
Edgar berjalan mengikuti Leo dari belakang sambil merenungkan kembali kejadian di pagi ini. Dia datang ke Kerajaan Lilyum atas petunjuk dari kakeknya, setelah mendengar cerita mengenai kerajaan yang makmur di tanah Benua Tengah. Dia tidak menyangka jika dia akan menjadi anak buah dari sang pangeran Kerajaan Lilyum itu sendiri.
Saat dia tiba di Kerajaan Lilyum, dia memang pernah beberapa kali mendengar desas desus tentang Pangeran Pertama Kerajaan Lilyum yang sudah lama tidak tampil di publik selama dua tahun terakhir. Karena masa belajar formal di akademinya telah selesai. Tinggal melaksanakan ujian akhirnya saja. Yang mana berupa kegiatan praktikum, menerapkan pengetahuannya untuk membantu perkembangan Kerajaan Lilyum.
Rumor juga mengatakan bahwa Pangeran pertama tersebut juga membentuk sebuah kelompok dibawah kepemimpinannya. Selain rumor itu, ada juga rumor lain yang mengatakan bahwa Pangeran sedang bersembunyi dibalik pangeran keluarga kerajaan lainnya, untuk menutupi kesalahannya selama ini. Walau dimata Edgar, Leo tidak tampak sedang menutupi kesalahannya.
Namun, Edgar memiliki pandangannya sendiri mengenai rumor-rumor yang beredar di kalangan masyarakat tersebut. Menurutnya, Leo tidak sedang menutupi kesalahannya sendiri. Tapi, rumor mengenai sebuah kelompok yang dibentuk oleh Leo dan bersembunyi dibalik para pangeran lain, mungkin itu ada benarnya. Melihat Leo yang sering keluar Istana tanpa pengawalan, hanya dirinya saja.
Edgar juga membatin didalam hatinya, ‘Apakah ini hal yang benar untuk dilakukan atau tidak? Apa tidak masalah jika dia menjadi anak buah seorang Pangeran ternama di Kerajaan dan dunia ini?’ Banyak sekali yang menjadi beban ketika dia memikirkan kembali keputusannya untuk mengikuti Leo.
Sambil berjalan dalam pikirannya sendiri. Leo yang sedikit melirik kebelakangnya menyadari bahwa Edgar sedang diam termenung. Leo membuka percakapan diantara mereka dengan sebuah pertanyaan.
“Edgar bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”
Edgar yang tersadar akan pertanyaan Leo hanya mengangguk sebagai responnya.
“Kamu bukan berasal dari Kerajaan Lilyum, iya kan?” pertanyaan Leo membuat langkah Edgar terhenti. Raut wajahhnya tampak berubah menjadi gelap dan masam.
“Apa yang membuatmu berfikir seperti itu?” Edgar menjawab pertanyaan Leo dengan sebuah pertanyaan. Suara Edgar memperlihatkan dia yang enggan untuk menjawab pertanyaan Leo.
Leo mengehentikan langkahnya dan menoleh kebelakangnya “Hanya intuisiku saja. Tapi, melihat responmu barusan. Sepertinya tebakanku benar. Kamu bukan penduduk Kerajaan Lilyum, benarkan?” Sebuah seringai kecil nampak di wajah Leo.
__ADS_1
Edgar hanya diam dengan wajah yang masam mendegar ucapan sang Pangeran yang memang benar kenyataannya. “Apa anda terganggu dengan hal itu, Pangeran?” Dia menekan nada formal pada saat membalas pertanyaan Leo dengan sedikit nada tegang dan enggan untuk melanjutkan percakapan mereka.
Leo terkejut, lalu tertawa mendengar pertanyaan dari Edgar “Ahahahah! Tenanglah Edgar. Tidak perlu setegang itu. Aku tidak akan mengusirmu dari Kerajaanku hanya karena kamu seorang pelarian dari kerajaan lain. Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan seorang pelarian yang berhasil mencapai Kerajaan Lilyum, menggunakan jalur utama tanpa diketahui petugas perbatasan. Ahahahaha” Kata Leo dengan senang hati mengungkapkan pikirannya tanpa rasa bersalah.
“Haah~ Aku tidak menyangka ada orang menarik sepertimu yang ingin datang kesini. Apa kamu tidak takut jika tertangkap di Kerajaan Lilyum? Hukum di Kerajaan Lilyum sangat ketat, lho. Jangan meremehkannya”
Sambung Leo sambil menghela nafas, menenangkan diri akibat tawanya sendiri.
Wajah masam Edgar perhalan kembali seperti semula mendengar pertanyaan serius yang diiringi dengan candaan Pangeran pertama Kerajaan Lilyum itu.
