Untuk Mu Ayah

Untuk Mu Ayah
part 3


__ADS_3

Sepuluh tahun setelah kajadian memang tak cepat. Secepat air jatuh. Begitulah yang di rasakan Jack selama sepuluh tahun mendapat hukuman setipa harinya walau masalah spele.


"hbd Masrmelow" sorak semua orang dengan girang.


Jack mematung iya lupa akan hari ini. Padahal tiga hari yang lalu teman temannya, Lisa dan bunda bertanya kado yang iya inginkan. Ya mungkin karena pikirannya tentang musuh ayah makanya lupa hari.


"woy Marsmelow ngapa lu bengong?" tanya Alon. Si cowo bar bar yang malas mikir. Ya dia selalu asalan tanpa berpikir, ceplas ceplos adalah andalanya.


"nggk da" jawab Jack cepat.


"kuy tiup lilin" ajak Lisa yang datang membawa kue green tea dengan lilin menyala.


Hu...f


Jack meniup lilin hijau di atas kue geen tea ultahnya. Matanya berbinar bahagia walau yang mereyakan hanya ke empat temanya, bunda dan Lisa walau Arka ikut datang tapi iya hanya bersandar di diding tembok memperhatikan acara. Ayah memang tak suka hadir di ultah Jack iya lebih memilih meeting sebagai alasannya tak hadir.


"thanks" ucap Jack tak lupa menerbitkan senyum andalanya.


"yo i" balas Syara. Cewe berhijab nan tomboy. Dia sendirilah teman cewe Jack. Wajah yang imut dan kulit yang putih bak susu tak lupa ke ngerianya ketika marah.


"kuy makan kue green tea" ajak Arlon santai. Arlon mengambil kue ulta Jack dari tangan Lisa. Lisa hanya bengong atas kelakuan temen Jack yang bar bar itu.


"gw suka green tea" sahut Zakra. Cowo yang santai tak suka marah marah, ahli karate dan tentunya yang paling tamvan dari yang lain.


"woy takraw lu bukanya suka mint ya" ucap Syara membenarkan. Zakra menyengritkan dahinya ketahuan kalau dia drama.


"ye kan" ucap Zakra langsung ingin menutupi kalau dia sedang drama. Terjadilah adu bacotan antara Syara dan Zakra. Membuat semua orang terbahak bahak melihatnya.


"jack, kuy potong" ucap Bion menujuk kue ulta di tangan Arlon. Jack mengangguk dan mengambil pisau dan berjalan menuju kue ultanya lalu memotongnya. Semua orang menyaksikan itu kecuali Syara dan Zakra mereka masi adu bacotan.


"ka Ja" panggil Lisa gadis 13 tahun itu mamakai hijab segi empat warna hijau sebagai tanda acara ulta kakaknya Jack.


Jack menoleh ke sumber suara. Di dapatinya Lisa tengah senyum malu pada semua. "suapin Lisa dong ka" pinta Lisa malu malu kucing. Jack tersenyum ternyata adiknya ini lebih manja darinya dulu.


"eh, bunda aja belum di suapi" ucap bunda mulai angkat suara setelah hanya melihat drama teman teman Jack.


"bener tu" tambah Arlon membenarkan bunda Alice.


"gw aja belum makan" bantah Jack menahan tawanya.


"yah" ucap bunda dan Lisa bersamaan. Membuat semua orang tertawa termasuk Syara dan Zakra yang sudah berhenti adu bacotan.


"iya Ja suapin" ucap Jack masih menahan tawa yang lepas tadi.


Jack mengodorkan garpu berisi kue green tea ke mulut bunda dan di terima oleh bunda. Ya padahal bunda yang bikin kuenya dan bunda juga yang bismilahi.


"Lisa" ucap Jack menyodorkan garpu berisi kue ultahnya setelah mengambil kembali tadi.


"yumi" ucap Lisa berbinar. Jack tersenyum. Untungnya Lisa tak seperti Jack waktu ka Na masih hidup.


"lu pada mau ga?" tanya Jack akan memakan kuenya.


"ga" ucap Zakra dan Bion bersamaan. Syara hanya menggeleng.


