Ustadz My Husband

Ustadz My Husband
putussss sudah


__ADS_3

Revan merasa geram mendengar ada orang yang berani merendahkan adik kesayangannya


brakkkk


Revan menggebrak meja dengan wajah kesal


" Lo berani beraninya ngerendahin adik kesayangan gue". ucap Revan


adik???, bukankan Kaka dela adalah ustazd rehan. batin gus Ilham


ntahlah kini Gus ilham sedang di serang beribu pertanyaan


" Van tenang dulu". ucap pa wijaya


" yah, Revan ga bisa tenang, adik Revan di hina yah, apa Revan hanya diam saja". ucap revan sambil menatap dini


" maaf pak kyai, ustazd, saya rasa ini sudah keterlaluan, karna masalah ini menyangkut harga diri seseorang, lebih baik kita omongin dengan orang tuanya nak dini". ucap pa haris ( bpaknya nasifa)


" oke, saya pastiin kalian bakal hancur karna ayah gue, belum tau saja siapa dia". ucap dini sombong


" memangnya siapa ayahmu". tanya pa haris


" alan darmawan, pengusaha terkaya di kota ini". ucap dini,


seketika mereka pun saling pandang


" oke sekarang telpon orang tuamu, suruh dia ke sini". ucap Revan


dengan segera dini pun menghubungi kedua orang tuanya,


dua jam kemudian

__ADS_1


" assalamualaikum". ucap pa Alan dan Bu Lia (orang tua dini)


" waalaikumsalam". ucap semua


" waalaikumsalam papahku tercinta". ucap dini


" maaf sebelumnya ada apa pa kyai menghubungi saya, apa bapa tidak tau jika saya ini pengusaha tersukses di kota ini, jadi saya tidak punya banyak waktu". ucap pa Alan


gue salah si bekerja sama dengan perusahaan Darmawan grup, pimpinannya aja kaya gini, sombong nya selangit. batin revan


" pah dela, zeysha, sama Nasifa berani beraninya ngebentak dini". ucap dini


bragggg, pak Alan langsung mengebrak meja


" kalian apakan anakku hah". ucap pa Alan


" maaf pak harap tenang, kita menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan". ucap Gus Ilham


" ohhh jika seperti itu, saya juga tidak akan menggunakan jalan kekeluargaan, maka pak Alan Darmawan kerja sama kita di batalkan". ucap revan, sedangkan pak Alan dan dini mengenyitkan heran


" maksudmu apa". ucap pak Alan


" sebenarnya saya tidak ingin terlalu membesar-besarkan nama saya, tapi karna kelakuan anda dan putri anda, saya putuskan kerjama antara perusahaan Darmawan dan perusahaan saya Wijaya group". ucap Revan dengan tegas, pa alan memang belum tahu jika perusahaan yang sedang membantunya di pimpin oleh Revan, karna yang selalu berhadapan dengannya bukanlah Revan tapi arga asisten Revan


" hahhahahha anak,muda anak muda, kau ini jangan terlalu berhalusinasi, mana mungkin kau pemimpin perusahaan makanan terbesar se-Asia". ucapnya merendahkan


" baiklah jika anda tidak percaya, mungkin setelah anda melihat ini, anda akan tau siapa pemilik dan pemimpin perusahaan Wijaya". ucap Revan, Revan pun mengambil laptop nya dan membukanya, lalu ia menghubungi asistennya


Tut....Tut....Tut


" assalamualaikum, ada apa tuan menghubungi saya". ucap Arga di sebrang sana

__ADS_1


deg


deg


deg


tuan?? pak Arga memanggilnya tuan, astaga habislah aku.batin pak alan


" saya hanya ingin meminta keteranganmu mengenai pemilik dan pemimpin perusahaan Wijaya, siapakah mereka". ucap rehan


pasti ada sesuatu, tidak mungkin tuan Revan memanggilku hanya untuk menanyakan itu. batin Arga


" baiklah, pemimpin perusahaan Wijaya adalah Revan Adi Wijaya selaku anak dari pak Wijaya, dan pemilik perusahaan Wijaya gruop adalah pak Rahman Adi Wijaya atau pak biasa kita panggil pak Wijaya". ucap arga, seketika pak Alan pun melongo tubuhnya sudah lemas mendengar kata kata Arga


" saya ingin memutuskan kontrak dengan perusahaan Darmawan, sekarang juga, untuk denda finalti kau urus berapapun mereka minta". ucap Revan di Vidio call nya bersama Arga


" baiklah tuan, jika tidak ada yang ingin di tanyakan lagi, saya harus melanjutkan pekerjaan saya tuan". ucap Arga


" silahkan, maaf menganggu". ucap Revan


" tidak masalah tuan, saya permisi assalamualaikum". ucap Arga lalu mengakhiri panggilan Vidio nya


tringggggggg


ponsel pak Darmawan berbunyi, ia langsung mengangkatnya


" assalamualaikum apakah ini dengan bapak Alan Darmawan". ucap seseorang di sebrang sana, ternyata ia adalah Arga yang tak lain asisten Revan


" i- iyaa sssaaya sendiri, maaf ada apa ya". ucap pa Alan terbata bata, tubuhnya sudah mulai gemetar


" selamat siang pak Darmawan, saya Arga dari perwakilan perusahaan Wijaya gruop, mohon maaf kami harus memutuskan kerja sama dengan perusahaan anda, terimakasih, maaf jika ini mendadak, kami akan tetap membayar denda finalti, jadi jangan khawatir, assalamualaikum". ucap Arga langsung mengakhiri

__ADS_1


hilang sudah kesempatan untuku. bati pak alan


__ADS_2