Under The Moon

Under The Moon
Episode 8 : Wajah Baru, Tugas Baru


__ADS_3

Dengan tatapan yang masih tertuju pada tulisan-tulian didalam dokumen yang sedari tadi aku baca. Hingga tak kusadari hari sudah menjelang sore. Aku yang sedari tadi fokus terhadap dokumen-dokumen yang ada dimeja mengalihkan pandanganku kearah ruang tamu di dekat ruang kerja. Aku bisa melihat banyak sekali tumpukan buku-buku yang berserakan dimana-mana. Diatas meja, diatas sofa, dan dilantai sekeliling rak buku.


‘Ruanganku terlihat seperti gudang arsip yang baru saja diobrak-abrik oleh pencuri yang mencari barang berharga’ keluhku dalam hati dengan sedikit candaan, mengingat aku tahu siapa pelakunya.


‘Tapi dimana orang yang sedari tadi membaca buku-buku tersebut?’ batinku sambil memperhatikan dengan seksama ruangan tersebut. Namun tak dapat menemukan orang tersebut.


Melihat keadaan ruanganku yang kacau seperti ini aku tidak memiliki pilihan lain selain membereskan ruang tamuku terlebih dahulu. Aku berdiri dari kursi kerjaku dan berjalan menuju ke ruang tamu. Sampai di ruang tamu, aku langsung menjentikan jari tangan kanan sekali karena tak tahan dengan suasana yang berantakan ini. Seketika itu, angin langsung berhembus mengelilingi ruang tamu dan membawa buku-buku yang berserakan dimana-mana, kembali ke dalam rak buku.


Sesaat setelah itu, Mataku beralih ke sofa dan menemukan pemuda berambut coklat cappucino sedang tertidur dengan buku terbuka diatas wajahnya.


“Edgar, sudah saatnya untuk bangun” aku langsung membangunkannya. “Jika kamu tidak segera bangun, kamu tidak bisa melanjutkan ke pekerjaan berikutnya” sambungku sambil mengambil buku diatas wajahnya.


“Hm? Iya, Ah~ Aku bangun” sambil menguap, Edgar bangun dari tidurnya.


“Segera bersihkan dirimu, aku akan menunggu disini sambil membaca sedikit laporan dari Wave tadi” kataku sambil mendudukan diri di sofa dekat dengannya.


“Ah! Baiklah, aku pinjam kamar mandimu dulu” balas Edgar sambil berdiri dan pergi menuju ke kamar mandi.


Aku menghela nafas dan melihat laporan yang tadi dibawa oleh Wave. Beberapa perkembangan di wilayah Benua Timur sangat besar sekali. Sedangkan di wilayah Benua Selatan dan Utara masih terlibat perang perbatasan antar negara. Saat ini yang masih dinilai stabil adalah wilayah Benua Barat. Itu adalah sedikit laporan yang diberikan para anggota Dewan yang ada disana. Termasuk juga beberapa laporan tambahan.


Sesaat setelah selesai membaca laporan. Aku langsung mengalihkan pandanganku ke pintu utama. Ada seseorang yang sedang berdiri diluar itu.

__ADS_1


“Permisi. Apa Yang Mulia ada didalam?” seseorang mengetuk pintu ruang utama.


“Masuk!” perintahku untuk memberi ijin masuk pada orang itu.


Seorang pemuda tampan berusia ±21 tahun. Berambut Dark Purple dengan warna mata yang senada dan mengenakan pakaian berwarna biru gelap ala bangsawan memasuki ruangan. ‘Ternyata dia’ batinku yang sudah mengetahui identitasnya.


“Hormat saya, Yang Mulia Pangeran” Suara maskulin dari pemuda itu dan memberi hormat.


“Ah, iya… Sudah lama tak bertemu, Reynard… Bagaimana misimu?” aku merapikan kembali beberapa kertas laporan yang kubaca di atas meja.


“Kediaman Baron Neptun dan Baron Benonite terlihat bersih di luar. Tapi pada saat pesta dansa beberapa hari yang lalu dikediaman Baron Benonite di Wilayah Illyras saya menemukan beberapa senjata seludupan digudang penyimpanan wine mereka. Senjata yang diseludupkan adalah pistol. Dari keterangan beberapa orang dikediamannya, beberapa hari yang lalu ada beberapa orang suruhan Baron Neptun yang mengantarkan beberapa barrel wine kepada Baron Benonite” Jelas Reynand kemudian duduk disofa langsung berhadapan denganku.


“Pistol, ya? Beritahu pada William untuk penyelidikan lebih lanjut. Dan kau, kurasa kau sudah tahu harus kemana selanjutnya” Aku sedikit termenung dan tersenyum mendengarkan penjelasan Reynard.


“Bingo! Benar! Jadi, apa kau sudah paham apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Reynard?” Aku senang mendengar jawaban dari Reynard.


