
"Ya Allah, kenapa Tio tidak menghubungiku? Aku benar-benar berharap dihubungi dia malam ini. Lelaki itu benar-benar membuatku takbisa tidur nanti." Gerutu Yola sambil menata posisi untuk istirahat sejenak sambil menunggu sholat Isya berjamaah dengan bi Tati nanti.
Yola teringat Nita. Ia lalu memegang figura fotonya bersama Nita. Keduanya tampak bahagia. Ia jadi teringat masa kecilnya yg asyik main di kebun belakang rumahnya saat musim hujan. Ia mengambil beberapa bunga mawar untuk di untai kelopaknya dan ditaburkan mahkota bunganya.
Yola tidak pernah pandang bulu berteman denan siapapun, Ia bahkan dermawan pada teman-temannya, meskipun tidak ada yang mengajsrinya untuk mudah berbagi dengan siapapun. Nuraninya selalu berkata, "Bagaimana jika aku yang ada di posisinya? Kekurangan uang saku dan harus berjualan makanan di kantin sekolah?" Hal itu yang membuat derma nya tulus adanya.
Nita yang yatim piatu dan sering dibicarakan para tetanngganya sebagai benalu Yola itu selalu menolak pemberian Yola. Sehingga ia dan bi Tati bekerja sama untuk menjual gorengan di kantin sekolah, meskipun Yola berkali-kali melarangnya.
Yola tiba-tiba meneteskan air mata saat mengingat Nita adalah wanita tangguh yang pernah Yola kenal.
"Seandainya kita tidak terlihat seperti saudara, mungkin kamu masih hidup, Nit. Karena Danu berniat mencelakaiku, malah kamu yang kena celakanya." Lirih Yola.
Yola memang meminta orang untuk memata-matai Danu serta meminta informasi mengapa Danu menabrak Nita. Yola tercengang saat tau kalau sebenarnya Danu saat itu ingin membunuh dirinya.
"Mungkin juga kamu bisa dengan leluasa mencintai Danu, atau mungkin kalian bisa menikah, Nit jika kau tak mengenaliku. hiks hiks." Isak Yola.
"Aku tidak menyalahkan cintamu, Nit. Aku tahu sebenarnya Danu mungkin orang yang baik. Ia hanya berniat balas dendam kepada keluargaku terutama kakeku. hiks hiks." Lirih Yola tersedu-sedu.
Yola lalu menemui bi Tati untuk segera sholat Isya berjamaah dan ingin mendoakan Nita. Merekapun sholat berjamaah.
Usai sholat bi Tati menyediakan makan malam untuk Yola. Cumi cah kangkung kesukaan Yola dan Nita. Namun Yola makin sedih dan memilih pergi meninggalkan bi Tati.
Yola termenung di dalam kamarnya. Bingung dengan perasaannya terhadap Tio, sedih teringat Nita, dan geram pada Danu. Yola lalu meraih ponselnya.
"Apa aku hubungi Tio aja ya? Ah jangan lah, harus jaim dong." batin Yola. "Tapi aku ingin tau dia udah sampai apartemennya atau belum?" sambungnya.
__ADS_1
Teringat apartemen Tio, Yolapun teringat dokter wanita kenalan Tio yang merawatnya waktu itu. Tio menceritakan keakrabannya dengan dokter Fani.
"Apa dokter Fani itu kekasih Tio ya? Buktinya mereka sedekat itu." Ucap Yola lalu menarik selimutnya.
Pukul 22.22 Tio baru sampai di apartemennya. Ia merasa lelah setelah diskusi dengan Danu yang selalu berusaha menjatuhkan Yola. Awalnya Tio bersekutu dengan Danu untuk menjatuhjan Yola. Tapi setelah mengenal Yola selama dua hari, Ia merasa kasian dengan kehidupan Yola.
Tio kepikiran dengan Yola yang menjadi sasaran Danu. Ia merasa Danu sudah sangat keterlaluan. Jika yang salah kakeknya, kenapa Yola yang harus menerima akibatnya? Menurut Tio ini tidak adil.
