Ustadz My Husband

Ustadz My Husband
kepergian Bu Ratih 2


__ADS_3

" kenapa mamah tega ninggalin dela ka". tanya dela


" kau jangan seperti ini, lihat mana dela yang Kaka kenal, mana dela yang selalu kuat hah, kau payah sekali malah terbaring di sini". ucap Revan


" maafin dela ka, dela mau mamah di sini ka, kenapa mamah ninggalin dela ka hiks hiks". ucap dela, semua orang di dalam ruangan tersebut sudah tak kuasa menahan tangisnya, melihat keadaan dela yang sangat terpuruk karena di tinggal ibunya


" Abi, umi kasian ngeliat dela, dia pasti syok banget hiks hiks". bisik umi rida pada kyai Farzan


" dela perempuan yang kuat mi, semoga mereka di berikan ketabahan". ucap kyai Farzan


" amin". ucap umi Rida


aku harus apa, ya Allah aku ga tega liat dia seperti itu, tapi tidak mungkin aku memeluknya untuk menenangkanya, dia bukan mahram hamba.batin Gus Ilham


" dela yang sabar ya, aunty tau ko dela pasti sedih, tapi kamu harus mengikhlaskan mamahmu nak, ini takdir Allah". ucap Bu Melinda (ibunya Nasifa)


" hai princess Why kenapa kau menangis". ucap seseorang yang tiba tiba masuk ke ruangan dela


" opaa, oma". ucap dela, ustazd rehan dan revan


" ayah, ibu". ucap pa Wijaya, ia pun segera menyalami mertuanya


" kau yang kuat, ini demi anak anakmu wi". bisik opa galih,


ya dia adalah pa galih maharaja kake dela yang artinya dia adalah ayah dari Bu Ratih (ibunya dela) ia adalah seorang TNI AU


" kau yang tabah ya wi, ibu tau kau merasa terpukul dengan kejadian ini". ucap oma Mira yang tak lain adalah nenek dela dan kakanya, plus ibu dari Bu ratih, pak Wijaya hanya mengangguk


" kau kenapa menangis tuan putri, apa Kaka kakamu yang tampan ini membuatmu menangis, coba bilang sama opa dan Oma siapa yang membuatmu menangis wahai tuan putri ku". ucap opa galih


dela langsung memeluk kakenya

__ADS_1


" opaa mamah". ucap dela dalam dekapan kakenya


" hei sejak kapan cucu opa jadi cengeng seperti ini, dulu waktu dela di rumah opa dela kan bilang kalo udah besar dela mau kuat kaya opa, tapi kenapa sekarang dela malah nangis". ucap opa galih berusaha menghibur cucunya


sungguh keluarga yang hebat, mereka mampu menutupi kesedihannya demi membuat dela ceria kembali, aku kagum dengan keluarga mereka. batin kyai Farzan


" tapi opa ma..." belum dela menyelesaikan ucapannya, sudah di potong


" mamahmu sudah bahagia di sana, yang harus dela lakukan di sini hanyalah mendoakannya semoga mamahmu di berikan kebahagiaan di sana". ucap opa galih sambil mengusap kepala dela yang terbalut jilbab


dela pun mengangguk, ia memang sangat dekat dengan opa nya, dari kecil dela sudah dekat dengan kake dan neneknya


" karna kau sudah mengingkari janji, opa harus menghukumu". ucap opa galih, orang yang ada di ruangan tersebut hanya mengerenyit


ini si Abah nga tau keadaan amat si, dela lagi sedih malah di kasih hukuman, batin pa haris


teman teman pa Wijaya memanggil opa galih dengan sebutan Abah


" kau harus berhenti meneteskan air matamu, opa sakit melihatmu menangis tuan putri". ucap opa galih


" siap komandan". ucap dela sambil memperagakan gaya hormat


" bagus ini baru tuan putri yang opa kenal". ucap opa galih


" dela Oma nga di peluk nih". panggil Oma mira


" hehe sini Oma". mereka pun berpelukan layaknya Teletubbies


" dela sayang kalian semua". ucap dela


" tuan putri ga boleh sedih lagi janji". ucap opa galih sambil mengangkat jari kelingkingnya, dela menyambutnya dengan penuh semangat

__ADS_1


" baiklah tuan putri janji". ucap dela


" hei apa kalian berdua sudah lupa dengan opa dan Oma, sehingga diam saja seperti itu". ucap opa galih pada kedua Kaka dela


" mana mungkin rehan lupa sama opa". ucap nya lalu memeluk opa dan Omanya


" ini cucu opa dan Oma ganteng ganteng ga ada yang laku satupun nih". ucap opa galih


" ish opa belum waktunya kali". ucap Revan


" kalo rehan si santai aja opa, nah kalo dia mana mungkin ada akhwat yang suka, lihat saja Dingin seperti es balok". sindir ustazd rehan


" hei kau meledeku ka". ucap Revan


" sudah sudah jangan bertengkar". ucap oma


" assalamualaikum maaf menganggu, sebentar lagi jenazah nyonya Ratih akan di pulangkan". ucap salah satu perawat,


raut wajah dela tiba tiba berubah, ia kembali mengingat ibunya


" baiklah biar kami iring dari belakang". ucap pa Wijaya


" ayah dela ikut ya". ucap dela


" jangan Del kamu masih belum sehat". ucap ustazd rehan


" ka plis dela pengen nganterin mamah untuk yang terakhir kalinya hiks hiks". ucap dela


" ya sudah Han biarkan adikmu ikut". ucap opa galih


" baiklah". ucap ustazd rehan

__ADS_1


__ADS_2