Unexpected Love : One Night With Mr. CEO

Unexpected Love : One Night With Mr. CEO
Bab 30. Menepati Janji Untuk Nenek


__ADS_3

Pagi hari di rumah Nicho.


"Dave, makan yang banyak biar sehat," kata Nicho sambil menyuapi anak Anna dengan sepotong roti panggang yang baru saja diambilnya. Saat ini, mereka sedang sarapan bersama.


"Paman, ibuku bilang kita akan jalan-jalan hari ini?" Dave bertanya dengan suara kekanak-kanakannya.


Seketika Nicho tersenyum mendengar suara Dave, "Benar, apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"


Dave menggelengkan kepalanya lalu menatap ibunya dengan penuh perhatian, "Aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi, Paman," jawab Dave lagi sambil mengunyah roti di tangannya.


"Oke, bagaimana kalau kita pergi ke taman? Kamu ingin pergi ke sana, kan?" tanya Nicho mengalihkan pandangannya ke Anna.


"Terserah kamu, Nicho," jawab Anna santai.


Mendengar jawaban Anna, Nicho hanya menghela nafas dalam-dalam. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi ketika dia mendengar jawaban wanita itu yang selalu sama.


"Oke, setelah sarapan kita bersiap-siap," kata Nicho.


Ana hanya mengangguk setuju.


***


Dering ponsel membangunkan Leo di pagi hari. Dengan sembarangan merogoh saku celananya, menjawab panggilan tanpa melihat dengan jelas nama di layar ponselnya.


"Halo."


"Kamu dimana sekarang? Aku sudah lama menunggumu," teriak seorang wanita dari seberang.


"Oma..." segera Leo bangkit dari posisinya.


"Aku baru bangun, Oma. Aku di rumah Devan sekarang."


"Cepat kemari, ajak Devan. Ini hari libur dan minggu lalu kalian berjanji akan mengajakku jalan-jalan," teriaknya lagi.


Berbalik ke samping, Leo menghela nafas kasar, "Devan masih tidur, sepertinya dia tidak bisa keluar hari ini."


"Kalau begitu, hanya kamu."


"Oke, aku akan bergegas." Selesai mengatakannya, panggilan itu berakhir secara sepihak.


Mengusap wajahnya dengan kasar sambil mengatur ulang perasaannya, Leo kemudian meninggalkan ruangan, meninggalkan Devan yang masih tertidur lelap. Dia sengaja tidak membangunkan sepupunya karena merasa sedikit kasihan, dia tahu bahwa sepupunya sudah beberapa lama mengalami kesulitan tidur.

__ADS_1


Mengemudikan mobilnya ke sebuah mansion yang sangat megah, Leo bersenandung santai.


“Oma, cucumu yang tampan akan datang,” teriaknya sambil berjalan memasuki gedung megah itu. Sebuah bangunan yang memiliki halaman dan lobi yang sangat luas dengan lantai marmer terlihat sejauh mata memandang. Lampu hias bernuansa emas dan perak juga terlihat menghiasi beberapa titik.


Ini adalah tempat tinggal utama keluarga Atmadja, sebuah bangunan yang terdiri dari tiga lantai, kamar di lantai pertama diperuntukkan bagi pelayan, lantai dua untuk keluarga Atmadja atau tamu dari keluarga, dan lantai tiga dikhususkan untuk area bersantai. Seperti kolam renang, bioskop, sauna, tempat karaoke, di lantai itu juga ada taman kecil.


Setiap lantai memiliki pembantunya.


"Lina, di mana Oma?" tanya Leo mendekati seorang pelayan.


"Eh, eh, dia di lantai tiga, Tuan," jawab Lina terbata-bata, dan segera menurunkan pandangannya karena dia tidak sengaja ketahuan memperhatikan pria itu.


"Oke, lanjutkan pekerjaanmu dan berhenti memuja ketampananku," kata Leo sambil tertawa lalu pergi meninggalkan Lina yang merona.


Leo memasuki lift kaca untuk naik ke lantai tiga.


Meskipun mansionnya sangat besar dan megah, hanya Oma yang tinggal bersama para maid. Adapun Devan dan Leo, keduanya hanya berkunjung sesekali. Orang tua Devan berada di Australia sedangkan orang tua Leo berada di Cina.


Alasan keduanya tinggal di Indonesia adalah karena Oma, wanita tua itu tidak mengizinkan cucunya pergi jauh darinya, dan juga karena kantor pusat perusahaan mereka berada di Indonesia.


"Oma..."


"Oma..." panggil Leo tepat setelah menginjakkan kaki di lantai tiga.


"Oma, kamu masih hidup kan?" Leo berteriak lagi, dan kemudian sebuah tongkat mendarat tepat di kepalanya membuatnya meringis kesakitan.


"Aww..ssst."


"Aku di sini, berhenti berteriak, kau hampir membuat gendang telingaku pecah," suara seorang wanita datang dari sebuah taman tidak jauh dari lift kaca tempat Leo baru saja keluar.


"Oma, apa yang kamu lakukan di sini? Aku sudah lama mencarimu."


"Berenang, tidak bisakah kamu melihat aku sedang duduk?"


"Aku tidak tahu Oma memiliki keterampilan berenang di kursi."


"Kamu cucu yang durhaka! Di mana Devan?" tanya wanita tua itu sambil melihat ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan seseorang.


"Masih tidur, sepertinya dia lelah."


"Apakah dia masih kesulitan tidur setiap malam?" tanya wanita tua itu.

__ADS_1


"Entahlah, aku bukan istrinya," jawab Leo lalu tertawa.


Mendengar jawaban Leo, wanita tua itu hanya menghela napas dalam-dalam dan kemudian berkata, "Ayo pergi!"


"Di mana, Oma?"


"Minggu lalu, kalian berjanji akan mengajakku jalan-jalan.


"Oke, Nenek," kata Leo lalu mendekati wanita tua itu, membantunya berdiri dan berjalan, mengambil beberapa langkah, lalu berhenti. "Apa yang kamu lakukan? Aku masih bisa berjalan sendiri," protesnya.


"Tepati janjiku, menemanimu jalan-jalan."


"Awww...ssst, Sakit, Oma" erang Leo saat dicubit oleh wanita tua itu.


"Oke, oke. Aku minta maaf," kata pria itu sambil tertawa renyah.


"Mau kemana, Oma? Apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"


"Bagaimana kalau pergi ke mal?" Leo menawarkan, "Atau bioskop?"


"Tidak, aku bosan."


"Bagaimana kalau makan siang di restoran Jepang yang baru dibuka di dekat kantorku?"


"Kalau hanya makan siang, aku bisa melakukannya di rumah."


"Lalu mau kemana? Luar negeri? Berlayar ke Segitiga Bermuda? Atau menyelam ke Palung Mariana?"


"Kamu cucu terkutuk, apakah kamu akan mengajakku jalan-jalan atau kamu akan membunuhku?"


"Kalau begitu katakan padaku, kemana kamu akan pergi, Oma?"


"Ke taman."


“Kalau hanya ke taman, di rumah ini juga ada taman, Oma.”


"Aku bosan di tempat ini."


"Baiklah, aku akan mengantarmu ke taman."


Setelah itu, baik Oma maupun Leo, segera memasuki lift kaca, menuju mobil Leo yang terparkir sempurna di garasi.

__ADS_1


“Tidak perlu mengantarku, hari ini aku ingin pergi dengan cucuku,” kata wanita tua itu kepada sopir pribadinya yang sedang membersihkan kaca mobil.


"Oke, Nyonya."


__ADS_2