Uncle Ich Liebe Dich

Uncle Ich Liebe Dich
Rencana Licik Deny Danuartha


__ADS_3

Dua bulan, Melodi dan Indra berhubungan. Kevin yang merasa nelangsa setelah mengetahui jika Melodi bukan untuknya. Lelaki tampan itu hanya bisa melepaskan amarahnya dalam genangan anggur yang sudah tertelan dalam mulutnya.


"Astaga! Kak Kevin?!" pekik Fina yang terkejut melihat kepulangan Kevin dalam keadaan mabuk. Seketika Fina memapah tubuh sang kakak.


"Melodi ... Melodi, kenapa kamu tinggalin kakak? kamu tahu nggak kalau kakak sebenarnya suka sama kamu, Mel." igauan Kevin yang tertangkap oleh gendang telinga Fina saat menaiki anak tangga menuju kamar kakaknya.


Ya Tuhan, kak Kevin, kakak benar-benar mencintai Melodi ya, andai Melodi tahu. Fina membatin ketika menatap wajah lelap sang kakak.


Perlahan Fina membaringkan tubuh Kevin. Lelaki itu masih dengan racauannya yang tak jelas. Lama Fina mengamati kakaknya dan tak sanggup melihat luka hati yang kini bermunculan dari diri Kevin.


Ia pun meninggalkan kamar Kevin. Di ruang tengah, ada pak Beni Budiawan dan istrinya Anita Budiawan, orang tua Kevin dan Fina. Selama ini merekalah yang berjasa pada keluarga Melodi dalam melewati kesulitan hidup.


"Kenapa kakakmu mabuk begini,Fin?" tanya Anita yang melepas lipatan kedua tangannya dari dada.


"Ma, kak Kevin ... patah hati." jawab Fina melirih.

__ADS_1


"Patah hati?" kini Anita menuntut penjelasan. wanita itu memindahkan pandangannya kepada suaminya sebentar lalu menatap Fina lagi.


"Kak Kevin diam-diam menyukai Melodi,Ma"


"Apa Melodi, tahu?"


"Tidak, Ma."


Anita menghela napas dalam. Dilihatnya lagi Budiawan yang sudah mengangguk pelan. Lelaki itu mengisyaratkan untuk membiarkan Fina kembali ke kamarnya.


Malam berlalu dengan bunga mimpi yang beraneka ragam. Dan ketika jam menunjukkan pukul tiga lebih, saatnya sang surya perlahan-lahan menyambut hari.


Melodi dan Indra, pagi itu berencana menuju Butik untuk mencaba gaun pengantin mereka. Raut Bahagia terpancar dari keduanya.


"Silahkan, Mas, Mbak." sapa pelayan Butik itu dengan penuh hormat.

__ADS_1


"Ini gaun pengantinnya, silahkan dicoba." ujar seorang perancang sekaligus pemilik toko itu.


Tak menunggu lama, Melodi langsung berjalan menuju fitting room. Dia mengenakan gaun tersebut lalu keluar memperlihatkannya pada Indra yang sudah menunggu di luar. Saking bahagianya, Indra memotret Melodi kemudian mengirim foto gadis itu kepada Lexy.


Om, ini adalah calon istri Indra. Cantik bukan. Ah, aku udah nggak sabar ingin memilikinya. Send


Di tempat lain ada sebuah senyum tipis penuh pesona mengembang di wajah oriental. Itu adalah Lexy yang bergetar ketika menemukan wajah cantik Melodi. Sayang sekali Indra,bukan kamu yang akan memilikinya utuh, tapi aku. gumam Lexy dalam hati.


Viola dan Deny tampak memasang wajah datar tatkala semua para pendekor datang menyulap rumah mereka. Memang disengaja, pernikahan Indra dilakukan secara tertutup. Bahkan ia tidak mengundang ibu Melodi, dan Melodi tidak mengetahui jika ibunya tidak tahu menahu akan pernikahannya itu. Kebohongan sudah bertumpuk-tumpuk diberikan Deny kepadanya. Hingga laki-laki picik itu berhasil mengelabui Melodi. Gadis belia yang masih lugu.


"Halo, Lexy, lakukan pekerjaanmu, sekarang."


"Baik. Tenanglah, aku sudah di Indonesia. Aku sudah membuat sebuah rencana. Kirim saja mereka ke hotel. Sisanya serahkan kepadaku." Lexy mengakhiri komunikasinya.


Diakhiri dengan seringai licik,Deny kembali pada Viola dan menceritakan rencana mereka. Tentu saja wanita yang sejak awal tidak menyukai Melodi itu, terlihat senang dengan rencana yang sudah dibuat suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2