Uang Tambahan

Uang Tambahan
Love You Istriku


__ADS_3

Yola yang dari tadi memeriksa kerjaanya sambil sesekali melihat Tio tertidur, akhirnya mulai menjamah amplop merah muda milik kakeknya.


Ia mulai membuka amplop tersebut dan membaca isinya.


"Apa ayah benar-benar tidak membaca lima amplop dari kakek? Sesibuk itukah ayah? Ayah payah. Harusnya ayah yang menjalankan amanah kakek, malah aku yang kena. Apa aku pura-pura tak membukanya ya? Kan biar aku bisa menikmati hidup seperti ayah tanpa beban dari kakek." Batin Yola.


Surya, Anakku tersayang...


Apa kau sudah membuka amplop hitam dari ayah? Bukalah terlebih dahulu sebelum kau buka amplop yang lain.


Ayah menitipkan amanah yang benar-benar harus kau jalankan, Nak. Demi almarhum ayah ibumu kelak, Nak. Ayah ucapkan terima kasih banyak kamu telah menjalankan amanat ayah di amplop hitam.


Sesuai warna amplop ini, ayah ingin menuliskan kebahagian antara ayah dan ibumu. Ya. Betul sekali. Kelahiranmu adalah sesuatu yang sangat membahagiakan kami.


Lima tahun kami menanti seorang momongan. Dengan penghasilan seadanya ayah upayakan untuk periksa ke dokter apa yang terjadi dengan ayah dan ibu, sehingga kami belum juga diberi momongan. Hasilnya selalu Nihil. Karena memang tidak ada masalah dengan organ reproduksi ayah maupun ibumu. Memang ini masalah waktu. Bukan ayah yang mau tapi Allah yang tahu.


Setelah ibumu hamil, selama hamil, dan hampir melahirkanmu, Ayah benar-benar menjadi pria yang dzolim. Karena ayah selalu kurang dalam mencari nafqah. Ayah tidak bisa memenuhi keinginan atau ngidamnya ibumu. Ayah tetap berjuang dan mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak ayah pikirkan, seperti yang Ayah ceritakan di amplop hitam yang mungkin sudah kau baca.


Ayah sangat menyayangi kalian. Alhamdulillah kamu lahir dengan selamat. Ayah menemani ibumu saat melahirkanmu. Sungguh pengorbanan ibumu sangat luar biasa. Pembukaan demi pembukaan Ayah taksanggup menjabarkan. Hingga akhirnya kau keluar dengan tangismu. Ayah lalu mengecup kening ibumu lega dan menangis haru bahagia "Love You Istriku" sudah melahirkan anak kita.


"Kakek so sweet bangeeet" Batin Yola yang tersenyum bahagia sambil melanjutkan membaca.


Tio terbangun dan tak sengaja melihat Yola yang tampak tersenyum membaca surat berwarna pink dengan amplop yang serupa.


"MasyaAllah cantik sekali bu Yola. Sepertinya ia sedang berbunga-bunga membaca surat dari kekasihnya." Batin Tio menikmati kecantikan Yola yang natural sambil menata diri agar duduk dengan sopan. Karena ia tak sadar tertidur di sofa.


Melihat Tio yang mulai bergerak, akhirnya Yola bersuara. "Tio, Kau tadi tertidur jadi aku tidak jadi meminta bantuanmu. Kerjaanku sudah selesai."

__ADS_1


Baru saja Tio hendak bangun dan ingin pamit, tapi ditahan Yola.


"Kamu mau kemana? Makanlah dulu. Aku sudah membeli makanan serba dua porsi untuk kita." ujar Yola tersenyum mempersilakan Tio duduk kembali.


Tio mengikuti perintah Yola. Merekapun makan tanpa suara.


"Bu, maaf ya, saya jadi tak enak. Kenapa saya malah enak-enakan tidur di ruangan atasan saya, sekali lagi saya minta maaf ya, bu." ucap Tio lirih.


"Ah tidak apa-apa. Anggap saja aku sedang membalas jasamu kemarin." Jawab Yola sambil merapikan bekas makanan dan membuangnya ke tempat sampah.


Tio yang melihat Yola membereskan bekas makannya langsung ikut bergegas membereskan.


Yola kaget karena di belakangnya ada Tio lalu terkilir kakinya kesleo. Sigap Tio menopang tubuh Yola. manik mata mereka saling beradu seakan saling mengagumi ketampanan dan kecantikan satu sama lain.


