Under The Moon

Under The Moon
Episode 5 : Identitas Leo


__ADS_3

Mereka memasuki salah satu ruangan yang ada di lantai 2. Pada saat Red membukakan pintu untuk mereka, Edgar cukup terkejut dengan apa yang ada disana. Disana sudah tersaji beberapa makanan untuk dirinya, Leo, dan Red.


Leo dan Red langsung duduk di kursi mereka diikuti Edgar. Edgar terkejut dengan situasi yang terjadi saat ini. Dia yakin sekali pada saat dia masuk ke mansion ini, dia tidak melihat, mendengar, atau merasakan keberadaan orang lain selain mereka bertiga.


‘Tapi, kenapa disini sudah ada makanan yang tersajikan dengan rapi diatas meja makan?’ Batin Edgar yang masih terkejut dengan pemandangan dihadapannya.


“Edgar? Kenapa kamu hanya diam disana? Ayo cepat masuk” Kata Leo membuat Edgar tersadar dari lamunannya.


Dia hanya menjawab “Ah, iya” dengan singkat lalu menyusul Leo masuk kedalam.


Leo mendudukan dirinya di kursi tengah, tempat yang menandakan bahwa dia adalah pemilik mansion ini. Disebelah kananya ada Red yang ikut duduk, diikuti Edgar berada disebelah kirinya. Leo dan Red tanpa ragu untuk menyantap hidangan yang ada diatas meja tersebut. Berbeda dengan Edgar yang masih sedikit ragu untuk menyantap hidangan tersebut.


“Oh iya. Kamu bilang kalau disini tidak ada bangsawan, iya kan?” Tanya Leo yang sudah selesai memotong daging diatas piringnya.


Edgar hanya mengangguk sebagai respon pertanyaan Leo seraya mengangkat alat makannya. Sepertinya melihat Leo dan Red yang sudah mulai makan dengan tenang, keraguanannya perlahan menghilang.


“Pernyataanmu mengenai ada atau tidaknya bangsawan di mansion ini memang benar. Tidak ada bangsawan disini. Red juga bukan bangsawan. Kau juga bilang aku adalah bangsawan. Iya kan, Edgar?” Kata Leo membuka percakapan mereka.


Edgar menoleh pada Leo dan menganggukan kembali kepalanya. Dia lalu menjelaskan tentang maksud dari perkataan sebelumnya.


“Ah, iya. Aku memang bilang begitu. Tapi perkataanku benarkan? Kau bangsawan dan Red adalah pelayanmu. Ini masih dugaanku saja. Leo kamu bukan bangsawan biasa yang memiliki mansion ditengah hutan seperti ini. Setidaknya hanya sekelas Count atau atasnya lagi yang memiliki mansion sebesar ini. Lalu tidak sembarang orang juga memiliki pelayan dengan kemampuan seperti Red. Aku juga yakin jika kamu pasti memiliki pelayan lain sekelas Red. Bangsawan dibawah kelas Count tidak memiliki tanah mereka dan banyak dari mereka yang memilih untuk tinggal bersama dengan para Landlord. Apalagi untuk keamanan rumah mereka. Rumah bangsawan biasanya hanya dijaga oleh pengawal bangsawan bukan dengan Multiple-Barrier dan Illusion Magic ataupun Elemental Golem. Sekalipun mereka adalah bangsawan sekelas Count, mereka tidak akan bisa menghilangkan sihir bayangan atau sihir manipulasi benda hanya dengan sekali tepukan tangan. Itu mustahil. Setidaknya mereka harus menggunakan alat sihir kelas menengah atau atas. Itu saja juga belum menghitung jumlah kapasitas mana yang diperlukan dan pengendalian mananya” Jelas Edgar dengan sedikit menekan nadanya.

__ADS_1


Leo mendengarkan penjelasan panjang dari Edgar sambil menikmati makanannya, tanpa sadar tersenyum, dia merasa sedikit puas dengan penjelasan dari Edgar. Sementara itu, Edgar baru saja mau mencicipi masakan yang sedari tadi belum sempat dia santap.


Leo menanggapi penjelasan dari Edgar “Dugaanmu memang tepat, Edgar. Tapi belum sepenuhnya benar” Tanggap Leo sambil meletakkan alat makannya.


Tanggapan Leo membuat Edgar sedikit terkejut, karena penjelasannya sedikit meleset dari harapannya sendiri.


“Kurasa aku harus memperkenalkan diriku terlebih dahulu untuk menjawab seluruh pertanyaanmu, Edgar. Namaku Lilyum Cammomile Vi Raguel Leo. Aku Pangeran pertama Kerajaan Lilyum. Salam kenal, Edgar” Ucap Leo yang tersenyum sambil menyanggah kepala dengan kedua tangannya di atas meja.


Edgar yang mendengar perkataan Leo langsung menghentikan aktifitasnya. Dia sedang memproses perkataan Leo dengan seksama. Tak lama setelah itu Edgar langsung berteriak “Haa!?!?” saking terkejutnya, Edgar menjatuhkan alat makannya.


