
Pagi sudah tiba. Jack terbangun karena alaram subuh yang iya pasang setiap harinya. Jack mendudukan tubuhnya di ranjang hijaunya. Dengan senyum mengembang Jack melihat kado dari semua orang kemarin. Jaket hitam di punggung terdapat tulisan XYZ hadiah Lisa adalah hal yang paling Jack sukai selain bisa untuk menjalankan rencananya jaket itu juga sudah ada nama samaran untuk Jack. Tak lupa pula Jack menaruh diary hijau dari bunda di laci nakas supaya tak ada yang membacanya. seperti biasa Jack solat subuh dan mandi lalu bersiap siapa ke sekolah.
"pagi bun" sapa Jack sambil menuruni anak tangga tak lupa senyum ke biasaanya. Bunda tersenyum sambil meletakkan piring di meja makan.
"pagi" balas bunda dengan senyum yang sama.
"kado bunda yang terbaik" ucap Jack duduk di kursi biasa makanya.
"loh, kado bunda kan cuma diary" ucap bunda keheranan Jack malah senyum cengengesa. tapi di tepisnya. Bunda meletakkan piring di depan Jack "ayo sarapan dulu" lanjut bunda.
"bund" panggil Jack dengan mulut penuh.
Bunda yang di oanggil langsung menoleh pada sumber suara tak lupa mata yang memancarkan kemarahan pada yang memangil dengan mulut penuh dengan makanan.
"enak" lanjut Jack setelah menelan makanan di mulutnya.
"iya, tapi bunda ga pernah ajarin anak bunda bicara waktu makan" ucap bunda santai tapi menusuk bagi Jack. Jack cengengesan mendengar ucapan bundanya.
"maaf bund" ucap Jack sambil memasukan nasi ke mulutnya. Bunda hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan.
"bund, Jack berangkat ya" ucap Jack setelah selesai makan. Bunda hanya tersenyum. Jack dan bunda berdiri dari kursi mereka. Jack mencium punggung tangan sang bunda dan di lanjutkan rituan izin ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah. Memang selalu banyak anak murid yang memandang kagum pada sosok dingin yang tampan ato most wanted di sekolah SMP biasa. Ya Jack masi SMP di ujung tanduk kelas 9. bukan sekolah di tempat yang mewah Jack hanya sekolah di sekolah biasa tak sama dengan Arka dan Lisa.
"pagi marsmelow" sapa si gadis yang berambut pirang dengan memepuk pundak Jack. Membuat sang empu kaget. "eh kaget lu yak?" tanya Syara heran pasalnya setiap hari Syara menyapa Jack seperti itu.
"ga gw cuma lagi mikir aja tadi" jawab Jack jujur. Syara hanya ber oh ria.
Mereka melanjutkan jalannyaenuju kelas. Baru saja dua oangkah Jack di panggil langi. Kini dengan sepupu Syara.
"woy marsmelow" panggil Arlon dengan berlari. Jack dan Syara menoleh ke sumbersuara.
"paan?" tanya Jack singkat padat jelas.
"ye lu utang penjelasan ma kita kita" jawab Arlon ngap ngapan.
"yo i" tambah Zakra. Entah dari mana datang langsung maen tambah aja.
"ok tapi nanti di kelas jam istirahat" jawab Jack berjalan menuju kelas.
Semua teman teman Jack bengong atas jawaban Jack termasuk Bion yang baru saka datang. Ya karena Jack tak suka menjelaskan tentangnya pada orang lain termasuk bundanya. Pasti akan sulit membuat Jack menjelaskan tapi apa ini? jack denngan santainya bilang nanti di kelas, bukankah begitu mudah?.
Jack berjalan menelusuri koridor sekolah lantai dua guna ke kelasnya. Tak lupa semua mata terus memandang pada sosok most wanted yang berjalan dengan gaya collnya. Rambut gondroangnya yang di acak tapi terlihat rapi, senyumnya selau di pamerkan, tapmangnya bak pangeran tak lupa iris mata abu abunya menambah ke tampananya hingga tak ada cewe yang tak kan jatuh hati pada si Marsmelow.
Ingin rasanya mereka mendekati Jack. Tapi karena ke empat teman lucnut Jack. Jadi tak ada satupun yang berani. Ya karena Bion ketua tawuran mewakili sekolah mereka, Arlon penjaga setia siap menghajar mereka dengan kata kata bar barnya, Syara yang selalu ada di saat yang tepat unyuk menhancam dan Zakra yang pandai karate. Sebenarnya Jack juga pandai berantem si apa lagi karate dan silat Jack lah jagoanya tapi tak pernah di tunujukan publik. Ya karwna itulah dia di panggil Marsmelow.
