
dinda dan naila sudah diberitahu tentang kembali bekerja. Kini mereka sedang sarapan, hanya ada gentingan sendok dan garpu karena di rumah keluarga zuhairy menetapkan adat turki jadi wajar jika mereka taat akan agama dan mengikuti semua ajaran agama.
“dinda” panggil ayah abdul
“iya yah” sahut dinda
“kamu nanti berangkat bareng sama naila apa sama bunda?” tanya ayah abdul
“loh kok sama bunda kan beda arah yah” seru dinda
“bunda kan bekerja di rsud itu berarti tidak searah dengan rumah sakit zuhairy” lanjutnya
“yasudah nanti bunda berangkat sama ayah saja” ujar ayah abdul sambil menaik turunkan alisnya membuat dinda merasa aneh
“ayah tumben seperti ingin menggombalin bunda” ledek dinda
“biar muda kembali” sahut ayah abdul
“apa yang muda coba yah, sudah kepala lima juga” sahut bunda ara
“hhahahahaahhah” tawa naila dan dinda
“benar tuh yah kata bunda” seru naila
“hooh bener nai” seru dinda
“nanti dinda bareng nai aja yah” ucap dinda
“yasudah lagian searah kan?” tanya ayah abdul
“iya” jawab dinda
“ya udah kita berdua pamit ya assalamualaikum” pamit dinda dan naila
“waalaikumsalam” jawab ayah dan bunda
Setelah itu dinda dan naila berangkat menggunakan mobil dinda. Di dalam mobil naila yang menyetir karena nanti ia akan membawa mobil ini. Karena perusahaan marveen grup melewati rumah sakit zuhairy terlebih dahulu sebelum akhirnya sepuluh km baru sampai.
“nai” panggil dinda
“apa?” tanya naila tetap fokus sama jalanan
“kayra?” tanya dinda yang membuat naila yang tadinya bingung menjadi paham
“lo chat aja tuh kay” jawab naila
“ok” seru dinda
~roomchat dinda dan kayra on~
kay, lo ntar ngajar gak? ~dinda
maksudnya? ~kayra
gw sama nai sekarang lagi otw kembali bekerja. Tadi pagi ayah bilang kalo gw bakalan kerja jadi dokter di rs zuhairy sedangkan naila disuruh papi ke perusahaan buat ngecek sambil belajar memahami perusahaan ~dinda
gw gak tuh ~kayra
coba lo tanya deh sama papa, lo pasti bosen kan? ~dinda
ok! Yaps bener banget ~kayra
yaudah bye ~dinda
bye ~kayra
~roomchat dinda dan kayra off~
“gimana?” tanya naila
“dia lagi nanya ke papa katanya dia gak disuruh kek kita” jawab dinda
“yaudah dikit lagi sampe” ucap naila
“ok” seru dinda
Dan kini mobil mereka memasuki parkiran rs zuhairy, saat dinda dan naila turun dan masuk ke dalam mereka langsung disambut oleh dokter perawat dan pegawai lainnya. Kini dinda dan naila sudah berada di ruangannya dinda.
“wiih, enak nya jadi dokter” ledek naila
“jadi desaigner juga enak” sahut dinda
“iya, yaudah gw cabut ya ntar takut pegawai papi nungguin” ujar naila
“yaudah hati-hati ntar gw chat kalo mau pulang” ucap dinda
“iya siap” kata naila
Setelah itu naila pun melajukan mobil menuju ke marveen grup, dan benar apa yang tadi naila katakan. Para pegawai sudah menunggunya. Sekarang baik naila maupun dinda sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dinda sebagai dokter anak dan naila sebagai penerus marveen grup yang bergerak di bidang properti, dan entertaiment.
Sedangkan kayra sedang bersiap-siap untuk pergi mengajar sebagai dosen di UNPAD mengikuti mama fayza. Sekarang kayra sedang melakukan pekerjaannya sebagai dosen. Sebenarnya para mahasiswa tidak memperhatikan apa yang diajarkan oleh kayra mereka lebih memperhatikan kecantikan dosen baru mereka hingga akhirnya mendapatkan teguran dari kayra.
