
Perjalanan Leo dan Edgar diiringi dengan rasa tegang diantara keduanya. Sedikit canda dan tawa juga terdengar sesekali. Hanya dalam waktu setengah hari, mereka sudah tampak seperti saudara sendiri. Jarak dari mansion Red menuju ke istana tidaklah jauh. Sebagai Pangeran pertama, Leo pasti mengerti seluk beluk diistananya sendiri. Seperti yang diperintahkan Leo sebelumnya.
Saat berjalan mendekati wilayah istana, Leo langsung memberi perintah pada Edgar untuk menghilangkan hawa keberadaannya. Leo jika sempat berkata bahwa banyak penyihir yang lalu lalang jika melewati gerbang utama Istana Gladiolis, maka dari itu Leo memilih untuk mengambil jalur memutar ke gerbang sebelah kiri dekat hutan Istana Lily.
“Kenapa penjagaan di wilayah utama terlihat sedikit lebih lega dibandingkan dengan wilayah sebelumnya?” Tanya Edgar saat mulai memasuki wilayah utama Istana Kerajaan Lilyum, Istana Crystal.
“Karena tugas mereka hanya memastika keamanan di lingkungan sekitar saja. Tidak sampai kedalam istana. Hanya para pegawai istana yang bekerja di dalam istana. Apalagi di Istana Crystal ini memiliki mekanisme khusus untuk pertahanan sejak zaman kuno yang lebih berbahaya dibandingkan dengan para penjaga” Jawab Leo sambil memimpin jalan mereka menuju keruangan kerja miliknya.
“Setahuku pasukan di Kerajaan Lilyum menggunakan White Robe, tapi sepertinya tidak berlaku untuk mereka yang ada di istana ini. Apa mereka memiliki tugas yang berbeda?” Tanya Edgar yang berjalan di belakang Leo dengan menyembunyikan hawa keberadaannya.
“Ping-pong! Seratus poin untukmu Edgar! Para penjaga istana di Kerajaan Liyum menggunakan Blue Robe, dengan lambang istana yang mereka jaga masing-masing. Berbeda dengan pasukan Kerajaan Lilyum yang menggunakan seragam merah dan White Robe dengan lambang Kerajaan Lilyum” Jelas Leo.
Percakapan mereka begitu tak terasa hingga Leo berdiri di depan sebuah pintu ruangan. Pintu ruangan milik Leo. Leo mengangkat tangannya kedepan pintu dan menyentuh pintu tersebut. Sebuah lingkaran sihir berwarna emas muncul dipintu itu.
“Identify, Lock, Open!” Kata Leo dengan suara lembut. Pintu itu terbuka secara perlahan dan menampakan ruangan yang besar dan luas.
‘Benar-benar ruangan untuk bangsawan’. Batin Edgar yang terkejut dengan ruangan dihadapannya. Dia juga terkejut karena untuk masuk keruangan Leo harus menggunakan sihir lebih dari satu dalam satu kali rapalan, sihir pengunci dan sihir pengenal.
Sihir jarang sekali digunakan sebagai pengunci ruangan kecuali ruangan penyimpanan, itu juga harus menggunakan alat sihir, bukan murni sihir rapalan seperti milik Leo. Belum lagi, sihir pengenal milik Leo. Pintu ruangan Leo tidak akan terbuka jika bukan Leo yang membukanya. ‘Jika sembarang orang membuka pintu ruangan ini apa yang terjadi dengan mereka,ya?’ Tanya Edgar dalam hatinya.
“Ayo masuk! Banyak hal yang perlu kita diskusikan soal pekerjaanmu kedepannya” Leo masuk terlebih dahulu dan mengajak Edgar masuk kedalam ruangannya.
Edgar berjalan masuk kedalam ruangan Leo. Di dalam ruangan Leo terdapat beberapa bagian tempat. Bagian penerima tamu di tengah ruangan dengan sekat rak buku yang besar dan jumlah yang banyak mengelilinginya. Dibelakangnya ada meja kerja milik Leo lengkap dengan latar pintu kaca menuju beranda sebagai tempat keluar masuknya udara didalam ruangan. Di sebelah kanan terdapat meja baca dengan latar rak buku juga. Di samping kiri meja kerja miliknya terdapat sofa besar ukuran single bed milik penginapan yang sempat Edgar tinggali beberapa hari.
...***...
Aku memasuki ruangan Leo yang penuh dengan buku-buku. Walau aku tidak bisa membaca judul bukunya. ‘Sepertinya rak buku-buku itu juga dikunci menggunakan sihir’ batinku setelah melihat sihir pengenal milik Leo tadi.