"morning baby" sapa Tasya dengan semangatnya yak lupa make up tebalnya yang melekat sempurna beberapa centi tebal di wajah.
Jack hanya acuh dan terus berjalan di koridor tanpa memperdulika Tasya si ratu lebay dan menor. Di belakangnya ada 4 temen setianya mengikuti. Hingga Jack masuk dan pelajaran di mulai.
Teng teng teng
Tak terasa bel istirahat sudah berbuyi para murid berbondong menuju kantin guna mengisi perut yang kosong dengan cacing yang terus meronta minta makan. Tapi tak dengan Jack dkk yang biasanya juga ikutan sekarang mereka memilih di kelas karena Jack akan menjelaskan meksud dia meminta kado yang harganya fntastis dan ilegal tentunya.
"woy marsmelow" panggil cowo yang duduk di sebelah Jack ya dia Arlon si bar bar itu dengan santai.
"hm" dehem Jack tak menoleh ke Arlon. Membuat Arlon geram.
"woy lu utang penjelasan ma kita" sorak Arlon membuat siswa yang tersisa kaget langsung menatap tajam Arlon. "paan lu liat liat" ucap Arlon dengan nada tinggi membuat semua orang bergidik nyeri. Kecuali Jack dkk. ya kan mereka yang di pihak Arlon si boss bar bar itu.
"udah tu" ucap Syara menepuk pundak Arlon untuk menenangkan si singa.
Arlon lama kelamaan tenang karena tindakan Syara. Ya setiap Arlon marah Syara harus ada supaya menenangkan. Bukan karena suka tapi karena takut di kaduka pada bokap Arlon.
"gw harap yang ga berkepentingan KELUAR!!!" tegas Bion menekan kata keluar.
Semua murid berbondong bondong keluar kelasnya dengan penuh kekesalan pada Jack dkk si most wanted yang akan sekolah di sekolah mereka kini sudah di ujung tanduk mereka bisa melihat wajah tampa dan collnya. Tak ada yang berani menguping pembicaraan mereka karena ada Syara anak pemilik sekolah akan mengadukan jika ada yang menggangunya.
__ADS_1
"Jack lu jelasin ke kita sekarang" perintah Zakra di angguki ke tiga temanya.
"okelah" jawab Jack.
Jack mulai menjelaskan pada teman temannya dari asal usul rencan hingga rencana terakhir. Teman temanya mengangguk paham akan rencan Jack. Jack bersukur ada teman yang siapa tahu bisa membantu rencannya hingga usai nanti.
"Jack, siapa aja sih orangnya?" tanya Syara mewakii semua. Jack langsung bungkam akan pertanyaan Syara. Pasalnya Jack nggak mungkin memberi tahunya itu sangatlah rahasia dan susah untuk di dapat infonya.
"yaudah ga papa Jack" ucap Zakra mengetahui kebingungan Jack.
"m....gw mau ngasih tau tapi pass kita di rumah ya" ucap Jack ragu ragu.
"oke" jawab semua kompak.
Teng teng teng
Bel masuk berbunyi untungnya mareka sudah siap dengan penjelasan Jack kalau ga ya mungkin harus di pending dulu.
Mereka mengikuti pelajaran seperti biasanya. Diam memperhatikan guru itulah yang tidak mereka lakukan ya mereka hanya duduk dengan pikiran masing masing termasuk Jack. Gurupun hanya di buat pasrah oleh mareka mau memperhatikan ato tidak sama saja mareka masi termasuk siswa pintar.
Tapi tak termasuk Arlon ke dalamnya. Ya kan Arlon paling malas mikir maunya ngoceh ya Arlon lebih suka bar bar aja tu anak.
Tak terasa istirahat ke dua tiba. Ya kan mereka pada ngelamun makanya ga sadar klu dah istirahat ke dua aja. Semua siswa berhamburan keluar menuju kantin ada juga menuju mushala tapi tak banyak karena siswa pada ke biasa bolong solatnya.
Jack dkk pun ikut ke mushala ya walau mereka anak tawuran tapi mereka tak melupakan kewajiban seorang muslim.
Mereka memasuki mushala dengan tertib tak lupa berwudu terlebih dahulu. Mushala yang ukuranya sedang dengan warna putih bersih dan lantai kramik senada menggambarkan betapa sucinya tempat itu. Tempat ibadah muslim guna mendekatkan diri pada-Nya.
