
" siap tidak siap kamu harus siap". ucap Gus Ilham cuek
" kalo nanti saya ga bisa gimana ustazd, saya ga ada persiapan apa apa". ucap dela gelisah
" mengikuti perlombaan tidak selamanya harus menang, jadi persiapkanlah diri mu sekarang, lusa kita berangkat". ucap Gus Ilham yang masih sibuk dengan berkas berkas di depannya tanpa menghiraukan kehadiran dela
" ustazd bisa ga kalo ngomong liat orangnya dulu, saya berasa sedang mengobrol dengan mahkluk tak kasat mata". gerutu dela, sedangkan Gus Ilham sedang berusaha untuk menahan tawanya, setelah ia rileks Gus Ilham pun membalikan badannya
" ada apa". tanyanya cuek
" ustazd dela belum ada persiapan, apalagi berangkatnya lusa, apa tidak terlalu mendadak". ucap dela
" tidak, dan persiapkan diri mu, jika tidak ada yang di tanyakan lagi silahkan keluar". ucap Gus Ilham lalu kembali fokus pada berkasnya
" iya iya, bawel, assalamualaikum". ucap dela sambil keluar
pufft sabar Del, lagian tuh nenek lampir ngapain seenaknya ngedaftarin gue si, awas aja lu Din. batin dela
ia pun segera masuk ke kelasnya dengan menggerutu kesal
" lu kenapa Del". tanya zeysha, dela tidak menganggapnya, ia langsung berdiri menghampiri dini
" din lu ngapain seenaknya ngedaftarin gue lomba matematika, tanpa sepengetahuan gue pula, lu sengaja ya". tanya dela dengan nada tinggi
" kalo iya kenapa". tanya dini meremehkan
" Lo bener bener ga punya otak ya, lu gila apa gimana sih, Lo seenaknya ngedaftarin nama gue dan tanpa sepengetahuan gue". bentak dela, zeysha dan Nasifa pun mengerti dengan ucapan dela
" heh nenek lampir lu kaga abis abisnya ya bikin masalah sama kita, lu nga tau kalo dela tuh adiknya ....." tak sempat zeysha menyelesaikan omongannya dela sudah membungkamnya dan memberikan kode untuk menjaga rahasia kalo dela adalah adik ustazd rehan, sekaligus anak dari donatur terbesar di pesantren itu
" apa adiknya siapa". tanya dini nyolot
" eh lu Jagan nyolot dong, lu sadar ga si udah bikin kesalahan". ucap Nasifa
" harusnya si cewe murahan ini berterimakasih sama gue". ucap dini, tak lama zeysha pun mengampar pipi mulus dini
" ada apa ini". ucap Gus Ilham yang tiba tiba masuk kelas
" ini ustazd mereka membully saya". ucap dini berbohong, dela dan kawan kawan nya sudah memicingkan mata ke dini
__ADS_1
" kalian berempat ikut saya". ucap Gus ilham, Gus ilham ingin menyelesaikan permasalahannya ini dengan abinya
Gus ilham pun menghubungi orang tua trio Kwek
di rumah kyai Farzan
dela,teman temanya dan juga dini sudah duduk di ruang tamu kyai Farzan
" assalamualaikum". ucap seorang pemuda bersama ayah dan ibunya dela, seketika dela langsung melihat asal suara tersebut, dela langsung berkaca kaca bahagia melihat pemuda tersebut, dela pun langsung berhamburan memeluk pemuda tersebut
" hai How are you princess". ucap pria tersebut
" aku baik, aku merindukanmu my hero". ucap dela
deg
deg
deg
raut wajah Gus Ilham langsung sendu, dan entah kenapa percakapan dela dan pemuda tersebut membuat hati Gus Ilham sakit, ia juga tidak mengerti dengan dirinya saat ini
ya Allah ini kenapa, siapa pemuda itu, ada hubungan apa dia dengan anisa. batin Gus Ilham
" aku juga merindukanmu princess". ucap pemuda tersebut
astaga ganteng banget ni cowo, harus jadi milik gue nih, dari pada berharap sama Gus Ilham yang galaknya ga ada Tara mending gue sama ni cowo. batin dini
