
Jam pulangpun tiba mereka pulang dengan mobil Syara. Mobil mewah yang cukuplah untuk mereka saja dan supir Syara pulang dengan ayah Syara. Si kepsek Rio.
Jalan raya kota Jakarta adalah yang paling ramai dan mecet tentunya. Dengan ke ahlian Jack mereka bisa menghadapinya. Walau ini kali pertamanya keluar tanpa anak buah tapi Jack sudah biasa meretas jalanan.
"sepupu kita jalan jalan lu" ucap Arlon karena iya merasa bosan.
"oke" jawab Syara masi fokus menyetir.
"eh tunggu jangan ke kiri ada polisi lagi razia" ucap Jack masi fokus pada ponselnya untuk meretas jaringan cctv jalan.
"ok kita belok kanan aja ke taman" ucap Syara di angguki Jack dan Arlon.
Zakra hanya terus memandangi jalanan kota. Ya tidak biasa Zakra naik mobil mewah. Biasanya dia hanya naik angkot. Bion hanya duduk santai di samping Jack dengan ponselnya menghidupkan vidio anime ke sukaanya.
"lama kah?" tanya Zakra mulai bosan di mobil ya padahal ini tak kali pertamanya tapi iya lebih suka naik motornya saja yang ada udara menghembus ke badan membawa rasa sejuk. Tak ada yang menjawab semua orang pada sibuk dengan kegiatannya. Tanpa memperdulikan Zakra yang sudah bosan.
"Laron lu pegang ni ya" ucap Jack menyodorkan ponselnya. Arlon hanya melihat Jack dengan bingung. "lu peratiin kalau ada polisi di ponsel gw itu ada tanda di sudut atas" lanjut Jack memberikan ulang ponselnya.
Arlon menerimanya dengan bingung padalnya Arlon tak mengerti akan hal itu. Arlon hanya melihat apa yang ada di ponsel yang merupakan sebuah denah dan ada gambar orang di sana yang bergerak gerak. Arlon tak henti hentinya menatap ponsel Jack dia masi heran akan hal itu dan Jack sudah tertidur pulas.
"sepupu ke mana kita lagi nih?" tanya Syara pada Arlon masi fokus menyetir sementara Jack sudah tidur dengan pulasnya.
"ga tau" jawab Arlon singkat.
"ya lu kan tinggal liat denah" ucap Syara menghela nafas.
"ye lu aja yang liat" ucap Arlon menyodorkan ponsel Jack ke Syara.
"eh gw lagi nyetir nanti kita nabrak" ucap Syara menahan marah.
"alah tinggal liat aja susah" ucap Arlo geram.
"gw langi nyetir nyet lu malah suru gw liat rute" ucap Syara geram.
"alah..." ucap Arlon terhenti karena ada mata yang memandang marah padanya. Membuat Arlon jadi ciut.
"kalian bisa diem gak?" tanya Bion yang merasa sangat tergangu menonton anime.
"gak" jawab Syara dan Arlon kompak.
"yaudah sini ponselnya" ucap Bion mengambil ponsel Jack di tangan Arlon.
Bion mengamati gambar gambar yang berjalan di ponsel Jack. "wih gimana caranya ni ya?" tanya Bion dalam hati terkagum kagum. Tanpa sadar mata hitamnyanya berbinar.
"woy Ion malah diem" ucap Syara meledek Bion. "kemana lagi ni?" tanya nya lagi.
"belok kanan tiga puluh meter lagi ada perempatan kita lurus aja tu ada mini market tu di samping market ada taman" ucap Bion sambil mengotak atik ponsel Jack hingga kembali ke beranda.
Memang mereka kelewatan taman yang akan mereka kunjungi gara gara Bion yang menunjukan rute ke taman bermain anak anak yang sebenarnya mereka ga tau ke mana.
Ckt....
Mereka berhenti di taman pilihan Bion. Tak ada rasa kagum melihat taman itu. Semua tampak melongo melihat taman pilihan Bion.
Mereka melihat bocah kecil sedang bermain perosotan, jungkat jungkit, ayunan dan lain sebagainya.
"woy Ion ketaman mana kita ni?" tanya Syara memperhatikan taman.
"entah lah" ucap Bion acuh.
"woy lu nyasarin kite *****" ucap Arlon geram.
Ingn sekali Arlon menjitak kepala Bion yang itu wih pasti puas. Padahal Arlon ingin ke taman yang ada pepohonan rindang, kursi taman berjejeran, ada lampu taman yang nyala waktu petang dan ada banyak muda mudi yang lagi pacaran. pasti enak kerjainnya.
