
Sejak berteman dengan Fina cuma kak Kevin yang sangat peduli kepadaku maklum bunda adalah guru privat kak Kevin dulu waktu sekolah. Jadi hubungan keluarga kami sangatlah baik, bahkan lebih baik dari keluarga sendiri.
Orang tua kak Kevin yang sangat rendah hati dan ramah tamah membuatku merasa memiliki dua keluarga, namun Bunda meskipun orang tua tunggal buatku dia tidak pernah memamfaatkan kebaikan orang lain. Begitulah yang bundaku ajarkan kepadaku
" Melodi, meskipun Tuan Setiawan dan ibu Laras sangat baik kepada kita, kita tidak boleh angkuh ataupun memamfaatkan kebaikan mereka, kita harus tetap bahagia dengan apa yang kita miliki sekarang dan nanti" nasehat ibuku
" Iya Bun, Melodi ngerti kok. Tenang aja bunda, Melodi akan selalu ingat pesan bunda, Melodi tidak akan membuat bunda malu"
" Baguslah anakku, kau semakin dewasa saja. Bunda bangga kepadamu" selanya merangkul putri kesayangannya itu.
Pagi ini Ujian Nasional dimulai aku dan Fina belajar habis-habisan demi bisa masuk ke universitas ternama.Tak jarang aku sesekali menginap di rumahnya begitupun sebaliknya dia. Kak Kevin selalu siap menjadi supir pribadi kami berdua.
Selama sepuluh hari,akhirnya ujian Nasionalpun usai.Semua sudah mendapat hasil sesuai usahanya. Aku, kembali menguasai peringkat tertinggi nasional tuan Deni Danuartha ,ayah dari Indra, konglomerat super kaya se-Indonesia memanggilku, memberiku penghargaan atas prestasiku. Beliau memberiku sejumlah uang sebagai hadiah
" Terimalah ini Melodi, ini dari ketua komite sekolah kita" sela kepala sekolah
" Terimakasih pak" ucapku menunduk hormat
Pak Deni bergiliran menghampiriku
" Ibumu pasti sangat bangga memiliki puteri berbakat sepertimu" ucapnya
" Semoga pak karena saya hanya ingin membahagiakan ibu saya apapun akan saya lakukan" jelas Melodi
" Anak pintar" timpal pak Deni mengusap kepala Melodi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba mata Deni menangkap sebuah kalung rantai berbentuk liontin Love di leher Melodi. Tangannya meraih kalung itu dan membukanya. Mata Deni seketika membulat melihat foto wanita yang tengah berpelukan dengan Melodi kecil
" Apakah dia ibumu?" tanya pak Deni
" Iya pak" selaku
" Ada apa pak?"
" Ooohh tidak ada apa-apa. cuma bapak terkejut saja"
Melodi beranjak ragu meninggalkan podium ruang aula. Sementara Deni segera mengalihkan pikirannya dan fokus pada putranya yang juga mendapat penghargaan hari itu.
Usai acara penerimaan penghargaan juara,aku dan Fina merayakan kelulusan kami di cafe kakaknya.
" Waah hebat kamu Mel, kamu tidak memberikan siapapun menempati tempatmu. aku salut sama kamu" puji Fina
"Tentu doong.. aku Melodi tidak akan pernah membiarkan orang lain mengambil tempatku"
" Hahahahaaaa!!!" gelak tawa kami.
Selang beberapa menit sosok cowok ganteng mendekati kami. Seperti biasa cukup menarik perhatian seisi Cafe yang didominasi oleh anak anak remaja SMA seperti kami ini
__ADS_1
" Eh Fina kamu nggak mau ajak kita gabung nih?" pinta Rio. Oh my god ada Indra, Rio dan Bagus datang ke cafe Kakak Fina
" Ya deehh kalian boleh gabung tapi dengan satu syarat" sela Fina
" apa?" balas Bagus
" Kalian yang traktir kami, gimana?"
" Oke deal..!!" semua duduk bersantai dan bersenang-senang.
Untuk pertamakalinya Indra melihat ke arahku dan berbicara denganku
" Kamu hebat Mel, dapat juara nasional"
" Ah biasa aja Dra" sela Melodi
" Ngomong-ngomong kamu ada waktu nggak?" sela Indra
" Kapan? kalau Malam aku nggak bisa keluar?"
" kenapa?"
" Nggak biasa aja. dan juga pasti nggak diijinin ma bunda" jelas Melodi
"Hmm.Kalau gitu aku yang ke rumah kamu. besok malam aku ada pentas aku pengen ngundang kamu sebagai tamu spesial ku, gimana?"
" Mmm. Gimana ya,? aku nggak janji deh soalnya aku nggak biasa keluar malam"
__ADS_1
" tenang aja aku yang minta ma bunda kamu deh"
" Yaa.Terserah kamu aja deh" jawab Melodi tidak begitu yakin.