
Sejak acara perayaan kelulusan SMA 1 Kesuma terjadi dan penipuan yang dilakukan Indra bersama gengnya, membuat Melodi benar - benar menghilang. Ia tak mengubris apapun yang berkaitan dengan Indra lagi, baik telpon ataupun pesan Whatapp-nya. Melodi benar - benar terpukul.
Satu bulan berlalu, Melodi dengan ditemani Kevin di sela-sela kesibukannya,menyempatkan diri untuk membantu Melodi menyelesaikan segala bentuk administrasi pendidikannya.
"Makasih banyak ya kak Kevin, kakak udah bantu Melodi selama ini." Ucapnya saat keduanya singgah di sebuah Cafe yang tak jauh dari sekolah Melodi.
"Iihh sante kali Mel, kamu kek sama orang lain aja," pungkas Kevin menedelik.
Seulas senyum memahat di ujung bibir Melodi. Ia masih belum tau jika lelaki di depannya itu diam-diam menaruh rasa untuknya.
Tak berselang lama sebuah deringan masuk ke ponsel Melodi,membuat perhatiannya teralihkan.
Drrrttttt Drrrrrtttt Drrrrrttttt
"Wait ya kak," ujarnya merogoh ponsel yang sedari tadi bersembunyi dalam celana Jeans-nya.
Bola mata Melodi melebar tatkala menemukan nama Indra di layar ponselnya, sedangkan Kevin juga membulat ketika pupilnya menangkap bayangan tubuh Lexy Danuartha yang melangkah tenang menuju ke mejanya. Dengan gaya khas pesonanya, lelaki itu menyelipkan tangan kanannya ke dalam saku celana dan jas hitam berdasi senada sudah membalut tubuh tinggi itu. Gaya rambut yang tersilak ke samping menambah ketampanan lelaki sejuta pesona itu ditambah senyum yang entah sulit diartikan oleh siapapun.
__ADS_1
"Apa kabar Kevin?" sapanya mengulurkan salam ke arah Kevin yang masih dalam keheranannya.
Lain Kevin,lain pula Indra yang sejak tadi berjalan mengekori lelaki dewasa dan penuh kharisma itu. Suara Indra berhasil mengalihkan pandangan Melodi dari layar ponselnya.
"Hai Mel"sapa Indra.
Kini Melodi dan Kevin benar - benar dibuat terkejut dengan keberadaan dua lelaki angkuh itu. Keduanya lantas mengambil tempat duduk di antara Melodi dan Kevin tanpa menunggu aba - aba dari keduanya.
"Mel,aku benar-benar nyesel,Mel" lirih Indra menarik tangan Melodi yang sudah tak karuan.
"Jangan bilang kamu tidak mau memaafkan keponakanku ini ,Melodi," suara Lexy menyela.
"M-maaf,saya harus pergi. Ada banyak urusan yang harus saya selesaikan." Cetus Melodi bangkit dari kursinya dan beranjak menjauh.
Kevin yang melihat ketidak nyamanan Melodi pun tak menampik dan berjalan mengikuti gadis itu. Lexy masih duduk tenang di tempatnya. Sementara Indra terus berlari mencegat langkah Melodi
__ADS_1
"Mel,kamu kok gitu sih?apa semarah itu kamu sama aku? aku minta maaf. Aku tau kelakuanku salah dan aku ingin memperbaikinya." Melas Indra menarik tangan gadis itu hingga berbalik. Namun tatapan tajam Melodi sudah cukup menjawab kalimat Indra.
"Dra,aku cinta sama kamu,tulus sama kamu. Tapi kayaknya ketulusan aku bukan buat kamu. Karena bagimu cinta cuma sebuah Game."
Indra terus berusaha memberikan berbagai argumen pada Melodi,namun gadis itu hanya diam tak memberi tanggapan apapun. Kevin masih meyaksikan pembicaraan Melodi dan Indra,sementara Lexy sudah mulai terlihat kesal dengan keadaan ini.
Kevin yang tau persis Lexy adalah rivalnya dalam bisnis. Terlihat bersiaga melindungi Melodi ketika lelaki bertubuh tegap itu berjalan mendekati Indra dan Melodi dengan sikap tenangnya.
Kevin merentangkan tangannya di depan Melodi sedang Lexy hanya mengulas senyum ringan sembari manatap dingin ke arah Kevin.
"Sebaiknya lu nggak usah ikut campur Lex" suara dingin Kevin.
Bukannya menjawab,Lexy malah menarik tangan Melodi perlahan. Melodi terkesiap,gadis itu terdiam dan menurut kemana Lexy menuntunnya. Indra yang sudah bisa membaca pikiran Lexy hanya terdiam menatapi sikap omnya itu.
Lexy menyeret tubuh Melodi jauh dari tempat Indra dan Kevin berdiri. Tak lama kedua tangannya menggenggam erat tangan Melodi. Hati gadis lugu itu seketika berdebar , begitu juga pujian hati Lexy yang sempat memuji kecantikan Melodi. Lama kedua iris dua anak manusia itu bertemu dan saling menyelami diri masing - masing
__ADS_1