingkan tentang hubungan persahabatan kami tetapi ini semua tentang kebaikan kalian berdua agar kalian tidak kembali masuk ke dalam hubungan yang salah dan membuat kalian jatuh kembali. Dan agar kalian tidak timbul fitnah dari kalangan orang yang tak bertanggungg jawab. Yang intinya kami ingin yang terbaik untuk kalian berdua, jadi apakah kalian ingin menerima permintaan kami? Kami berharap kalian berdua mengikuti permintaan kami dan menerima ini semua dengan ikhlas dan tidak ada rasa keterpaksaan. Karena semua ini sudah kami pikirkan jauh sebelum kalian lahir dan ini kami lakukan untuk kebaikan kalian berdua, kami berharap kalian tak mengecewakan kami dengan keputusan yang kalian berikan kepada kami” tutur ayah abdul dengan tegas seolah tak ingin ada bantahan diantara dinda maupun bagas.
Mobil bagas
***
Hay guys author balik lagi nih
Jangan lupa like komen favorit vote dukung terus authornya terimakasih readers.
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya “DENDAM YANG SALAH”, “CINTA ANAK MOTOR” dan “DEAR CALON IMAM”.
.
__ADS_1
.