
Malamnya Indra beneran bertamu ke rumah Melodi.
Kali ini untuk mengambil simpati ibu Melodi
" Siapa Mel?" tanya ibunya
" Temen Bun." Pekik Melodi
" Suruh masuk dong" pintanya berjalan melihat siapa tamu malam itu.
Bu Niati tertegun melihat sosok pemuda,bertubuh tinggi, rambut ikal tebal itu sudah memasang wajah ramahnya kepada sang tuan rumah.
" Malam Bunda..." sapa Indra
" Malam... anak siapa ya?" tanya ibu Melodi
" Saya Indra Bun, temen sekolah Melodi"
" Ooo kok bunda tidak pernah lihat?"
" E..emm.. soalnya baru deket Bun.." jawab Indra.
Bu Niati mempersilahkan kedua anak itu duduk. Sesekli ekor matanya mencuri pandang ke arah anak.muda yang sudah mengambil tempat duduknya.
Ingtannya kembali pada sosok yang sangat ia kenal bahkan pernah menoreh cerita cinta dalam kenangab masa lalunya itu
"Kayak mirip mas Deni" lirihnya bergumam.
__ADS_1
Bu Niati tak mau mengecewakan teman putrinya itu. Iapun segera membuang pikirannya dan kembali melayani tamu dadakan malam itu.Melodi yang sudah sedari tadi berkutat di dapur segera keluar untuk menyuguhkan makan camilan dan minuman ringan kepada Indra.
Seperti sudah kebiasaan bu Niati, setiap teman yang dekat dengan putrinya selalu ia dekati pula dengan caranya sendiri. Termasuk sekarang yang dilakukannya kepada Indra, ia beringsut ke kursi dan mengajak Indra ngobrol untuk mengenal teman anaknya itu lebih dekat.
Ya Sebagai seorang yang berpendidikan bu Niati memang selektif dan sangat hati-hati dalam membiarkan anaknya bergaul
" Nak Indra maaf kalau bunda banyak tanya karena bunda tidak ingin Melodi salah pergaulan"
" Oo nggak apa-apa kok bunda."
" Syukurlah nak Indra mengerti" suasana hening sejenak
" Oya bunda..Mmm..Mmmm" bu Niati mengernyit heran
" Ada apa nak Indra?, ada yang mau dikatakan?"
" terus?,"
" Kalau boleh saya mengundang Melodi datang ke acara tersebut, itu kalau bunda mengijinkan" sela Indra terbata-bata .
Bu Niati terdiam. Terasa berat melanggar aturan yang selama ini ia terapkan pada Melodi untuk pertama kalinya.
Namun demi menghargai pertemanan Melodi bu Niati terpaksa mengijinkan putrinya keluar malam.
" Indra janji bun, nggak lama kok. Fina juga diundang kok bun" tukas Indra meyakinkan
" Hm.. baiklah tapi jangan terlalu malam ya pulangnya?, nggak enak di lihat tetangga"
__ADS_1
" Baik Bunda" timpal Indra dan Melodi serempak.
Keesokan harinya Melodi mengabari Fina tentang undangan Indra
" Ooo MG.. beneran Mel?" sela Fina sorak
" Ya" tak lama Kevin datang menengahi
" Apaan sihh?, kok kakak nggak di ajak senengnya sih?" godanya
" Kak Kevin, Ngagetin aja deh " sela Melodi
" Kita dapat undangan nonton konser cowok keren populer di sekolah tau?" sela Fina
"Kak Kevin boleh ikut nggak?"
" Iihhh jangan kak, ntar kakak jadi nyamuk pengganggu kita-kita di sana"
" Eehhh mana bisa kakak harus ikut, kakak harus menjaga kalian dari gangguan si tangan usil sana" timpal kak Kevin melucu.
" Ya udah kak Kevin boleh ikut , lebih banyak yang ikut kan lebih ramai"
" Tuuu pinter kan Melodi daripada kamu..uuuhh anak manja" ucap Kevin menggoda Fina lagi.
Fina menyerut orange jus yang sudah di pesannya sejak tadi,begitu juga dengan Melodi. Kevin sangat bahagia setidaknya ia bisa keluar dengan aman meskipun hanya sebatas menjadi pengawal alias bodyguard untuk adiknya dan cewek gebetannya.
__ADS_1