“Kurasa, saya sedikit paham. Pesta dansa kali ini diselenggarakan oleh salah satu bangsawan yang mengelola Kota Ruth, Duke Cloud Albertus untuk merayakan ulang tahun putri keduanya, Nona Carmila Albertus yang berusia 17 tahun. Menjalankan tugas sebagai salah satu pengelola wilayah dengan baik selama 36 tahun. Sepertinya tahun ini dia juga akan menyerahkan kepemimpinannya pada putra pertamanya yang bernama Philip Albertus dengan gelar Earl dan berusia 25 tahun, di tahun ini. Dari yang saya tahu Kota Ruth terlihat bersih” jelas Reynard.


“Selain informasi itu apalagi yang kau ketahui tentang Kota Ruth, Reynard?”


“Kota Ruth… Berada di sebelah timur laut Kota Lilith salah satu kota perdagangan yang menghubungkan Kerajaan Lilyum dengan Kerajaan yang berlokasi di Utara dan Timur Kerajaan Lilyum. Mata pencaharian mereka rata-rata adalah penambang batu mineral. Terutama permata Zircone, salah satu permata yang bisa digunakan sebagai pengganti Diamond. Selain penambang batu mineral banyak yang menjadi penjaga makam disana karena banyak bangsawan yang dimakamkan disana. Mengingat salah satu gunung tertinggi Kerajaan Lilyum ada disana, membuat para bangsawan banyak yang memiliki makam keluarganya disana, terutama keluarga dari bengsawan kalangan mengengah kebawah. Pajak tanah disana tergolong rendah karena banyak sekali pekerja perbudakan. Disana juga terdapat salah satu pabrik senjata milik Kerajaan Lilyum yang dikelola oleh Duke Albertus dan Marquess Elias. Ada banyak penduduk juga yang bekerja sebagai buruh disana. Dan yang terakhir… kota ini berada dibawah pengawasan salah satu para mawar, Orange. Kurang lebih seperti itu penjelasan yang bisa saya berikan, Yang Mulia” Reynard memberikan penjelasan yang cukup panjang padaku.

__ADS_1


“Ha~ah… Reynard! Jangan panggil aku dengan sebutan Yang Mulia. Kamu masih ingat kan? Jika kamu seperti ini lagi, aku akan minta William untuk menambah pekerjaanmu lagi” Aku bertanya pada Reynard dengan nada yang agak kesal.


“Kamu memang tidak berubah ya, Leo. Setelah mendapatkan misi darimu terus menerus aku jadi lelah” kata Reynard yang sudah lebih relax dari sebelumnya membuatku sedikit tersenyum.


“Untuk masalah di Illyras jangan lupa laporkan pada Purple… Kurasa dia akan membereskannya nanti. Ah, iya! Untuk jaga-jaga, besok di Kota Ruth kau pergi Bersama Orion dan Merlyn sebagai pengawal. Pastikan kamu juga mengirim pesan pada Orange dan William sebelum berangkat. Kamu bisa berangkat 2 hari kedepan. Perjalanan kesana hanya memakan waktu 1 hari. Selain Orion dan Merlyn bawa 10 pengawal bangsawan senior untuk mengawal perjalanamu. Setelah sampai disana, pada saat pesta sampaikan pesan ini pada mereka yang datang” ucapku, menyerahkan gulungan pesan pada Reynard.


‘Aku membuat pesan ini sebagai permintaan maaf, atas ketidak hadiranku di pesta mereka. Aku juga memiliki beberapa pekerjaan terkait laporan Reynard yang menyinggung tentang penyelundupan pistol’ Batinku


“Dan surat ini untuk Orange. Kamu akan bertemu dengannya saat pesta dimulai” Aku menyerahkan sebuah amplop dengan stampel bunga mawar pada Reynard.


“Selanjutnya, kamu akan tinggal disana selama 2 minggu. Pastikan tidak ada yang luput. Terutama pemerikasaan di tambang dan pabrik senjata. Kamu paham sudah paham apa yang kumaksudkan? Penerus keluarga Vernalae, Reynard Illarion Vernalae?” ucapku dengan nada yang cukup tajam, mengingat ini adalah misi yang penting bagi Kerajaan Lilyum


“Baik, Yang Mulia!” Reynard berdiri dan berlutut memberi hormat.


“Kalau begitu. Saya pamit undur diri, Yang Mulia” kata Reynard yang masih dalam posisi berlututnya.


“Sampai jumpa lagi, Leo” Reynard bangkit sambil terukir seyum kecil diwajahnya


‘Dia juga belum berubah sama sekali. Sejak kejadian di Akademi dulu’ Batinku sambil tersenyum membandingkan Reynard pada masa di Akademi dan posisinya saat ini.


“Iya, hati-hati, Reynard” ucapku sebelum Reynard hilang dibalik pintu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2