Leo langsung mendudukan dirinya di sofa ruang utama dengan santai “Sekarang, mari kita bahas mengenai pekerjaanmu. Kau boleh duduk, Edgar” katanya sambil tersenyum ria seperti anak kecil.
Aku mendudukan diriku di sofa sebelah kanan Leo “Apa yang harus kulakukan, Leo?”
Leo tersenyum “Hm, tidak perlu buru-buru, Edgar. Hal pertama yang harus kau lakukan adalah membaca semua buku yang ada ruangan ini” katanya dengan santai dan senyum yang tambah melebar.
Mataku langsung terbelalak, terkejut mendengar perkataan Leo “Hah? Kau serius?” kataku sambil melihat rak buku di ruang tamu miliknya ini. ‘Hoi! Yang benar saja? Diruangan ini ada sekitar 1000 buku lebih, lho! Apa dia ingin aku menjadi petugas perpustakaan?’ teriakku dalam hati.
“Iya. Diruangan ini ada kurang lebih 1000 buku mengenai Kerajaan Lilyum. Jika kamu benar-benar serius ingin bekerja untuku, setidaknya kau membutuhkan informasi terbaru mengenai Kerajaan Lilyum. Buku-buku yang ada diruangan ini adalah buku-buku pelajaran yang ada di Akademia, jadi kau tidak perlu khawatir. Kau perlu belajar mengenai Kerajaan Lilyum dari awal lagi. Karena informasi yang kamu dapatkan mengenai Kerajaan Lilyum diluar belum tentu sesuai dengan Kerajaan Lilyum sendiri” Jelas Leo dengan serius.
__ADS_1
“Ini juga akan membantu untuk pekerjaanmu kedepannya. Semakin cepat kamu mendapatkan informasi yang benar semakin cepat juga kamu akan melakang ke tahap berikutnya. Lagipula, tidak ada salahnya jugakan? Mulai sekarang kamu akan menjadi bagian dari Kerajaan Lilyum. Ini akan membantumu untuk hidup bertahan disini. Kau pahamkan, Edgar?” Tambah Leo.
Aku hanya mengangguk mendengarkan penjelasan Leo “Ah! Untuk sementara kamu akan tinggal ditempat ini. Setidaknya sampai kau selesai membaca seluruh bukunya” Kata Leo yang membuatku terkejut.
“Ditempat ini? Maksudmu diruangan ini? Bersamamu?” Tanyaku.
“Iya. Kau bisa menggunakan ruang istirahat di sebelah kiri ruang kerjaku. Aku jarang menggunakannya, jadi setidaknya aman untuk kamu gunakan. Aku akan melepas sihir pengunci di lemari buku ruangan ini. Jika kamu ingin membaca buku yang ada diruang istirahat kamu bisa memanggilku. Nanti akan kubukakan” Jawab Leo dengan santainya.
Aku terdiam tidak bisa menanggapi perkataan Leo lagi. ‘Ah! Sebentar! Jika Leo tidak ada disini, bagaimana aku bisa keluar dari sini? Lalu, jika aku lapar, aku harus bagaimana?’ Seketika itu, aku menjadi sedikit panik.
“Tunggu Leo! Jika kau tidak ada disini bagaiman kalau aku kelaparan disini? Aku tidak mau mati kelaparan disini” Tanyaku dengan sedikit panik.
Leo menatapku dengan tatapan aneh “Aku selalu ada diruangan kerja, jarang sekali keluar dari ruangan. Para pelayan Istana Crystal selalu membawakan makanan kemari, jadi kamu tidak perlu takut kelaparan.Apa kamu pikir aku sekejam itu untuk membiarkan para pekerjaku kelaparan?” Katanya dengan seringai lebar.
‘Hah? Dia selalu diruang kerjanya? Tapi dia juga sering keluar istana sendirian. Apa maksudnya?’ Batinku sambil terkejut dalam hati.
Aku sampai tak tahu apa yang harus katakan sekarang. Namun, Leo dengan santainya berkata seperti itu. ‘Apa setiap pangeran bisa berbuat seperti ini?’ ‘Apa kerajaan ini baik-baik saja dengan pangeran yang seperti ini?’ kataku dalam hati saat melihat sifat Leo yang senang bertidak sesukanya.
Saat aku masih tenggelam dalam pikiranku, tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu. “Permisi, Pangeran. Saya Wave membawa pesan dari Yang Mulia” sepertinya seorang butler milik raja datang.
