Under The Moon

Under The Moon
Episode 10 : New Friends & New Job


__ADS_3

Kami berjalan bersama menuju ke sisi timur Istana Crystal. Melewati gerbang besar yang menjadi pembatas antara Istana Crystal dan Istana Millefiole, aku kembali mengaktifkan Mist Observation untuk menyamarkan hawa keberadaanku. Aku dapat melihat banyak sekali prajurit menggunakan seragam milter berwarna merah dengan corak putih berlalu lalang disekitar sini.


‘Apa Istana Millefiole adalah tempat tinggal pasukan utama Kerajaan Lilyum?’ Batinku sambil memperhatikan mereka.


Rata-rata mereka membawa pendang mereka, ada juga yang membawa tombak. Senjata yang umum digunakan para prajurit. Tapi yang paling menarik adalah ketika kami melewati salat satu lapangan latihan mereka. Aku melihat sebuah senjata yang asing bagiku, dan belum pernah aku lihat. Bentuknya panjang dan memiliki lubang, seperti meriam namun dalam ukuran yang kecil. Sepertinya benda itu bisa dipegang dengan ringan menggunakan kedua tangan.


‘Apa itu senjata misterius milik Kerajaan Lilyum?’ Batinku.


Selain senjata aneh itu, aku juga melihat interaksi dari para prajurit lainnya. Mereka berkumpul tidak berdasarkan dengan kelas mereka, namun berdasarkan tim mereka. Ini mungkin juga termasuk dalam sistem kemiliteran Kerajaan Lilyum. Mereka terkenal dengan julukan ‘One Team Army’ di penjuru dunia. Dengan satu tim atau kelompok dari pasukan militer Kerajaan Lilyum, mereka bisa meringkus penjahat kelas kakap dengan mudah.


Aku memikirkan beberapa kemungkinan dengan informasi yang aku dapatkan sepanajang perjalananku menuju ke Kerajaan Lilyum. Termasuk keberadaan anggota tim elit Kerajaan Lilyum. Desas desus mengenai tim ini sudah ada sejak dulu, namun belum pernah sekalipun aku menemukan bukti keberadaannya. ‘Apa mereka juga ada di Istana Millefiole juga?’ Batinku kembali merenungkan keadaan yang ada di Istana Millefiole saat ini.


“Edgar, kita sudah sampai. Ini akan menjadi tempat untukmu dan beberapa teman-teman barumu tinggal” Panggil Leo membangunkan pikiranku.


Aku melihat kedepan dan kami sampai disalah satu ruangan asrama yang ada di Isnata Millefiole. Pintu kaju besar berwarna coklat kayu khas barak militer kerajaan lainnya. Bangunan ini tidak jauh dari tempat lapangan latihan para prajurit dan dekat dengan menara dan gerbang pengawas bagian timus Istana Kerajaan Lilyum. Letaknya cukup strategis untuk bangunan asrama, karena dekat dengan luar Isatana dan lapangan latihan para prajurit. Walau jauh dari Istana Crystal dan Istana Lily.


“Edgar, beri salam pada teman-temanmu yang baru!” ucap Leo membuka pintu dan masuk kedalam.


Aku mengikuti Leo dan melihat 4 orang sudah berkumpul disana. Seorang laki-laki berkacamata yang sedang membaca buku. Seorang maid yang berdiri dibelakangnya. Dan dua orang anak yang mengenakan seragam Akademi, sepertinya mereka saudara kembar, melihat posisi mereka cukup dekat satu sama lain.


“Orang yang berkacamata itu adalah Alan. Dia adalah ketua arsip perpustakaan selanjutnya” ucap Leo menunjuk kearah laki-laki yang tengah membaca buku.

__ADS_1


Aku menoleh ke Alan dan menganggukan kepala, sebagai tanda perkenalan. Dia cukup tampan dengan kacamatanya. Rambutnya berwarna Blonde dengan mata kuning kelabu. Dari tampilannya, dia seperti pemuda yang seumuran denganku dan Leo. Sepertinya dia orang yang sangat pintar, mengingat pekerjaannya saat ini.


“Lalu, yang maid yang ada dibelakangan Alan adalah Maia” pandanganku beralih ke arah Maia.


Maid cantik dengan postur tubuhnya lumayan seksi dengan busana maid yang dikenakannya. Rambutnya berwarna ungu bercampur pink muda diikat dengan pita putih dan mata pinknya menambah aura kecantikannya. Dari penampilannya yang seksi dan mature itu sepertinya dia lebih tua dibandingkan kami semua yang ada disini.


