Uang Tambahan

Uang Tambahan
Amplop Hitam Roy Mahendra


__ADS_3

Yola speechless dan merasa malu karena semarah itu pada Wilda, asistennya.


Ia langsung membuka iphonenya dan melihat rekaman cctv untuk memastikan siapa yang berani mnyentuh koper hijaunya. Ia shock saat melihatdirinya menangis tersedu² saat Nita sedang dioperasi. Ia lalu fokus pada kopernya yang ternyata tergores cincinnya saat iya menangis sesenggukan sambil memukul-mukul sofa dan kopernya itu.


"Ternyata itu ulahku. Ah, syukurlah bukan orang lain yang menyentuhnya" gumam Yola nengukir senyuman.


Yola lalu membuka koper hijau itu dan membuka album foto kenangan ayah dan ibunya. Banyak sekali isi koper itu. Ada album foto, beberapa amplop warna-warni milik Kakek Yola, Roy Mahendra yang mungkin diwariskan untuk ayah Yola, serta brangkas kecil berisi perhiasan dan emas batang milik keluarga Yola.


Itu memang bukan seberapa dibanding kekayaan Yola sampai saat ini. Tapi iya merasa itu penting untuknya.


Setiap memperingati hari kematian ayah ibunya, Yola hanya melihat album foto ayah dan ibunya yang masih muda. Ia sangat bangga menjadi bagian dari keluarga Mahendra. Meskipun Yola merasa hampa tanpa kehadirannya. Sesekali Yola juga menimang-nimang perhiasan ibunya.


Selama ini Yola tidak pernah membuka amplop dari kakeknya. Yola merasa itu hanya milik ayahnya. Tapi kali ini berbeda. Tepat di hari ulang tahunnya pula yang ke 33 ini, Yola memberanikan diri membuka amplop dari kakeknya. Ada 5 warna amplop milik kakeknya. Merahddx muda, Jingga, Biru, Putih, dan Hitam. Semua amplop hanya tertulis nama kakeknya saja di bagian depan amplop.


Yola memberanikan diri untuk membuka amplop yang berwarna hitam Roy Mahendra. Namun tiba-tiba telpon di ruangannya berbunyi.


"Bu, pak Danu meminta acc berkas yang kemarin dikirim" ujar Wilda lewat sambungan telpon.


"Ya, akan ku acc. Pastikan Danu tidak melakukan kecuranga. Tolong periksa sekali lagi berkasnya. Jika ada yang janggal segera laporkan saya, paham?!" jawab Yola dengan tegas.


"Baik bu, akan saya periksa." patuhnya. "Bu, ini ada orderan wing food atas nama bu Yola." sambungnya.


"Tapi saya tidak merasa memesan makanan. Pastikan itu tidak beracun baru aku akan memakannya." Ketus Yola karena sepagi ini ada yang iseng dengannya.


"Tapi ini jumlahnya banyak, Bu. Sesuai jumlah karyawan di kantor. Saya pikir ibu yang memesan, karena bu Yola ulang tahun kan?" jawab Wilda pelan-pelan karena mengetahui bosnya sedang tidak baik suasana hatinya.


"Coba kau cari tau siapa yang mengirimnya. Aku akan ke luar untuk melihat makanannya." jawab Yola lalu memutus telponnya.


Yola meletakkan amplop hitam kembali ke koper dan menutupnya. Ia bergegas menuju ruang tengah untuk melihat kejutan ulang tahun baginya.

__ADS_1


"Siapa yang menyiapkan semua ini?" tanya Yola sembari menunjuk makanan yang ada di meja ruang tengah.


"Saya juga tidak berhasil menemukan pengirimnya, Bu, maaf. Semua ini dirahasiakan." Sahut Wilda tersenyum.


Beberapa jenak terdiam, ada yang membuka suara.


"Happy birthday, Yola, Happy birthday Yola, Happy birthday Happy birthday, Happy birthday, Yola." Danu menyanyikan lagu ulang tahun untuk Yola dan berjalan menuju ke arah Yola.


Semua mata tertuju pada Danu yang membawa kue ulang tahun spesial untuk Yola.


"Danu? Hah (menghela nafas berat), apa-apa an dia. Beraninya dia berbuat seperti ini. Aku tau kau licik dan sudah membunuh Nita." gumam Yola dalam hati.