Setelah selesai mereka duduk sebentar di teras mushala tak lupa Syara juga ikut duduk di sana. Gadis berhijab perswgi itu tomboy karena didikan papanya sebelum Syara memutuskan tinggal bersama mamanya dan papa barunya. Beruntung Syara tak seperti Zakra yang di tinggal ayahnya dan ibunya tak mau menikah lagi. Anak pemilik sekolah dan tak lupa teman satu satunya perempuan.
"Jack, nanti kita ke rumah lu yak" ucap Zakra. Menepuk pundak Jack. Sedang yang lain masi menikmati kesejukan di teras memandangi pohon yang rindang dengan rumput pendek yang hijau.
"oke sekalian ya gw pulang ma kalian" ucap Jack di angguki Zakra.
"apa boleh Jack ama bokap lu?" tanya Bion yang ternyata menyimak perbincangan Jack dan Zakra.
Ya itu adalah hal pertama bagi Jack pulang dengan teman temannya, Jack tak pernah pulang dengan selain ayahnya. Karena Jack selalu di jemput sebelum waktu pulang membuat Jack tak punya pilihan lain dan kalau Jack menelfon ayah Jack tak di perbolehkan membawa ponsel ke sekolah. Ponsel hanya boleh di gunakan di rumah ato sedang berlibur saja.
"kalau boleh kuy lah" ucap Arlon yang entah tahu masalahnya apa ga yang penting ikut ngomong. Dan yang lain mengiyakan karena betul kata Arlon tadi.
"Syara, pinjem ponsel lu yak" ucap Zakra.
"buat paan?l tanya Syara memastikan.
"buat telpon ayah Jack lah" ucap Bion tahu idenya Zakra. Ya kan Syara anak pengusaha juga pluss dia anak pemilik sekolah ya jadinya ga papa kan.
"nih" ucap Syara menyerahkan benda pipih berwarna pink. Langsung di ambil Zakra.
"lu tomboy pa ga si Syal?" tanya Arlon langsung tanpa basa basi.
"kado dari bokap" jawab Syara enteng seloww. Ya memang si ayah baru Syara ingin anak gadisnya seperti cewe yang feminim. Dan karena Syara pernah berjanji akan selalu suka warna merah pada ayah yang dulu makanya ayah baru Syara mberikan warna merah muda. Kan ada merahnya.
"Jack nih telpon ayah lu minta izin gih" ucap Zakra menyerahkan ponsel Syara. Di angguki Jack.
Jack mulai menelpon ayahnya dan terjadilah perbincangan di antara ayah anak itu. Seperti Jack lagi kumur kumur di telepon itu.
"eh menurut lu apa ya jawabanya paman Ali?" tanya Arlon kepo penasaran. Arlon menoleh ke Bion.
"entah" jawab Bion singkat padat tak lupa jelas.
Karena Bion tak tahu Arlon menoleh ke Zakra. Tapi Zakra hanya mengangkat ke dua bahunya. Arlon langsung menoleh ke Syara.
"palingan ga boleh ato ada saratnya" jawab Sayara masi berfikir keras. Cewe itu tahu persis Jack kalau berhadapan ayahnya. Ya kan ayah baru Syara dan ayah Jack mereka berteman dekat.
"ye makasi guys" ucap Jack tiba tiba setelah memutus telponya pada ayahnya.
"lah" beo Zakra. Yang lain hanya menatap heran pada Jack. Membuat sang empu berasa bersalah.
__ADS_1
"panya makasi?" tanya Syara mengintro gasi. Tatapan membunuhnya seperti tak caya pada Jack.
"ayah izinin" ucap Jack membuat semua bersorak gembira berjoget tak karuan kecuali Syara dia sudah tahu kalau itu hal yang memalukan dan Jack dia hanya diam memikirkan keputusan ayahnya tadi.
"tumben baek tu om" ucap Syara seperti ada yang mengganjal.
"yakan emang baek dari sononya" balas Arlon masi berjoged ria.
"hm" dehem cowo yang di duga terganggu oleh sorakan tadi.
"eh, ketos" ucap Zakra. Iya tebak pasti si ketos sialan itu akan menghukum mereka. Ya kebiasaannya sih maen hukuman aja teross. Baru aja di lantik junior pula.
