
Hari kelulusan yang seharusnya berkesan dan penuh suka cita,kini meninggalkan satu kisah perih bagi Melodi. siapa yang menyangka, lelaki yang baru kemarin mencurahkan semua keluh kesah dan membagi perhatian dengannya tak lebih hanya bagian skrip drama belaka.
kenyataan yang harus diyakini Melodi bahwa Indra memang tidak pernah menyukai ataupun mencintainya. derai air mata datang menyapa. Indra yang tertangkap basah berusaha menjelaskan kebenaran ,namun sayangnya itu sudah terlambat.
"Mel,kamu?" lirihnya ketika menemukan tubuh Melodi di belakangnya.
"Aku sudah dengar semua Indra.Makasih udah jadiin aku bahan taruhan kalian" kesalnya.
"Mel,a-aku nggak bermaksud begitu,a-aku cuma bencanda sama mereka" alasan Indra.
ekor mata Melodi melirik ke arah isi genggaman tangan Indra.Ada sejumlah uang yang sudah diterimanya dari teman temannya karena kemenangannya. Seringai kecil melukis di ujung bibir gadis sederhana itu.
"Becanda? Terus itu apa, Dra?" Tunjuk Melodi.
Indra tak bisa mengelak lagi,ia sudah tertangkap basah. Dan kini tandas sudah kepercayaan Melodi terhadap yang namanya cinta. Gadis berambut panjang itu beranjak menjauh,membawa luka hati yang baru saja disayat Indra. namun belum begitu jauh kakinya melangkah,ia berbalik dan menatap dalam ke arah Indra yang masih merasa bersalah.
"Asal kamu tau Indra Danuarta,aku sudah jatuh cinta sama kamu. Dan untuk pertamakalinya kau sudah membuatku tidak percaya pada cinta lagi. Selamat tinggal semoga ini pertemuan kita yang terakhir" Ungkap Melodi berbalik menjauh.
Mendengar pengakuan Melodi,Indra merasa sangat bersalah. Kenangan kebersamaan itu kembali menggodanya. Ia benar benar merasa telah menyakiti gadis yang tak bersalah sama sekali. kalimat terkahir yang dilontarkan Melodi terus saja mendengung di telinga dan ingatannya.
__ADS_1
Lexy yang masih memilih menginap di kediaman Deni merengut melihat kelakuan ponakannya itu. Dengan membawa minuman Wine-nya laki laki bertubuh tinggi dan tampan itu berjalan mendekati Indra yang larut dalam lamunannya.
"Ada apa denganmu?" Tanyanya menyerut minuman anggur.
"Ah,Oh Om,kirain siapa" lirih Indra tersadar.
"Siapa cewek itu?" Tanya Lexy lagi.
"Siapa maksud Om?" Balas Indra pura pura.
"Yang sedang kamu lamunin itu" sindir Lexy.
Indra segera memperbaiki duduknya,ia merapikan kembali bantal sofa yang dipeluknya sedari tadi. Indra mendengkus lepas, pandangannya kini kembali kepada lelaki bermata sipit itu.
"Indra sudah menyakiti hatinya. Indra sudah mempermainkan perasaannya. Padahal selama ini dia tidak punya salah apa apa sama Indra,Tapi-" tutur Indra menggantung kalimatnya.
Lexy mengangguk paham,laki laki itu kembali menepuk pundak keponakannya dan memberinya semangat. Iapun memberikan nasehat bagaimana menaklukan hati Melodi lagi.
Indra nampak semringah mendapat ide bagus untuk berbaikan dengan Melodi. Berkat ide lelaki hebat itu kini Indra bisa melewati malam dengan nyaman.
__ADS_1
Lexy kembali ke Tablebar yang terletak tak jauh dari sofa tamu,matanya menangkap tubuh Deni yang baru saja pulang dari kantor.
"Apa yang kau lakukan dengan anakku? Jangan coba coba untuk mempengaruhinya,kalau tidak-" Tegas Deni.
Mendengar kalimat Deni yang lebih terdengar seperti ancaman,laki laki sejuta pesona itu menyeringai. Ia pun meletakkan gelas Pinot kecil di atas meja dan memainkan ujung jarinya di bibir gelas itu.
"Deni apa sebenarnya yang kau khawatirkan? Pertama kau memanggilku kemari dan sekarang kau mengancamku,apa sebenarnya maumu?" Suara Lexy kini terdengar dingin dan mengerikan.
"Hancurkan keluarga Niati,hancurkan hidup anak itu, aku tidak mau kehadirannya menghancurkan keluargaku"
"Sayangnya anak itu sudah menghancurkan hidup anakmu" cetus Lexy santai.
Deni terkesiap,mendengar kalimat yang keluar dari mulut lelaki yang berstatus saudara tirinya itu.
"Apa maksudmu?" Tanya Deni.
"Baru saja Indra mengaku kalau dia sudah menyakiti hati Melodi dan akan meminta maaf juga memperbaiki hubungannya. Dan satu lagi Indra jatuh hati padanya. Jadi aku tidak punya alasan untuk menghancurkan hidup gadis itu" jelas Lexy.
"Ada,yaitu aku. Lakukan,persetan dengan Indra." ketus Deni kembali menjauh meninggalkan Lexy.
__ADS_1