“Tunggu dulu! Kau tidak serius kan? Jangan mengatakan hal seperti sembarangan, Leo” kata Edgar yang masih tak percaya sambil berdiri menggebrak meja makannya.


Red sedikit menyeritkan matanya melihat reaksi dari Edgar yang dia rasa berlebihan. Dia berasumsi jika Edgar tidak berasal dari Kerajaan Lilyum, melihat reaksi Edgar sebelumnya.


“Bukannya aku tidak percaya padamu, Leo. Tapi aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang. Aku masih perlu bukti. Dan juga, jika kamu seorang pangeran, kenapa kau ada disini? Seorang pangeran tidak seharusnya keluar istana sendirian tanpa pengawal” Kata Edgar yang sudah mulai tenang dan duduk kembali di tempat duduknya.


“Aku sedang melihat suasana di luar istana. Kalau kau ingin bukti, aku akan menunjukannya padamu” Leo menaruh telapak tangannya diatas meja makan dan memunculkan lingkaran sihir berwarna putih dan emas.


Dari lingkaran sihir itu, keluar sebuah kotak perhiasan berwarna merah dan corak emas. Kotak kecil itu terlihat sangat indah dan berkelas. Sudah dipastikan jika Leo memang bukan bangsawan kelas atas biasa.


Red yang juga melihat kemunculan kotak perhiasan itu langsung berdiri dan berdiri dengan sigap dibelakang Leo, seperti seorang ksatria yang sedang mengawal tuannya. Leo kembali tersenyum melihat Red yang sudah berada dibelakangnya.

__ADS_1


“Ini buktinya. Ini adalah kotak perhiasan dimana permata dengan simbol kuno Kerajaan Lilyum terukir didalamnya” kata Leo sambil membuka kotak perhiasan tersebut.


Nampak sebuah permata dengan warna putih perak menyala dengan ukiran emas terpatri didalamnya. ‘Indah’ satu kata mengibaratkan permata tersebut. Simbol singa yang dengan gagah berani menopang sebuah pintu disisi kanan dan kiri. Dibawah pintu tersebut tergambar sebuah pita yang menghubungkan kedua kaki singa bertuliskan ‘Gia Aiónia Dóxa’. Pintu peraknya berukirkan sebuah pohon besar yang subur dengan dua orang terlihat disana. Disisi kanan terlihat seorang perempuan bermahkotakan rangkaian bunga sedang berdiri membawa sebuah tongkat panjang dengan lilitan tumbuhan yang belum pernah dilihat oleh Edgar. Disisi kiri, terlihat seorang pemuda dengan tongkat pengembala yang sedang diangkat keatas. Terlihat juga didepan pohon tersebut ada sebuah pedang yang tertancap gagahnya. Diatas pohon tersebut terlihat pula sebuah timbangan dengan matahati setengah lingkaran yag bersinar terang dibelakangnya.


“Di Kerajaan Lilyum, hanya keluarga kerajaan berdarah murni yang diperbolehkan membawa simbol ini. Meskipun kau seorang keluarga kerajaan dari royal family, kau tidak mempunyai hak untuk membawa simbol ini. Karena itu adalah sebuah aturan yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.” Jelas Leo yang terdengar oleh telinga Edgar membuatnya tersadar.


Leo berdiri dari tempat duduknya dan menutup kembali kotak perhiasannya, menghilang bersamaan dengan lingkaran sihir yang ada diatas meja.


“Kurasa sampai sini dulu untuk perkenalannya, Edgar. Kita harus segera kembali ke istana” Ucap Leo yang tiba-tiba sudah berlajan keluar menuju pintu keluar.


Sementara itu, Red sudah siap didepan Leo untuk membukakan pintunya.


“Hee?” Respon Edgar yang masih menelaah ucapan Leo. ‘Kita? Kembali ke Istana?’ Batin Edgar dalam pikirannya.


Leo berhenti dan menoleh kebelakang, mendapati Edgar yang masih terdiam “Jangan hanya melamun saja. Ingat Edgar, kamu mulai hari ini akan bekerja untuku. Dan ini adalah pekerjaan pertamamu, yaitu mengikutiku ke Istana” Kata Leo sambil menunggu Edgar untuk bergerak.


Edgar menghela nafas panjang “Ha~ah, baiklah. Sepertinya ini akan menjadi pekerjaan yang merepotkan” keluh Edgar sambil berajak dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Leo dibelakangnya.


Mereka bertiga berjalan bersama dipimpin oleh Red yang membukakan pintu untuk mereka dan Edgar yang berjalan di belakang Leo. Sampai di depan pintu utama mainsion, Leo memberikan kata-kata perpisahan pada Red


“Red, urusan selanjutnya, aku serahkan padamu” kata Leo sebelum berlalu dengan Edgar yang mengikutinya dan menginggalkan Red di mansion sendirian.

__ADS_1


...***...


__ADS_2