Untuk Mu Ayah

Untuk Mu Ayah
part 4


__ADS_3

"hah, akhinya peng kepo kesayangan dah out" ucap Jack lega sembari memegang kotak kuning hadiah dari temannya.


Jack memperhatikan kotak kuning yang agak tipis dari ukuran kado lainya. Jack tersenyum permintaan kadonya di kabulkan oleh teman teman Jack yang super pelit itu.


Cuma karena Jack ulta saja mereka mau membelikan kado yang susah di cari itu. Ya karena barangnya ilegal.


Jack membuka perlahan kotak kuning dari temannya itu. Matanya mulai berbinar melihat pistol hitam kinclong di kotak itu. Ya kado permintaan Jack adalah pistol tak berbunyi. Tentu sangatlah mahal Jack tahu itu tapi ya sekali sekali kuras uang teman pelitnya.


"bahkan yang terbaik yang mareka beri" guman Jack di sertai senyum puas. Teman temannya tahu ke inginan Jack yang mana.


Itu mengingatkan Jack pada sebab Jack meminta pistol di kotak kuning tersebut.


Flash back on...


(Tiga hari sebelum ultah)


"tuan muda silahkan masuk, predesir Ali masih ada metteng" ucap ast Juan sopan mempersilahkan tuan mudanya masuk. Jack hanya senyum dan mengangguk melenggok masuk ruangan Ali ayah Jack.


Ruangn yang elegan dengan warna moca di padukan barang barang dengan warna terang kecuali yang jreang jreng. Tak bosan bosanya Jack melihat ruang itu walau setiap pulang sekolah iya ke sini untuk pulang bersama ayahnya.


Jack mengukirkan senyumnya lagi memandangi ruangan sang ayah yang selalu menghukumnya. Tapi tak ada rasa marah atau bahkan dendam Jack pada ayahnya. Jack bersukur ayahnya masi mau untuk menghidupinya.


Tok tok tok suara hentakan sepatu yang di pakai oleh orang yang sedang berjalan. Terhenti setelah agak lama terdengar panggilan pria di luar sana yang atak lain adalah Juan.


"tuan" panggil Juan di samping pintu masuk.


"ada apa Juan?" tanya pria paruh baya dengan propesional.


"apakah akan kita umumkan pada publik tuan muda Jack yang akan menggantikan posisi anda?" tanya Juan gugup. Ya karena Ali tak segan segan memecatnya kalau melakukan kesalahan ato membuatnya tersinggung. Ya orkay biasa mah kayak gitu.


"iya" jawab Ali singkat padat dan jelas pluss dingin.


Ingin rasanya Juan memukul kepala predesirnya yang tak punya hati pada anaknya sendiri kenapa nggak di bunga aja dari pada harus menanggung itu semua?. tapi apalah daya bawahan yang membutuhkan pekerjaan yang hasilnya menjanjikan itu..


"tapi, bagai mana kalau publik tak percaya?" tanya juan bingung.


"ya itu mudah, Jack adalah anak yang di ramalkan dunia itu bukan?" tanya Ali.


Ya karena banyak pengusah yang ingin menjodohkan Jack dengan putrinya. Membuat Ali ingat pada saat Alice mengandung Jack ketika umur kandunganya tujuh bulan ada seorang peramal datang ke kediamannya di london mengabarkan pada dunia kalau anak yang akan dilahirkan Alice itu akan punya mata abu abau di mana tak ada keluarganya yang punya iris mata itu.


Barati kurqng lebihnya Alice selingkuh tapi mendengar penjelasan sang peramal membuat Ali bungkam. Bahwa istrinya punya gen dari kerajaan kuno dulu. Ya itu Ali percaya tapi kalau raman itu iya tolak mentah mentah.


"Tentunya publik akan percaya, lagi pula aku tak percaya pada ramalan asalan itu" ucap Ali menjelaskan dengan propesional. Di angguki Juan karena paham. Sementara Jack mendengarkan terkejut.


Bukan karena di jadikan umpan tapi karena ramalan dirinya. Entah Jack percaya ato tidak yang penting itu menguatkan niat Jack membantu ayahnya.


"sudahkan ast Juan?" tanya Ali tanpa mengurangi wibawanya.