Tapi semua sirna ketika sampai pada taman pilihan Bion. Taman bermain bocah unyuk gemez dan gembul tak ada kursi yang ada ayunan, tak ada yang pacaran yang ada bocah yang main ke senangan. Ya frustasi lah Arlon.
Dan waktu mereka habis untuk ke taman anak anak. Dasar Bion.
"ye pulang pulang" Arlon frustasi dan mengajak pulang. Iya tak ingin lagi ke taman. Padahal mereka baru saja sampai belum turun juga dah minta pulang si Arlonnya.
"yeyeye" ucap Syara pasrah. Karena nanti sepupunya merengek kayak anak kecil. "Ion lu bangunin Jack" perintah Syara.
"iya iya" ucap Bion.
Bion mengguncang badan Jack yang masi tidur lelap dengan posisi duduk bersandar pada sandaran jok mobil.
"woy Takraw bantuin ngapa kebo ni bangun" ucap Bion masi menguncang badan Jack.
Zakra dan Bion masi menguncang kebo untuk bangun eh Jack maksudnya. Sedang Syara dan Arlon sibuk pada ponselnya.
"Ion liatin rutenya" perintah Syara mesi fokus pada ponselnya.
"mana bisa gw, tadi dah gw klik ke awal" ucap Bion santai.
Syara tak habis pikir sama Bion ya emang namanya Ion negative si. Dengan kesal Syara langsung keluar dari mobil dan membanting pintu membuat Jack tersentak kaget dan bangun.
"dasar kebo" ucap Bion ikut turun.
"yo i" tambah Zakra ikutan turun.
"kebo cariin rute yak gw mau cari ciki ciki lu bye" ucap Arlon yang keluar juga dan melambaikan tangan dari luar mobil.
__ADS_1
"asw. Orang baru aja bangun di bilang kebo" Jack mengoceh tak jelas sambil berjalan mengikuti temannya tadi memasuki mini market.
Ya memang cukup lama mereka menghabiskan waktu di mini market. Mereka membeli banyak ciki ciki tak lupa minuman.
Setelah selesai mereka kembali memasuki mobil. Tentunya isi mobil lebih penuh dari yang tadi apa lagi Arlon yang duduk samping supir di bawah kakinya sudah penuh dengan ciki ciki.
"Jack cari rute gih" ucap Zakra sambil memakan cemilanya.
"iye iye jangan jalanin lu mobilnya" ucap Jack sambil mengutak atik ponselnya yang di kembalikan ke menu awal oleh Bion.
"lama lagi ga si" keluh Syara karena cemilanya sudah habis.
Jack diam tanpa mengubris keluhan Syara tetap dalam mode mongotak atik ponselnya dengan serius.
"woy marsmalow lu kan baru ni keluar tanpa pengawal bisa ketemukah rutenya?" tanya Arlon baru sadar kalau memang Jack pertama kali ini keluar tanpa pengawal ato lebih tepat tak pernah jalan jalan dengan mereka.
"asw lu Ion" ucap Jack spontan sambil menatap serius Bion di samping kanannya tak mengubris pertanyaan Arlon. Arlon hanya diam saja bersanar pada temanya yang suka bikin ulah itu. "lu apus aplikasi gw" tambah Jack melotot ke kanan yang ada bion di sana.
"yang mana?" tanya Bion santai sambil memasukan cemilannya ke mulutnya.
"yang rute" ucap Jack geram. "ama satu lagi" Lanjut Jack.
"yang apa?" tanya Bion salow seperti tak ada masalah.
"aplikasi hecker untuk meretas jaringan" jelas Jack getam mengepal tanganya yang gatal untuk meninju.
"oh, download aja lagi" balas Bion.
"mana bisa, kuota ga ada asw" balas Jack lagi.
"alah beli lagi" balas Bion.
"lu yang beliin" balas Jack sambil melipat tangan di dada.
"ga, lu beli sendiri" balas Bion tak pedulu lagi.
"woy mau berantem apa pulang?" tanya Arlon duduk di depan Zakra.
"pulang lah" jawab Jack dan Bion kompak.
"yaudah Jack download di ponsel gw aja nanti kamu kirim ke ponselmu" ucap Syara menengahi.
Jack mengambil ponsel Syara dan mulai membuka play store. Lalu mendownload apk rute tak lupa apk untuk meretasnya dan lainya yang sudah di hapus oleh Bion.