"yo i kita ga mau, kita udah besar ogah di suapi" sindir Arlon. Yang tersindir pun hanya diam merunduk malu.

__ADS_1


"yaudah" ucap Jack memakan kue green tea ultah nya.


Mereka bercanda seperti biasa. Memakan makanan dengan ria gembira. Canda tawa terus berlanjut. Perkelahian canda selalu terjadi. Ingin rasanya hari ini terus ada tapi waktu terus berjalan detik demi detik menit demi menit mangantarkan mereka hingga menjelang sore hari.


"Ja" panggil bunda dari pintu membuat semua terdiam menoleh ke bunda.


Wanita itu membawa dua kotak hijau yang berbeda bentuk. Alice berjalan menuju Jack dkk yang sedang duduk santai melempar candaan tadi.


Jack berdiri berjalan menuju bunda yang berjalan juga ke arahnya. Dengan wajah bingungnya iya terus berjalan dan semua yang ada di ruangan itu hanya diam menatap mereka.


Bunda menerbitkan senyumnya. Memang keturunan keluarga kerajaan itu suka tersenyum. Hingga mereka berhadapan dengan jarak tak lumayan jauh.


"ini kado bunda" ucap bunda menyerahkan kotak hijau dengan polkadot putih. Jack menerimanya dengan senang hati. Ya walau dia tahu isinya tapi iya tak tahu modelnya.


"makasi bund" ucap Jack langsung memeluk Alice. Semua orang terharu akan apa yang mereka lihat itu. Bagai mana Jack di hukum ayahnya dan bagai mana Alice setia melihat Jack guna memberi semangat.


"oh ya ini kado dari ayah tadi ayah ada meeting" ucap bunda sambil menyodorkan kotak hijau juga tapi polos ke Jack.


Dengan mata berbinar Jack mengambilnya. Tak di sangaka walau ayahnya tak datang iya memberi hadiah untuk Jack. Ya biasanya Ali tak hadir ato pun tak memberi hadiah. apa mungkin kado itu untuk memberi semangat untuk Jack karena di gunakan untuk umpan. Tapi entah lah.


Semua orang menyaksikan itu mata mereka mulai berkaca kaca. Terharu akan apa yang mereka lihat. Terutama Zakra. Ayahnya sudah meninggal dan ibunya tak mau menikah lagi.


"Jack" panggilan itu membuat adegan haru itu sirna secepat kilat. Semua orang menoleh ke sumber panggilan.


Ternyata dia Arka. Ya walau sudah di tatap begitu iya masi saja datar acuh. Tanpa aba aba Arka langsung melempar kotak warna merah ke Jack dan berasil di tangkap Jack.


"kado gw" ucapnya setelah melempar kotak merah.


Jack tak marah ato benci karena memang dasarnya Arka begitu. Yoh dia gak ganggu Jack.


"makasi ka Aka" ucap Jack di sertai senyum.


Arka masi saja tak mau menggantikan ayahnya di perusahaan. Ayahnya juga memaksa Arka untuk belajar manajemen dan pemorgaraman tapi Arka masi tak mau. Sedang Jack dia ingin belajar itu tapi ayahnya tak mengizinkan al hasil setiap libur panjang Jack pergi ke Padang ke rumah paman Yaka dan bibi lika untuk belajar secara diam diam.


Ya paman Yaka sudah menikah tujuh tahun yang lalu karena paksaan Alice. Dia memiliki anak kembar yang di beri nama kara dan karlon. Mareka juga cerdas tak kalah dengan Lisa dan Arka.


"Jack, kado kita kita" ucap Syara menyodorkan kado warna kuning. Warna yang di benci Jack. Ya sebagai balasna karena permintaan Jack yang aneh masa minta kado yang sudah pluss mahal dan ilegal.


Jack menerima kotak kuning denga menatap datar Syara. Syara biasa aja toh itu bagian dari rencana.


"ye lu ga suka ga papa yang penting isinya ya lumayan lah buat habisin orang" ucap Zakra santai.


"ye ye thanks" ucao Jack pasrah takut di keroyok ke empat temanya.