"m...ada lagi tuan" jawab Juan gugup. "bagai mana kalau tuan muda Jack di icar musuh apalagi sampai mati di tanganya dan mereka dapat tanda tangan dari Jack membuat mereka bisa mengambil alih perusahaan?" lanjut Juan menjelaskan pertanyaanya.

__ADS_1


"mudah" ucap Ali enteng membuat Juan membulatkan matanya lebar lebar. "hanya saja Jack tak ku bolehkan keluar rumah selain ke sekolah dan lagi Jack bisa berkelahi dia latihan dengan teman temannya di saat tawuran" lanjut Ali menjelaskan.


Ali menarik nafasnya kembali "dan jika Jack mati dan mereka dapat tanda tangan Jack untuk mengambil perusahaan itu bukanlah hal yang sulit ast Juan, hanya saja pada publik aku menyatakan Jack penerusku tapi pada dokumen warisan Arkalah yang menjadi penerusku" lanjut Ali percaya. Ya memang segala persiapan sudah di pikirkan Ali matang matang. Juan hanya mengangguk paham akan rencana predesir laknatnya itu.


"seorang ayah yang mengorbankan anaknya demi perusahaan atau harta lebih laknat dari atah yang membuang anaknya" batin Juan.


"baiklah saya sudah paham tuan" ucap Juan menunduk hormat.


semua pertanyaan Juan sudah di pahaminya. Ali kemudian melengok masuk ke ruanganya.


Jack yang mengetahui ayahnya akan masuk ruangan yang iya tempati langusng berbaring di sofa memejamkan matanya supaya terlihat sedang tidur seperti biasanya.


Ali masuk dan mendapati Jack yang tertidur pulasnya. Iya mengukirkan senyumnya melihat anak yang tak iya harapkan sekaligus anak yang iya benci akan menjadi umpan yang bagus.


"oh ya Juan" panggil Ali teringat suatu hal.


Juan yang berdiri di depan pintu yang terbuka itu langsung menoleh ke sumber suara."ada apa tuan?" tanya Juan berusaha tenang.


"nanti malam bawakan map hitam di atas meja ruang kerja ku di rumah aku ada acara dengan perusahaan lain nanti malam untuk melanjutkan rencana ku" pinta Ali di angguki Juan. "dan lagi kamu juga harus hapal isinya itu menyangkut semua musuh yang menyerang secara fisik maupun tidak semua tertera di sana" jelas Ali tak lupa wibawanya sebagai atasan.


"baik tuan" ucap Juan menunduk hormat. "saya permisi dulu tuan" ucapnya di angguki Ali.


"musuh ayah? Bahkan semua akhinya lebih mudah menemukan para musuh ayah, ka Na Ja akan penuhi janji Ja membuat ayah aman" ucap Jack dalam hati.


"Jack bangun!!" parintah Ali tegas setelah ast Juan pergi. Jack terkejut walau perintah ayahnya seperti itu setiap Jack tidur di ruang ayahnya. "ayo pulang" ajak Ali melembut sambil melengok keluar ruanganya.


Jack bangun dan mengikuti langkah ayahnya yang sudah duluan. Dengan langkah lebarnya Jack berhasil samapai di belakang ayahnya yang sudah berdiri diam di depan mobil. Ternyata Jack belum telat naik mobi ya kalau Jack telat iya akan di tinggal.


Hening....


Itulah yang ada di mobil yang Jack kendarai. Tak ada percakapan di sana seperti biasa. Ya kalau orang yang lain pasti akan ramai percakapan antara ayah dan anak tapi tak untuk Jack si cowo yang di ramalkan dunia itu.


Tak butuh waktu telalu lama untuk Jack samapi di rumah mewahnya. Ya bagi orang lain itu rumah surga karena kemewahanya, tapi untuk Jack itu adalah rumah siksa. Ya karena hampir setiap hari Jack di hukum hanya karena masalah sepele.


Setelah mobil berhenti Jack turun dengan senyumnya manyapa setiap orang yang di lewati dengan senyum tak ada ucapan yang di keluarkanya. Berjalan bak model senyum adalah ke biasaan Jack ketika di rumah ada ayahnya. Hingga sampai di kamarnya Jack langsung mandi, solat dan merebahkan tubuhnya yang letih karena sekolah.


