Under The Moon

Under The Moon
Episode 9 : Meet with The King


__ADS_3

Saat ini aku sedang berada di balik salah satu lemari buku tanpa bisa bergerak. Kenapa aku bisa ada disini dan tidak bisa bergerak? Jawabannya adalah, karena sekarang di ruang utama sedang ada seorang pemuda bangsawan yang sedang berbincang-bincang dengan Leo. Aku tidak bisa mendengar semua percakapan mereka, karena sepertinya ruangan ini dibuat untuk meredam segala bentuk suara yang masuk ketelinga orang yang tidak bicara dihadapan pemilik ruangan.


‘Aku sendiri baru saja menyadari jika ada ruangan seperti ini di dunia ini. Selama perjalananku melewati beberapa negara. Aku tidak pernah menemukan ruangan seperti ini’ Kagumku dalam hati.


Walaupun ruangan ini meredam suaranya, suasana diantara mereka bisa dibilang cukup tegang. ‘Apa aku datang terlambat ya?’ Tanyaku dalam hati.


Tak lama setelah itu, aku mengintip dari balik lemari buku dan melihat bangsawan tadi sudah berlutut dihadapan Leo. Sesaat dia sudah menghilang dibalik pintu, aku langsung berjalan tanpa suara kebelakang Leo. “Apa dia salah satu bawahanmu dari kelas bangsawan?” Tanyaku dengan sedikit rasa penasaran.


“Bukan. Dia salah satu temanku waktu di Akademi. Lebih tepatnya salah satu seniorku” balas Leo sambil bangkit berdiri dari sofanya.


“Hm…Jadi begitu” Jawabku dengan asal-asalan. Aku ingin tahu tentang bangsawan tadi, tapi tidak ada gunanya jika aku memaksa Leo untuk menceritakannya.


Lagipula, aku tidak tahu bagaimana caranya aku memaksa Leo untuk bercerita.


“Sudahlah. Sudah waktunya kita menemui ayahku”


“Ah, iya! Apa tidak apa-apa jika aku berpenampilan seperti ini?”


“Tidak apa-apa, dia sudah tahu siapa kau sebenarnya, jadi jangan khawatir”


“Ayo Edgar!” ajak Leo.


Leo tersenyum dengan karismanya, dan aku balas dengan senyum ‘Pangeran yang satu ini benar-benar tidak ada tandingannya kalau soal karisma misteriusnya’ batinku.


Aku berjalan dibelakang Leo tanpa seorangpun yang tahu. Aku telah menyamarkan hawa keberadaanku dengan lingkungan sekitar. Teknik ini sudah biasa aku gunakan jauh sebelum masuk ke dalam ibukota Lilith. Orang-orang biasa menyebut teknik ini dengan nama ‘Mist Observation’.


Sesampainya kita di depan ruangan Raja, tak ada seorangpun penjaga disana. Kurang lebih seperti ruangan Leo. Para penjaga hanya menjaga lingkungan istana. Kalaupun didalam istana, hanya beberapa bagian istana saja yang dijaga. Seperti taman istana, dapur istana, atau ruang penyimpanan di istana. Ruang pribadi dan ruang kerja mereka tidak pernah dijaga.


“Permisi Yang Mulia. Saya Leo, mohon ijin untuk menemui Yang Mulia.” Ucap Leo mengetuk pintu.


“Masuk!”


Kamipun masuk, dan melihat seorang pria paruh baya yang tengah duduk dengan tegap. Surainya pure white seperti Leo dengan mata berwarna blue navy. Beliau tengah sibuk menandatangani beberapa dokumen saat aku dan Leo masuk. Dia adalah Ayah Leo, sekaligus Raja dari Kerajaan Lilyum, Lilyum Gratiano Vi Owens Garvery. Seperti yang dikatakan banyak orang, Raja Garvery memiliki aura yang tegas dan kuat, walaupun sudah berumur hampir 50 tahun. Beliau masih terlihat tampan dan bugar seperti masa mudanya.


“Jadi. Apakah dia yang diceritakan oleh Red, Leo?” Raja Garvery melempar pandangan pada Leo dan Edgar yang berdiri dihadapannya. Aku dan Leo menundukan badan dan sujud memberi hormat pada Raja Garvery.


