Under The Moon

Under The Moon
Episode 4 : First Meet With Red Rose


__ADS_3

Sementara itu, ditempat lainnya, tepatnya didalam sebuah mansion.


“Jadi orang itu yang kamu maksud tamu hari ini, Leo” Kata pemuda yang sedang berdiri di depan jendela dan mengamati pertarungan Edgar.


“Iya, jika dia tidak dapat mengalahkan kedua golem itu, maka dia tidak cocok sebagai salah satu calon tanganku. Aku akan langsung mengopernya ke departemen ketenagakerjaan. Bagaimana pendapatmu tentang dia, Red” Kata Leo sambil menyeruput teh yang disajikan untuknya.


Red mengamati pergerakan Edgar dengan seksama.


“Dia cukup pintar untuk menghindari serangan dari para golem. Tapi masih belum cukup untuk mengalahkan golemnya. Setidaknya dia harus menyerang inti dari kedua golemya dengan Physical Attack Enchanment. Itu adalah cara termudah untul mengalahkan Elemental Golem” kata Red yang masih seksama mengamati Edgar.


Beberapa detik kemudiam, Red cukup terkejut karena tiba-tiba kedua golem tersebut sudah tidak dapat bergerak dan hancur seketika.


“Hm? Golemnya sudah hancur. Tapi sejak kapan? Padahal tidak ada tanda-tanda serangan yang dilancarkan ke golemnya” heran Red.


“Red, bukakan pintunya untuk tamu kita hari ini” perintah Leo.


“Baiklah” Red berlalu membukakan pintu.


Setelah mengalahkan golem. Edgar bergegas pergi setelah mengambil tas yang dijatuhkan tadi lalu menuju mansion di depannya. Mansion itu cukup besar, dan terawat walau berada di tengah hutan seperti ini. Baru saja dia mau mengetuk pintunya, pintu sudah terbuka dari dalam, dan menampakkan seorang pemuda bersurai merah yang lebih tua darinya.


“Permisi, apa benar ini rumah Leo?” tanya Edgar, sedikit gugup namun masih bisa menyapa dengan sedikit senyum anehnya.


“Masuklah” kata pemuda itu.


Edgar mengangguk dan mengikuti si pemuda masuk ke dalam mansion. Mata Edgar mengamati mansion yang cukup besar itu. Sampai saat pemuda yang ada didepannya ini, menyerang secara tiba-tiba. “Oi! Apa yang kau lakukan?” tanya Edgar sambil menghindari serangan.


“Jika kau bisa melukai Red, maka kau lulus tes, Edgar” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul.


“Leo!” seru Edgar sambil menahan pukulan dari pemuda bersurai merah yang dipanggil sebagai Red oleh Leo.


“Hai Edgar. Gimana dengan sambutan kecil dariku? Apa kau menyukainya?” tanya Leo dengan santainya melambaikan tangan pada Edgar.


“Kurasa tebakanku benar, aku sudah menduganya. Kau bangsawan ya?” Edgar menghidari pukulan dari Red lagi dan kembali bertanya pada Leo.

__ADS_1


“Oh, jadi itu menurut pandanganmu. Ya, jawabanmu hampir benar. Tapi… Red, jangan menahan diri ya. Kau bisa kalah” kata Leo sambil tersenyum dan memberi perintahnya pada Red.


Edgar dan Red yang mendengar perkataan Leo langsung sama-sama melompat mundur dan mengambil jarak diantara keduanya.


“Tentu saja, aku tidak akan menahan diriku kali ini” kata Red sambil mengambil posisi bersiap.


“Edgar, ini peringatan kecil dariku. Red itu kuat,lho. Jangan remehkan dia” kata Leo yang masih setia dengan senyumnya.


“Tapi…” keluh Edgar tidak sampai selesai, dan Leo langsung memulai acara pertandingan mereka.


“Oke, kalau begitu. Mulai!” Leo mengangkat tanganya, menandakan pertarungan telah dimulai.


Edgar yang terkejut dengan aba-aba Leo langsung berteriak panik, “Woi, yang benar saja!” Red langsung meluncurkan tinjunya pada arah wajah kiri Edgar.


“Lebih baik kau memperhatikan gerakan Red, Edgar. Jika tidak dia bisa membunuhmu, lho” kata Leo memperingatkan Edgar sekali lagi.


Pada saat itu juga, Red melancarkan serangannya lagi namun bisa ditahan oleh tangan gesit Edgar. “Uwa… hampir saja. Tapi aku tidak akan mati kok. Tenang saja, Leo”


Red masih melancarkan serangannya pada Edgar. Dari pukulan rendah, tinjuan ke arah wajah, hingga tendangan-tendangan yang kuat dan cepat. Edgar menghindari serangan-serangan Red dengan nyaris terkena beberapa serangannya.


Terlihat senjata yang Edgar gunakan adalah 2 buah pisau Dagger tajam dengan gagang berwarna Blue Azure. Red yang melihat Edgar mengeluarkan senjatanya juga ikut mengeluarkan senjatanya. Red mengangkat tangannya dan muncul lingkaran sihir berwarna merah. Memunculkan sebuah cambuk berwarna werah darah yang sudah ada digenggamannya.


“Hee~ Seperti dugaanku, Edgar benar-benar orang yang menarik. 2 pisau dagger. Pembunuh bayaran, ya?! Kelas Assassin dan Dark Magic, pengendalian bayangan. Tapi sepertinya masih ada yang disembunyikan olehnya” Kata Leo yang masih setia mengamati Edgar dan Red yang sedang saling menjaga jarak.