Drrrrt drrrrt...


Suara panggilan dari ponsel Jack entah siapa yang menghubunginya di tengah istirahatnya.


"halo" panggil Jack mengangkat telepon dengan malas tanpa mebaca si penelpon.


"woy Marsmelow" panggil Arlon setengah berteriak. Jack tentunya terkejut karena teriakan si cowo bar bar itu.


"paan si lu telpon telpon pass gw lagi istirahat enaknya" ucap Jack manahan geram.


"ye santuy bro, gw cuma tanya kado yang lu pengen kalau bisa berempat satu kado biar uang ga terkuras banyak" ucap Arlon sedikit cekikian.


Jack lagi lagi tersenyum iya teringat perkataan ayahnya dan rencana sepelenya. Dengan memanfaatkan teman teman pelitnya. iya bisa mendapatkan barang yang langka pluss ilegal di fikiranya.

__ADS_1


"ok gw pengen kado pistol tampa suara" ucap Jack enteng.


Arlon ternganga di sebrang sana mendengar permintaan yabg sulit untuk di sediakan itu.


"ye Laron kok diem lu" sambung Jack karena Arlon diam tak bicara lagi. Yakan Arlonya masi menganga.


"iye tapi kami patunganya" ucap Arlon di setujui Jack. "dan lu utang penjelasan ma kita besok di sekolah" lanjut Arlon.


"iye iye tapi abis acara yak" ucap Jack di angguki Arlon.


"yaudah bye, nyesel gw tanya pengenan lu" ucap Arlon dengan nada sesalnya. Jack hanyaa tertawa sambil memutuskan telepon.


Sore akan berlalu dan malam akan tiba Jack sudah masuk ke ruang ayhanya guna mencari perlengkapan yang di butuhkan untuk mendaftar ke aekolah barunya tak lupa pada map hitam yang akan ast Juan ambil.


Jack memfoto setiap lembar dokumen hingga akhir. Tak butuh lama ternyata untuk menyalin yang membuat lama hanyalah mencarinya saja.


Jack keluar ruang kerja ayahnya tanpa ada orang yang berlalu lalang membuat Jack tak di curigai berbuat hal yang merugikan.


Flash back off....


Jack masi mengingat jelas awal rencananya berhasil. Jack memandangi kado dari adiknya Lisa. Jack sudah tahu isinya apa tapi Jack masi penasaran juga.


"jaket hitam pekat dengan huruf XYZ di punggung" memang sesuai kemauanku" batin Jack.


Jack langsung mengambil diary kado dari bundanya tak lupa pena untuk menuai coretan bukti kadonya pada ayahnya jikalau iya meninggalkan mereka sebelum kadonya selesai.


-----------------------------------------------------------------------


Hari ulang tahun....


Kini ku berbangga hati di hari spesial bagi ku rencana yang akan aku jalankan guna membuat hadiah untuk sang kelapa keluarga yang ka Na dan ku sayangi.


Diary yang indah dengan warna hijau ini adalah bukti setipa tindakan ku di waktu misi rencana tersembunyi ku.


Setidaknya ada 7 orang yang harus ku bunuh dengan tanganku sendiri yang rata2 memang si pembunuh yang di sebut sebagai mafia. Tapi tak Jack Marcheli namanya kalau tidka bisa membunuh mereka dengan tanganya sendiri.


So thank mouch: ayah, bunda, lisa dan teman ku.


-----------------------------------------------------------------------


Setelah mencoret lembar pertama itu Jack tertidur dengan memeluk diary hijau itu dengan senyum memekar. Tak peduli pada pena yang iya gunakan tadi entah kemana iya lemparkan.


Senyumnya tak luntur di kala iya tertidur. Bi Nah hanya menggeleng langsung masuk dan menyelimuti tuan muda yang iya asuh dari kecil bahkan bayi itu tanpa kepo apa yang tuan mudanya tulis di diary itu.


🍁🍁🍁


happy reading:v


jangan lupa vote share dan coment

__ADS_1


salam manis ku


😊😊😊


__ADS_2