“Iya, Yang Mulia. Menurutku, dia cukup kuat untuk mengatasi berbagai situasi yang sedang dihadapi oleh teman-teman kita saat ini. Dan kemampuannya juga sebanding dengan Red. Sudah waktunya untuk membentuk tim baru” Kata Leo yang masih dalam posisi menunduk.


“Jika itu keputusanmu, aku tidak akan melarang. Tapi, tanggung jawab dari segala perbuatan mereka ada ditanganmu, Leo” terdengar suara Raja Garvery meletakkan penanya dan aura yang terasa dengan tajam menuju kearah Leo.


“Hei, nak! Apa yang kau pikirkan tentang kerjaan ini?” Tanya Raja Garvery padaku, namun aku belum bisa mengangkat kepalaku ataupun menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


“Tak apa, nak. Angkat wajahmu. Biarkan aku melihat wajahmu dan mendengar jawabannya langsung darimu” Perkataan Raja Garvery membuatku lega. Aku menghela nafas dengan pelan lalu memberanikan diri untuk mengangkat wajahku dan melihat Raja Garvery. ‘Wah! Tatapan tajamnya tak main-main. Seperti sedang ditatap oleh kedalaman laut dalam’ batinku.


“Salam Hormat kepada Yang Mulia Raja. Mohon maaf atas kelancangan saya” Aku mengucapkan salam pada Raja sesuai dengan buku yang baru saja tadi aku baca diruangan Leo. ‘Untung saja aku membacanya sebelum bertemu dengannya. Setidaknya aku bisa terlihat sedikit sopan dihadapannya’ Kataku dalam hati dengan penuh terimakasih pada buku milik Leo.


“Iya, tak perlu khawatir tentang itu” ucap Raja Garvery tegas.


“Baik, Yang Mulia. Izinkan saya untuk menjawab pertanyaan Yang Mulia sebelumnya. Yang saya pikirkan tentang kerajaan ini adalah kerajaan yang menarik, Yang Mulia” Kataku dengan jujur.


“Hm? Kerajaan yang menarik, ya. Kenapa?” Raja Garvery tertarik.


“Setiap kota yang ada di kerajaan ini memiliki keunikan masing-masing. Dari sistem pemerintahan, keamanan, perdagangan, perindustrian, sampai pendidikan. Dan yang paling utama adalah di Kerajaan Lilyum ini memiliki orang-orang yang kuat, baik secara fisik atau pikiran maupun sihirnya. Kerajaan Lilyum memiliki keunggulan dalam bidang sihir dan sistem pemerintahan yang sangat susah untuk ditiru kerajaan lainnya. Kekuatan tubuh dan pikiran orang-orang di Kerajaan Lilyum memiliki potensi yang cukup besar untuk lebih berkembang di dunia luar Benua Tengah. Itu yang saya pikirkan, Yang Mulia”


Aku menjelaskan kepada Raja Garvery sesuai dengan apa kata hatiku. Jujur saja, Kerajaan Lilyum memang Kerajaan paling menarik bagiku daripada kerajaan-kerajaan yang ada di benua lainnya. Memang ada Kekaisaran besar di wilayah Benua Timur yang memiliki luas dua kali lipat dari Kerajaan Lilyum dan beberapa penyihir hebat. Tapi, menurutku orang-orang di Kekaisaran terlalu menjunjung tinggi harga diri mereka sebagai negara penghasil penyihir terbanyak di dunia ini.


“Itu jawaban yang cukup menarik. Aku tidak mengira ada orang luar Kerajaan Lilyum yang berpikiran seperti itu. Terimakasih atas jawabanmy, Edgar” Kata Raja Garvery membuatku tersadar dari pikiranku.


“Terima kasih kembali, Yang Mulia” Balasku sambil kembali menundukan kepala seperti semula.