"Aduh kakiku, Tio" Jerit Yola kesakitan


"Ya Allah maaf kan saya, Bu. Sungguh saya tidak bermaksud mengagetkan anda, apalagi membuat anda kesleo seperti ini." Ucap Tio yang merasa bersalah.


"Ada apa denganku hari ini ya Allah, sudah tidur di ruangan bos, merepotkan dengan banyak makanan, sekarang membuatnya kesleo. Bukankah semalam aku berdoa untuk kebaikanku hari ini?" batin Tio seakan protes dengan Allah.


Tio lalu mencoba mengkejutkan syaraf pergelangan kaki dengan gerakan spontan seperti yang ia biasa lakukan untuk meringankan menghilangkan kesleo pada teman-temannya sebelumnya.


Tio lalu memegang ujung dan pangkal kaki Yola, dengan sekali gerakan menghailkan bunyi "kreteg" Yolapun berteriak. "Aaaaa..." nada tinggi lalu "aaa" nada rendah. menandakan usaha Tio berhasil dan kaki Yola sudah tidak sakit lagi.


Merasa tak enak hati, Tio lalu pamit pada Yola. Tapi Yola mencegahnya memegang tangan Tio. Namun Tio menepisnya, karena ia pantang bersentuan dengan yang bukan mahrom kecuali keadaan dhorurot.


"Maaf, Tio" ucap Yola yang merasa ditepis Tio "Kenapa memangnya jika memegang tangannya? bukannya dia sudah 2 kali menggendongku?" Dasar tak tau malu.

__ADS_1


"Bukan begitu bu, saya hanya tak biasa bersentuhan dengan lawan jenis, kecuali keadaan darurat." Jelas Tio.


"Ya, tak apa. Duduklah. aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Kata Yola sambil membuka hp nya.


"Apa kau kenal dengan orang ini?" Tanya Yola menunjukkan foto seorang bapak-bapak yang tidak lain adalah pak Wirawan.


"Dari mana bu Yola dapat foto ini? Beliau opa saya. ini foto persis yang terpajang di rumah oma. Jadi aku mengenalinya." Terang Tio tersenyum karena Yola mengetahui kakeknya yang dulu cukup sukses pada jamannya.


"Kalau ini?" Yola menunjukkan satu foto lagi.


"Ini Mas Danu yang ibu tempatkan di Kalimantan. Tapi kemarin aku sempet ketemu mas Danu di Jakarta." Terang Tio lagi.


"Apa dia saudaramu?" Tanya Yola penasaran.


"Iya. Mas Danu itu kakak kandung saya. Kami tiga bersaudara. Adik saya perempuan masih kuliah kedokteran. Kami bertiga cucu kakek Wirawan. Karena paman dan bibi tidak memiliki keturunan." Jelas Tio memperkenalkan keluarganya.


"Deg. Kenapa bukan Tio saja yang anak pertama? Kenapa harus Danu? Aku tidak mau menikah dengan Danu." batin Yola yang mulai khawatir dengan nasibnya.


"Bu Yola kenapa?" Tanya Tio penasaran karena tiba-tiba melihat Yola yang berkeringat padahal ruangannya dingin.


"Aku tidak kenapa-kenapa. Satu hal lagi yang ingin ku tanyakan. Karena sepertinya kamu sangat paham agama daripada aku." ucap Yola lalu menghembuskan nafas berat.


"Apa keluargamu sedang dalam keadaan baik-baik saja sepeninggal kakekmu?" ucap Yola tertahan. "Maksudku, dulu kan kakekmu sukses pada jamannya, lalu bangkrut, terkena serangan jantung lalu meninggal. Seperti itu cerita yang ku tahu. Apa kalian dalam keadaan baik baik saja?" Tanya Yola penasaran.


"Waktu itu saya belum lahir bu, tapi mas Danu sudah lahir. Sesuai cerita mas Danu, dia akan balas dendam kepada pihak-pihak yang membuat kakek bangkrut. Meskipun sudah kami ingatkan balas dendam itu tidak bagus untuk mental. Makanya dia sampai sekarang belum nikah. Benar-benar konyol abangku itu." Jawab Tio tertawa kecil


"Benar dugaanku tentang Danu." Batin Yola geram.

__ADS_1


__ADS_2