Revan pun langsung mengusap air mata dela, ya pemuda itu bernama Revan Adi wijaya ia adalah Kaka ke dua dela, ia anak ke dua setelah ustazd rehan, dela dan Revan terpisah jarak selama dua tahun, itu semua karna Revan harus melanjutkan kuliahnya di Inggris, karna hanya ia yang bersedia mengurus perusahaan milik pa Wijaya, sedangkan ustazd rehan lebih memilih menjadi seorang pengajar sederhana di pesantren milih kyai Farzan, ia takut tidak bisa tahan akan godaan harta dan lainya, makanya ia menyerahkan tanggung jawab perusahaan itu pada adiknya yaitu Revan Adi Wijaya
flashback on
" rehan jika bukan kamu dan Revan siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan kita nak". ucap pa Wijaya
" maafkan rehan ayah, Jujur lebih baik rehan menjadi seorang ustadz sederhana dari pada rehan harus memimpin perusahaan ayah, rehan ga mau orang orang bersikap terlalu hormat sama rehan cuma gara gara rehan pemimpin perusahaan, sejujurnya rehan nggak nyaman jika harus di kenal sebagai seorang CEO perusahaan besar se-Asia, rehan lebih nyaman di kenal sebagai rehan Adi Wijaya seorang pengajar sederhana, dengan itu rehan bisa hidup tenang yah". ucap rehan
" apa kamu yakin ingin memberikan kedudukan mu pada Revan". tanya pa Wijaya
" insyaallah yah, rehan yakin Revan bisa bertanggung jawab atas perusahaan ayah". ucap rehan
__ADS_1
" ya sudah lah mas, mungkin ini keinginan rehan, kamu turuti saja, dia juga berhak memilih jalan hidupnya". ucap Bu Ratih
" baiklah, dan Revan apa kamu bersedia berkuliah di Inggris dan menjadi penerus perusahaan ayah". tanya pa Wijaya
" insyaallah Revan bersedia, tapi apa Revan harus pergi ke Inggris yah, tidak bisakah Revan kuliah di sini, Revan ga mau jauh sama dela dela yah". tanya Revan
" maaf Van, tidak bisa, lagian kamu hanya dua tahun kamu di sana van". ucap pa Wijaya
" baiklah". ucap revan
di kamar Revan
saat itu dela masih berusia 16 tahun sedangkan Revan berumur 19 tahun,
" Kaka apa Kaka ninggalin dela sendiri, nanti kalo ada yang jahatin dela gimana". tanya dela polos
" my princess ga usah sedih, Kaka perginya gak lama ko, Kaka pergi buat belajar supaya pintar, nanti kalo Kaka pulang Kaka bawain dela boneka Doraemon yang gede, dan coklat Silver*ueen yang banyak". ucap Revan
" benarkah". tanya dela senang
" benar nanti pas Kaka pulang dela harus jadi anak baik ya". ucap Revan, dela pun mengangguk
sejak kepergian Revan sikap dela berubah drastis, karna di rumahnya hanya ada ia ayahnya, Bu Ratih, dan art, sedangkan ustazd rehan tinggal di pesantren kyai Farzan, selama ini dela di rawat oleh BI Mina, ia adalah Art di rumah dela, sedangkan pak Wijaya dan bu Ratih selalu sibuk dengan urusan, jangan di tanya lagi dela mendapatkan kasih sayang atau tidak, pak Wijaya sibuk di perusahaanya, sedangkan Bu Ratih adalah seorang dosen jadi mereka sama sama sibuk dengan urusannya. sejak kecil dela tidak mendapatkan kasih sayang, hanya revan lah teman mainnya, tapi di usianya yang masih 16 tahun Revan malah pergi untuk melanjutkan kuliahnya, semenjak itu dela jadi anak yang pembangkang, tidak nurut
flashback off
" maaf ustazd apa dela berulah lagi". tanya pa Wijaya
" iya ustazd apa anak anak kami berulah lagi". tanya pak wirga selaku ayah zeysha
" hmm tadi sempat ada kejadian pak, silahkan tanya kepada mereka". ucap Gus Ilham
" Om putri on sudah membully saya dan mengampar saya om". ucap dini
masa sih, setuju senakal nakalnya dela dia tidak akan pernah membully temanya, rasanya ada yang janggal jika dela dan trio Kwek ini membully. batin Revan
" maaf Din tolong ralat ucapanmu, kami mempunyai alasan". ucap zeysha
" Maaf sebelumnya jika kami membuat ulah lagi di pesantren ini, tapi asal kalian tau dia dini Larasati Darmawan sudah merendahkan dela dengan mengucapkan jika seorang dela Khairunissa Wijaya adalah murahan, teman mana yang tidak marah jika sahabatnya di hina". ucap zeysa tegas
__ADS_1