"kalian bolos ya" ucap ketos geram meninggikan suara agar tampak berwibawa. Dia Veno si ketos paling terkenal ampe ke alumni kenal dia yang jadi ketos gantiin ketos yang dulu Ketos yang paling membuat sekolah berjaya.
"mana ada tos kita lagi diskusi kok" ucap Arlon asal.
"yo i tos" sambung Zakra. Dan Bion, Syara, Jack diam bungkam.
"okelah kalian gw hukum keliling lapangan ampe capek" ucap si ketos dengan santai melipat tangan di dada.
"okelah tos yang baik" ucap Arlon mendapat ide. "ketos ga ubah hukuman kite kan?" lanjut Arlon di angguki Ven.
Ven tamapk berrfikir sejenak dan mengangguk membuat Arlon ke girangan. Jack, Syara, Bion, Zakra dan Ven melongo melihat Aroin ke girangan di kasi hukuman.
"ye kuy sob kita keliling" ajak Arlon setelah berhenti girangnya. Syara dkk hanya ngikut Arlon yang masi senengnya.
Tak ada percakapan antara sahabat itu. Mareka hanya berjalan menuju lapangan untuk keliling lapangan. Sesampainya di lapangan Arlon langsung angkat suara berbisik pada Syara karena paling dekat denganya.
"oy sepupu bilang ke yang laenya kita cuma keliling ampe capek aja. Nanti kita cepetin capeknya ya jangan lari ok" bisik Arlon menyampaikan idenya tadi di angguki Syara.
Syara dan Arlin mulai berbisik pada Jack, Bion dan Zakra. Setelah itu mereka berjalan keliling lapangan dengan seloww badai.
"woy lari!!" teriak Ven dengan keras.
"ye tapi cuma keliling" sahut Arlon santai.
"ya pekek lari" lanjut Ven.
"udah tos kita dah capek" ucap Syara di angguki Jack dan Zakra. Bion hanya diam saja menyerahkan pada ke empat temanya.
"ga bisa hukuman belum selesai" bantah Ven. Membuat Jack dkk geram.
"woy lu pengen kite sengsara bilang dong, adu jotos kita" ucap Jack meninggi membuat semua yang menyaksikan terbelalak kaget. Ya si most wanted biasanya hanya diam dengan tampang collnya sekarang ikut angkat suara dengan meninggi. Ya kalau teman Jack janga tanya mareka juga keget kok.
Jack biasanya berani adu jotos pass tawuran doang kalau di sekolah acuh coll dan di rumah hangat pada semua kecuali ayah Jack hanya aenyum hangat tak ada percakapan antara ayah dan anak itu kalau bertemu. Kalau ada itu pasti masalah hukuman pada Jack selain itu ya hanya di irotin bicara.
"masa iya si Marsmelow berani aja adu jotos di sekolahnya" batin Syara diam membisu.
"yo i tu mentang lu ketos lu seenaknya aja hukum kita kita" tambah Zakra.
"bener kata mereka, lu Ven terlalu gunain ke kuasaan lu untuk siksa orang mentang ketos baru aja di lantik dah hukum senior" ucap Bion mulai angkat suara. Ven langsung bungkam akan kata kata ke tiga most wanted rivalnya itu.
"yo i gw bilang ma paman gw biar lu di turunin jabatanya" ucap Arlon santai tapi mengancam.
"sorry gw salah, ya hukuman kalian dah kelar" ucap Ven angkat tangan. Kini jabatanya terancam ven sangatlah takut akan hal itu karena menyangkut martabatnya di sekolah ternama oleh orang kalangan ke bawah.
"ye ga bisa gitu dong lu tetep di turunin dari jabatan lu, biar wakil lu aja yang gantiin lu" ucap Syara sebagai anak pemilik sekolah. Bisa ajakan Syara nyuru ke empat temen cowonya jadi ketos tapi karena mereka sudah di ujung tanduk SMP jadi mana bisa.
"serah" ucap Ven pasrah berjalan pergi dari lapangan. Ya kan karena tak bisa lagi mempertahankan jabatanya dan namanya akan buruk di sekolah. Ya padahal dia adik kelas berani hukun kakak kelas apa lagi anak pemilik sekolah ya pastinya gitu juga jadinya.
Jack akhirnya bisa terkendali lagi karena Ven si rivalnya sudah pergi angkat kaki dari depan mata abu abunya itu. Seketika teringat oleh Jack syarat ayahnya yang di setujuinya di telpon tadi.
🍁🍁🍁
happy reading:v
jangan lupa vote share dan coment ya
__ADS_1
salam manis ku
😊😊😊