Saat Tio menyatakan ketidak adilannya pada Danu, Danu malah merasa jika Tio adalah kekasih Yola. Tapi Tio diam saja tanpa perlawanan saat Danu menganggapnya sebagai kekasih Yola. Karena bagi Tio, Yola juga memiliki kehidupan yang menyedihkan. Jika perlu Tio ingin berada di sampingnya untuk melindungi Yola.
Tio tau bahwa Yola yatim piatu sejak Lahir, bahkan dirawat seorang asisten rumah tangganya karena kakeknya ada urusan di luar negri hingga akhirnya pesawat yang ditumpanginya hilang kendali, dan kakek Yola ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Mungkin itu jawaban dari doa-doa buruk keluarga Tio yang sangat membenci kakek Yola.
Tio lalu membuka ponselnya berharap ada pesan dari Yola. Namun tidak ada satu pesanpun dari Yola.
"Ah apa iya ya? Jaman sekarang masih musim surat menyurat? bukankah sekarang lebih canggih?" Gumam Tio yang kembali meletakkan ponselnya. "Lalu, apa aku ini sedang cemburu? Atau justru aku rindu?" Tio tertawa kecil lalu menuju kamar mandi.
Tio bergegas mandi dan membenamkan kepalanya ke dalam selimut. Beruntung ia sudah menunaikan sholat Maghrib dan Isya di perjalanan pulang.
"Aku akan membuat perumpamaan." Kata Tio sambil memandang langit-lagit kamarnya. "Jika Yola menghubungiku malam ini atau besok pagi, berarti aku masih memiliki harapan untuk mendekatinya. Tapi jika tidak bagaimna?" Ucap Tio tertahan. "Ya aku saja yang menghubungi, jadi aku tetap memiliki harapan untuk mendekatinya. hahaha" sambungnya sambil tertawa kecil
Tio yang tidak bisa tidur akhirnya meraih ponselnya dan membuka pesan chat pada nomor Yola.
Tio berkali-kali mengetik, tapi ia juga betkali-kali menghapusnya.
"Ah sudah malam, sepertinya dia sudah tidur. Besok sajalah." ucap Tio lalu meletakkan ponselnya di nakas.
__ADS_1
Di rumah Yola merasa kesal karena tak ada kabar dari Tio. Perut Yola tiba-tiba merasa kelaparan. Ia lalu ke dapur dan minta disajikan makanan bi Tati.
Bi Tati tersenyum akhirnya Yola mau makan. Tanpa bertanya macam-macam, bi Tati menemani Yola makan lalu membersihkan bekasnya.
"Bi, besuk bangunin Yola buat Subuh berjamaah ya." pinta Yola.
"InsyaAllah siap, Non!" Seru bi Tati.
Yola tak menyadari ada satu pesan masuk ke ponselnya.
Ia lalu kembali ke kamarnya dan meletakkan ponselnya di nakas.
"Sudah jam berapa sekarang? Bahkan aku belum mengantuk sama sekali." Gumam Yola sambil membuka ponselnya kembali. Karena jam dindingnya ia percepat sehingga ia memilih untuk membuka ponsel ya saja.
"23.07 sudah larut ternyata" gumam Yola. "Eh tunggu, aku tidak salah baca kan? sambungnya sambil mengucek matanya. " Ini benar dari Tio!" Seru Yola kegirangan.
Yola lalu membuka pesan Tio dengan semangat, Namun berujung kecewa, karena Tio hanya mengirim tanda baca "." saja.
Yola yang merasa ada celah untuk mendekati Tio pun lalu membalas pesan Tio.
Sama dengan Tio. Beberapa kali ia mengetik beberapa kali pula ia hapus. Hingga Yola merasa matanya sudah sangat berat dan membalas pesan Tio tanpa ia sadari.
Yola pun tertudur dengan kondisi masih memegangi ponselnya.
Tio yang merasa ponselnya bergetar lalu meraihnya dan membuka notifikasi. Mata Tio terbelalak melihat jawaban Yola pada chat "." yang tak sengaja Tio kirimkan.
__ADS_1