Sementara itu, Raja Garvery kembali menatap Leo dengan sedikit senyum terutas di wajahnya. “Leo! Usulanmu mengenai pembentukan tim baru, aku menyetujuinya. Dia cukup menarik. Kurasa kamu tidak salah memilih orang. Kuharap rencanamu bisa berjalan sesuai dengan keinginanmu, Pangeran Pertama Kerajaan Lilyum.” Kata Raja Garvery lalu berdiri ban berjalan kedepanku dan Leo. Leo juga ikut berdiri dengan tatapan penuh percaya diri dan sedikit melangkah mundur, memberikan ruang untukku dan sang Raja.


“Berdirilah Edgar!” perintah Sang Raja sambil menepuk bahuku.


Aku segera mematuhi perintah Raja Garvery dan berdiri. Dengan tangan yang masih berada dibahuku, Raja Garvery tanpa basa-basi langsung berkata-kata “Atas nama Raja dari Kerajaan Lilyum” Raja Garvery memejamkan matanya, saat itulah lingkaran sihir berwarna putih dengan corak emas dan lambang keluarga Kerajaan Lilyum muncul menyelimuti seluruh lantai ruangan.


“Ini adalah sedikit hadiah dariku untukmu, Edgar. Selamat bekerja” Kata Raja Garvery membuat lingkaran sihir yang semakin mengecil dan redup, perlahan masuk kedalam tubuhku.


Aku masih terdiam, dan merasakan aliran sihir asing yang masuk kedalam tubuhku. Lamunanku menghilang mendengar Raja Garvery berucap “Jaga anakku dengan baik, Edgar. Aku mengandalkanmu” Ucap Raja Garvery dengan nada tegas namun lembut. Walau masih ada keseriusan didalamnya sambil melepaskan tangannya dari atas bahuku.


Aku terkejut dengan perkataan san Raja. ‘Meskipun dia seorang Raja, sepertinya dia juga mengkhawatirkan anaknya’ Batinku. Aku yang merasakan kehangatan di dalam hatiku hanya bisa menjawab “Baik, Yang Mulia” sambil menundukan kepalaku.


“Dengan ini, setidaknya sudah aman. Iya kan, Ayah?” Setelah sekian lama, Leo membuka suara.


“Iya. Untuk situasi saat ini memang masih aman. Lalu, bagaimana dengan surat-surat yang diantar Wave ke tempatmu?” Kata Raja Garvery yang kembali ke mode pekerjaannya.


“Saya sudah membalas beberapa surat yang diberikan oleh Wave dan memberikan sedikit pendapat saya pada Wave, Yang Mulia” Jawab Leo yang juga ikut masuk ke mode pekerjaannya.


‘Sepertinya, Keluarga Kerajaan Lilyum sangat serius jika mereka bekerja. Namun jika sedang tidak bekerja, mereka penuh dengan suasana yang ceria. Terlihat dari sikap Leo yang sangat mudah bergaul dengan siapapun, termasuk orang asing sepertiku’ Batinku yang melihat interaksi antara Raja Garvery dan Pangeran Leo.


“Lalu, surat undangan dari siapa saja yang kamu terima?” Tanya Raja Garvery sambil mundur perlahan menuju depan mejanya dan sedikit mendudukan dirinya diatas meja.


“Surat undangan dari Keluarga Pangeran Evander dan Count Hellium di Evergreen lalu beberapa undangan dari pihak militer dan kuil suci. Sebenarnya ada undangan dari pihak akademi namun aku tidak punya waktu untuk datang kesana, jadi aku ingin minta bantuan dari Lina untuk acara di akademi” Jawab Leo.

__ADS_1


“Dalam surat itu juga ada beberapa undangan untuk perkenalan kandidat tunanganmu. Seharusnya kamu juga tahu, jika tahun depan kau akan resmi diangkat sebagai calon Raja berikutnya, Leo” Kata Raja Garvery dengan sedikit menekan suaranya. Menegaskan kalau ini adalah masalah yang penting bagi seorang Pangeran Kerajaan Lilyum.


Leo terdiam sebentar dan menjawab “Dengan segenap hati saya, saya memohon untuk diberikan sedikit waktu lagi, Yang Mulia. Saya masih belum siap untuk urusan pertunangan ataupun pernikahan” Ungkap Leo dengan menundukan kepalan, dia meminta sedikit pengertian dari ayahnya untuk menunda perkenalan dengan kandidat tunangannya.