"Aku akan berpura-pura baik padamu, dan jika nanti saatnya tiba, kau rasakan akibat dari perbuatanmu sendiri, Dan!" batin Yola.


"Oh tenyata pak Danu, iya pak Danu, sepertinya mereka akan berkencan" bisik-bisik para karyawan tapi tidak dihiraukan Yola.


"Danu? Kau merencanakan semua ini?" sapa Yola pura-pura tersenyum.


"Iya aamiin. Silakan kalian makan yang ada. Emm... tapi pastikan makanan itu tidak beracun!" ucap Yola yang membuat Danu tercengang. "Ha ha ha bercanda" Sambung Yola pura-pura tertawa.


"Semuanya halal dan dari resto terdekat. Jika nanti terbukti beracun, maka kita kroyok rame-rame aja resto itu." sahut Danu berusaha mencairkan suasana.


"Apa tidak sebaiknya bu Yola tiup lilin dulu and make a wish, baru kita menikmati hidangan? Rasanya tidak sopan jika kami menikamti hidangan mendahului, bos" ujar Wilda sang asisten.


"Iya, benar!" sahut karyawan bersamaan sehingga terasa menggema.


"Baiklah" ucap Yola pasrah.


Yola meniup lilin tanpa berdoa dan langsung memotong kue, memberikan suapan pertama pada Danu. Yola ingin memastikan bahwa kue yang Danu bawa memang tidak beracun.

__ADS_1


Danu memakan kue tersebut dan tidak ditemukan tanda-tanda keracunan. Yola menghela napas lega lalu meninggalkan Danu menuju ruangan pribadinya. sementata yang lain sedang menikmati hidangan yang tersedia.


"Syukurlah kalau tidak beracun. Danu, Kau harus membalas semua perbuatanmu!" lirih Yola.


Merasa diabaikan, Danu berlalu menemui Wilda dan menanyakan apakah berkasnya sudah di acc Yola atau belum. Sementara wilda masih asyik menikmati makannannya.


Danu ikut menyantap makanan supaya tidak dicurigai Wilda. Wilda menanggapi Danu dan mengatakan kalau Yola akan menunda acc sampai saya pastikan tidak ada kecurangan dari berkas Danu atau siapapun yang akan diacc bosnya itu.


"Sial. Bisa ketahuan kalau aku melakukan kecurangan. aku akan minta kembali berkasku pada Wilda dan mengatakan kalau aku salah berkas. Supaya Wilda tidak curiga." umpat Danu.


"Syukurlah kalau belum diacc. Boleh kuambil kembali berkasnya, Wil? Saya salah mengirim berkas. Sepertinya itu berkas yang lama. Karena berkas yang baru masih ada di kantorku." Danu mencoba beralasan.


"Baiklah, Pak. Akan saya ambilkan berkasnya sebentar." ucap Wilda meninggalkan Danu untuk mengambil berkasnya.


Yola yang keluar ruangan mengikuti langkah Wilda yang membawa berkas menuju ke arah Danu.


"Ini, Pak berkasnya." kata Wilda sambil menyerahkan berkas ke Danu.


"Makasih ya, Wil" jawab Danu tersenyum lega.


"Lho, kenapa dikembalikan, Wil, bukannya mau di acc?" Tanya Yola penasaran.


"Tidak jadi, Bu. Kata pak Danu, itu berkas Lama. Iya kan, Pak?" tanya Wilda meminta persetujuan Danu.


"Iya, benar. Berkas yang baru ternyata masih ada dikantor. sepertinya asistenku salah mengirimnya. Maaf, Bos" Lirih Danu berpura-pura.


"Alasan saja kau Danu. Kau takut ketahuan melakukan kecurangan bukan? Baiklah akan ku tunggu, sampai kau mempertanggung jawabkan perbuatanmupada perusahannku dan juga Nita." batin Yola.


"Yasudah, saya kesini karena mau ikut makan. Laper" ucap Yola sambil meraih satu box makanan di depannyadan berlalu meninggalkan mereka.

__ADS_1


Yola menikmati makananya karena memang lapar, dan menutup dengan puding favoritnya yang selalu bi Tati bekalkan untuk Yola.


Usai memakan makanannya ia teringat dengan amplop hitam kakeknya yang akan ia baca. Ia pun segera membereskan sampahnya dan menuju ke koper hijaunya. Ia benar-benar memantapkan diri untuk membaca tulisan kakeknya itu.


__ADS_2