
masih dengan Gus Ilham dan dela,
" pak mari ikut saya". ucap Gus Ilham pada seorang satpam
" saya gus". ucap pa satpam
" ustadz ko ngajak satpam si". bisik dela dari belakang
" kita ini bukan mahram, jadi ga boleh berdua, saya takut jika saya tidak bisa mengontrol nafsu dan akan berakibat buruk". ucap Gus Ilham
terserah saja lah, yang penting gue nyampe tempat studi. batin dela
" bagaimana pak". tanya Gus Ilham, pa satpam pun mengangguk
di bus
Nasifa dan zeysha pun terbangun setelah tidurnya yang pulas
" zey dela mana". ucap Nasifa
" eh kita ini Udah di perjalanan ya". tanya zeysha
" iya kali, tapi dela mana". ucap Nasifa
" gue ga tau". ucap zeysha
" kita tanyain yu". ucap
mereka pun bergegas menemui kyai Farzan dan umi Rida untuk menanyakan keberadaan dela
" assalamualaikum pa kyai, umi". ucap zeysha
" waalaikumsalam ada apa nak". ucap kyai Farzan, dan umi Rida
" maaf jika kita ngegaggu, apa pa kyai dan umi ada lihat dela". ucap zeysha
" loh memangnya tidak sama kalian". ucap umi rida
" mm nga, soalnya kita berdua ketiduran di mobil jadi ga tau dia kemana". ucap zeysha
" jangan jangan dela ketinggalan lagi". ucap Nasifa
" lebih baik kita cari dulu di mobil". ucap kyai Farzan
mereka pun mengelilingi seisi mobil untuk mencari keberadaan dela
__ADS_1
" dela ketinggalannya zey". ucap Zahwa panik
" astaghfirullah ko bisa sih, sekarang dela di pesantren sendiri dong". ucap Fira
" hah jadi si dela ketinggalan, yehaa sukurin dah, anak ga tau diri kaya dia mah emang pantes di tinggal wkwkwk". ucap dini, dari awal dini memang tidak suka dengan dela, karna keberadaan dela menggeser posisinya sebagai siswa tercantik dan terpintar
" eh lo kalo ngomong bisa di jaga kaga si". ucap Nasifa
" kalo enga kenapa". ucap dini menantang
" Lo ngajak gue ribut". ucap Nasifa
" udah udah sif jangan ribut di sini, ga ada faedahnya juga kita ladenin manusia kaya dia, mendingan kita kasih tau ke pa kyai". ucap zeysha menengahi, karna Nasifa tidak menjawab apapun, zeysha segera menarik tangan Nasifa dan menuju tempat duduk pa kyai
" maaf pa kyai, umi, dela nga ada di mobil". ucap zeysha
" ya udah kalian tenang biar pa kyai hubungan Ilham". ucap pa kyai Farzan
drrrttt drrrtttt
ponsel Gus Ilham pun berbunyi, di sana terpapang nama Abi
" assalamualaikum bi, ada apa". ucap Gus Ilham
" Nisa sama Ilham bi". ucap Gus Ilham
" astaghfirullah Ilham yang ilang bukan Nisa tapi dela". ucap kyai Farzan
" hehe iya bi, Nisa yang Ilham maksud adalah dela". ucap Gus Ilham
" makanya jangan seenaknya ganti ganti nama anak orang". teriak dela dari belakang
" ssstttt". ucap Gus Ilham
dini yang mendengar percakapan telepon kyai dan Gus Ilham pun kesal
" whattt calon imam gue sama si semprul, ga bener ga bener nih, pasti si dela sengaja pengen ketinggalan". ucap dini
" dini diammm". ucap salah satu ustazdah
dini pun langsung mengerucutkan bibirnya
" apa kamu berduaan dengan dela". tanya kyai Farzan
" ahh enga bi, Ilham bawa pa Agus (salah satu satpam pesantren)". ucap Gus Ilham
__ADS_1
" Alhamdulillah, ingat pesan Abi ya, jangan berduaan dengan perempuan yang bukan mahram mu". ucap kyai Farzan
" iya bi, insyaallah ilham inget". ucap Gus Ilham
" ya sudah Abi tutup telponnya ya, assalamualaikum". ucap kyai Farzan
" waalaikumsalam". ucap Gus Ilham, lalu menaruh hpnya
di bus
" jadi dela sama ustazd Ilham yai?". tanya Nasifa
" iya, dela bersama Ilham sekarang". ucap kyai Farzan
" ah elah, si dela genit banget, ihh malah berangkatnya sama calon imamku". gerutu dini
" genit apanya, Lo kali yang genit mah, muna banget si jadi orang". ucap Nasifa
" maksud Lo apa". bentak dini
" weiiii ko ngamok". ucap Nasifa sambil memperagakan gaya tik tok
" youtuber bang". lanjut zeysha
" bhaaaa masih inget aje Lo". ucap Nasifa
" heh gue lagi marah ya sama kalian". ucap dini
" lah mau Lo marah mau kaga bukan urusan kita ye kan bhahahha". ucap Nasifa
" ohhh dasar menyebalkan, rasakan ini". ucap dini sambil melayangkan tamparan, namun tanganya tertahan oleh seseorang, sedangkan zeysha sudah menunduk karna takut di gampar
" di pesantren kita ga pernah di ajarkan kekerasan". ucap rehan
dini pun langsung menelan salivnya melihat kemarahan rehan
" mmmmaaf ustazd, merekanya duluan ustadz". ucap dini
" Halah giliran ketauan aja Lo ngeles, pinter banget sandiwaranya Bun". ucap Nasifa
" sudah kalian duduk". ucap rehan
" dan kamu diam di sini". ucap rehan pada dini
" bbbbaaikkk ustazd". ucap dini terbata bata ketakutan
__ADS_1