
"Besok pertandingan ku mudah mudahan bisa menang? Apalagi kemungkinan besok aku akan melawan David dari benua western.ucap Liu chen
Sheng dal tersenyum dan berkata .."Tuan tenang saja dengan kekuatan tuan yang sekarang pasti hal yang mudah.
Tian Shun shi menuruni panggung arena, dengan lumayan terluka di beberapa bagian tubuh akibat tendangan terakhir Lee Kwang,
"Kau tidak apa kan.." Yui Hao bertanya ke Tian Shun shi.
"Iya, sambil berusaha berdiri tegak. Ucap Tian Shun shi
Saat Liu Chen dan yang lainnya akan keluar dari gedung pertandingan, sekelebat aura membunuh sempat dia rasakan dan melihat seperti seorang yang sengaja mengajak nya.
"Aura ini.." Liu Chen langsung mengejar sekelebat bayangan tersebut.
"Liu Gege... Kemana lagi dia? Sia ying mecemberutkan pipinya melihat Liu chen yang pergi tanpa bilang apa-apa.
"Mungkin dia ada urusan baiknya kita tunggu di penginapan. Ucap tetua Ken Zhi.
Liu chen terus mengejarnya dan berakhir di sebuah gua besar di dalam hutan, tiba tiba dari dalam gua terpancar aura kekuatan gelap. Dan di ikuti suara. "Masuk penerus mata artefak dewa.."
Setelah masuk Liu chen melihat ruangan yang besar dengan seorang pria yang berdiri menghadap sebuah tembok yang penuh dengan tulisan yang terbuat dari goresan pedang.
"Siapa kau dan maksud tujuan mu memantau ku?
Ucap Liu chen
"Menarik dengan mata itu, kau mempunyai kekuatan yang luar biasa tapi kau belum bisa membangkitkan kekuatan tertingginya bukan,
#SUSANOO# teriak pria tersebut.
__ADS_1
Perlahan membalikan badannya dan menatap Liu chen. Dan menampilkan mata merah bergambar sebuah mangekyo sharingan.
"Kau.. tidak mungkin bukan, apa yang terjadi sebenarnya, Liu Chen kaget melihat seorang karakter yang sebenarnya jadi panutan dirinya.
"Aku adalah pemilik asli kamui, obitho. Saat pertarungan mu terakhir, mata kamui itu menghilang dan kembali menjadi milikku.
Tapi aku heran bagaimana bisa aku terbawa arus Waktu dan sampai di dunia ini.
"Lalu mengapa kau baru menunjukkan dirimu.
Dan apa maksud mu membawaku kemari. Tanya Liu chen.
"Kau mempunyai kekuatan mata uciha, sedangkan aku tahu bahwa mata itu bukan mata sembarangan.." obitho langsung meluncurkan sebuah teknik bola api.
"Sial,, Katon gyouka no Jutsu. Liu Chen membalas dan terjadi ledakan besar.
Obitho masuk ke dalam tanah dan langsung muncul di belakang Liu chen. Dan mencoba menangkap dengan tangan kanannya.
"Ehm menarik,.. obitho membuat beberapa gerakan tangan dan mengeluarkan sebuah kipas besar berbentuk labu yang di miliki Madara uchiha. "Teknik sumoning no Jutsu. Keluar seekor ular besar dan menyerang Liu Chen.
Kemudian pedang kipas tersebut di lemparkan ke arah Liu chen dan berhasil mengikat pergerakan dirinya.. sementara ular tersebut membuka mulutnya lebar-lebar untuk menyerang Liu Chen.
"Terpaksa.. agkhh. Liu chen membuat segel tangan dan kemudian. Teknik elemen kayu : gelombang kayu.." puluhan pohon menjalar ke arah obitho membuat ular tersebut tidak bergerak.
"Elemen kayu, siapa kau? Obitho langsung mengeluarkan susanoo miliknya,
"Shuriken kamui, shuriken besar menghantam kayu tersebut dan menyedot ke dalam ruang yang lain
"Akan ku akhiri, teriak obitho. Pedang hitam susanoo miliknya terlapis api hitam.
__ADS_1
"Maju kau, teriak Liu chen dan memakai mode penuh tubuh dewa elemen, teknik kekuatan semua elemen. Tercipta satu bola besar seperti biji dama di tangan Liu Chen dan membesar..
"Serang teriak mereka bersamaan, dan ledakan besar terjadi dan menghancurkan gua itu dari dalam.
Seorang pemuda penuh luka di sekujur tubuhnya berusaha berdiri dan pada akhirnya pingsan setelah darah mengalir di sekujur tubuhnya.. dia adalah Liu Chen
"Bocah yang menarik.. dia menyedot tubuh Liu chen dan menghilang dari sana.
****************
Di kekaisaran guncangan gempa bumi hebat di rasakan oleh semua orang.
Seorang jendral melihat ke arah hutan dan melihat ledakan besar di dalam hutan. "Pertarungan yang menarik, siapa yang memiliki kekuatan semacam ini. "Apakah ini kekuatan penuhmu bocah? Jendral tersebut memasang sebuah senyuman.
" Orang yang diramalkan memang sungguh menakjubkan.
Di sebuah kamar seorang pria berteriak dan ini "tuan sedang sekarat.." Dia adalah Sheng dal.
"Apa maksud mu? Tidak mungkin yang mulia di kalahkan semudah itu? Dan apa kau yakin? Tanya Shen long.
Sebaiknya ikuti aku, karena aku adalah hewan kontrak jiwa dengannya jadi aku masih merasakan hawa terakhir miliknya.
"Baiklah sebaiknya kita berdua saja tidak baik membuat yang lain tahu masalah ini.
Mereka berdua mengangguk bersamaan dan menghilang.
Sesampainya di sebuah lahan kosong yang luas Sheng dal dan Shen long mencari kemana mana dan mulai meraba-raba dengan merasakan aura sisa pertempuran Liu chen.
***like dan komentar ya.. maaf baru update lagi.
__ADS_1
vote adalah sebuah dukungan bagi author Loch.
terimakasih semuanya 🙏🙏🙏***