“Dan yang sedang bermain catur disana adalah Nico dan Noel. Oh, iya! Mereka saudara kembar yang saat ini sedang menumpuh pendidikan di Akademi”


Disisi ruangan yang lain, ada 2 orang yang disebutkan Leo tengah serius dengan papan caturnya. Rambut keduanya sama-sama berwarna hijau daun dengan warna mata yang sama. Yang laki-laki Nico memiliki rambut pendek dengan jepit rambut di sebelah kanan. Dan yang perempuan Noel memiliki rambut pajang dengan jepit rambut di sebelah kiri. Kira-kira usia mereka 14 tahun.


“Semuanya, berkumpul di tengah sekarang. Aku akan memberi pengumuman pada kalian” kata Leo, yang sudah berjalan ke tengah ruangan dan duduk dengan santainya.


Maia datang dengan teh sudah ada diatas tray dan menyajikannya di meja tengah lalu kembali berdiri debelakang Alan. Nico dan Noel juga sudah dihadapan Alan, disamping Leo.


“Perkenalkan, ini Edgar. Dia yang akan menjadi ketua kelompok kalian.” kata Leo tanpa berbasa-basi.


Aku sedikit maju kedepan dan memperkenalkan diri kepada mereka. “Halo semuanya, aku Edgar” Perkenalan yang cukup singkat ini membuat mereka semua terdiam dengan segudang pertanyaan yang muncul di kepala mereka.


Kesunyian sejenak terjadi didalam ruangan ini, sampai Alan memecah keheningan dengan sebuah pertanyaan “Jadi, karena itu ruangan ini memiliki 5 kamar?”


Leo tersenyum mendengar pertanyaan dari Alan. “Ahaha, memang ruangan ini memiliki 5 kamar, namun bukan berarti kalian akan tinggal disini. Kalian sudah memiliki ruangan kalian masing-masing, bukan? Anggap saja, tempat ini sebagai ruang dimana kalian akan berkumpul kedepannya” Jawaban Leo membuat mereka kembali tercengang.

__ADS_1


“Maksud anda, Yang Mulia?” Tanya Maia.


“Mulai saat ini, kalian akan menjadi bagian dari salah satu kelompok elit khusus yang ada di bawah Keluarga Kerajaan Lilyum.” Kata Leo menyisakan Edgar dan teman-teman barunya terdiam di tengah-tengah ruangan.


“Ha? Apa maksud anda, Yang Mulia?” Tanya Alan kembali memecah keheningan.


“Seperti kataku tadi, mulai saat ini kalian akan bekerja sama dalam satu kelompok. Dan tugas kalian akan disampaikan langsung oleh Keluarga Kerajaan Lilyum. Untuk tugas umumnya, aku ingin kalian menjadi pusat informasi bagi Kerluarga Kerajaan Lilyum” Jelas Leo.


“Apa alasan Pangeran Leo mengumpulkan kami karena latar belakang kami yang berbeda?” Tanya Nico.


“Hm, bisa dibilang seperti itu. Alan bisa menyediakan informasi yang ada di arsip perpustakaan. Maia bisa mengumpulkan informasi di sekitar Istana, seperti gosip dari para pelayan dan pekerja istana. Lalu kalian, Nico dan Noel, bisa mengumpulkan informasi apa saja yang ada di Akademi” Jawab Leo.


“Lalu, bagaimana dengan Edgar? Apa yang akan dia lakukan?” Tanya Nico lagi.


“Dia yang akan menjadi ketua kelompok kalian sekaligus menjadi distributor informasi yang kalian kumpulkan” Jawab Leo dengan senyum ceria diwajahnya.


Aku langsung terkejut dengan jawaban dari Leo. Pikiranku langsung kosong dan aku tidak ingat lagi apa yang Leo bicarakan lagi. Yang aku ingat hanyalah Leo keluar dari ruangan dengan senyum sumringah dan melambaikan tangannya “Good Luck, para Shadow Stars”


Maia kemudian menawarkan tehnya lagi, dan kamipun mulai berbicara sedikit demi sedikit. Memperkenalkan satu per satu, dan menelaah perkataan Leo yang dia ucapkan tadi. Kami menghabiskan waktu beberapa saat sebelum mereka memutuskan untuk kembali ke kegiatan mereka masing-masing.


...***...

__ADS_1


__ADS_2