“kalian memperhatikan saya tidak sih!” ujar kayra tegas
“memperhatikan hanya yang perempuan, yang lelaki tidak” sahut salah satu mahasiswi yang akhirnya mendapatkan pelototan dari semua mahasiswa
“oh gitu” sahut kayra
“dengar baik-baik nya saya sudah mempunyai calon suami jadi tolong jaga mata kalian, itu akan menimbulkan zina mata paham!!!” ujar kayra tegas. Ya kayra berbohong karena ia yakin jika keterusan mahasiswa selalu memperhatikannya yang ada dia akan di pecat menjadi dosen. Dulu dia guru di SMP yang dia ajar masih dibilang labil tetapi beda dengan sekarang yang dia ajar sudah memasuki usia dewasa.
“iya maaf bu” sahut semua mahasiswa
“kali ini saya maafkan tapi lain kali tidak lagi” kata kayra
“iya bu” sahut semua mahasiswa
Dan kini sudah memasuki waktu makan siang, DNK sedang istirahat.
~roomchat DNK on~
Makan saing bareng yuk ~kayra
Siang kay siang bukan saing ~naila
Hehehehheheh ~kayra
Ya udah yuk ~naila
Dinda mana nieh? ~kayra
Entah ~dinda
Nah ini nih muncul juga ~naila
Ya udah yuk dimana nih? ~dinda
Tempat biasa aja yuk ~kayra
Ok! ~dinda
Lo dijemput gak din? ~naila
Gw naik taksi aja nai ~dinda
Emangnya tadi kalian bareng? ~kayra
Iya semalam sampai seminggu ke depan gw nginep di rumah dinda, papi dan mami lagi ke luar kota ~naila
Oh gitu ntar gw ikutan nginep boleh gak? ~kayra
Boleh lah ~dinda
Iya kan lo sahabat kita juga kay ~naila
Jangan lupa bawa daftar kdrama kay ~dinda
__ADS_1
Wokeh ~kayra
Otw ~naila
Sama ~kayra
Siap-siap ~dinda
~roomchat DNK off ~
Saat ini dinda sedang berjalan di koridor dan dia selalu di sapa oleh semua orang disana dan selalu dibalas dengan senyuman cantiknya. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.
“dinda” panggil seorang dokter pria
“iya” sahut dinda memutar balik tubuhnya untuk menghadap ke dokter itu
“masih ingat gw?” tanyanya
“siapa?” tanya balik dinda
“lo lupa sama gw” seru dia sambil mengacak-acak rambut dinda dengan lembut
“ehh, siapa sih sorry gw lupa” balas dinda
“gw leon sahabat smp lo dulu” seru dia
“oh leon yang duduk sebangku sam gw, yang sering buat gw kesel gara-gara lo bajak wifi gw” sahut dinda
“hahahaha” tawa renyah leon
“baru inget?” tanyanya
“hmm” balas dinda dengan anggukan kepala nya
“lo udah balik?” tanya leon
“udah dari kemarin” jawab dinda
“sekarang lo jadi dokter disini dan netep disini?” tanya leon lagi
“iya” jawab dinda
“lo mau kemana? Makan siang?” tanya leon lagi
“iya” jawab dinda
“ngobrolnya sambil jalan yuk” ajak leon sambil menggenggam tangan dinda, dan tidak di tolak dinda karena memang dari dulu leon sering menggenggam tangannya dan sudah di izinkan oleh keluarga dinda tapi dengan satu syarat yaitu tidak kelewatan batas.
“oh ya lo mau makan siang sama siapa?” tanya leon lagi
“sama naila dan kayra” jawab dinda
“gw ikutan boleh gak?” tanya leon lagi dan lagi
“boleh” sahut dinda
“ya udah naik mobil gw aja yuk” ajak leon
“ya udah” seru dinda
Mereka pun langsung masuk ke mobil dan menuju ke resto langganan mereka sejak berada di bandung. Tak butuh waktu lama mereka telah sampai dan sudah ditunggu oleh naila dan kayra.
“assalamualaikum” salam dinda dan leon
“waalaikumsalam” sahut naila dan kayra
“ingat gw gak nih?” tanya leon saat sudah duduk dan menunjuk dirinya
“lo siapa?” tanya naila
“masa lo gak ingat” seru dinda
“gak” kata naila
“lo leon sahabat smp kita kan” seru naila
“yang di amsterdam dulu” seru kayra
“yang pindah ke indo ninggalin kita” seru naila
“gak ngasih kabar” seru kayra
Sedangkan leon hanya terkekeh melihat naila dan kayra, menurutnya mereka tak pernah berubah hanya saja mereka tak lagi ingin terlalu dekat dengan pria dan menjalin hubungan.
