
Liu chen Terus menghabisi para beast dan menampilkan terus menerus point' system..
Hingga akhirnya sebuah rauman galak terdengar.
Dan menampilkan singa besar dengan tinggi sekitar 12 meter. Dan menampilkan status taglhap suci puncak. Singa tersebut merupakan pemimpin dari kawanan yang di bantai Liu chen.
Semua hewan di sana telah habis tak bersisa..
"Och.. menarik.. system berapa yang ku dapat jika membunuhnya..
*Tuan mendapatkan point'system + 3.000.000
Dengan cepat Liu Chen mengeluarkan aura pembunuh yang pekat.. hingga membuat singgs itu terdiam membeku bahkan kelihatan kedua kakinya gemetar dengan hebat..
Tentu saja aura membunuh Liu Chen menjadi seperti itu karena banyak beast bahkan manusia sebelumnya yang dia bunuh..
"Slaasssssh.. sebuah pedang memenggal kepala singa.. dan itu ulah Liu Chen.. sesaat sia melihat genangan darah dari semua hewan yang dia bantai.. nampak muncul sebuah sifat Liu Chen yang berbeda.. dengan senyuman lebar dan memperlihatkan dirinya yang terbungkus darah..
"Warna darah adalah sesuatu yang menyegarkan mata sharingan ku.. gumam Liu chen.
Tanpa dia sadari sesosok pria bayangan dalam diri Liu chen tersenyum..
"Teruskan tak lama lagi kau akan menjadi milikku.. gumam pria
dia duduk di sebuah kursi, setelah mengucapkan itu sesosok itu menutup kembali matanya yang merah dengan 2 buah tanduk di jidatnya..
Liu chen mengumpulkan beberapa beast yang masih bagus untuk di simpan di inventori system dan aka di masak sewaktu waktu dia lapar..
"Ehh.. capek juga.. sambil mengelap keringat yang membasahi pipinya..
____________________
Di tempat lain sia Ying juga telah selesai dan berhasil mengumpulkan 5700 point' ujian..
Tapi sekarang sia ying sudah kelelahan bahkan sudah malas untuk bergerak..
__ADS_1
Sheng dal yang melihat itu memutuskan untuk menghubungi Liu chen untuk menjemput sia ying..
"Tuan kemari sepertinya nona sudah kelewatan dalam memakai Tenaga dalam.. akibatnya bahkan untuk mengerakkan kakinya untuk berjalan ia sudah tak mampu!! Sheng dal berbicara melalui telepati..
"Baiklah.. aku kesana..balas Liu Chen
Sambil memposisikan dirinya sia ying bersandar pada pohon. Dia merasakan badannya yang sakit di karena otot tubuhnya yang bekerja secara berlebihan.. tapi itu semua dia lakukan agar tak ketinggalan dari orang yang paling dia sayang..
Bahkan takut menjadi beban di masa depan
"Sia'er kenapa kamu memaksakan diri seperti ini..
Sebuah tangan merangkul pundak sia Ying yang bersandar di sebuah pohon..
tapi dia justru bukan kaget malahan dia langsung menyambut tangan itu dengan cepat dia merebahkan diri ke lengan yang merangkul pundaknya..
"Sia'er kita kembali ke gua ya.. aku belum membersihkan tubuhku sepenuhnya.. Liu Chen mengajak sia ying. Karena memang masih ada darah di beberapa bagian pakaiannya..
Dengan cepat Liu Chen mengaktifkan mata kamui
Mereka berdua tersedot dan langsung muncul di atas kolam air hangat tempat mereka mandi kemarin.. dengan posisi Masih sia Ying masih merangkul dan langsung tercebur ke kolam air hangat itu..
Karena kagetnya dia mencubit pinggang Liu chen.
"Agkhhh maaf sia ying.. aku lupa mengunakan telportasi tanpa aba aba..Liu Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
Tapi mereka belum menyadari mereka saling berpelukan di satu Kolam dengan posisi sia ying masih bersandar di bahu Liu chen..
"Ehmm.. Sheng dal jaga bagian luar gua ya..
Kode Liu Chen lewat telepati..
"Siap tuan.. sheng dal pun mengambil posisi berbaring di depan gua.. dengan membesarkan sedikit badannya....
"Liu Gege.. aku belum bisa mandi bahkan bergerak saja tanganku susah.. mandikan sia ying memelas dengan wajah memerah..
__ADS_1
Liu chen pun perlahan melepaskan satu persatu baju sia Ying dan memperlihatkan tubuh putih mulus.. dan lekukan tubuh Sempurna..
Tiba-tiba darah mengalir dari hidung Liu chen..
Sambil menggosok beberapa bagian tubuh..
Sebenarnya pusaka Liu Chen telah tegap menantang..
"Liu gege.. apakah menginginkan hal itu..tanya sia ying tapi dengan wajah lemas..
Sebenarnya Liu Chen ingin sekali bahkan sebenarnya dia sudah melakukan beberapa remasan di bagian bukit..
Tapi dia tidak tega karena melihat bahwa sia Ying tidak dalam keadaan primanya..
"Susahnya siksaan ini.. lebih parah dari siksaan yang pernah ku alami.. gumam Liu chen karena merasakan gejolak tak tertahankan..
tiba tiba suara system mengagetkan Liu chen..
*tuan ada sebuah cara.. tapi tuan harus meminta persetujuan dari sia ying..
"APAAAA.. Teriak Liu Chen karena kagetnya
ya bagi para suami /pacar yang sering pengen tapi mendapatkan palang merah sebagai jawaban..
anda pasti paham episode ini kan..
untuk jomblo.. berusahalah untuk mendapatkannya
sekian dan terimakasih
Author sudah berusaha guys..
Ini episode tersulit yang pernah aku tulis..
Jadi like dan komentar Sangat di perlukan
__ADS_1
Untuk menstabilkan imajinasi author agar mereda
Terimakasih guys😂😂😂😀😀👍👍👍👍