Terlihat Red bersiap menyerang Edgar “Kurasa dengan ini sudah terlihat apa yang akan terjadi diakhir pertarungan” Tambah Leo dengan senyuman ria penuh kemisteriusan.


Leo kembali mengamati pertarungan mereka dari tangga penghubung lantai 1 dan 2.


Red terus menggaungkan cambuknya menyerang Edgar. Sementara itu, Edgar terus menghindar dan sesekali menangkis cambukan dari Red. Cambuk Red sangat keras hingga tidak bisa dipotong menggunakan dagger tajam milik Edgar. Tidak hanya itu, di cambuk Red juga terdapat Multiple-Barrier termasuk resistensi terhadap benda tajam.


“Kalau tidak salah, namamu Red kan? Sudah berapa lama kau melayani Leo?” Tanya Edgar sambil menghindari serangan dari Red dan membalas serangannya.


“Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu” jawab Red, yang sedang menangkis serangan yang dilancarkan Edgar.

__ADS_1


“Uwa! Sadis sekali. Kalau begitu! Aku akan menangkapmu hidup-hidup dan bertanya hingga kamu menjawab seluruh pertanyaanku” kata Edgar sambil tersenyum.


Tanpa disadari Red, dia sudah tidak dapat menggerakkan badannya. Dia memperhatikan sekeliling baik-baik dan memdapati kedua kakinya yang sudah terlilit oleh bayangannya. Dia sudah terjebak di perangkap Edgar.


“Shadow Bind” Kata Edgar sambil berjalan mendekat pada Red.


“Tanpa kamu sadari, kamu sudah terikat oleh bayanganmu sendiri. Walaupun penampilanku seperti ini, setidaknya aku memiliki beberapa trik untuk orang-orang yang iseng padaku. Sedikit saran dariku, ada baiknya jika kamu tidak terlalu banyak bergerak, bayanganmu akan membuatmu semakin tidak bisa bergerak” jelas Edgar yang sudah ada dihadapan Red, tak lupa senyum merendahkannya.


Red yang mendengar perkataan Edgar tiba-tiba juga ikut tersenyum. “Kau juga seharusnya berhati-hati”


Red menjatuhkan cambuknya dengan santai. Saat itu juga cambuknya berubah menjadi sulur-sulur mawar dan berusaha menangkap Edgar. Sulur-sulur itu terus mengejar Edgar, dan membuat Edgar menjauh dari hadapan Red.


“Uwaaa.. hampir saja” Edgar berhasil menghindari beberapa serangan sulur mawar dan terus bergerak, agar tidak tertangkap oleh sulur mawar milik Red.


“Rose Whip, 4th Phase Evolution, Rough Garden” sulur mawar Red kembali menyerang Edgar. Edgar pun berusaha untuk menghindari kejaran sulur-sulur mawar tersebut.


Sulur mawar itu penuh dengan duri mawar dengan ukuran yang cukup besar. Jika sampai terlilit oleh sulur-sulur itu bisa dipastikan Edgar bisa terluka dan tubuhnya akan dipenuhi oleh goresan-goresan sulur mawar. Dari luka itu, juga dapat membuat Edgar kehilangan banyak darah. Terlebih, sulur-sulur itu memiliki beberapa efek yang untuk melemahkan kekuatan seseorang. Edgar juga dapat menangkis beberapa sulur mawarnya, namun tidak semua.


Tiba-tiba, terdengar Leo menepukkan tangannya dan berkata “Cukup, sampai disini pertarungannya” Sulur-sulur mawar yang mengejar Edgar menghilang seketika itu. Begitu juga ‘Shadow Bind’ yang melilit kaki Red.


Edgar berhenti berlari dan melihat Leo “Hanya dengan satu tepukan saja” katanya dengan ekspresi terkejut.


“Red, sudah cukup untuk hari ini. Edgar juga. Melihat kalian bertarung ternyata menarik sekali. Mungkin jika diteruskan akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyelesaikannya.” Kata Leo sambil berjalan menuruni tangga dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya sejak pertarungan dimulai.


“Edgar, bagaimana menurutmu? Apa kau mau bekerja untukku?” Kata Leo yang sudah berada dihadapan Edgar dan mengulurkan tanganya.


Sekilas, Edgar terlihat sedang memikirkan tawaran Leo. Dia mengingat pertemuan pertamanya di sebuah kedai makan hingga dia yang teringat dengan kenangan-kenangan sang kakek.


Setelah sedikit berpikir Edgar lalu menjawab perkataan Leo “Baiklah. Aku akan bekerja untukmu” sambil membalas jabatan tangan Leo, merekapun saling tersenyum.


Seakan teringat akan sesuatu sekarang giliran Edgar yang bertanya pada Leo.


“Oh iya! Aku lupa bertanya, apakah disini ada bangsawan yang tinggal? Setahuku tidak ada bangsawan yang tinggal didalam hutan terpencil seperti ini. Leo kamu berasal dari bangsawan mana?” tanya Edgar dan melepaskan jabatan tangan mereka.

__ADS_1


“Ah, kalo masalah itu nanti kita bicarakan sambil makan siang. Kamu belum sempat untuk makan, iya kan?” Leo berbalik dari hadapa Edgar dan bejalan ke lantai 2, diikuti Red dan Edgar.


...***...


__ADS_2