"perut dah di isi dan kado dah di kasi kita permisi lagi" ucap Arlon entah pantun ato apalah itu tapi kayak pantun. Yang lain bengong karena pantun Arlon.


"m...kita juga ya tante, Lisa, dan Marsmelow" ucap Syara membenarkan Arlon sepupunya yang ceplas ceplos tanpa malu.


"iya" Lisa berucap sambil merangkul Jack. "yo kita pulang juga" ajak Lisa. Jack pergi ke arah lantai dua. Mereka berdua berjalan menuju kamar masing masing. Maksud Lisa pulang juga itu pulang ke kamar masing masing.


Jack memasuki kamar hijaunya. Kamar tempatnya di obati oleh bi Nah sesudah di hukum ayahnya dan juga saksi Jack yang salalu tersenyum di kala hukumanya di kurangi ayahnya dan ibunnya hanya bisa memandangnya dari jauh.


Jack duduk di king sizenya membelakangi pintu masuk. Jack memandangi kado kado dari semua orang.


"hayo" ucap Lisa menepuk pundak Jack dari belakang secara tiba tiba membuat Jack kaget.

__ADS_1


"ngapain lu Sa? Ngagetin" ucap Jack geram. Lisa malah cekikian mendengan ucapan Jack.


"ka Ja lupa" ucap Lisa sambil menyodorkan kotak hijau yang lain. "Lisa tadi belum kasi kado ke ka Ja loh" goda Lisa. Jack langsung mengambil kado dari Lisa dan meletakkanya asal.


"ka Ja kuy buka kado yang lain Lisa kepo" ucap Lisa di angguki Jack toh ada teman untuk berbagi kebahagiaan.


Jack menganbil kotak warna merah kado dari Arka. Kotak yang cantik dan menarik.


"celengan" beo Lisa tak sadar. "apa maksud ka Aka si masa kasi celengan pantersan di lempar tadi" oceh Lisa tak terima.


"sudah yang di kasi aja ga protes" bantah Jack membuat Lisa malu.


"lanjut ka" ucap Lisa pelan.


Jack mengambil kotak hijau polos kado dari ayah. Dengan hati hati Jack membuka kado pertama dari ayahnya itu.


"PS" beo Jack.


"untuk aku aja ka, ka Ja kan ga main PS keluaran terbaru pula" ucap Lisa berharap.


"ga ini kado pertama dari ayah" bantah Jack tak mau menyerahkan.


"ya...lanjut ka" ucap Lisa pasrah. Iya berharap ada sesuatu yang bisa iya dapatkan.


Jack mengambil kotak hijau polkadot dari bunda. Jack tak henti hentinya tersenyum membuat Lisa yang melihat itu heran.


"diary" beo Lisa. "ka Ja kan ga makek diary, buat Lisa ya" ucap Lisa berbinar pasalnya diarynya sudah penuh nuh. Jack menggeleng pelan tanda tak mau.


"diarynya untuk kolesi kata kata Bion" ucap Jack melatakkan diary hijau dari bunda ke nakas.


"ya lah lanjut ka" ucap Lisa. Kini hanya kadonya dan teman Jack yang tersisia.


"ga kamu keluar aja ya kakak mau buka sendiri" usir Jack sambil mengibas ibaskan tanganya tanda mengusir.


"ga mau" tolak Lisa cemberut.


"ye udah di usir malah ga mau kemana malu mu sa?" tanya Jack heran.


"kita buka kado teman ka Ja dulu" ucap Lisa penuh harap.


"gak" tolak Jack.


"ya ka Ja Lisa kepo setengah mati lo tadi teman ka Ja ga ada yang mau kasi tahu" jelas Lisa berbinar.


"ga peduli" ucap Jack santai.


"ya deh Lisa keluar" ucap Lisa pasrah berjalan menuju pintu.


Setelah Lisa keluar Jack langsung mengunci pintu kamarnya. Berlari ke girangan karena dapat kado dari ayah untuk pertama kalinya.


🍁🍁🍁


happy reading :v


jangan lupa vote share dan coment

__ADS_1


salam manis ku


😊😊😊


__ADS_2