“udah ingat” kata leon
“udah” ucap naila
“sama” kata kayra
“oh ya lo kok bisa bareng sama dinda?” tanya naila
“jadi gw tuh pindah ke indo karena ortu gw harus nerusin perusahan mendiang kakek gw jadi gw pindah ke indo dan setelah gw S1 kedokteran, gw ditawarin kerja di rs zuhairy sama om abdul yaudah gw terima aja terus om abdul sering ngasih tau gw tentang kalian jadi gw tau kalau hari ini dinda bakalan masuk kerja di rs zuhairy tapi dari tadi pagi gw sibuk karena ada pasien terus ya udah pas lagi kosong gw nyari dinda nah ketemu deh, ya udah gw ngobrol-ngobrol sama dinda habis itu gw ngikut dia buat ketemu sama kalian” jelas leon
“berarti sekarang kita udah bisa bareng lagi dong” seru kayra yang dibalas dengan anggukan dan senyuman dari sahabatnya.
“gw tadi udah pesenin makanan” ujar naila
“makanannya apa?” tanya dinda
“kita samain kok, ayam bakar madu sama minumannya es teh jeruk” jawab naila
“pesen berapa?” tanya leon
“tiga” sahut kayra
“ya udah ntar gw pesenin yang sama” ucap leon
“permisi, silahkan dinikmati kak” ujar pelayan
“teh, nambah satu lagi ya samain aja menu nya” ujar dinda
“baik silahkan ditunggu kak” ujar pelayan
“kita makannya bareng aja ya” kata kayra
“ok” kata naila
Sambil menunggu makanan leon, mereka semua berbincang-bincang di selingi canda tawa. Bagi mereka ini adalah momen yang mereka rindukan karena mereka sudah hampir sepuluh tahun tidak bertemu dan kini mereka kembali di pertemukan. DNK memang mempunyai sahabat cowo tapi hanya beberapa saja termasuk leon dan riski, kalau leon sudah sangat dikenal oleh keluarga mereka tetapi beda dengan riski yang belum dikenal oleh keluarga mereka.
Dan tak lama pelayan mengantarkan pesanan leon setelah itu mereka langsung menyatap makanannya dan setelah selesai mereka masih berbincang karena masih ada beberapa menit lagi untuk mereka kembali ke pekerjaan mereka.
Tanpa mereka sadari ada tiga orang pria yang mengawasi mereka yang tak lain adalah bagas, adrian, dan akbar. Mereka sedari tadi menahan rasa cemburu karena melihat DNK tertawa dengan lepas bersama dengan leon. Adrian sudah balik lebih awal dikarenakan dia mempunyai rencana untuk melamar seorang wanita pujaan hatinya. Maka dari itu dia pulang lebih awal dan dia ingin menjemput dinda sebagai tanda selamat bekerja untuk dinda. Adrian baru saja pulang dan langsung bertemu dengan sahabatnya.
Berbeda dengan bagas ia bingung sebenarnya kalau dia dekat dengan dinda ada rasa nyaman sama dengan akbar yang selalu merasa nyaman dengan naila tetapi mereka masih ragu dengan perasaan ini dan seperti sekarang mereka bingung kenapa mereka seolah-olah cemburu atas kedekatan naila dan dinda dengan leon. Pasalnya bagas menerima perjodohan karena permintaan orangtuanya sedangkan akbar dia hanya menganggap naila itu adalah sahabat adiknya.
Ya DNK memang bersahabatan dengan adiknya akbar karena kevin dekat dengan adiknya akbar jadi mereka sering bertemu.
Kini DNK dan leon sudah ingin balik ke tempat kerja masing-masing, tiba-tiba ponsel dinda berbunyi menandakan ada pesan masuk, dinda pun langsung membuka pesan itu ternyata yang mengiriminya adalah adrian.
Ting...
Bang adrian
Temuin abang di taman!
Send a lokasi
Sekarang!
Anda
Iya!
“siapa din?” tanya leon
__ADS_1
“abang” jawab dinda, yang dimengerti oleh sahabatnya.
“kenapa bang adrian?” tanya naila
“ketemuan” jawab dinda
Baru saja kayra ingin bertanya ponsel dinda kembali berbunyi dan ada pesan lagi dari bang adrian
Ting...
Bang adrian
Ajak sahabat kamu
Naila dan kayra
Anda
Buat apaan dah bang?
Bang adrian
Turutin aja bisa kan!
Anda
Bukannya abang lagi tugas?
Kok ngajak ketemuan sich?
Bang adrian
Bisa kamu turutin pesan abang!