Setelah terdownload semua Jack mulai mengirim ke ponselnya tak lupa data data penting Syara krena Jack kepo dan siapa yahu berguna..
Jack mengembalikan ponsel pink ke orangnya tanpa berucap apa apa karena Jack masi fokus memasang apknya.
"dah" jawab Jack santai. Zakrah hanya menanguk.
"jalan kuy" ajak Jack. Di anguki Syara. "Ra nantu belok kanan ada permpatan belok kanan lagi, kita ambil jalan pintas" jelas Jack di anguki Syara.
Syara mulai menghidupkan mobil, lalu mereka melaju membelah jalan kota Jakarta dengan riang gembira walau tak dapat ke taman impian Arlon.
"woy ngapa lu serius gitu liatnya?" tanya Zakra menyengol lengan kiri membuat Jack terkejut.
"ini" ucap Jack memperlihatkan ponselnya pass di muka Zakra. "ada musuh mengintai kita" lanjut Jack membuat semua yang mendangar membulatkan mata mereka lebar lebar.
"musuh" beo Syara di angguki Jack.
"dari tadi gw udah curiga tapi gw abaiin dari tadi mereka bututin kita ke manapun" jelas Jack merunduk. Mungkin ke luar sendiri tanpa pengawal adalah musibah.
"yaudah semua pakek sabuk pengaman kita balapan ma mereka" ucap Syara ke girangan.
Tanpa ba bi bu semua memakai sabuk Syara langsung ngebut kayak setan yang sedang terbang tapi masi terkendali.
"asw lu Ra kebutan tengah jalan" ucap Zakra dengan tampang kagetnya. Syara hanya tersenyum puas kerjain teman temannya.
"ini belum seberapa" ucap Syara dengan senyumnya.
Syara tahu temannya kaget melihat cewe berhijab kebutan di jalan membawa mereka. Mungkin mereka kira Syara hanya cewe tomboy tapi mereka ga pernah liat Syara si pecinta merah itu membunuh musuh dengan kejam tanpa kasihan.
"gimana Jack masi kejar?" tanya Saya masi fokus pada jalan.
"iya mereka berniat mengepung di perempatan depan" jelas Jack. Syara nampak berfikir.
Bukan kali pertama Syara dan Arlon seperti ini, tapi kerena ada teman temannya mungkin harus membuat Syara lebih was was takut nantinya salah satu di antara mereka drop. Apa lagi Zakra yang bocah polos ga tau urusan orang kejam karena biasa di lembutin dan karatenya hanya dia pakai di arena doang..
"Ra turunin gw" pinta Jack tiba tiba membuat semua mata menuju pada Jack kecuali Syara. Jack jadi senyum kikuk. "gw yang mereka incar" tambah Jack.
"ga apapun yang mereka incar gw ga akan nyerahinnya" bantah Syara.
Semua tampak risau apa yang akan terjadi nantinya. Apa mereka akan pulang dengan nyawa atau hanya badan saja.
"sepupu lu yang nyetir ya" ucap Syara mengambil ancang ancang ancang pindah ke samping tempat duduk Arlon.
Ya Syara dan Arlon memang sudah biasa seperti ini semenjak Ibu Syara menikah dengan Rio.
"oke" balas Arlon.
Mereka tampak profesional dengan itu ya entah la apa yang terjadi dulu. Mereka bertukar tempat dengan cepat dan lihai.
__ADS_1
"ngebut ya" ucap Syara ketika sudah duduk tenang di samping supir ahli Arlon di anguki Arlon.
Zakra hanya berkomat kamit memohon keselamatan pada mereka, Bion hanya sanatai dengan menonyon anime dan Jack dia fokus melihat ponselnya. Syara kini tengan sibuk mempersiapkan senjata yang sudah lama iya simpan dalam mobilnya.
"Jack lu bisa nembak?" tanya Syara di anguki Jack. "Jack lu ajarin ma Bion cara liat ponsel lu ya" tambah Syara. Semua tampak tegang tak termasuk Bion entah lah apa dia ingin mati konyol di sana. Tapi Bion menutupinya dengan nonton anime.
"woy Ion gw ajarin nih biar ku ga maen apus apk gw" ucap Jack membuat Bion melotot.
Jack menjelaskan semua yang bisa Bion lihat dan ketik termasuk kode, halaman dan web. Dan Bion juga mencoba yang di ajarkan Jack.
"woy ga mau masuk ni" ucap Bion geram hampir menjitak kepala Jack di samping kirinya.
"asw gw lupa nikan apk baru, sini gw download datanya" ucap Jack mengambil ponselnya di tanagn Bion.