Pintu terbuka dan menampakan seorang butler berperawakan tinggi dan tampan membawa baki yang sepertinya berisi surat untuk pageran. Butler itu memiliki surai biru laut dalam dan manik ungu amethyst. Warna yang jarang ditemui di Kerajaan Lilyum. Dia berjalan dengan elegan dan meletakan bakinya dimeja tepat dihadapan Leo.
“Seluruh undangan pesta yang akan dihadiri oleh Pangeran sebagai wakil keluarga kerajaan sudah kami ringkas menjadi 5 undangan lalu beberapa laporan dari beberapa sektor juga sudah kami ringkas. Yang Mulia sudah mengkonfirmasi kehadiran anda, jadi anda tidak perlu khawatir untuk membalas surat tersebut. Mohon untuk datang dengan pengawalan dari para ksatria kerajaan, dan tidak menghilang tiba-tiba” Kata sang butler sambil menundukan kepalanya, memberi hormat kepada Leo.
“Aku ketahuan, ya?” Balas Leo dengan nada candaan.
Butler bernama Wave itu menanggapi dengan sedikit senyuman “Tentu saja anda ketahuan, Pangeran. Karena pintu ruangan anda terkunci selama 3 hari”
“Hah, lalu undangan dari siapa saja yang akan kuhadiri ini? Jangan bilang undangan ini untuk mencari tunangan untuku?” Tanya Leo sambil menghela nafas.
“Tidak semuanya, Pangeran. Undangan pesta ulang tahun putri pertama Duke Albertus di Ruth. Undangan perkenalan dari Keluarga Hildegard, kandidat tunangan ke-7 Nona Muda Marrisa Hildegard, putri tunggal Countess Hildegard. Undangan pesta pertunangan putra pertama Count Hellium di Evergreen. Undangan perkenalan dari Keluarga Fortress, kandidat tunangan ke-2 Young Lady Eflyn Fortress, putri bungsu Duke Fortress. Undangan makan malam bersama Keluarga Kerajaan Lilyum”
“Untuk laporang yang lainnya sudah kami ringkas disini” Kata Wave sambil menunjukan tumpukan kertas laporan dan menaruhnya diatas meja.
“Laporan kali ini berasal dari sektor keamanan dan anggota dewan delegasi yang ada di luar kerajaan. Royal Guard membutuhkan bantuan personil untuk menjaga kastil diluar wilayah Lilith. Lalu laporan rutin para delegasi mengenai perkembangan diluar kerajaan” Jelas Wave.
Leo hanya terdiam mendengarkan penjelasan panjang dari Wave. Seketika Leo sedikit mengerutkan dahinya. ‘Ini pertama kalinya aku melihat Pangeran Leo mengerutkan dahinya’ Batinku dengan sedikit terkejut.
__ADS_1
“Sudah kubilang aku akan memutuskan untuk bertunangan pada usia 20 tahun. Jangan harap aku akan mendatangi undangan tersebut. Aku sudah mendapatkan ijin ayah untuk bertunangan di usia 20 tahun. Masih ada waktu 3 tahun, jadi jangan terima undangan perkenalan lagi” Kata Leo dengan nada yang serius dan tampak sedikit marah.
“Mohon maaf, Pangeran. Tapi Yang Mulia Raja sudah memberikan konfirmasi untuk kehadiran pangeran dalam undangan perkenalan calon tunangan anda kali ini. Undangan ini hanya untuk kamuflase publik saja, jadi saya mohon pangeran untuk mengerti maksud Yang Mulia Raja” Balas Wave si butler.
“Saya mengerti bahwa pangeran tidak ingin bertunangan di usia muda. Tetapi dukungan untuk pangeran bertunangan sangat besar sekali sehingga susah untuk dihindari. Banyak juga para bangsawan yang menanggap pangeran tidak bisa mencintai perempuan, atau tidak memiliki ketertarikan pada perempuan. Untuk menghapuskan pandangan tersebut, Yang Mulia memilih untuk menyetujui undangan perkenalan kali ini. Saya mohon pangeran untuk mengerti maksud Yang Mulia Raja” Tambah sang butler sambil berlutut di hadapan Leo.
Aku yang sedari tadi mendengarkan percakapan Leo dan Wave merasa bahwa ‘Aku benar-benar bekerja untuk seorang pangeran’ didalam batinku.
