Uncle Ich Liebe Dich

Uncle Ich Liebe Dich
Festival Kelulusan


__ADS_3

Hari ini Ibu Fatmawati mengumumkan tanggal ujian UN hati kami berdebar-debar tak karuan ada Fina sahabat karibku juga teman sebangku ku juga tak kalah gugupnya maklum kali ini kami di tuntut untuk mendapatkan nilai di atas rata-rata.


 


"ANAK-ANAK UJIAN NASIONAL TINGGAL TIGA BULAN LAGI DAN KEMENDIKBUD MEMUTUSKAN BAHWA NILAI UJIAN TAHUN INI HARUS DIATAS KETUNTASAN JIKA TIDAK MAKA TIDAK AKAN LULUS" suara lantang bu Fatmawati.


 


Yupz my favorite teacher, why?, Bu Fatmawati , wanita lajang yang sangat menyayangi ibu kandungnya dan sosok yang penyayang kepada murid-muridnya. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk merawat sang ibu tercinta adalah kebahagiaan  tersendiri buatnya. sungguh luar biasa


" Baiklah anak-anak silahkan nanti untuk pembinanya bisa di lihat di jadwal yang sudah di tempel di papan pengumuman" ucap bu Fatmawati sambil merapikan buku paket BHS. INDONESIA mata pelajaran yang diampunya


" Ada pertanyaan?, jika tidak ada sampai di sini selamat belajar dan sampai jumpa lagi anak-anak" lanjutnya


" Siaaapp memberi salam..!" suara lantang si ketua kelas


"Terimakasih bu guru" ucap kami serempak.


 

__ADS_1


Melodi dan Fina beriringan keluar kelas hendak menuju ke kantin namun di perjalanan ada Indra dan kawan-kawannya Rio dan Bagus tengah duduk santai di taman depan kelas mereka.


Keberadaan mereka membuat kami canggung untuk lewat di depan mereka. Meski mereka tidak mengubris tapi tatapan mereka membuat kami salting ( salah tingkah)


" Fin. buruan... ayo cepet" pinta Melodi


" Iya tunggu ah" jawabnya


" Hai Melodi...Hai Fina..!" sapa Rio.


Melodi melirik ke arah Indra yang asik memainkan gitarnya dan ia membalas dengan senyum ringannya.


 


" Mmm elo tu ya nggak bisa liat cowok ganteng gitu" sela Melodi


" Ya terang aja Mel, siapa coba yang nggak kesem-sem ma cowok cool, smart n multi talenta kayak Indra. Cewek buta plus begooo kallleee"


Aku menyengir mendengar pujian Fina ke Indra. Aku diam-diam memang menyukai Indra tapi karena kekuranganku ini aku jadi tidak percaya diri. Siapalah aku, aku hanya gadis biasa No Fashionable kayak Putri anak konglomerat kaya seindonesia sedang aku cuma anak pegawai negeri sipil biasa di kantor kegubernuran Jakarta. Masuk ke SMA 1 Kusuma adalah berkat beasiswaku. Hanya itu yang kubanggakan dalam diriku.

__ADS_1


Memiliki sahabat seperti Fina adalah juga satu keberuntunganku karena walaupun dia anak pengusaha sukses di Jakarta tapi dia tidak sombong dan pilih-pilih teman. Makanya aku beruntung banget


" Mel, siang ini kita ke cafe kakakku ya?  tenang deh aku yang traktir" Ujarnya saat kami beranjak masuk ke kelas


" Ok tapi aku kasi tau bunda dulu ya?" Jawabku


" Siiippp.."


 


Yupz.... Fina punya kakak yang masih muda tapi sudah sukses di bidang bisnis kulinernya. Nggak main-main cafenya menjadi tempat tongkrongan para selebritis dan ABG kaya raya yang tajir abis. Maklum koneksi ayahnya banyak dan juga ayah Fina adalah pembisnis handal.


Tak heran Kevin ( Kakak Fina) mewarisi bakat sang ayah.


" Eehh ada Melodi. yuk duduk, aku ambilkan minum dulu" Ucapnya menyapa kami di depan pintu lobi cafe


" Eeehhh nggak usah kak, aku nggak enak lagian kak Kevin kan bosnya masak iya aku dilayani sama bos cafe?, malu ah" selaku pelan


" Tidak Melodi cantik, kamu tuh ya, selalu begini. Kamu tuh tamu special kak Kevin jadi harus kak Kevin yang kasi layanan special juga" sambutnya mengusap kepalaku.

__ADS_1


Itulah kak Kevin putra pertama keluarga Setiawan. Cowok cool yang selalu rendah hati dan diam diam menyukai Melodi


__ADS_2