"lama lagi ga ni?" tanya Syara yang sudah siap dengan pistolnya di tangan masi di sembunyikan. "sepupu bawa kita ke tempat sepi ya biar ga banyak korban" ucap Syara di anguki Arlon. Tumben si bar bar profesional.
"bencana Ra, pergi ke temapt sepi emang kita mau baku hantam apa" ucap Zakra bergidik nyeri.
"yo i" balas Syara santai.
"kita masi di bawah umur loh buat ngendarain mobil dan juga baku hantam pakek tu" ucap Zakra menunjuk pistol di tangan Syara membuat Syara gelagapan.
"m..." Syara mengigit bibir bawahnya berfikir lagi. Otaknya masi memikirkan Zakra yang akan taruma nantinya tapi kalau tak di lakukan mereka akan mati konyol di sini.
"udah paham lu kan?" tanya Jack memecah pikiran Syara.
"udah" jawab Bion santai dan mulai memeperhatikan ponsel Jack yang ada petanya seperyi gps.
"oke, Takraw lu tutup mata ma telinga ya" ucap Syara menurunkan kaca mobil mulai berdiri.
"ga" bantah Zakra.
"lu mau trauma liat ginian?" tanya Syara mbuat Zakra bungkam.
"tapi gw ahlinya karate" bantah Zakra.
"lu bukan ahlinya" tukas Jack. "limu dan jurus lu masi di bawah rata rata cuma bisa di pertandingan ma tawuran dan mareka udah biasa ginian dan lebih jago dari lu apa lagi lu ga pernah liat dan denger ginian" jelasnya membuat Zakra diam. Syara langsung memberikan pistol pada Jack dan di terima olehnya.
"ceng kita Ion" pinta Jack.
Mereka bertular tempat jadi di mobil mereka kanan kiki ada penembak membuat benteng perlawanan.
"Ra lu balas mereka biar gw yang tebak ban" ucap Jack di angguki Syara.
Baku hantam tembakanpun terjadi di wilayah hutan belantar. Semua tampak tegang apalagi Zakra yang biasanya ga pernah ginian. Dia cuma ke biasa dalam turnamen dan ga ada tembak yang ada tinju.
"Takraw lu telon polisi ginh" perintah Bion.
"jangan nanti lebih bahaya" Arlon memperingati sambil fokus menyetir.
"Laron emang ga ada baku hantam tiju ma tendang apa?" tanya Zakra polos.
"ada tapi masi pake tembak" jawab Arlon santai.
Zakra mulai merinding sementara Jack dan Syara masi fokus melawan tembakan musuh. Entah sudah berapa mobil musuh berguling tapi masi banyak juga yang melawan. Sepertinya mereka bertamabah.
"sepupu ada om kiren" ucap Arlon menujuk di tepi jalan pada pria yang tengan duduk di mobil yang kacanya di turunkan.
Ucapan Arlon membuat Jack melebarkan matanya. Menjadikan Jack hilang keseimbangan tapi masih bertahan membalas serangan.
"lanjut aja kali" balas Syara.
"oke" ucap Arlon mulai memperkencang laju mobil mereka.
"Laron belok kiri ada pos polisi" ucap Bion yang memperhatikan ponsel Jack dangan teliti dari tadi.
"ok" balas Arlon mulai belok kiri.
Dor....
Dot...
Dor...
Tiga kali tembakan dari musuh membuat jendela kaca mobil pecah untungnya semua merunduk waktu kejadian tak termasuk Arlon.
"asw" uacap Arlon karena tak bisa merunduk.
Jack mulai berdiri lagi keluar dari jendala memperhatikan tubuhnya hingga pinggang. Menembaki musuh dengan brutal tanpa henti membuat Syara ikutam brutal.
"mati lu!!!" sorak Jack kencang. Yang lain hanya duduk diam kaku karena ini pertama kalinya Jack seperti itu. Ternyata fikiran Syara salah kalau Jack hanya bisa menembak tapi Jack ternyata tahu titik yang selalu berhasil untuk membidik dengan tepat.
"bocah ramalan" sorak pria dari belakang yang di panggil om Kiren oleh Arlon. "abu biru" tambahnya lagi membuat Jack mematung tanpa sadari Jack memberikan kesempatan musuh untuk mengenainya.
Dor....
🍁🍁🍁
uwu elika mengucapkan terimakasi telah membaca novel perdana lika:v
moga suka dan jangan lupa ya vote coment N sahare
__ADS_1
salam manis lika:3