Uncle Ich Liebe Dich

Uncle Ich Liebe Dich
Kenyataan


__ADS_3

Mereka memasuki cafe dan mereka terkejut ada banyak orang penting , selebritis sedang menikmati minuman mereka, bergoyang dan berdugem. Musik DJ semakin membuat suasana semakin panas. Tak lama tubuh Indra menghampiri mereka


" Kalian sudah datang?" selanya


" Aahh untung lo kemari" sela Fina.


Indra membawa tamunya ke salah satu ruang vip di sana. Ruang yang memang didesain khusus bersifat privasi. Jauh dari kebisingan dan hanya ada beberapa tamu bisnis yang duduk menikmati makan malam dengan menu internasional. Cukup tenang dengan musik jazz. Indra maju ke panggung dan mulai memainkan gitarnya.


 


Fina dan melodi sangat menikmati permainan musik mereka. Wajar mereka menjadi idola di sekolah


" Mel. itu bukannya putri dan gengnya?" sela Fina menunjuk ke salah satu meja makan.


Tapi mata Melodi menangkap sebuah wajah yang sangat berbeda. Pemilik wajah itu sangat manis dan tampan, ia dikelilingi banyak wanita cantik di sekitarnya


" Apakah itu omnya Indra Fin?" tanya Melodi.


" kayaknya sih iya" jawab Fina melirik ke arah pria tampan itu.


" Itu Lexy"  sela Kevin.


" Kok kakak tau?" tanya kami serempak.


"  Teman kuliah kakak di Jepang, sekaligus pesaing bisnis kakak, Aahhh kakak males ketemu ma tu orang, sombong."


" Maaf kak Kevin kami membuat kakak dalam masalah" sela Melodi


" Tidak apa-apa asalkan sebentar , kakak akan menahannya."

__ADS_1


 


Lexy mendekat ke arah meja Melodi dan yang lainnya. tepat seperti perkiraan Kevin


" Hai Kevin.. lama tidak bertemu" sapanya


" Lama apanya?, kamu mimpi ya?, bukannya kemarin kita ketemu di jamuan bisnis PT.Jaya Group "


" Ahaha..ha.. aku lupa, maklum perjalanan bisnisku ahir-ahir ini padat jadi.. ya" Selanya menyombongkan diri.


Lexy melirik ke arah kami berdua tak lama Putri menghampiri Lexy dengan lagat mesranya


" Honey... saatnya perayaan" selanya menyeret Lexy dan menatap sinis ke arah kami.


 


" Apa omku mengatakan sesuatu?" Tanyanya


" Aaaa. tidak kok. dia hanya menyapa kakakku dan kebetulan mereka kenal" jelas Fina


" Ooo"


"Indra kamu mau lanjutin study kemana?" tanya Melodi membuka percakapan


" Entahlah terserah papaku nanti" jawabnya singkat.


" Oooo"


 

__ADS_1


Malam itu Melodi dan Fina melewati pesta Indra dengan biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa. Dan sejak saat itu hubungan antara Melodi dan Indra semakin dekat saja. 


 


Hingga suatu hari saat itu Fina tidak masuk sekolah karena sakit. Ia kelelahan setelah mempersiapkan acara perpisahan nanti jadi kini hanya Melodi dan Indra yang bisa mengawasi teman-teman panitia bekerja


" Mel.. aku berterimakasih kepadamu"


" Mmm.?, emangnya apa yang sudah aku lakukan?"


"Terus terang selama beberapa hari membaur dengan bunda aku seperti menemukan kasih sayang yang tidak pernah diberikan mamaku selama ini" 


Melodi terdiam menyimak curahan hati Indra


" Selama ini mama dan papaku sibuk dengan bisnis mereka. Sejak kecil aku hanya menghabiskan waktu dengan para pembantu dan guru privat di rumah saja. setiap hari mereka hanya bertengkar dan  itu membuatku tidak nyaman di rumah" tutur Indra.


Ia terus mengeluarkan semua keluh kesahnya yang selama ini bersembunyi di balik ketenarannya. Hari kelulusanpun tiba, Indra dan kawan-kawannya memberikan penampilan terbaik mereka. Kamipun berpamitan pada guru-guru kami. setelah acara selesai di sebuah sudut sekolah aku melihat Indra dan kawan-kawannya tengah bercanda. Sudah saatnya aku mengutarakan cinta pada Indra Lirihku dalam hati.


 


Setelah tiba di sana langkah Melodi terhenti oleh suara Indra


" Hebat lo bro.. bisa juga menaklukan hati si kutu buku itu" sela Rio


" Iyalah Indra gi tu Loh..!,  cewek mana yang nggak kelepek ma tampangku ini. Masih meragukan kejantanan gue?" ucapnya seraya menepuk dadanya berbangga di depan sahabat- sahabatnya


" Haha..ha..ha" suara gelak tawa lepas mereka terdengar selagi mereka menyerahkan sejumlah uang kepada Indra


" Jadi gue pemenang taruhan kali ini brooo" Bagus menyentil Indra dan meminta Indra untuk menoleh ke belakang. Ada Melodi yang berlinang air mata saat mengetahui bahwa ia menjadi bahan taruhan.

__ADS_1


__ADS_2