“Apa itu yang anda lihat dengan mata anda, Pangeran?” Tanya Edgar yang merasa identitasnya telah dibaca oleh sang Pangeran.
“Iya, aku memang sedikit melihatnya. Lalu bagaimana dengan pertanyaanku sebelumnya? Apa kamu tidak ingin menjawabnya?” Kata Leo dengan sedikit rasa penasaran.
“Aku memang bukan warga Kerajaan Lilyum. Dan mengenai tebakan Pangeran Leo sendiri, hampir seluruhnya benar” Sambung Edgar dengan sedikit menundukan kepalanya dengan sedikit rasa gundah dalam hatinya.
“Apa aku tidak bisa bekerja untuk anda jika aku bukan warga Kerajaan Lilyum?” Tanya Edgar dengan rasa khawatir jika tidak dapat bekerja untuk Leo. Baru saja dia mendapat pekerjaan, dan sekarang dia merasa terancam akan kehilangan pekerjaannya.
Leo sedikit terkejut dengan perkataan Edgar, lalu kembali tertawa “Ahahahaha, Seperti perkiraanku sebelumnya. Kamu memang orang yang menarik, Edgar. Ahahahaha”
“Haduh, aku bisa sakit perut jika dibuat tertawa seperti ini terus” Kata Leo sambil memegang perutnya sementara Edgar masih memandang Leo dengan rasa khawatir bagaimana nasibnya kedepan.
__ADS_1
“Di Kerajaan Lilyum, memang ada peraturan mengenai tempat asal. Itu jika kamu bekerja melalui Departemen Ketenagakerjaan. Jadi tenang saja, Edgar. Kamu tidak perlu khawatir mengenai hal itu. Kamu bekerja untukku bukan melalui Departemen Ketenagakerjaan Aku hanya sedikit penasaran setelah melihatmu bertarung dengan Red sebelumnya. Di Kerajaan Lilyum, Dark Magic tidak banyak digunakan. Dan ada beberapa wilayah Kerajaan Lilyum yang melarang penggunaan Dark Magic. Sementara kamu, dengan terang-terangan menggunakan Dark Magic. Membuatku menyimpulkan bahwa kamu bukan warga Kerajaan Lilyum” Jelas Leo pada Edgar dengan nada tenang.
Edgar hanya terpana mengenai penjelasan Leo. Dia tidak menyangka bahwa, sihirnya menjadi salah satu sihir yang jarang digunakan oleh orang-orang Kerajaan Lilyum.
Setahu Edgar, Kerajaan Lilyum adalah Kerajaan dengan kemampuan sihir yang luar biasa. Namun, sepertinya hanya beberapa orang saja yang mampu menguasai sihir luar biasa tersebut. Mengingat cerita kakeknya yang menyebutkan bahwa Kerajaan Lilyum adalah Kerajaan yang makmur dan damai sejahtera karena banyak sekali penyihir luar biasa yang lahir dari Kerajaan Lilyum.
“Edgar, apa kamu menggunakan Dark Magic untuk sampai ke Kerajaan Lilyum?” Tanya Pangeran Leo yang kembali menghentikan langkahnya dan membalikan badannya. Lurus menatap mata Edgar.
Seketika itu, tatapan Edgar bertemu dengan Leo. Sekilas, Edgar juga melihat lingkaran sihir kecil didalam mata heterochrome milik Leo.
Suasana diantar mereka kembali menegang. Deru angin datang dari belakang Leo, menerpa surai putih saljunya. Surai cappucino milik Edgar juga ikut terterpa angin kebelakang. Menampakan mata lebarnya yang kembali dikejutkan dengan perkataan milik Leo.
Edgar menyeritkan matanya dan bertanya kepada Leo “Apa kau benar-benar menanyakan hal itu padaku?” Tanyanya dengan ragu-ragu.
Leo dengan tenang menanggapi pertanyaan Edgar “Lalu dengan siapa lagi aku bertanya? Disini hanya ada aku dan kamu.” Katanya sambil meyakinkan Edgar.
Edgar membuka mulutnya dan menjawab pertanyaan Leo dengan nada dingin “Kenapa kamu bertanya padaku? Bukannya kamu dapat melihatnya sendiri dengan mata unikmu, Leo?”
Leo tersenyum dengan jawaban Edgar. Leo mengangkat tangan dan menutup mata kirinya “Memang benar aku bisa melihatnya. Tapi, tetap ada harga yang harus dibayar saat melihat sesuatu yang seharusnya tidak kita lihat. Sama sepertimu, yang menggunakan Dark Magic. Mereka sama-sama memiliki harga untuk dibayar”
Edgar langsung menegang kembali. Merasakan hawa dingin menyebar keseluruh dirinya yang dibawa oleh terpaan angin lewat.
__ADS_1
...***...