Dinda!
Anda
Abang kenapa sih?
Dinda kan cuman nanya
Kok sewot banget😒
Bang adrian
Datang ke taman sekarang juga!
Anda
Dinda gak mau! Kalau abang gak ngasih tau mau apa!
Dinda ada jadwal pasien kontrol! Naila harus ketemuan sama klien! Kayra ada jam ngajar!
Kita gak akan datang
Bang adrian
Kamu ngelawan abang din?
Kamu datang ke taman sama sahabat kamu atau abang bakalan nyuruh anak buah abang untuk bawa kalian ke taman!
Anda
Iya bawel!
Dinda malas sama abang😠
Bang adrian
Thanks
Pesan terakhir dari adrian membuat dinda kesal dan mengehela nafas dengan kasar. Sahabatnya hanya bisa menahan tawa mereks tau pasti dinda mencoba menolak ajak adrian tetapi adrian akan mengancamnya.
“udah din?” tanya leon
“udah” jawab dinda
“yuk ke rs lagi” ajak leon sambil mengenggam tangan dinda dan semua itu tak lepas dari pandangan ketiga pria yang sedang menahan dirinya agar tidak bertindak.
“gw bareng sama naila dan kayra aja nyon” ucap dinda
“loh kenapa?” tanya leon sambil melepaskan genggamannya dan menghadap ke dinda
“gw mau hangout dulu bentar terus abis itugw mau ketemu sama bang adrian dulu” jawab dinda
“oh yaudah gw balik duluan” pamit leon sambil mengacak-acak pelan rambut dinda. Leon memang lebih dekat dengan dinda maka dari itu dia sering melakukan hal yang kalau dibilang orang seperti pacar atau sepasang kekasih yang so sweet.
“hati-hati” seru dinda
Leon hanya menanggapi dengan senyuman, tadinya dia ingin ikut bertemu dengan adrian tapi karena hari ini ada jadwal pasienya chek up dia pun mengurungkan niatnya. Dan setelah leon pergi ketiga pria itu langsung beranjak menuju ke taman, hal itu dilakukan juga oleh DNK
Sesampainya ditaman DNK dibuat bingung karena disana ada adrian dan kedua sahabatnya. DNK langsung menghampiri ketiga pria itu yang sedang duduk nyantai.
“assalamualaikum” salam DNK
“waalaikumsalam” sahut ketiga pria itu
“abang udah pulang dari dinas kok gak bilang dinda sih” kesal dinda
“kenapa? Emangnya wajib bilang ke kamu?” sahut adrian dengan melontarkan pertanyaan yang membuat dinda ingin mencabik-cabik abangnya.
“duduk!” titah adrian
DNK hanya menuruti karena kalau mereka liat ketiga pria itu seperti menahan amarah.
“tadi siapa yang cowo?” tanya adrian the point
“leon” jawab dinda santai
“ngapain dia ngacak-ngacak rambut kamu?” kali ini bagas yang bertanya
“dia sahabat dinda” jawab dinda dengan nada santai lagi dan membuat ketiga pria itu semakin menahan amarahnya.
“kalian kenapa?” tanya dinda, yaps dari tadi hanya dinda yang membuka suara sedangkan naila dan kayra hanya diam karena mereka takut dengan ketiga pria itu. Naila dan kayra sama dengan dinda tak tau apa masalahnya yang membuat ketiga pria itu menahan amarahnya.
“kamu masih nanya din” kata adrian
“emang dinda gak tau kok” ujar dinda
“kamu masih gak tau” kata adrian
“ya gimana dinda mau tau dan masih nanya. Dinda gak ngerti bang. Abang kan kata bunda lagi ada tugas dadakan diluar kota dan sekarang udah balik terus ngajak ketemuan tapi dinda harus ngajak naila sama kayra dan sekarang ada kak bagas sama kak akbar, dinda gak ngerti bang. Abang jelasin sebenarnya kalian ini kenapa kayak orang lagi nahan amarah aja” tutur dinda
“kita cemburu” seru ketiga pria itu
🍃🍃🍃
Style kerja DNK
***
Kira-kira ketiga pria itu cemburu kek gimana ya?
Hay guys author balik lagi nih 🙌🙌🙌
Jangan lupa like komen favorit vote dukung terus authornya terimakasih readers.
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya “DENDAM YANG SALAH”, “CINTA ANAK MOTOR” dan “DEAR CALON IMAM”.
.
.
__ADS_1