
mereka melaksanakan studi tour di candi Borobudur
" zey fotoin gue dong, bagus ni pemandangannya cocok buat di post Ig, pasti banyak yang like ntar". ucap Nasifa sambil menyodorkan handphonenya, selama studi para santri dan santriwati di perbolehkan memegang hp
cekrek cekrek
zeysha pun berhasil menangkap foto
" thanks zeysha sahabatqu, kamu emang the best". ucap Nasifa bernada manja
"hmmm". ucap zeysha
" Lo kenapa Del ko diem aja dari tadi". ucap zeysha
" ah ga papa, gue cuma bosen doang". ucap dela
" ohh tapi jangan banyak banyak bengong, ntar malah kesambet lagi, lu kaga kesambet aja udah gila, apalagi ntar kesambet". ucap zeysha
" hooh del, lu kaga kesambet aja udah kaya orang kaga waras, apalagi kalo lu kesambet, kaga bisa di bayangin dah kaya gimana". ucap Nasifa
" yehhh malah pada ngatain". ucap dela
acara studi pun selesai, kini mereka sudah bersiap siap untuk kembali ke pesantren
setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lamanya mereka pun sampai di pesantren, para santri dan santriwati pun berhamburan keluar dari bus
" pufttt, akhirnya gue bisa baringan lagi, rasanya badan gue hampir remuk semua". gerutu dela sambil menguling gulingkan badanya di kasur
" iya Del aku juga cape, terlalu lama duduk di bus membuat ku cape". ucap Fira
" eh sebelum tidur wudhu dulu jangan lupa". ucap Zahwa
" kalo kita ga wudhu, apa boleh zah, soalnya badan gue pegel semua, ya ga nas". ucap zeysha, namun tak ada jawaban dari nasifa, mereka pun melihat Nasifa yang sudah terlelap berlayar di alam mimpinya
" bukanya ga boleh, kita tidak tahu kapan Allah dan para malaikat mencabut nyawa kita, jadi seengaknya kita pergi dalam keadaan suci". ucap Zahwa, mereka pun memanggut mengerti
" kebo bangun lo". ucap zeysha sambil melempar bantal guling pada Nasifa
" paan si Lo, gue ngantuk hoamm". ucap Nasifa, dengan terpaksa zeysha pun membawa paksa Nasifa
" ehhh gue mau di bawa ke mana". ucap Nasifa
" wudhu dulu, takutnya ada malaikat lewat terus berubah pikiran ngeliat Lo yang tidur kaya kebo, nanti umurlu di pendekin gimana". ucap zeysha, nasifa pun segera melek mendengar ucapan zeysa
" lu jangan nakut nakutin gue lah zey". ucap Nasifa
" makanya cepet wudhu". ucap zeysha
" iya iya bawel". ucap Nasifa
setelah mereka berwudhu mereka pun kembali ke tempat tidur masing masing
" eh btw besok pelajaranya siapa siapa". tanya dela
" besok ada ustazdah via, ustadz Raka, sama Gus Ilham". ucap Zahwa
" pufttt jadi besok gue harus ketemu ustazd nyebelin itu lagi". gerutu dela
__ADS_1
" awas loh nanti malah suka sama ustadz nyebelin". goda Zahwa
" ogah banget gue suka sama manusia kutub". ucap dela
" masa sih". goda ke empat teman dela (Nasifa, zeysha, Zahwa, Fira)
" udah udah cepet pada tidur". ucap Zahwa
" oke selamat malam". ucap dela
" malam". ucap mereka berempat
keesokan harinya
" assalamualaikum adik adik". ucap Gus Ilham saat memasuki kelas
" waalaikumsalam". (santri dan santriwati)
" apakah semuanya sudah hadir". tanya Gus Ilham
" sudah Gus". ucap santri dan santriwati
" apakah tidak ada yang terlambat lagi seperti kemarin". tanya Gus ilham seolah menyindir trio Kwek, ia pun melirik dela, dilihatnya dela sedang mendengus kesal
ni orang nyindir gue apa begimane si, pufttt ternyata selain dingin kek es balok ni ustazd juga nyebelinya nauzubillah, awas aja Lo ya tunggu kejahilan gue. batin dela
kenapa dia sangat menggemaskan ketika cemberut seperti ini, ahkk Ilham kondisikan dirimu, astaghfirullah. batin Gus Ilham
" nga ada Gus". ucap mereka serempak
" bismillahirrahmanirrahim". ucap mereka serempak
mereka pun mencoba mencerna penjelasan dari Gus Ilham
" baiklah karna saya sudah menjelaskan materinya, sekarang saya berikan kalian 10 soal, dan harus selesai sebelum bel, jika sudah silahkan kumpulkan di meja saya fahimtum". ucap Gus Ilham
" fahimna". sorak semua santri dan santriwati
hanya dalam waktu 15 menit dela berhasil menyelesaikan tugas dari gue Ilham, ia pun segera maju ke depan untuk mengumpulkan tugasnya