Leo sempat terdiam beberapa saat, lalu menjawab perkataan Wave “Hah, baiklah. Aku menghadiri undangan perkenalan kali ini. Bisa kau sampaikan pada ayah aku akan datang ke undangannya. Dan jangan lupa untuk mempersiapkan semua. Aku tidak bisa datang tanpa sesuatu, sekalipun undangan kali ini hanya untuk kamuflase kebebasanku”
Wave langsung dengan sigap membalas “Baik, Pangeran. Saya akan persiapkan semua kebutuhan anda untuk undangan perkenalan anda. Lalu bagaimana dengan undangan yang lainnya?” Tanya Wave sambil berdiri di samping Leo.
“Hm, untuk undangan dari Duke Albertus di Ruth akan kuserahkan pada Reynard. Dia sudah pulang dari perjalanan sebelumnyakan? Biarkan dia mengurus undangan disana. Untuk undangan Count Hellium di Evergreen, aku akan datang langsung bersama teman-temanku. Undangan makan malam Keluarga Kerajaan aku pastikan akan datang tepat waktu. Undangan spesial dimana kerabat dekat dan jauh Kerajaan Lilyum adalah hal yang menarik untuk dihadiri. Pasti akan ada sesuatu hal yang menarik untuk dibicarakan selama makan malam bersama. Benarkan, Wave?” Kata Leo dengan senyum lebar yang sepertinya tak sabar untuk menghadiri makan malam bersama Keluarga Kerajaan yang lainnya.
‘Apa Keluarga Kerajaan Lilyum sangat dekat sehingga mereka merindukan satu sama lain?’ Tanyaku dalam hati.
“Tentu saja, Pangeran. Di kalangan bangsawanpun makan malam Keluarga Kerajaan selalu menjadi topik paling menarik perhatian publik. Keluarga Kerajaan utama darah murni Kerajaan Lilyum, Keluarga Lilyum. Keluarga Kerajaan paling muda dan yang sedang dalam perkembangan, Keluarga Alexander. Keluarga Kerajaan pertama yang paling sering menangani masalah para bangsawan, Keluarga Lexico. Keluarga Kerajaan yang sempat memberontak Kerajaan dan dicap sebagai pengkhianat para bangsawan, Keluarga Vernale. Keluarga Kerajaan yang menjadi bukti bergabungnya ras lain di Kerajaan Lilyum, Keluarga Evander. Dan Keluarga Kerajaan yang sering berpergian keluar kerajaan untuk menangani masalah di luar kerajaan, Keluarga Saularis. Setiap kali Keluarga Kerajaan mengadakan makan malam bersama, pasti akan sesuatu terjadi” Jelas Wave dengan nada semangat dan penuh energi.
“Ehem, mohon maaf, Pangeran. Saya terlalu bersemangat untuk makan malam kali ini” Tambahnya sambil membungkukan badannya dihadapan Leo.
“Ahaha, jangan khawatir, Wave. Pastikan keluarga yang lainnya untuk dijamu dengan baik, saat mereka datang. Lalu, jangan lupa minta beberapa Royal Guard untuk memperketat Istana Lily” Kata Leo dengan senyum kecil diwajahnya.
“Baik, Pangeran. Kalau begitu saya undur diri dahulu. Saya akan menyampaikan pesan pada Yang Mulia” Kata Wave yang sudah berada didepan pintu untuk pergi dari ruangan Leo.
“Oh iya, sampaikan pada ayah, dalam waktu dekat aku akan berkunjung ke ruangan ayah. Lalu, tolong beritahu Reynard untuk segera menemuiku saat dia sudah sampai di Istana Gladiolis” Kata Leo sambil melambaikan tangan pada Wave.
“Baik, Pangeran. Kalau begitu saya pamit undur diri” Kata Wave sambil membuka pintu dan menghilang dibalik pintu ruangan Leo.
“Hah~ Kenapa setiap kali aku kembali ke istana, pasti ada-ada saja undangan yang masuk dengan sendirinya” keluh Leo, menyandarkan punggungnya di kursi.
“Menjadi seorang pangeran ternyata melelahkan juga,ya?” Kataku sambil kembali muncul duduk disamping Leo.
“Iya, mau bagaimana lagi. Ini sudah menjadi tugasku” Kata Leo sambil berdiri dan berjalan menuju ke lemari buku yang mengelilingi ruangan tengahnya.
Dia menyentuh setiap kaca lemari buku dan membuka segel yang ada disana. “Sekarang kau bisa membaca semua buku yang ada disini, Edgar”
Leo hanya tersenyum saja dan meninggalkan Edgar di ruang tamunya dan pergi ke ruang kerja sambil membawa surat-surat beserta dokumen yang diberikan oleh Wave kepadanya tadi.
__ADS_1