Raja Garvery menatap Leo dengan sungguh-sungguh kemudian memberikan jawaban


“Baiklah., Leo. Aku mengerti permohonanmu. Tapi, aku hanya menjamin 1 tahun ke depan. Jika lebih dari itu, aku tak bisa menjamin lagi. Kamu tahukan bagaimana sikap para bangsawan dan menteri bila menyangkut keturunan Keluarga Kerajaan?”


“Baik, Yang Mulia. Saya mengerti. Terimakasih atas pengertian, Yang Mulia. Untuk Edgar bagaimana? Apa perlu kita tempatkan di Istana Millefolia?” Tanggap Pangeran Leo sambil menggangkat kembali kepalanya dan menatap Raja Garvery. Suasanya sekitar sudah tidak terlalu berat dan tidak seserius sebelumnya.


“Kamu yang mengajukan pembentukan tim baru, terkait akomodasi itu sudah menjadi tanggung jawabmu, Leo. Jadi, kamu yang tentukan. Aku hanya bisa membantu sebisaku” Jawab sang Raja.


“Baik, Ayah. Kami pamit undur diri terlebih dulu. Masih banyak yang perlu kami kerjakan. Termasuk masalah tadi pagi” Leo membungkuk memberi hormat. Aku juga ikut memberi hormat pada Raja Garvery.


“Iya” Jawab singkat Raja Garvery.


Aku dan Leo pun meninggalkan ruangan Sang Raja.


...***...


Raja Garvery menatap kepergian putranya dan tersenyum “Bukankah mereka tim yang bagus, Mikael?” Ucap Raja Garvery sambil mendekap kedua tangannya.


Mendengar namanya dipanggil, sosok seorang pemuda berambut merah dengan mata orange tiba-tiba muncul dari belakang sang Raja. Dengan senyum manis diwajahnya diwajahnya yang cantik dia membalas “Ini kedua kalinya aku melihat Pangeran Leo membawa orang untuk membentuk tim khususnya”


Pemuda bermana Mikael itu masih tersenyum. Rambut merahnya cukup panjang diikat pony-tail. Dia menggunakan pakian warna putih dengan pin emas lambang Istana Gladiolis tersemat didadanya. Dia berjalan kesamping Raja Garvery sambil menyerehkan beberapa kertas kepadanya.


“Kamu benar. Terakhir adalah putra pertama dari Keluarga Pangeran Alexander. Kalau tidak salah, mereka juga satu kelas pada saat di Akademi” Kata Raja Garvery sambil mengangguk sebagai tanda dia menerima kertasnya dan ungkapan terimakasih.


Mikael hanya tertawa kecil, “Hahaha… Sungguh anak-anak yang menarik”


“Iya. Berawal dari tugas kepala Akademi hingga sekarang menjadi salah satu tim asisten dari Leo. Kuharap anak itu tidak memaksakan kehendak mereka” Kata Raja Garvery sambil mengerutkan dahinya, saat membaca kertas ditangannya.


“Aku tidak menyangka mereka mengirim barang-barang ini hingga ke luar Kerajaan” Guman Raja Garvery sambil kembali duduk dikursi kerjanya.


“Mereka cukup cerdik. Dengan memanfaatkan pedagang dari luar yang memiliki surat masuk dari bangsawan dan juga kepala guild asosiasi perdagangan yang ada dibawah mentri perdagangan. Walau mereka memberikan upah yang cukup tinggi, jika barang ini dijual keluar kerajaan secara otomatis harganya juga melambung tinggi” Jelas Mikael yang berada didepan Raja Garvery.


“Hah~ Tolong panggil Wave kemari, aku akan menyelesaikan beberapa berkas sebelum beristirahat” Raja Garvery mengehela nafas berat dan meletakan kertas ditangannya kemeja kerjanya.


“Baik, Yang Mulia. Selamat beristirahat” Kata Mikael sambil memberi hormat pada Raja dan meninggalkan ruang kerja sang Raja.


“Kuhara, Dewi Keberuntungan ada pihak kalian, Leo” Kata Raja Garvery sambil kembali ke mode bekerjanya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2