si semprul udah selesai aja tuh, ga mungkin dia berhasil mengerjakan soal dalam waktu yang cepat, ah paling ngasal kalo nga pasti hasil nyontek. batin dini
" kamu sudah selesai". ucap Gus Ilham terheran
" hmmm". ucap dela datar
" baiklah silahkan kembali". ucap Gus Ilham
dela pun segera membalikan badannya dan bergegas kembali ke tempat duduknya, sedangkan Gus ilham memeriksa hasil tugasnya, karna hanya dia yang sudah menyelesaikan tugasnya
bagus juga, dia memiliki otak yang cerdas sayang saja dia tidak menggunakannya dengan baik, mungkin efek kenakalannya. batin Gus Ilham
" Anisa maju". ucap Gus ilham
sedangkan santriwati yang bernama Anisa pun maju
" maaf bukan kamu, saya memanggil orang yang bernama dela Khairunissa Wijaya". ucap Gus Ilham
__ADS_1
" oh maaf Gus, saya kira Gus memanggil saya". ucap Anisa (santriwati)
Anisa pun kembali, dan dela pun maju ke depan
" ada apa ustazd". tanya dela
" ikuti saya". ucap Gus Ilham, mereka pun masuk ke dalam ruangannya Gus Ilham
" ada apa dela di suruh ke sini". ucap dela datar
" karna kau sudah menyelesaikan tugas pertama dengan benar jadi saya akan memberikanmu hadiah". ucap Gus Ilham yang berhasil membuat dela berbinar
" serius, ah makasih ustazd, ustazd emang the best, baik, tampan walaupun kadang menyebalkan dan seperti manusia kutub". ucap dela
dasar gadis nakal, dia memujiku saat senang saja, mari kita lihat apakah wajahnya masih tetap senang jika aku memberikannya hadiah.batin Gus Ilham
" oh ya mana hadiahnya ustazd, dan apa hadiahnya, ustazd mau beliin dela Boba milk tea, atau coffe capuccino kesukaan dela, atau pizza, atau spaghetti, atau hamburger, atau boneka". tanya dela dengan antusias, Gus ilham hanya menggelengkan kepalanya, dela pun mengerenyit heran plus penasaran dengan hadiahnya
" terus apa". tanya dela
" ini". ucap Gus Ilham sambil menyodorkan setumpuk kertas
" apa ini". tanya dela
" kau sudah berhasil menyelesaikan tugas pertama dengan benar, makanya saya tambah tugasmu, itu adalah hadiah mu". ucap Gus Ilham dengan wajah bangga telah menjahili gadis nakal di depannya, dan membuat wajah dela berubah 180 derajat dari sebelumnya
ya allah ni orang selain dingin kaya manusia kutub dia juga nyebelinya nauzubillah, dan senyumannya bikin gue pengen ngegampar sama triplek depan pesantren dah, puas bet Kenya ngerjain gue. batin dela
" ustazd becanda kan". ucap dela, Gus Ilham pun menggeleng dengan senyuman puas
" ihhk kalo gitu dela ralat semua pujian dela, dan untuk hadiahnya terimakasih, dela ga mau menerimanya, lebih baik sumbangkan saja kepada orang yang kurang mampu". ucap dela seolah tugasnya adalah sembako
" oh maaf dela Khairunissa Wijaya, rezeki tidak boleh di tolak". ucap Gus Ilham
" ustazd kalo dela ngerjain tugas melulu nanti kapan dela bisa istirahat". ucap dela
" kau bukan seorang balita yang hanya beristirahat saja". ucap Gus Ilham datar
pufttt tadi cerewet sekarang malah dingin banget, emang ajaib ni manusia. batin dela
" ya sudah saya akhiri permainan ini, kau lihat saja apa yang ada di dalam kertas tersebut". ucap Gus Ilham masih dengan nada datarnya
dengan rasa malas dela pun membuka kertas tersebut, matanya membelak saat melihat namanya tercatat di daftar perlombaan matematika
" apaaaa ustazd ini apa maksudnya, saya ikut perlombaan matematika". tanya dela
" hmmm". ucap Gus Ilham
" ko bisa, gimana?? kapan saya daftar?? saya tidak pernah ikut perlombaan?? dan kenapa ustazd daftarkan dela tanpa sepengetahuan dela??". celoteh dela
" kau bisa diam tidak, tanyakan itu pada dini, dia yang mendaftarkanmu". ucap Gus Ilham datar
" dini?? saya tidak pernah menyuruhnya mendaftarkan saya dalam perlombaan ini ustazd". ucap dela
" ya terus bagaimana lagi, namamu sudah tercantum di sana, dan tentunya sudah tercatat sebagai peserta lomba di pusat". ucap Gus Ilham
" tapi saya tidak siap ustazd". rengek
__ADS_1