
“bunda” panggil dinda yang sudah sampai duluan di dapur dan menemukan bundanya yang sedang memotong wortel.
“iya kenapa?” tanya bunda dengan masih memotong wortel
“dinda bantu apa?” tanya dinda
“kamu potongin sayuran aja, bunda mau urus daging” jawab bunda
“naila mana din?” tanya bunda saat menyadari naila tak bersama dinda
“masih dikamar lagi telepon sama mami baby bun” jawab dinda
“oh ya udah potongin yang benar” kata bunda
Dan setelah itu bunda mengurus daging dan dinda memotong semua sayuran.
Trap...trap....trap....trap....
“bunda mau masak apa?” tanya naila saat sampai di dapur
“bunda mau masak ayam bakar madu, sayur sop, serundeng, sayur asem udah itu aja mungkin” jawab bunda
“oh ok” balas naila
“din” panggil naila
“apa?” tanya dinda
“gw aja yang masak sayur asem nya” ucap naila
“ok gw yang masak sayur sop” balas dinda
Dan mereka pun akhirnya memasak dan akhirnya selesai juga.
“dinda sama naila kalian siap-siap ya” ujar bunda
“iya bun” jawab dinda dan naila
“yasudah bunda mau ke kamar dulu” kata bunda
“iya bun” balas dinda dan naila
Dinda dan Naila pun masuk ke kamar dan bersiap-siap. Dan mereka sedang berada di ruang ganti dan sedang memilih baju-baju
“din” panggil naila
“apa?” tanya dinda
“pake baju yang mana nih?” tanya naila
“yang simple aja yuk” ajak dinda
“yaudah yang ini aja” kata naila sambil memperlihatkan baju pilihannya.
“yaudah ok” balas dinda
Dan akhirnya mereka sudah siap dan sekarang mereka lagi duduk di balkon kamar dinda karena kata bunda tamunya belum datang.
Angin malam yang dingin dan sepoi-sepoi membuat mereka betah untuk didalam kamar dan tak ingin keluar kamar. Sampai pada akhirnya pintu gerbang dibuka ada sebuah mobil mewah masuk ke pekarangan rumah zuhairy family.
“ehhh din itu bukan sih tamunya?” tanya naila
“mungkin” jawab dinda
“tunggu aja nanti pasti bunda suruh turun” lanjutnya
“ok gw masih bisa stalking ig dulu” kata naila kembali memainkan ponselnya.
__ADS_1
Diruang keluarga
“maaf tuan nyonya tamu nya sudah datang” kata bi wina sambil membungkukan badannya sedikit
“iya bi, makasih” ujar ayah abdul
“saya permisi kebelakang dulu” pamit bi wina
Setelah bi wina pergi, tuan rumah pun menyambut hangat tamu special mereka.
“assalamualaikum” salam papi hendrik dan mami hasna
“waalaikumsalam” sahut ayah abdul dan bunda ara
“apa kabar brother?” tanya papi hendrik sambil menyalami ayah abdul dengan gaya pria
“alhamdullilah baik, kamu sendiri apa kabar drik?” ucap ayah abdul sambil menyudahi salaman mereka
“alhamdullilah baik juga” jawab papi hendrik
“kita dicuekin ya na” seru bunda ara yang sedari tadi melihat suaminya sibuk menyalami tamunya
“iya nih ra” sahut mami hasna
“gak gitu dong bun” ujar ayah abdul
“bercanda yah, yasudah mari duduk dulu silahkan diminum teh nya” ujar bunda ara ramah
“makasih ra” ucap mami hasna
Setelah papi hendrik dan mami hasna meminum teh. Bunda ara pun bertanya tentang anak mereka kenapa tak ada disisi mereka.
“loh na anak kamu gak ikut?” tanya bunda ara
“maaf ra dia nyusul karena masih ada meeting” jawab mami hasna merasa tak enak
“udah gapapa na” sahut ayah abdul
“iya gapapa kok” kata ayah abdul
“yasudah kita mulai saja pembicaraan kita tentang menjodohkan anak kita bagaimana?” tanya papi hendrik tak sabar
“ok baik, aku mempunyai anak perempuan ia seorang dokter di rsud yoygyakarta ia baru saja S2. Dia belum tau tentang ini aku hanya takut dia merasa kecewa terhadap kami selaku orangtuanya” ujar ayah abdul
“kita bisa bicarakan baik-baik dul” kata papi hendrik
“yasudah kita serahkan aja keputusan ini sama anak kita masing-masing” kata bunda ara
“ini sudah memasuki waktu makan malam sebaiknya kita makan dulu bagaimana?” tanya bunda ara
“boleh saja” sahut papi hendrik
“anakmu bagaimana hana, apa masih lama?” tanya bunda ara lagi
“dia masih lama sebaiknya kita saja yang makan malam bersama” jawab mami hasna
“bun, panggilkan dinda dan naila” ujar ayah abdul
“iya yah” kata bunda ara. Setelah itu bunda ara pun menuju lantai dua ke kamar putri nya.
“loh dul, naila bukannya anaknya devan kok ada disini?” tanya papi hendrik bingung
“iya devan dan baby sedang ke luar kota, naila menginap disini” terang ayah abdul
“oh begitu” seru papi hendrik yang dibalas anggukan kepala ayah abdul
“mari kita ke ruang makan” ajak ayah abdul
__ADS_1
“ayo” sahut papi hendrik
Akhirnya mereka ke ruang makan menunggu bunda ara, dinda, dan naila.
Dikamar dinda
Tok...tok..tok
“dinda naila” panggil bunda ara
“iya bun, bentar” sahut dinda dari dalam
“yuk nai” ajak dinda
Ceklek...
“wow kalian cantik sekali” puji bunda ara
“makasih bunda” jawab dinda dan naila dengan senyuman cantik mereka
“yasudah kita sudah ditunggu diruang makan” ujar bunda ara
“hhhmm” dehem dinda
Mereka pun menuruni anak tangga satu persatu dan sampailah diruang makan
“selamat malam om tante” sapa dinda dan naila
“selamat malam” sahut papi hendrik dan mami hasna
“oh yaampun kalian cantik sekali sayang” puji mami hasna
“makasih tante” kata dinda dan naila
“ini dinda ya?” tanya papi hendrik pasalnya ia sudah lupa dengan wajah dinda karena dulu terakhir ketemu saat dinda sd dan sekarang sudah berubah dratis. Dinda maupun naila memang cantik dan sekarang mereka couple baju jadi membuat mereka berdua seolah-olah kembar.
“iya om aku dinda” jawab dinda
“ini naila” kata dinda memperkenalkan naila
“oh yaampun kalian ini seperti kembar” seru mami hasna
“hahahhah” tawa ringan ayah abdul dan bunda ara. Sedangkan dinda dan naila saling pandang dan melemparkan senyum cantik nan ramah mereka.
“kamu bisa aja na” kata bunda ara
“yasudah mari kita makan” kata ayah abdul
Dan mereka pun akhirnya menyatap makanan yang tersaji dengan lahap dan setelah selesai mereka menunggu anak papi hendrik dan mami hasna di ruang keluarga.
***
Mobil papi hendrik dan mami hasna
Penampilan dinda dan naila seperti kembaran
***
Hay guys author balik lagi nih🙌🙌🙌
Jangan lupa like komen favorit vote dukung terus authornya terimakasih readers.
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya “DENDAM YANG SALAH”, “CINTA ANAK MOTOR” dan “DEAR CALON IMAM”.
__ADS_1
.
.