Unexpected Love : One Night With Mr. CEO

Unexpected Love : One Night With Mr. CEO
Bab 21. Akhiri Hubungan


__ADS_3

"Tidak. Keputusanku bulat Brian, dan tidak bisa ditarik kembali," jawab Anna.


Pria itu terdiam mendengar kata-kata gadis itu.


"Apa? Kenapa? Bagaimana kamu bisa tega mengakhiri hubungan yang sangat lama ini, sayangku."


"Jika terjadi sesuatu, kamu bisa bilang jangan menyimpannya sendiri," tambah Brian lagi.


"Aku tidak bisa menerima keputusanmu. Sepertinya kamu hanya perlu waktu untuk tenang."


"Terserah, setelah hari ini aku tidak ingin melihatmu lagi."


"Tapi kenapa?"


"Alasanmu tidak masuk akal, sayangku."


"Terserah," jawab Anna.


"Lepaskan aku, temanku menungguku," dan pada saat itu, dia menjauh dari Brian.


Namun, lagi-lagi usahanya gagal. Pria itu menarik tangannya ke belakang, hanya satu tarikan, dan Anna kembali ke pelukan pria itu.


"Biarkan aku pergi!" Anna memberontak. Tangan mungilnya menepuk dada pria itu.


"Brian lepaskan aku."


Pria itu mengabaikan Anna dan justru sebaliknya. Brian mencium Anna lagi, dengan paksa.


Bahkan salah satu tangannya telah menjelajahi dua benda kenyal milik gadis itu, merasakannya dan bahkan meremasnya dengan keras membuat Anna meringis.


Gadis itu menangis, air matanya menetes. Apa yang bisa dia lakukan dengan tubuh kecilnya? Dia terlalu lemah dibandingkan dengan Brian yang memiliki tubuh kekar. Ingin berteriak minta tolong tapi bibirnya sudah dipenuhi oleh pria itu.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang muncul dan berhasil memberikan satu pukulan di wajah Brian.


Brian bergoyang dan tentu saja lengannya langsung terlepas dari tubuh pacarnya.


"Jangan paksa dia, Sialan!!" Pria yang memaki itu langsung membawa Anna ke belakangnya. Sementara di sisi Anna, tentu saja dia terkejut dengan kemunculan pria itu yang tiba-tiba.


"Ck." Melihat siapa yang mengganggu aktivitasnya, pria itu lalu terkekeh.


"Oh, apakah karena pria ini kamu ingin mengakhiri hubungan ini?"


"Melihat kalian berdua lebih dekat seperti ini, sepertinya hubungan kalian tidak sesederhana itu."


"Tsk...Apakah karena dia lebih kaya dariku Anna?"


"Atau kau sudah menjual tubuhmu pada pria ini?"


TAKUT...


"Cukup! Jangan sakiti dia, Devan," kata Anna begitu dia melangkah maju, berdiri di depan pria itu, dan menahannya agar tidak memukul Brian lagi.


Devan segera mengalihkan pandangannya ke arah Anna yang sangat dekat dengannya. Tangannya kemudian bergerak dan melepaskan tuksedo atasnya dan menutupi bahu gadis itu yang sebelumnya terbuka.


Sesaat, tubuh Anna menegang saat merasakan kehangatan jemarinya yang tak sengaja menyentuh kulitnya.


"Bahumu terlihat," kata Devan dengan suara lembut.


Sementara di sisi lain, Brian terkekeh melihat pemandangan itu.


"Oh... jadi kamu berubah menjadi jala*g kecil pria ini, Anna?"


"Tidak heran selama ini, kamu tidak pernah ingin berhubungan intim denganku."

__ADS_1


"Takut jika aku tahu bahwa kamu telah kehilangan keperawananmu ya?"


PLAAKKKKK


Sekarang giliran Anna yang menampar pria itu, pertama kali dalam hidupnya dia menampar seseorang.


"PERHATIKAN KATAMU!!" teriak Ana.


"Kenapa? Apa yang aku katakan itu benar."


"Jika tidak, lalu mengapa kamu ingin mengakhiri hubungan ini?"


"Ternyata selama ini aku salah tentang kamu. Kamu tidak jauh berbeda dengan wanita malam di luar sana," kata Brian dengan nada mencemooh.


"Dan juga kepercayaanku padamu telah sia-sia," jawab Anna, suaranya sedikit serak.


"Kamu pikir, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakangku selama ini. Bahkan malam itu, aku melihat semua hal menjijikkan yang kamu lakukan dengan wanita itu, wanita yang kamu katakan hanya teman beberapa menit yang lalu. Apakah kamu tahu? Aku melihatmu bercinta dengannya."


"Kamu pikir aku ini wanita seperti apa? Aku tidak tahu kamu melakukan hal menjijikkan itu dengan siapa di belakangku."


"Dan setelah aku melihat semuanya, kamu masih ingin aku bertahan dalam hubungan ini?"


"Aku tahu aku bodoh. Tapi kebodohanku berakhir di sini, Brian. Aku mencintaimu, sampai sekarang, bahkan setelah semua yang kamu lakukan padaku, perasaanku padamu tidak berkurang sama sekali," kata Anna. Awalnya, dia hanya ingin menghilang tanpa mengungkit masalah ini, tetapi pada akhirnya, dia memuntahkan semuanya.


"Dan setelah semua yang kulakukan padamu, ternyata kau hanya memanfaatkanku," kata Anna terengah-engah.


"Kita sudah berakhir, aku tidak ingin melihatmu lagi." Siapapun bisa melihat air mata tidak berhenti mengalir di pipinya.


Setelah mengatakan semua itu, Anna menarik tangan Devan ke arah pintu, keluar dari sana.


Meninggalkan Brian yang berdiri membeku di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2